- Beranda
- Berita Luar Negeri
Korsel Bantu Teknologi Pertanian di Negara Berkembang
...
TS
toniovich
Korsel Bantu Teknologi Pertanian di Negara Berkembang

Korea Selatan akan memperluas upaya pengembangan teknologi pertanian dan berbagi keahlian pertanian dengan negara-negara berkembang. Hal ini dilakukan untuk membantu negara-negara tersebut mengatasi kekurangan pangan, demikian pernyataan kementrian pertanian Korea Selatan, Selasa, (14/11).
Mengutip Yonhap, RDA atau Badan Pembangunan Desa, sebuah badan yang berada di bawah kementrian pertanian Korsel, menyatakan telah mengembangkan dan berbagi teknologi pertanian tepat guna dengan sejumlah negara berkembang. Kerja sama tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai lembaga penelitian lokal.
Program Korea untuk Pertanian Internasional (KOPIA), telah didirikan di 20 negara Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut senilai 10,9 milyar won atau sekitar Rp 130 milyar.
Saat ini, tim peneliti tengah mengembangkan teknologi pada 46 obyek penelitian serta 10 proyek lapangan dengan menggandeng para petani setempat.
Berita Terkait : Petani Afganistan Mulai Terapkan Teknologi Modern
“Daripada hanya sekedar menyediakan makanan bagi negara-negara berkembang, kami memilih memperbaiki pendapatan petani skala kecil dengan menyediakan teknologi pertanian yang sesuai dengan lingkungan setempat,” kata Lee Kyu-seong, Dirjen biro kerja sama teknologi RDA.
“Kami juga akan memperluas kemitraan dalam penelitian dan pengembangan dengan lembaga lokal. Terutama untuk membantu petani mengatasi permasalahan mereka yang terkait dengan pertanian,” tambahnya.
Di Filipina, para peneliti memberikan varietas padi berkualitas tinggi kepada sekitar seribu petani. Varietas padi unggulan ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 4,5 ton per hektar.
Di Kamboja, KOPIA menyediakan ayam ras pedaging baru ke peternakan lokal untuk menurunkan tingkat kematian mereka dari 15 persen menjadi 4,4 persen. Jenis ayam ini juga lebih hemat pakan.
KOPIA juga memasok benih kentang bebas penyakit di 44 tempat budidaya kentang di Kenya. Kentang ini mampu meningkatkan panenan serta meningkatkan pendapatan petani lokal.
Sementara di Paraguay, peneliti membudidayakan biji wijen berkualitas tinggi untuk sekitar 300 hektar lahan untuk meningkatkan panenan hingga 37,5 persen.
Berita Terkait : PBB Bekali Keterampilan Bertani untuk Para Pengungsi Suriah
Sejak berdiri tahun 2009, KOPIA sudah berhasil mengembangkan 21 proyek perintis pertanian di 6 negara berkembang.
Pernah menjadi negara penerima bantuan beberapa dekade lalu, Korea Selatan kini justru menjelma menjadi negara donor. Apa yang kini dilakukan negera ginseng itu turut membantu masyarakat internasional memecahkan masalah pangan, khususnya di negara-negara berkembang.
(sumber)
Berita beginian bikin adem ketimbang tiap hari disuguhi berita perang mulu
anasabila dan sebelahblog memberi reputasi
2
1.5K
3
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.1KThread•21KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya