Kaskus

Entertainment

toniovichAvatar border
TS
toniovich
New York Larang Gajah Sebagai Hewan Pertunjukkan
New York Larang Gajah Sebagai Hewan Pertunjukkan

Pomidor.id – Melibatkan gajah sebagai hewan pertunjukkan, baik itu di sirkus, parade maupun karnaval, tak lama lagi bakal menjadi sesuatu yang illegal di New York. Larangan menggunakan gajah sebagai hewan pertunjukkan ini akan segera berlaku setelah sebuah undang-undang ditandatangani Gubernur New York, Andrew Cuomo, pekan lalu. Undang-undang tersebut bertujuan untuk melindungi gajah dari penyiksaan dan perlakuan semena-mena.
Meski baru berlaku penuh dua tahun tahun lagi, namun undang-undang itu disambut gembira para aktivis penyayang binatang. Sementara salah seorang penggagas larangan mengeksploitasi gajah sebagai hewan pertunjukkan, mengatakan undang-undang tersebut sudah semestinya diberlakukan.

“Sudah terlalu lama gajah dieksploitasi dan diperlakukan buruk di dunia hiburan. Pengurungan, penyiksaan dan kondisi hidup yang tidak sehat telah menyebabkan kematian dini bagi hewan cerdas dan lembut ini,” kata anggota dewan asal Westchester County, Amy Paulin, yang memperjuangkan diberlakukannya undang-undang tersebut.

Artikel Terkait : Monyet Selfie, Siapa Pemilik Hak Ciptanya?

Sedangkan Gubernur New York, dalam pernyataan resminya yang dilansir New York Times, mengatakan eksploitasi gajah selain potensial diperlakukan kasar juga berbahaya bagi keselamatan mamalia terbesar di bumi ini.

(Bayi gajah yang kerap diperlakukan kejam saat dilatih sebelum tampil di sirkus-sirkus, menjadi alasan diberlakukannya undang-undang perlindungan gajah di New York. Sumber foto : ladyfreethinker.org)
“Undang-undang Perlindungan Gajah ini mendorong upaya pemerintah untuk menghentikan perlakuan kejam serta membuat kota New York lebih ramah dan manusiawi terhadap binatang,” demikian pernyataan Gubernur Cuomo.

Rilis Gubernur Cuomo juga menambahkan bahwa gajah yang dipertunjukkan di dunia hiburan rata-rata usianya hanya separuh dari usia gajah yang hidup di alam liar.

Setelah resmi berlaku, setiap pelanggaran undang-undang akan dikenakan denda US$ 1.000.

Sebagai informasi, Ringling Brothers yang kerap menampilkan gajah dalam pertunjukkannya, tak lagi menggunakan hewan berbelalai itu dalam turnya sejak tahun lalu. Perusahaan yang dioperasikan Feld Entertainment tersebut menyerahkan gajah-gajah mereka ke pusat konservasi di Florida. Di sana, sampel darah dari hewan ini digunakan untuk penelitian kanker anak-anak.

Artikel Terkait : Hollywood Bisa Berperan Dalam Pelestarian Lingkungan

Namun di luar Ringling Brothers, masih banyak dunia hiburan yang memanfaatkan gajah sebagai performer utamanya. Organisasi pecinta binatang (PETA/People for the Ethical Treatment of Animals), memperkirakan saat ini ada 16 sirkus keliling yang masih menampilkan gajah di pertunjukkan mereka.

(Sumber)

Kapan2 perlu juga nih dilarang manusia sebagai obyek pertunjukkan...
0
999
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.