- Beranda
- Stories from the Heart
Distant Star
...
TS
milkmatcha
Distant Star
"The course of true love never did run smooth." - William Shakespear
Sebelumnya terima kasih karena sudah mampir ke sini. Cerita ini adalah kombinasi antara pengalaman pribadi dengan fiksi. Jika ente ada yang kepo alias penasaran, boleh tanya-tanya langsung di mari. Terima kasih juga buat para momod buat tempat berceritanya.
warning: bullying/abusive behavior
Chapter 1. Masa yang Kulupakan
Aku tidak punya banyak hal untuk diceritakan. Aku tidak punya sesuatu yang menarik untuk disampaikan. Hidupku sederhana, "mudah" kata orang, dan katanya tidak banyak rintangan. Kamu pasti jauh lebih tau daripada aku, kalau kita menjalani kehidupan dengan cara kita masing-masing. Namun aku - aku yang hidupnya mudah, aku yang hidupnya tidak banyak rintangan, selalu merasa sedih dan kesepian, dan aku berjalan sendiri, terus sendiri. Aku tidak meneteskan air mata, tapi hatiku menangis, jiwaku terinjak, dan setiap tarikan nafas begitu berat. Itu, aku dahulu, yang tidak tau apa yang sebenernya terjadi padaku.
Secara fisik aku bukan orang yang menarik. Kulitku terbakar matahari karena bermain basket dan berenang. Walaupun begitu, tubuhku gemuk karena aku memang suka makan. Ibuku mengantarku ke rumah sakit kala itu dan aku ingat dokter mengatakan bahwa metabolisme tubuhku tidak sebaik anak-anak seusiaku dan menyebabkan aku obesitas.
Aku tidak terlalu punya banyak teman di sekolah, tapi aku punya banyak kenalan. Mereka memanggilku karung beras karena ukuran tubuhku. Itu mengganggu aku, itu menyakiti aku, tapi aku tidak menangis. Aku tidak menangis, tapi kesedihanku tertera di atas nilai raportku yang banyak merahnya. Malunya aku. Tapi aku waktu itu masih lugu, naif, nilai bagiku tidak penting asalkan aku bisa bermain di taman setiap sore bersama dengan teman-teman terbaikku. I wish they were in the same school as me. Tidak banyak yang aku ingat dari masa SMP.
Masa-masa Sekolah Menengah Pertama, aku kubur dalam-dalam. Tidak akan pernah aku mengingatnya,
Hal itu berlanjut. Aku dikurung di kamar mandi. Aku dilempari kertas dari belakang. Mereka bilang aku sombong karena aku selalu belajar di perpustakaan - padahal aku membaca novel karangan NH Dini. Mungkin sedikit terlalu dewasa topiknya, tapi aku menyukainya. Suatu hari, mereka mengurungku di kamar mandi dan setelah membebaskan aku, mereka sengaja mendorongku hingga pergelangan kakiku retak. Dua Kali. Namun aku suka membaca, ya tidak hanya NH Dini, tapi juga buku-buku lainnya seperti bahasa (aku belajar 3 bahasa selama SMA - bahasa Jepang, bahasa Belanda, dan bahasa Perancis walaupun tidak kuingat benar-benar sekarang). Prestasiku di SMA meningkat, aku mengikuti berbagai perlombaan, dan aku mendapatkan kemudahan untuk masuk ke universitas negeri terbaik di negara ini. Ya, mungkin ini reward dari Tuhan. Untuk itu, Tuhan -- betapa besar anugerahMu, untuk hamba yang tidak pernah bersyukur.
Masa-masa Sekolah Menengah Akhir, aku coba untuk kubur dalam-dalam. Tidak akan pernah aku mengingatnya, tapi terus teringat. Karena luka akibat verbal abuse dan bullying terus menghantuiku. Tidak akan ada pernah kata maaf.
Semua perkataan yang menyakitkan itu benar-benar menghancurkan rasa percaya diriku. Aku selalu berpikir mungkin tidak ada yang mencintaiku karena fisikku. Aku gemuk dan wajahku tidak cantik. Siapa aku? Semua laki-laki menyukai wanita yang lembut, feminin, langsing, putih, dan berambut panjang (stigma di negara ini), namun aku berlawanan dengan semua kriteria itu. Ya, siapa aku? Aku yang di rumah juga selalu dikatai gendut dan seperti laki-laki. I do as I please, membuat diriku nyaman, so what? Aku tidak ingin menjadi orang lain.
Masa-masa kuliah S1, aku tidak terlalu ingat. Aku belajar dan pulang ke kost. On time. Aku terlalu malas untuk bergaul, takut terluka lagi. Takut akan semua kata-kata menyakitkan yang mengejar hingga ke dalam mimpi-mimpi. Tolong. Tolong perlakukan aku seperti orang lain. Perlakukan aku dengan baik.
Kalau aku menghilang dari dunia ini, apakah semuanya akan lebih baik?
Sebelumnya terima kasih karena sudah mampir ke sini. Cerita ini adalah kombinasi antara pengalaman pribadi dengan fiksi. Jika ente ada yang kepo alias penasaran, boleh tanya-tanya langsung di mari. Terima kasih juga buat para momod buat tempat berceritanya.
Distant Star
warning: bullying/abusive behavior
Chapter 1. Masa yang Kulupakan
Aku tidak punya banyak hal untuk diceritakan. Aku tidak punya sesuatu yang menarik untuk disampaikan. Hidupku sederhana, "mudah" kata orang, dan katanya tidak banyak rintangan. Kamu pasti jauh lebih tau daripada aku, kalau kita menjalani kehidupan dengan cara kita masing-masing. Namun aku - aku yang hidupnya mudah, aku yang hidupnya tidak banyak rintangan, selalu merasa sedih dan kesepian, dan aku berjalan sendiri, terus sendiri. Aku tidak meneteskan air mata, tapi hatiku menangis, jiwaku terinjak, dan setiap tarikan nafas begitu berat. Itu, aku dahulu, yang tidak tau apa yang sebenernya terjadi padaku.
Secara fisik aku bukan orang yang menarik. Kulitku terbakar matahari karena bermain basket dan berenang. Walaupun begitu, tubuhku gemuk karena aku memang suka makan. Ibuku mengantarku ke rumah sakit kala itu dan aku ingat dokter mengatakan bahwa metabolisme tubuhku tidak sebaik anak-anak seusiaku dan menyebabkan aku obesitas.
Aku tidak terlalu punya banyak teman di sekolah, tapi aku punya banyak kenalan. Mereka memanggilku karung beras karena ukuran tubuhku. Itu mengganggu aku, itu menyakiti aku, tapi aku tidak menangis. Aku tidak menangis, tapi kesedihanku tertera di atas nilai raportku yang banyak merahnya. Malunya aku. Tapi aku waktu itu masih lugu, naif, nilai bagiku tidak penting asalkan aku bisa bermain di taman setiap sore bersama dengan teman-teman terbaikku. I wish they were in the same school as me. Tidak banyak yang aku ingat dari masa SMP.
Masa-masa Sekolah Menengah Pertama, aku kubur dalam-dalam. Tidak akan pernah aku mengingatnya,
Hal itu berlanjut. Aku dikurung di kamar mandi. Aku dilempari kertas dari belakang. Mereka bilang aku sombong karena aku selalu belajar di perpustakaan - padahal aku membaca novel karangan NH Dini. Mungkin sedikit terlalu dewasa topiknya, tapi aku menyukainya. Suatu hari, mereka mengurungku di kamar mandi dan setelah membebaskan aku, mereka sengaja mendorongku hingga pergelangan kakiku retak. Dua Kali. Namun aku suka membaca, ya tidak hanya NH Dini, tapi juga buku-buku lainnya seperti bahasa (aku belajar 3 bahasa selama SMA - bahasa Jepang, bahasa Belanda, dan bahasa Perancis walaupun tidak kuingat benar-benar sekarang). Prestasiku di SMA meningkat, aku mengikuti berbagai perlombaan, dan aku mendapatkan kemudahan untuk masuk ke universitas negeri terbaik di negara ini. Ya, mungkin ini reward dari Tuhan. Untuk itu, Tuhan -- betapa besar anugerahMu, untuk hamba yang tidak pernah bersyukur.
Masa-masa Sekolah Menengah Akhir, aku coba untuk kubur dalam-dalam. Tidak akan pernah aku mengingatnya, tapi terus teringat. Karena luka akibat verbal abuse dan bullying terus menghantuiku. Tidak akan ada pernah kata maaf.
Semua perkataan yang menyakitkan itu benar-benar menghancurkan rasa percaya diriku. Aku selalu berpikir mungkin tidak ada yang mencintaiku karena fisikku. Aku gemuk dan wajahku tidak cantik. Siapa aku? Semua laki-laki menyukai wanita yang lembut, feminin, langsing, putih, dan berambut panjang (stigma di negara ini), namun aku berlawanan dengan semua kriteria itu. Ya, siapa aku? Aku yang di rumah juga selalu dikatai gendut dan seperti laki-laki. I do as I please, membuat diriku nyaman, so what? Aku tidak ingin menjadi orang lain.
Masa-masa kuliah S1, aku tidak terlalu ingat. Aku belajar dan pulang ke kost. On time. Aku terlalu malas untuk bergaul, takut terluka lagi. Takut akan semua kata-kata menyakitkan yang mengejar hingga ke dalam mimpi-mimpi. Tolong. Tolong perlakukan aku seperti orang lain. Perlakukan aku dengan baik.
Kalau aku menghilang dari dunia ini, apakah semuanya akan lebih baik?
bersambung
Diubah oleh milkmatcha 31-07-2017 09:11
anasabila memberi reputasi
1
1.2K
4
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya