Kaskus

News

toniovichAvatar border
TS
toniovich
Seorang Walikota di Brazil Beri Makanan Anjing untuk Siswa Sekolah di Kotanya
Seorang Walikota di Brazil Beri Makanan Anjing untuk Siswa Sekolah di Kotanya

Pomidor.id – Beberapa hari belakangan ini Brazil digegerkan oleh kebijakan seorang walikotanya yang menyuguhkan makanan anjing pada menu makanan di sekolah bagi anak-anak kurang mampu. Kebijakan ini tambah menuai kontroversi manakala diketahui makanan tersebut ternyata juga sudah mendekati masa kadaluarsa.

Walikota Sao Paulo, Joao Doria, mempresentasikan makanan daur ulang berupa pelet kering dalam sebuah konferensi pers minggu ini. Ia berjanji akan memerangi masalah kelaparan di antara anak-anak sekolah termiskin di kotanya dengan makanan yang dikategorikan sebagai makanan anjing tersebut. Hal ini dilakukan juga sebagai upaya mengurangi limbah makanan.

Makanan daur ulang tersebut bentuknya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah pelet kering. Di Brazil, makanan yang dikenal dengan nama “farinata” ini dapat dimakan langsung. Tapi kadang-kadang dapat ditambahkan pula dengan makanan lain seperti spaghetti atau kue.

Tak ambil pusing dengan kemarahan publik atas tampilan maupun asal usul makanan tersebut, sang walikota mengungkapkan telah memberi wewenang penuh untuk mendistribusikannya ke beberapa sekolah bulan ini. Sayangnya walikota yang juga merupakan kandidat kuat presiden Brazil tahun 2018 itu, tak menjelaskan berapa banyak anak yang akan menerimanya.

“Kementrian Pendidikan telah merestui untuk memberikannya sebagai menu makanan di sekolah. Sebagai pelengkap makanan yang sudah ada,” ujar Doria dikutip dari Asian Age.

Doria sendiri menggambarkan makanan berbentuk pelet tersebut sebagai “makanan yang diberkati” saat mempresentasikannya. Ia bersikeras untuk mendistribusikannya langsung kepada anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

“Mulai Oktober ini kita akan menyediakannya secara bertahap untuk ditawarkan kepada orang-orang yang kelaparan,” imbuhnya.

Namun kurangnya transparansi mengenai produksi “farinata” dan penggunaannya, dikritik keras. Pasalnya, hal itu mempertajam kontroversi di publik Brazil yang begitu terbelah antara kesenjangan kaya dan miskin.

“Ketika menawarkan pelet sebagai makanan untuk orang-orang berpenghasilan rendah, kita hanya memperburuk kesenjangan di masyarakat,” ujar Vivian Zollar, juru bicara Dewan Nutrisi Daerah. Ia menuding kebijakan tersebut akan memancing perdebatan yang lebih luas di masyarakat.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Hak Asasi Manusia, Elosa Arruda. Ia menyayangkan kebijakan sang walikota yang diambil tanpa studi mendalam mengenai kebutuhan gizi siswa kurang mampu di Sao Paulo, sebuah kota metropolitan terbesar di Amerika Selatan.

(Sumber)

Lha memang kenapa kalo makanannya bergizi. Kan sayang juga kalo dibuang-buang.
sebelahblogAvatar border
anasabilaAvatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.2K
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82.1KThread20.7KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.