- Beranda
- Berita Luar Negeri
Keberadaan Robo Advisor Ancam Keberadaan Pakar Keuangan
...
TS
wismacibanteng
Keberadaan Robo Advisor Ancam Keberadaan Pakar Keuangan
Semakin marak keberadaan Robo Advisor dengan kepintaran buatan (artificial intellegent) di pasar modal, mengancam keberadaan profesional pasar modal.

Robo Advisor Siap Geser Profesional Pasar Modal
Tidak dapat dipungkiri perkembangan zaman membuat teknologi semakin canggih. Ini merupakan suatu hal yang keren. Namun, perkembangan ini berdampak pada tersingkirnya berbagai profesi.
Pasar modal tidak luput dari perkembangan teknologi ini, seolah memaksa adanya persaingan manusia dan robot dalam menjalankan tugas.
Keberadaan robot ini sontak mengancam para profesional pasar modal.
Semakin marak penggunaan robot yang mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) atau Robo Advisor di pasar modal. Dengan teknologi robot, para investor dapat memperoleh saran harga pembelian saham.
Robot advisor juga mampu membantu para investor untuk mengeksekusi serta sebisa mungkin menjaga dan membatasi kerugian dalam jual beli saham di pasar modal.
Hal diatas sejalan dengan pernyataan Perusahaan modal ventura, dilansir oleh Koran Kontan (23/10/17):
Keberadaan Robo Advisor membuat bank-bank investasi besar semakin fokus dengan pemakaian teknologi canggih ini.
Seperti dikutip Bloomberg, Goldman Sachs dalam beberapa bulan terakhir lebih banyak mengumumkan lowongan pekerjaan bagi profesional di bidang teknologi.
Kondisi ini membuat banyak bank berlomba mencari programmer handal sebagai posisi penting di perusahaan yang dapat menunjang persaingan di era serba canggih ini.
Dilansir oleh Koran Kontan, Senin (23/10/17):
Konsultan manajemen Opimas LLC memprediksikan, di Amerika Serikat (AS) ada 90.000 orang yang bekerja di aset manajemen akan digantikan oleh robot pada tahun 2025.
Tidak hanya itu, sebanyak 45.000 pekerjaan di bidang sales and trading juga akan tergusur teknologi robot.
Masifnya pemakaian teknologi pasar modal yang menggusur peran manusia juga dirasakan di Indonesia, secara berangsur perbankan dan pasar modal sudah mulai menggunakan teknologi Robot Advisor.

Pengembangan Robo Advisor untuk membantu pengambilan keputusan pada transaksi pasar modal sebagai output perkembangan platform elektronik yang telah berjalan beberapa dekade kebelakang.
Komputer, teknologi robot serta kecerdasan buatan, akan memproses semua data yang ada, memahami semua sifat dan kinerja pasar.
Bahkan menyaring semua kebijakan moneter menjadi sebuah data untuk memprediksi saham hingga memperkirakan pertumbuhan yang ada.
Cerebellum Capital merupakan salah satu perusahaan yang terus mengembangkan teknologi Robo Advisor.
Kecerdasan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan memprediksi pergerakan pasar menjadi kelebihan yang ditonjolkan oleh perusahaan teknologi ini.
Seolah tak ingin ketinggalan oleh Cerebellum Capital, perusahaan teknologi EquBot baru saja meluncurkan Al Powered Equity ETF (AIEQ), sebuah robot yang menggunakan teknologi supercomputing IBM untuk meracik portofolio, sekitar 30 saham hingga 70 saham.
Racikan portfolio versi ETF ini dihitung berdasarkan kondisi ekonomi terkini, tren dan kondisi spesifik perusahaan yang tercatat di bursa.
Sebagai informasi profesional atau profesi penunjang pasar modalini adalah pihak yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, yang persyaratan dan tata cara pendaftarannya ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Profesi penunjang ini terdiri dari akuntan, notaris, konsultan hukum, penilai dan profesi lainnya.

Robo Advisor Siap Geser Profesional Pasar Modal
Tidak dapat dipungkiri perkembangan zaman membuat teknologi semakin canggih. Ini merupakan suatu hal yang keren. Namun, perkembangan ini berdampak pada tersingkirnya berbagai profesi.
Pasar modal tidak luput dari perkembangan teknologi ini, seolah memaksa adanya persaingan manusia dan robot dalam menjalankan tugas.
Keberadaan robot ini sontak mengancam para profesional pasar modal.
Semakin marak penggunaan robot yang mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) atau Robo Advisor di pasar modal. Dengan teknologi robot, para investor dapat memperoleh saran harga pembelian saham.
Robot advisor juga mampu membantu para investor untuk mengeksekusi serta sebisa mungkin menjaga dan membatasi kerugian dalam jual beli saham di pasar modal.
Hal diatas sejalan dengan pernyataan Perusahaan modal ventura, dilansir oleh Koran Kontan (23/10/17):
Quote:
Keberadaan Robo Advisor membuat bank-bank investasi besar semakin fokus dengan pemakaian teknologi canggih ini.
Seperti dikutip Bloomberg, Goldman Sachs dalam beberapa bulan terakhir lebih banyak mengumumkan lowongan pekerjaan bagi profesional di bidang teknologi.
Kondisi ini membuat banyak bank berlomba mencari programmer handal sebagai posisi penting di perusahaan yang dapat menunjang persaingan di era serba canggih ini.
Dilansir oleh Koran Kontan, Senin (23/10/17):
Quote:
Konsultan manajemen Opimas LLC memprediksikan, di Amerika Serikat (AS) ada 90.000 orang yang bekerja di aset manajemen akan digantikan oleh robot pada tahun 2025.
Tidak hanya itu, sebanyak 45.000 pekerjaan di bidang sales and trading juga akan tergusur teknologi robot.
Masifnya pemakaian teknologi pasar modal yang menggusur peran manusia juga dirasakan di Indonesia, secara berangsur perbankan dan pasar modal sudah mulai menggunakan teknologi Robot Advisor.

Pengembangan Robo Advisor untuk membantu pengambilan keputusan pada transaksi pasar modal sebagai output perkembangan platform elektronik yang telah berjalan beberapa dekade kebelakang.
Komputer, teknologi robot serta kecerdasan buatan, akan memproses semua data yang ada, memahami semua sifat dan kinerja pasar.
Bahkan menyaring semua kebijakan moneter menjadi sebuah data untuk memprediksi saham hingga memperkirakan pertumbuhan yang ada.
Cerebellum Capital merupakan salah satu perusahaan yang terus mengembangkan teknologi Robo Advisor.
Kecerdasan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan memprediksi pergerakan pasar menjadi kelebihan yang ditonjolkan oleh perusahaan teknologi ini.
Seolah tak ingin ketinggalan oleh Cerebellum Capital, perusahaan teknologi EquBot baru saja meluncurkan Al Powered Equity ETF (AIEQ), sebuah robot yang menggunakan teknologi supercomputing IBM untuk meracik portofolio, sekitar 30 saham hingga 70 saham.
Racikan portfolio versi ETF ini dihitung berdasarkan kondisi ekonomi terkini, tren dan kondisi spesifik perusahaan yang tercatat di bursa.
Sebagai informasi profesional atau profesi penunjang pasar modalini adalah pihak yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, yang persyaratan dan tata cara pendaftarannya ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Profesi penunjang ini terdiri dari akuntan, notaris, konsultan hukum, penilai dan profesi lainnya.
anasabila dan sebelahblog memberi reputasi
2
1K
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.2KThread•21.3KAnggota
Komentar yang asik ya