- Beranda
- Citizen Journalism
Kemiripan Ahok dengan Yesus. Analisa sejarah.
...
TS
malina025
Kemiripan Ahok dengan Yesus. Analisa sejarah.
Memang ada kemiripian antara Ahok dan Yesus. Dua duanya melakukan hal yang dianggap baik oleh banyak orang. Hal hal yang mustahil. Yesus menyembuhkan orang sakit (katanya) dan membangkitkan orang mati. Itu katanya sih. Satu satunya yang kita tahu adalah banyak orang berbicara dan percaya begitu. Tapi memang susah untuk memverifikasi kejadian 2000 tahun silam. Memang tiap ada orang mati bangkit bisa divisum dan dianalisa ya susah juga.
Visi Yesus adalah bahwa kerajaan Tuhan akan datang ke dunia. Di kitab matius, kata kerajaan Tuhan diganti jadi kerajaan surga supaya tidak menyebut nama Yahweh dengan sembarangan.
Sejak Yesuslah, konsep kehidupan sesudah mati di agama Yahudi menjadi populer. Sebelumnya konsep itu tidak penting. Hidup lalu ya sudah. Yesus mempopulerkan ide itu. Kehidupan sesudah mati menjadi semacam ide baru yang mengiringi ide ide Yesus lain kemanapun itu diceritakan.
Kita tidak tahu apa yang Yesus maksud dengan kerajaan surga. Mungkin surga sesudah kiamat atau kita mati. Mungkin suatu tatanan politik baru dimana yang terbesar diantara kita adalah yang memberi service terbaik ke konsumen terbanyak. Banyak pendukung mekanisme pasar menganggap kalau mekanisme pasar adalah bentuk nyata kuasa Tuhan menolong manusia. Seolah olah Tuhan sebetulnya sudah mengatur system dimana orang punya incentive kuat untuk melayani sesamanya. Lihat saja kemakmuran umat manusia, 300 kali lipat sejak buku wealth of nation dibentuk.
Beberapa ide Yesus yang amat berpengaruh adaalah ide bahwa yang terbesar diantara kita adalah mereka yang melayani. Begitu banyak orang "besar" di jaman dulu adalah orang yang menindas. Yesus bilang jangan begitu. Yang terbesar adalah yang melayani. Kalau ada orang menampar orang, yang malu sebetulnya yang menampar.
Dari buahnya kamu tau pohonnya. Sering kali suatu paham, ideologi, opini, itu tidak jelas baik atau buruknya. Tapi buahnya kelihatan. Dari buahnya lah kita tahu pohonnya. Jadi Yesus adalah orang yang "result oriented". Suatu agama bisa dianggap suci oleh semua orang. Suatu ideology bisa dianggap bagus. Tapi kalo orang yang beragama itu malah tinggal di negara korup dan perang terus,ya ada yang nggak bener di pohonnya juga.
Ide lain adalah ide bagaimana kepercayaan bisa merubah situasi. Secara metaphoric Yesus bilang kalau iman bisa memindahkan gunung. Bahgwa kepercayaan itu self fullfiling adalah process yang bisa dilihat secara matematik. Nash equilibrium adalah suatu process dimana suatu evolutionary stable strategy akan terpilih jadi kenyataan kalau itu yang banyak dipercaya orang.
Contoh, kita semua jalan di sebelah kiri karena kita semua percaya kalau kita musti jalan disebelah kiri. Yang ngotot nyetir di sebelah kanan ya tabrakan sendiri.
Belanda menjajah kita karena nenek moyang kita pikir mereka tidak bisa dilawan. Kan orang bule superior? Kata si sinyo. Lalu ada jepang yang bolak balik menang lawan rusia dan lain lain akhirnya kita ter"inspirasi". Sukarno mendeklarasikan kemerdekaan dan merdekalah kita. Satu ide Yesus yang inspiratif adalah tahulah kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakan.
Korupsi besar di indonesia kalau rakyatnya percaya koruptor tidak bisa dilawan. Kalau koruptor tidak bisa dilawan ya mending kita ikut arus saja nyogok dan senyum. Toh sebagai manusia kita mencari keuntungan relative. Tapi begitu ada satu orang berani melawan arus menentang korupsi, kalau tidak cepat dijegal, korupsi bisa betulan bubar. Begitu kita lihat koruptor bisa dikalahkan, kitapun tidak menyogok. Pejabat pun takut minta duit. Takut dilaporkan. Akhirnya yang korupsi jadi "lain sendiri" dan tabrakan dengan KPK, etc.
Itu mengapa koruption perception index adalah ukuran tepat tingkat korupsi di suatu negara. Makin kita pikir korupsi banyak artinya ya korupsi jadi banyak betulan.
Ide Yesus lain yang populer adalah kerajaan surga. Artinya apa masih kontroversial di banyak orang. Ada yang bilang itu kerajaan sesudah kita mati dan hoki kepilih masuk karena beriman ama doktrin yang kebetulan bener. Ada yang bilang itu suatu tatanan social baru yang sesuai dengan "idenya" Yesus.
Orang buddha pernah bilang ke saya? Kamu mau masuk sorga? Kamu lihat kita sudah disurga. Tiap hari kita makan enak. Tiap hari kita bisa bernafas, bekerja, menghirup udara segar, dan lain lain.
Ini semua terjadi karena kita merubah mindset kita. Nenek moyang kita tidak begitu. Mereka hidup begitu menderita.
Saya tidak tahu apakah Yesus benar membuat mujizat mujizat itu atau gosip "dibumbui" sesudah dia meninggal. Satu hal yang saya tahu, cerita tentang Yesus kemudian tersebar kemana mana dan merubah mindset banyak orang. Dalam arti tertentu, itulah mujizat yang sebetulnya. Meningkatnya kemakmuran seluruh umat manusia karena mekanisme pasar.
Dan, Yesus, dengan ajaran ajarannya, amat berpengaruh dalam merubah mindset kita. Ide Yesus, bahwa kepercayaan bisa merubah situasi, bahwa yang terbesar diantara kita adalah yang melayani, tersebar ke seluruh dunia.
Ide itu menginspirasikan Adam Smith untuk membuat buku wealth of nation. Dan sejak itu dunia makin makmur.
Itukah yang dimaksud Yesus dengan kerajaan Yahweh? Tatanan politik baru dimana yang terbesar diantara kita adalah yang melayani? Banyak orang berpendapat demikian. Waktu itu terjadi, berarti kerajaan Yahweh sudah ada di bumi.
Ahok juga membuat apa yang dalam arti tertentu mujizat. Siapa sih yang bisa memberantas korupsi di daerahnya? Orang terbengong bengong waktu ngurus KTP tidak dimintai duit lagi. Besok saya bakal coba betul tidak. Ini tidak pernah terjadi di Indonesia. Kita sudah terbiasa dengan korupsi. Seolah olah itu memang aturan yang sesungguhnya. Ahok, dengan merubah opini kita, bisa merubah apa yang banyak orang pikir tidak bisa dirubah.
Bagaimana dengan nasib Yesus? Ribuan orang Yahudi karena dihasut oleh pemimpin agama, minta Yesus disalib. Mengapa? Karena pemimpin agama punya konflik kepentingan dengan Yesus. Pemimpin agama Yahudi tidak bisa membangkitkan orang mati. Tidak bisa menyembuhkan orang buta. Ya kalah pamor. Ini ada "saingan berat".
Sebetulnya tidak semua pemimpin agama membenci Yesus. Injil menyebut kalau Yesus sering ribut dengan golongan farisi. Padahal, Yesus sebetulnya setujus dengan golongan farisi tentang adanya kehidupan sesudah mati. Dan banyak orang farisi sebetulnya pro Yesus. Malah ada analisa bahwa Yesus sendiri termasuk aliran farisi karena beberapa kesamaan opini.
Orang saduki yang tidak percaya kehidupan sesudah mati waktu itu lah yang berkuasa dan mereka tidak menyukai doktrin itu karena mereka sudah hidup enak pake agama di dunia.
Agama memang begitu. Pemimpin agama memang dengan amat mudahnya bisa menghasut banyak orang untuk kepentingan tertentu. Dari dulu memang begitu. Pemimpin agama akan bilang, oh kalau saja saya hidup di masa lalu, saya tidak akan menangkap dan menyiksa nabi nabi. Itulah terus yang mereka lakukan. Karena ada nabi yang hidup di jaman mereka ya mereka kerjain juga. Semua demi kepentingan mereka.
Sama seperti banyak orang pemimpin agama islam. Mereka begitu menghormati orang yang mereka anggap nabi. Tapi banyak keturunan muhamad sebetulnya dibantai oleh orang islam sendiri dibawah perintah khalifah mereka sendiri.
Begitu juga majoritas gubernur dan pejabat di Indonesia tidak bisa dan memang tidak mau mencapai apa yang Ahok capai. Mereka pikir, ambil duit rakyat aja. Sudah. Kompromi pada pemiilik kekuasaan. Bukan rakyat. Bukan kita orang kecil. Musti tau realita lah? Korupsi kan oli pembangunan. Mau gimana? Kita kurang dana. Bla bla....
Dana Ahok di cekek oleh anggota DPR. Apa yang dia buat? Bilang, yah kan saya kurang dana, bla bla bla bla... Tuh lihat simpang Badja Semanggi. Tanpa duit APBN jadi. Tempat yang biasanya banjir tidak banjir. Kali bersih. Pejabat tidak lagi korupsi. Saya aja yang sebelumnya jijik dengan semua campur tangan pemerintah jadi kagum. Ini pemerintah kok lebih beres dari swasta.
Ahok mungkin mempraktekkan ajaran Yesus. Buat Ahok, jadi gubernur itu pelayan. Menurut Ahok, kalau dia kerja keras siang malam melayani rakyat, dia akan dihargai. Dia akan menjadi besar bukan karena dia paling pintar menipu dan menindas. Ahok ingin menjadi besar karena dia melayani warganya lebih dari gubernur lain.
Ini politikus jenis baru. Politikus biasanya tidak begini. Biasanya politikus yang mau naik akan menindas rakyat. Politikus akan menipu, korupsi, dan lain lain supaya dia besar. Melayani supaya jadi besar itu ide yang baru, aneh, dan kayaknya memang belum jalan.
Masih terlalu banyak rakyat kita yang lebih menghargai orang yang menipu dari pada orang yang hasilnya jelas kelihatan.
Lalu apa yang dilakukan oleh politikus sirik? Mereka bayar pemimpin agama untuk menjatuhkan Ahok dengan segala cara.
Memang koruptor nggak punya duit? Memang pemimpin agama nggak bisa dibayar? Dan kalo mereka dibayar, tentu mereka membela kepentingan yang membayar. Apapun yang merugikan koruptor akan dibilang menghina agama oleh pemimpin agama yang dibayar koruptor. Apapun yang menguntungkan koruptor, akan dibilang sesuai agama.
Saya nggak bilang pemimpin agama nipu. Anggap saja mereka pengacaranya koruptor di pengadilan opini rakyat. Kamu mau bayar pengacara yang sejujur scientist? Ya nggak kan. Kamu mau pengacara yang bisa meyakinkan orang kalo kamu bener dan kepentingan kamu itu searah dengan kepentingan rakyat.
Ini tentu saja ngaco wong yang bayar koruptor yang jelas kepentingannya berseberangan dengan kepentingan kita. Mereka mau nyolong duit kita. Kita mau duit kita nggak dicolong. Ya tentu saja nggak sinkron. Ya, ngebodohin kita lah. Ngebohongi gitu...
Sebagian orang bilang itu nipu. Sebagian bilang itu memang bagian dari permainan. Ya terserah lah. Agama memang begitu.
Justru dengan disalibnya Yesus, orang menjadi melihat betapa tidak adilnya struktur politik yang ada di masa itu. Yesus bisa dibunuh. Tapi ide dia hidup terus.
Sesudah Yesus disalib, banyak pendukungnya merasa ini sungguh tidak adil. Ahirnya Yesus menjadi lebih dari sekedar orang. Dia menjadi satu simbol. Cerita tentang Yesus tersebar ke seluruh dunia. Banyak orang bahkan berpikir kalau Yesus Tuhan. Betulkah? Who knows.
Satu hal yang pasti, separuh penduduk dunia menyembah Yahweh, dewa orang Israel (Elohei Yizrael). Kalau bukan karena Yesus, agama Yahudi hanyalah akan seperti agama kecil, aliran kepercayaan suku aneh di jaman dulu. Yesus membuat Yahweh amat populer.
Majoritas penduduk dunia tidak merubah banyak adat istiadat mereka. Banyak yang dianggap nilai nilai kristen sebetulnya ya kebiasaan orang romawi. Banyak yang dianggap nilai islam sebetulnya ya kebiasaan orang arab. Tapi paling tidak majoritas orang ganti dewa dan well, ada Adam smith.
Akhirnya Ahok dipenjara. Tapi dia tidak mati. Ide dia tetap hidup. Ide bahwa apapun yang terjadi, kita pernah punya gubernur yang memberesi itu semua. Meskipun banyak orang tidak mendukung, dia melakukan apa yang terbaik yang dia bisa. Dan hasilnya kita bisa lihat sendiri. Kalau toh bukan Ahok, standard kita untuk pemerintah akan jauh lebih baik.
Bahkan Ahok tidak terpilih pun, kualitas gubernur kita akan naik karena siapapun yang menjadi gubernur harus bisa bersaing dengan Ahok. Ahok menjadi semacam industri standard baru untuk setiap gubernur lain di Indonesia. Banyak orang ingin Ahok jadi gubernur daerah mereka atau paling tidak punya gubernur seperti Ahok.
Justru dengan dia dipenjara, banyak orang melihat betapa tidak adilnya system yang ada sekarang. Ada banyak orang simpati dengan Ahok. Ini orang bersih dan kerja keras untuk rakyatnya. Tapi dia dipenjara untuk alasan yang tidak masuk akal. Menyinggung perasaan?
Apa kita tidak tersinggung setiap kali orang mencuri uang kita dengan korupsi? Apa puluhan rakyat miskin yang dana bantuannya disikat oleh pejabat tidak tersinggung? Nenek saya meninggal dia dapat bantuan dari pemerintah 10 juta, dan dia harus tanda tangan 10 juta meskipun hanya mendapat 1 juta. Banyak anak saudara kita kurang gizi karena pengusaha tinggal nyogok untuk membatasi import dan perdagangan.
Apa kita tidak tersinggung? Siapa mereka? Apa kita ternak yang bisa seenaknya diperlakukan demikian?
Kok bisa segelintir koruptor merampok trilyunan dari jutaan rakyat? Kok bisa yang sedikit merampok dari yang lebih banyak? Karena rakyat dibodohi. Dibohongi. Pake apa? Ya salah satunya tentu saja agama. Itu sudah rahasia umum. Semua politikus juga tau. Itu fakta scientific yang bukti empiris dan deductivenya banyak.
Coba saja lihat perception corruption index dan islam. Korelasinya bagaimana? Negara yang agamanya tidak dilindungi dari kebebasan berbicara orang korupsi lebih susah. Negara yang agamanya dilindungi dari kritik agamanya dipakai oleh koruptor buat nipu dan nyolong duit rakyat. Ada teory lain?
Tapi kita sudah terlalu biasa tertindas. Kita tidak berani melawan orang yang menindas kita. Begitu ada satu orang berani bilang apa adanya banyak orang langsung protest.. Gampang sekali banyak rakyat dihasut justru untuk membenci orang itu.
Banyak orang jadi takut menyuarakan kebenaran.
Mungkin kita memang ternak. Ternak yang dengan mudahnya dikuasai dan dikontrol oleh orang yang jauh lebih pintar dari kita. Kita bukan bodoh. Kita memang tidak pintar politik. Kita sering kali tidak mau tahu realita sesungguhnya. Majoritas orang yang mengerti politik tidak akan bilang bilang ke kita. Mereka akan menggunakan pengertian mereka untuk ngambil duit kita.
Kita butuh orang yang pintar politik dan beri tahu kita apa yang terjadi. Kita perlu orang yang berani mengatakan kebenaran. Dan sekarang satu orang itu dipenjara karena menyatakan rahasia umum, yang normalnya rakyat tidak tahu. Agama memang sering dipakai untuk menipu dan korupsi. Persis seperti yang dikatakan Ahok.
Mungkin, kita memang ternak? Mungkin memang sudah nasib kita untuk terus dijajah koruptor? Sampai kita mau pintar politik, saya kira itu tidak akan berubah.
Ahok sudah berusaha membuat kita lebih melek, dan dia dipenjara buat itu. Siapa lagi yang bisa tolong kita, kalau bukan kita sendiri. Ketahuilah kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kita.
Visi Yesus adalah bahwa kerajaan Tuhan akan datang ke dunia. Di kitab matius, kata kerajaan Tuhan diganti jadi kerajaan surga supaya tidak menyebut nama Yahweh dengan sembarangan.
Sejak Yesuslah, konsep kehidupan sesudah mati di agama Yahudi menjadi populer. Sebelumnya konsep itu tidak penting. Hidup lalu ya sudah. Yesus mempopulerkan ide itu. Kehidupan sesudah mati menjadi semacam ide baru yang mengiringi ide ide Yesus lain kemanapun itu diceritakan.
Kita tidak tahu apa yang Yesus maksud dengan kerajaan surga. Mungkin surga sesudah kiamat atau kita mati. Mungkin suatu tatanan politik baru dimana yang terbesar diantara kita adalah yang memberi service terbaik ke konsumen terbanyak. Banyak pendukung mekanisme pasar menganggap kalau mekanisme pasar adalah bentuk nyata kuasa Tuhan menolong manusia. Seolah olah Tuhan sebetulnya sudah mengatur system dimana orang punya incentive kuat untuk melayani sesamanya. Lihat saja kemakmuran umat manusia, 300 kali lipat sejak buku wealth of nation dibentuk.
Beberapa ide Yesus yang amat berpengaruh adaalah ide bahwa yang terbesar diantara kita adalah mereka yang melayani. Begitu banyak orang "besar" di jaman dulu adalah orang yang menindas. Yesus bilang jangan begitu. Yang terbesar adalah yang melayani. Kalau ada orang menampar orang, yang malu sebetulnya yang menampar.
Dari buahnya kamu tau pohonnya. Sering kali suatu paham, ideologi, opini, itu tidak jelas baik atau buruknya. Tapi buahnya kelihatan. Dari buahnya lah kita tahu pohonnya. Jadi Yesus adalah orang yang "result oriented". Suatu agama bisa dianggap suci oleh semua orang. Suatu ideology bisa dianggap bagus. Tapi kalo orang yang beragama itu malah tinggal di negara korup dan perang terus,ya ada yang nggak bener di pohonnya juga.
Ide lain adalah ide bagaimana kepercayaan bisa merubah situasi. Secara metaphoric Yesus bilang kalau iman bisa memindahkan gunung. Bahgwa kepercayaan itu self fullfiling adalah process yang bisa dilihat secara matematik. Nash equilibrium adalah suatu process dimana suatu evolutionary stable strategy akan terpilih jadi kenyataan kalau itu yang banyak dipercaya orang.
Contoh, kita semua jalan di sebelah kiri karena kita semua percaya kalau kita musti jalan disebelah kiri. Yang ngotot nyetir di sebelah kanan ya tabrakan sendiri.
Belanda menjajah kita karena nenek moyang kita pikir mereka tidak bisa dilawan. Kan orang bule superior? Kata si sinyo. Lalu ada jepang yang bolak balik menang lawan rusia dan lain lain akhirnya kita ter"inspirasi". Sukarno mendeklarasikan kemerdekaan dan merdekalah kita. Satu ide Yesus yang inspiratif adalah tahulah kebenaran, dan kebenaran akan memerdekakan.
Korupsi besar di indonesia kalau rakyatnya percaya koruptor tidak bisa dilawan. Kalau koruptor tidak bisa dilawan ya mending kita ikut arus saja nyogok dan senyum. Toh sebagai manusia kita mencari keuntungan relative. Tapi begitu ada satu orang berani melawan arus menentang korupsi, kalau tidak cepat dijegal, korupsi bisa betulan bubar. Begitu kita lihat koruptor bisa dikalahkan, kitapun tidak menyogok. Pejabat pun takut minta duit. Takut dilaporkan. Akhirnya yang korupsi jadi "lain sendiri" dan tabrakan dengan KPK, etc.
Itu mengapa koruption perception index adalah ukuran tepat tingkat korupsi di suatu negara. Makin kita pikir korupsi banyak artinya ya korupsi jadi banyak betulan.
Ide Yesus lain yang populer adalah kerajaan surga. Artinya apa masih kontroversial di banyak orang. Ada yang bilang itu kerajaan sesudah kita mati dan hoki kepilih masuk karena beriman ama doktrin yang kebetulan bener. Ada yang bilang itu suatu tatanan social baru yang sesuai dengan "idenya" Yesus.
Orang buddha pernah bilang ke saya? Kamu mau masuk sorga? Kamu lihat kita sudah disurga. Tiap hari kita makan enak. Tiap hari kita bisa bernafas, bekerja, menghirup udara segar, dan lain lain.
Ini semua terjadi karena kita merubah mindset kita. Nenek moyang kita tidak begitu. Mereka hidup begitu menderita.
Saya tidak tahu apakah Yesus benar membuat mujizat mujizat itu atau gosip "dibumbui" sesudah dia meninggal. Satu hal yang saya tahu, cerita tentang Yesus kemudian tersebar kemana mana dan merubah mindset banyak orang. Dalam arti tertentu, itulah mujizat yang sebetulnya. Meningkatnya kemakmuran seluruh umat manusia karena mekanisme pasar.
Dan, Yesus, dengan ajaran ajarannya, amat berpengaruh dalam merubah mindset kita. Ide Yesus, bahwa kepercayaan bisa merubah situasi, bahwa yang terbesar diantara kita adalah yang melayani, tersebar ke seluruh dunia.
Ide itu menginspirasikan Adam Smith untuk membuat buku wealth of nation. Dan sejak itu dunia makin makmur.
Itukah yang dimaksud Yesus dengan kerajaan Yahweh? Tatanan politik baru dimana yang terbesar diantara kita adalah yang melayani? Banyak orang berpendapat demikian. Waktu itu terjadi, berarti kerajaan Yahweh sudah ada di bumi.
Ahok juga membuat apa yang dalam arti tertentu mujizat. Siapa sih yang bisa memberantas korupsi di daerahnya? Orang terbengong bengong waktu ngurus KTP tidak dimintai duit lagi. Besok saya bakal coba betul tidak. Ini tidak pernah terjadi di Indonesia. Kita sudah terbiasa dengan korupsi. Seolah olah itu memang aturan yang sesungguhnya. Ahok, dengan merubah opini kita, bisa merubah apa yang banyak orang pikir tidak bisa dirubah.
Bagaimana dengan nasib Yesus? Ribuan orang Yahudi karena dihasut oleh pemimpin agama, minta Yesus disalib. Mengapa? Karena pemimpin agama punya konflik kepentingan dengan Yesus. Pemimpin agama Yahudi tidak bisa membangkitkan orang mati. Tidak bisa menyembuhkan orang buta. Ya kalah pamor. Ini ada "saingan berat".
Sebetulnya tidak semua pemimpin agama membenci Yesus. Injil menyebut kalau Yesus sering ribut dengan golongan farisi. Padahal, Yesus sebetulnya setujus dengan golongan farisi tentang adanya kehidupan sesudah mati. Dan banyak orang farisi sebetulnya pro Yesus. Malah ada analisa bahwa Yesus sendiri termasuk aliran farisi karena beberapa kesamaan opini.
Orang saduki yang tidak percaya kehidupan sesudah mati waktu itu lah yang berkuasa dan mereka tidak menyukai doktrin itu karena mereka sudah hidup enak pake agama di dunia.
Agama memang begitu. Pemimpin agama memang dengan amat mudahnya bisa menghasut banyak orang untuk kepentingan tertentu. Dari dulu memang begitu. Pemimpin agama akan bilang, oh kalau saja saya hidup di masa lalu, saya tidak akan menangkap dan menyiksa nabi nabi. Itulah terus yang mereka lakukan. Karena ada nabi yang hidup di jaman mereka ya mereka kerjain juga. Semua demi kepentingan mereka.
Sama seperti banyak orang pemimpin agama islam. Mereka begitu menghormati orang yang mereka anggap nabi. Tapi banyak keturunan muhamad sebetulnya dibantai oleh orang islam sendiri dibawah perintah khalifah mereka sendiri.
Begitu juga majoritas gubernur dan pejabat di Indonesia tidak bisa dan memang tidak mau mencapai apa yang Ahok capai. Mereka pikir, ambil duit rakyat aja. Sudah. Kompromi pada pemiilik kekuasaan. Bukan rakyat. Bukan kita orang kecil. Musti tau realita lah? Korupsi kan oli pembangunan. Mau gimana? Kita kurang dana. Bla bla....
Dana Ahok di cekek oleh anggota DPR. Apa yang dia buat? Bilang, yah kan saya kurang dana, bla bla bla bla... Tuh lihat simpang Badja Semanggi. Tanpa duit APBN jadi. Tempat yang biasanya banjir tidak banjir. Kali bersih. Pejabat tidak lagi korupsi. Saya aja yang sebelumnya jijik dengan semua campur tangan pemerintah jadi kagum. Ini pemerintah kok lebih beres dari swasta.
Ahok mungkin mempraktekkan ajaran Yesus. Buat Ahok, jadi gubernur itu pelayan. Menurut Ahok, kalau dia kerja keras siang malam melayani rakyat, dia akan dihargai. Dia akan menjadi besar bukan karena dia paling pintar menipu dan menindas. Ahok ingin menjadi besar karena dia melayani warganya lebih dari gubernur lain.
Ini politikus jenis baru. Politikus biasanya tidak begini. Biasanya politikus yang mau naik akan menindas rakyat. Politikus akan menipu, korupsi, dan lain lain supaya dia besar. Melayani supaya jadi besar itu ide yang baru, aneh, dan kayaknya memang belum jalan.
Masih terlalu banyak rakyat kita yang lebih menghargai orang yang menipu dari pada orang yang hasilnya jelas kelihatan.
Lalu apa yang dilakukan oleh politikus sirik? Mereka bayar pemimpin agama untuk menjatuhkan Ahok dengan segala cara.
Memang koruptor nggak punya duit? Memang pemimpin agama nggak bisa dibayar? Dan kalo mereka dibayar, tentu mereka membela kepentingan yang membayar. Apapun yang merugikan koruptor akan dibilang menghina agama oleh pemimpin agama yang dibayar koruptor. Apapun yang menguntungkan koruptor, akan dibilang sesuai agama.
Saya nggak bilang pemimpin agama nipu. Anggap saja mereka pengacaranya koruptor di pengadilan opini rakyat. Kamu mau bayar pengacara yang sejujur scientist? Ya nggak kan. Kamu mau pengacara yang bisa meyakinkan orang kalo kamu bener dan kepentingan kamu itu searah dengan kepentingan rakyat.
Ini tentu saja ngaco wong yang bayar koruptor yang jelas kepentingannya berseberangan dengan kepentingan kita. Mereka mau nyolong duit kita. Kita mau duit kita nggak dicolong. Ya tentu saja nggak sinkron. Ya, ngebodohin kita lah. Ngebohongi gitu...
Sebagian orang bilang itu nipu. Sebagian bilang itu memang bagian dari permainan. Ya terserah lah. Agama memang begitu.
Justru dengan disalibnya Yesus, orang menjadi melihat betapa tidak adilnya struktur politik yang ada di masa itu. Yesus bisa dibunuh. Tapi ide dia hidup terus.
Sesudah Yesus disalib, banyak pendukungnya merasa ini sungguh tidak adil. Ahirnya Yesus menjadi lebih dari sekedar orang. Dia menjadi satu simbol. Cerita tentang Yesus tersebar ke seluruh dunia. Banyak orang bahkan berpikir kalau Yesus Tuhan. Betulkah? Who knows.
Satu hal yang pasti, separuh penduduk dunia menyembah Yahweh, dewa orang Israel (Elohei Yizrael). Kalau bukan karena Yesus, agama Yahudi hanyalah akan seperti agama kecil, aliran kepercayaan suku aneh di jaman dulu. Yesus membuat Yahweh amat populer.
Majoritas penduduk dunia tidak merubah banyak adat istiadat mereka. Banyak yang dianggap nilai nilai kristen sebetulnya ya kebiasaan orang romawi. Banyak yang dianggap nilai islam sebetulnya ya kebiasaan orang arab. Tapi paling tidak majoritas orang ganti dewa dan well, ada Adam smith.
Akhirnya Ahok dipenjara. Tapi dia tidak mati. Ide dia tetap hidup. Ide bahwa apapun yang terjadi, kita pernah punya gubernur yang memberesi itu semua. Meskipun banyak orang tidak mendukung, dia melakukan apa yang terbaik yang dia bisa. Dan hasilnya kita bisa lihat sendiri. Kalau toh bukan Ahok, standard kita untuk pemerintah akan jauh lebih baik.
Bahkan Ahok tidak terpilih pun, kualitas gubernur kita akan naik karena siapapun yang menjadi gubernur harus bisa bersaing dengan Ahok. Ahok menjadi semacam industri standard baru untuk setiap gubernur lain di Indonesia. Banyak orang ingin Ahok jadi gubernur daerah mereka atau paling tidak punya gubernur seperti Ahok.
Justru dengan dia dipenjara, banyak orang melihat betapa tidak adilnya system yang ada sekarang. Ada banyak orang simpati dengan Ahok. Ini orang bersih dan kerja keras untuk rakyatnya. Tapi dia dipenjara untuk alasan yang tidak masuk akal. Menyinggung perasaan?
Apa kita tidak tersinggung setiap kali orang mencuri uang kita dengan korupsi? Apa puluhan rakyat miskin yang dana bantuannya disikat oleh pejabat tidak tersinggung? Nenek saya meninggal dia dapat bantuan dari pemerintah 10 juta, dan dia harus tanda tangan 10 juta meskipun hanya mendapat 1 juta. Banyak anak saudara kita kurang gizi karena pengusaha tinggal nyogok untuk membatasi import dan perdagangan.
Apa kita tidak tersinggung? Siapa mereka? Apa kita ternak yang bisa seenaknya diperlakukan demikian?
Kok bisa segelintir koruptor merampok trilyunan dari jutaan rakyat? Kok bisa yang sedikit merampok dari yang lebih banyak? Karena rakyat dibodohi. Dibohongi. Pake apa? Ya salah satunya tentu saja agama. Itu sudah rahasia umum. Semua politikus juga tau. Itu fakta scientific yang bukti empiris dan deductivenya banyak.
Coba saja lihat perception corruption index dan islam. Korelasinya bagaimana? Negara yang agamanya tidak dilindungi dari kebebasan berbicara orang korupsi lebih susah. Negara yang agamanya dilindungi dari kritik agamanya dipakai oleh koruptor buat nipu dan nyolong duit rakyat. Ada teory lain?
Tapi kita sudah terlalu biasa tertindas. Kita tidak berani melawan orang yang menindas kita. Begitu ada satu orang berani bilang apa adanya banyak orang langsung protest.. Gampang sekali banyak rakyat dihasut justru untuk membenci orang itu.
Banyak orang jadi takut menyuarakan kebenaran.
Mungkin kita memang ternak. Ternak yang dengan mudahnya dikuasai dan dikontrol oleh orang yang jauh lebih pintar dari kita. Kita bukan bodoh. Kita memang tidak pintar politik. Kita sering kali tidak mau tahu realita sesungguhnya. Majoritas orang yang mengerti politik tidak akan bilang bilang ke kita. Mereka akan menggunakan pengertian mereka untuk ngambil duit kita.
Kita butuh orang yang pintar politik dan beri tahu kita apa yang terjadi. Kita perlu orang yang berani mengatakan kebenaran. Dan sekarang satu orang itu dipenjara karena menyatakan rahasia umum, yang normalnya rakyat tidak tahu. Agama memang sering dipakai untuk menipu dan korupsi. Persis seperti yang dikatakan Ahok.
Mungkin, kita memang ternak? Mungkin memang sudah nasib kita untuk terus dijajah koruptor? Sampai kita mau pintar politik, saya kira itu tidak akan berubah.
Ahok sudah berusaha membuat kita lebih melek, dan dia dipenjara buat itu. Siapa lagi yang bisa tolong kita, kalau bukan kita sendiri. Ketahuilah kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kita.
Diubah oleh malina025 21-07-2017 01:10
anasabila memberi reputasi
1
1.6K
7
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Citizen Journalism
16.9KThread•15.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya