1. Bangsa Indonesia bukan bangsa yang sesopan yang kita kira. Liat aja kaskus. Berapa banyak yang maki maki nguikers onta, bla bla bla.
2. Masalahnya waktu dia ngomong kasar kita sorakin. Jujur aja. Kalo Ahok nggak maki maki koruptor banyak yang juga pengen maki maki boss.
Ini di quora, ada opini dari beberapa orang pribumi tentang Ahok.
Quote:
I think Ahok type is what Indonesian need. Lets just admit it, Indonesian are not among the easy people to rule. We are a kind of people who will thrive under dictatorship. We like being told what to do.
The problem is, it is hard to find good dictator and dictator tend to corrupt. Ahok today manage to portray himself as a good dictator. He reinforce the law with “iron fist”, if he say the people should move from settling the riverside then it means that they should go no matter what. The good thing was he moved them to a better place, not just dumped them in the middle of nowhere.
Believe it or not, many of us support him because he said what we think in our mind and done what we need/want to do for a long time. He eradicate the slump area especially on the riverside, gave ultimatum to the lazy civil servant, krack on corruption, and etc was a few what i had in mind.
The best part of him that attract many support is his knack on getting the corrupt official angry by calling them thief and fool for a fool.
That picture was a proposal for ‘socializing regional regulation’ in a budget proposal from the regional assembly ( it is like house of representative but in regional level), it is a collection of decision taken by the Jakarta governor on all matters. The proposal asked IDR 88 trillion (equal to USD 100 million, USD 1 = IDR 10.000) for ‘socializing’ and this enraged Ahok so much that he wrote “ Pemahaman nenek Lu! “.
I find it hard to find the exact phrase in english for “ Pemahaman nenek Lu! “ but in term of Intensity, the feel, the way it incurs displease to the intended recipient but at the same time give soooo much pleasure to the one who utters it, i think it is not so much exaggeration when i say that it is equal to F*CK YOU!!!
I envy Ahok for this, he had the opportunity to do such thing… to say fck you to these corrupt official the pleasure would be immense
Translasi:
Quote:
Menurut saya tipe Ahok inilah yang dibutuhkan Indonesia. Mari kita mengakuinya, orang Indonesia bukan orang yang mudah memerintah. Kita adalah tipe orang yang akan berkembang di bawah kediktatoran. Kami suka diberi tahu apa yang harus dilakukan.
Masalahnya, sulit dicari diktator dan diktator yang baik cenderung korup. Ahok saat ini berhasil menggambarkan dirinya sebagai seorang diktator yang baik. Dia memperkuat hukum dengan "kepalan tangan besi", jika dia mengatakan bahwa rakyat harus pindah dari tempat tinggal di tepi sungai maka itu berarti mereka harus pergi tidak peduli apa. Hal yang baik adalah dia memindahkan mereka ke tempat yang lebih baik, tidak hanya membuangnya di antah berantah.
Percaya atau tidak, banyak dari kita mendukungnya karena dia mengatakan apa yang kita pikirkan di dalam pikiran kita dan melakukan apa yang kita butuhkan / ingin lakukan untuk waktu yang lama. Dia memberantas daerah kumuh terutama di tepi sungai, memberikan ultimatum kepada pegawai negeri yang malas, memberantas korupsi, dan sebagainya adalah beberapa hal yang ada dalam pikiran saya.
Bagian terbaik dari dirinya yang menarik banyak dukungan adalah kemampuannya untuk membuat pejabat korup marah dengan memanggil mereka pencuri dan bodoh untuk orang bodoh.
Gambaran itu adalah sebuah proposal untuk 'mensosialisasikan peraturan daerah' dalam proposal anggaran dari majelis regional (seperti rumah perwakilan tapi di tingkat regional), ini adalah kumpulan keputusan Gubernur DKI Jakarta mengenai semua hal. Proposal tersebut meminta Rp 88 triliun (setara dengan Rp 100 juta, USD 1 = Rp 10.000) untuk 'bersosialisasi' dan
Ahok yang sangat marah ini sehingga dia menulis "Pemahaman nenek Lu! ".
Saya merasa sulit untuk menemukan frase yang tepat dalam bahasa Inggris untuk "Pemahaman nenek Lu! "Tapi dalam hal Intensitas, nuansa, bagaimana hal itu menimbulkan ketidakpercayaan kepada penerima yang dituju namun pada saat yang sama memberi begitu banyak kesenangan kepada orang yang mengucapkannya, saya pikir ini tidak terlalu berlebihan ketika saya mengatakan bahwa itu sama Untuk F * CK YOU !!!
Saya iri dengan Ahok untuk ini, dia memiliki kesempatan untuk melakukan hal seperti itu ... untuk mengatakan bahwa Anda pada pejabat korup ini, kesenangannya akan sangat besar.
---
Gimana kalau suatu waktu kita ada pejabat lain yang diminta 10 trilyun. Pilihan lu dua, lu dapet 1 trilyun lulusin aja. Atau ntar gw cari cari salah lu. Lu masuk penjara. Rakyat kan gampang dibohongin. Hal hal yang sering dilakukan dan keliatannya biasa bisa dibikin illegal lho. Pasalnya karet?
Kalo lu jadi pejabat, what would you do? Nurut aja ama koruptor? Seng waras ngalah gitu?