- Beranda
- The Lounge
e-budgeting itu jauh lebih ampuh dari KPK
...
TS
shouphello
e-budgeting itu jauh lebih ampuh dari KPK
Setnov sekarang lolos dari jerat hukum. Mungkin ya mungkin tidak. KPK bisa saja menetapkan Setnov kembali.
Kok Hakim bisa memerintahkan seorang penegak hukum untuk tidak menyidik suatu perkara kiriminal itu diluar akal betul.
Tapi sebetulnya ada solusi lain selain KPK.
e budgeting lebih ganas dari KPK.
KPK itu orang korup dulu lalu ditangkep dan kalo hoki hakimnya nggak disuap segala macem "mungkin" dihukum.
Ibaratnya lu punya rumah. Maling udah masuk. Ngambil uang banyak. Mungkin sempet bunuh anak lu. Tapi kalo lu hoki malingnya mungkin ketangkep dan dihukum. Tentu saja dalam processnya mungkin si maling sempet bunuh beberapa keluarga lu lagi supaya lu nggak jadi saksi.
Kalo malingnya sakti kayak Setnov? Hukum udah nggak bisa diandalkan. Mungkin jalan mungkin nggak. Coba lihat nasib si Rudi https://news.detik.com/berita/200457...sutadi-dihapus
Orang yang mengirim preman untuk menyerang kantor dia kemungkinan istrinya, yang di penjara korbannya.
Tidak effective kan mengandalkan hukum?
e-budgeting itu kayak rumahlu dipasangin CCTV gembok tiap orang masuk ada sidik jari.
Maling liat itu tobat atau cari rumah lain atau emigrasi praktek korupsi di tempat lain.
Banyak kepala daerah kita juga pake e-budgeting. Tapi Ahok yang paling terkenal dan kayaknya paling serius tutup celah.
Ada indikasi, Ahok itu musuhnya banyak ya karena e-budgeting itu. Kalo rakyat dukung Ahok, secara nggak langsung kita mendukung penggunaan e-budgeting dimana mana. Ini akan membasmi habis korupsi di seluruh negara kita. Artinya banyak koruptor akan kehilangan mata pencaharian.
Menghukum koruptor bagus. Tapi jangan lupa mencegah korupsi lebih lanjut.
Kok Hakim bisa memerintahkan seorang penegak hukum untuk tidak menyidik suatu perkara kiriminal itu diluar akal betul.
Tapi sebetulnya ada solusi lain selain KPK.
e budgeting lebih ganas dari KPK.
KPK itu orang korup dulu lalu ditangkep dan kalo hoki hakimnya nggak disuap segala macem "mungkin" dihukum.
Ibaratnya lu punya rumah. Maling udah masuk. Ngambil uang banyak. Mungkin sempet bunuh anak lu. Tapi kalo lu hoki malingnya mungkin ketangkep dan dihukum. Tentu saja dalam processnya mungkin si maling sempet bunuh beberapa keluarga lu lagi supaya lu nggak jadi saksi.
Kalo malingnya sakti kayak Setnov? Hukum udah nggak bisa diandalkan. Mungkin jalan mungkin nggak. Coba lihat nasib si Rudi https://news.detik.com/berita/200457...sutadi-dihapus
Orang yang mengirim preman untuk menyerang kantor dia kemungkinan istrinya, yang di penjara korbannya.
Tidak effective kan mengandalkan hukum?
e-budgeting itu kayak rumahlu dipasangin CCTV gembok tiap orang masuk ada sidik jari.
Maling liat itu tobat atau cari rumah lain atau emigrasi praktek korupsi di tempat lain.
Banyak kepala daerah kita juga pake e-budgeting. Tapi Ahok yang paling terkenal dan kayaknya paling serius tutup celah.
Ada indikasi, Ahok itu musuhnya banyak ya karena e-budgeting itu. Kalo rakyat dukung Ahok, secara nggak langsung kita mendukung penggunaan e-budgeting dimana mana. Ini akan membasmi habis korupsi di seluruh negara kita. Artinya banyak koruptor akan kehilangan mata pencaharian.
Menghukum koruptor bagus. Tapi jangan lupa mencegah korupsi lebih lanjut.
Diubah oleh shouphello 07-10-2017 23:03
0
1K
13
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•4Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya