alexa-tracking
others
Batal
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
4.2 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
https://www.kaskus.co.id/thread/5879c4f298e31baf148b456a/holy-anda-bertanya-buddhist-menjawab---part-5
Lapor Hansip
14-01-2017 13:28
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab
Inti dari seluruh ajaran Sang Buddha adalah
Empat Kebenaran Mulia
(cattari ariya sacca)

Dengan mengerti Empat Kebenaran Mulia, dapat dikatakan seseorang telah mengerti agama Buddha.

Ketika Buddha menjelaskan Empat Kebenaran Mulia, beliau mula-mula menguraikannya satu per satu,
Empat Kebenaran Mulia ini yaitu:

I. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (dukkha ariya sacca)
Hidup dalam bentuk dan kondisi apapun adalah Dukkha (penderitaan),
- Lahir, sakit, tua dan mati adalah Dukkha.
- Berhubungan dengan yang tidak kita sukai adalah Dukkha.
- Ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi adalah Dukkha.
- Tidak mendapatkan yang kita inginkan juga merupakan Dukkha.
- Masih memiliki Lima khanda adalah Dukkha.

Dukkha dapat juga dibagi menjadi:
- dukkha-dukkha,
ialah penderitaan yang nyata, yang benar dirasakan sebagai penderitaan tubuh dan bathin, misalnya sakit kepala, sakit gigi, susah hati dll.

- viparinäma-dukkha
merupakan fakta bahwa semua perasaan senang dan bahagia --berdasarkan sifat ketidak-kekalan-- di dalamnya mengandung benih-benih kekecewaan, kekesalan dll.

- sankhärä-dukkha
lima khanda adalah penderitaan ; selama masih ada lima khanda tak mungkin terbebas dari sakit fisik.



II. Asal Mula Dukkha (dukkha samudaya ariya sacca)
Sumber dari penderitaan adalah tanhä, yaitu nafsu keinginan yang tidak ada habis-habisnya.
Semakin diumbar semakin keras ia mencengkeram.

Orang yang pasrah kepada tanhä sama saja dengan orang minum air asin untuk menghilangkan rasa hausnya.
Rasa haus itu bukannya hilang, bahkan menjadi bertambah, karena air asin itu yang mengandung garam.

Demikianlah, semakin orang pasrah kepada tanhä semakin keras tanhä itu mencengkeramnya.

Dikenal tiga macam tanhä, yaitu :
1. Kämatanhä : kehausan akan kesenangan indriya, ialah kehausan akan :
a. bentuk-bentuk (indah)
b. suara-suara (merdu)
c. wangi-wangian
d. rasa-rasa (nikmat)
e. sentuhan-sentuhan (lembut)
f. bentuk-bentuk pikiran


2. Bhavatanhä : kehausan untuk lahir kembali sebagai manusia berdasarkan kepercayaan tentang adanya "atma (roh) yang kekal dan terpisah" (attavada)

3. Vibhavatanhä : kehausan untuk memusnahkan diri, berdasarkan kepercayaan, bahwa setelah mati tamatlah riwayat tiap-tiap manusia (ucchedaväda).


III. Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha ariya sacca)
Kalau tanhä dapat disingkirkan, maka kita akan berada dalam keadaan yang bahagia sekali,
Sang Buddha dengan jelas dan tegas mengajar kita, bahwa kita dapat bebas dari penderitaan dan mencapai kebebasan dan kebahagiaan Nibbana.

Istilah Nibbana secara harfiah berarti ‘padam’,
serta mengacu ke pemadaman api keserakahan, kebencian dan kegelapan-batin.


IV. Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (dukkha nirodha gamini patipada)
Jalan-nya adalah Jalan Mulia Berunsur Delapan(Ariya Atthangika Magga)
Disebut ‘Mulia’ karena bila dilaksanakan, maka akan menuntun seseorang ke kehidupan yang mulia;
Disebut ‘Berunsur Delapan’, karena terdiri dari Delapan Unsur,
Disebut ‘Jalan’, karena seperti jalan pada umumnya, akan menuntun seseorang dari satu tempat ke tempat lain, dengan hal ini dari Samsara ke Nibbana.

Delapan Jalan Utama (Jalan Mulia Berunsur Delapan) yang akan membawa kita ke Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha, yaitu :

Wisdom ( Pañña )
1. Pengertian Benar (sammä-ditthi) Right view
2. Pikiran Benar (sammä-sankappa) Right intention

Sila
3. Ucapan Benar (sammä-väcä) Right speech
4. Perbuatan Benar (sammä-kammanta) Right action
5. Pencaharian Benar (sammä-ajiva) Right livelihood

Samädhi
6. Daya-upaya Benar (sammä-väyäma) Right effort
7. Perhatian Benar (sammä-sati) Right mindfulness
8. Konsentrasi Benar (sammä-samädhi) Right concentration


FB.Groups:
FB.Groups: Anda bertanya, Buddhist menjawab

Sutta-sutta:
Magga Vibhanga Sutta: Analisa Jalan
MN 109 PTS: iii M 15 Maha-puHHama Sutta: Kotbah Panjang Malam Purnama
Detail mengenai Kemelekatan [#1 #2]

[Pancasila Buddhist]
[DhammaCitta :: Tipitaka terjemahan Bahasa Indonesia]
Jika ada sutta yg kira-kira ingin di lampirkan di depan, mohon inform via PM

Meditation 101: The Purposes of practicing Kammatthana Meditation (Samatha Vipassana) [PDF]

Quote:Original Posted By Rules and Regulation
BAB 4: Ketentuan khusus mengenai Thread AGAMA.
Thread Agama
Penjawab:
1. Pi-One - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=156420
2. hollowmanz - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=421038
3. dharo - http://old.kaskus.co.id/member.php?u=226722
4. avija - http://www.kaskus.co.id/profile/6668972
5. rock2titan - http://www.kaskus.co.id/profile/6674632
need suggestion dari mereka yang aktif dan perduli untuk membantu di "Penjawab"

"..."


Quote:[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 5

Dīgha Nikāya
Majjhima Nikāya
Saṃyutta Nikāya
Aṅguttara Nikāya
Khuddaka Nikāya
Jātaka
Riwayat Agung Para Buddha

PDF Indonesia Download:
https://drive.google.com/folderview?...Sb-hGdrQJm_X6l
Diubah oleh Kemenyan
profile-picture
sendhaljepit memberi reputasi
3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Tampilkan isi Thread
Halaman 164 dari 501
22-05-2017 23:51
[HOLY] Anda Bertanya, Buddhist Menjawab - Part 5

Thích Nhat Hanh says : "For things to reveal themselves to us, we need to be ready to abandon our views about them."
Diubah oleh Dhweekey
0
23-05-2017 05:47
Quote:Original Posted By egag

coba kita liat sejarah ia....emoticon-Cool
konsep ketuhanan itu sudah ada dari zaman purba
dan sebener na dari dulu,konsep tuhan itu adalah satu/tauhid...
sebelum ada na animisme dan plurarisme....

terbukti pada penemuan homo sapiens iang dikatakan sbg manusia paling purba iang ditemukan..

There is inconclusive evidence that the Neanderthals may have buried their dead (in one case, it has been suggested, even with flowers on the corpse). If they did have burial customs, that implies religion. Yet they have left no other trace of it.

Read more: http://www.historyworld.net/wrldhis/PlainTextHistories.asp?historyid=ab12#ixzz4ho7xpo6N


tp,karena keterbatasan logika Manusia pada zaman itu...iang mengatakan,bahwa gk mungkin Tuhan gk ada bentuk,gak mungkin Tuhan cuma satu dll...

maka di bentuk lah,cerita cerita tuhan tuhan palsu....dan rupa rupa tuhan....

tuhan iang bisa berkeluarga,bisa selingkuh dll
emoticon-Leh Uga

dan,emang Allah sendiri bilang...kita diciptakan bermacam macam suku dan agama...karena kasih saiang Allah...

dan,Allah sendiri telah mengatakan,cuma islam iang diridhoi Allah sbg agama iang benar dan sempurna....bisa dilihat dari hasil penelitian ane emoticon-Leh Uga

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maidah: 3]

Allah,menciptakan membiarkan macam macam agama....untuk menguji ummat manusia....dan sbg modal dan perlengkapan....Allah mengkaruniakan manusia sebuah modal iang sangat berharg...iaitu akal fikiran dan logika

Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya.” (QS. Yunus ayat 99)

Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu. Siapa di antara kamu yang lebih baik amalannya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk :2).


moga membantu emoticon-Cool
emoticon-Salaman


emoticon-Salaman

Ya, gan... makasih... emoticon-Nyepi

0
23-05-2017 05:53
Quote:Original Posted By beleth.


nah itu aja bray, lu jadi nabi geol disini.

sana gih cerahkan buddhist buddhist kafir itu



Disini adalah tempat latihan agan egag yg tantangannya lebih besar... emoticon-Big Grin

0
23-05-2017 07:50
Quote:Original Posted By beleth.


nah itu aja bray, lu jadi nabi geol disini.

sana gih cerahkan buddhist buddhist kafir itu



emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
0
23-05-2017 09:43
Setiap orang harus hadapi akibat Karmanya.
Siapa yg buat kampret hidup nungging ke bawah ?
Adakah orang yang mengikat dari kebencian ?
Tidak ada. Itu akibat nasib hidupnya sendiri.
Begitu juga manusia harus pikul akibat karmanya.
0
23-05-2017 11:46
Quote:Original Posted By martinveriyang
Setiap orang harus hadapi akibat Karmanya.
Siapa yg buat kampret hidup nungging ke bawah ?
Adakah orang yang mengikat dari kebencian ?
Tidak ada. Itu akibat nasib hidupnya sendiri.
Begitu juga manusia harus pikul akibat karmanya.


Bagaimana orang bersikap denganmu adalah akibat karmanya sendiri.
Bagaimana kamu menyikapinya adalah karma mu sendiri ?
0
23-05-2017 12:22
Quote:Original Posted By Dhweekey


Bagaimana orang bersikap denganmu adalah akibat karmanya sendiri.
Bagaimana kamu menyikapinya adalah karma mu sendiri ?


Jalani aja... lakonin aja... take it easy. emoticon-Big Grin

Sbg manusia... tidak mungkinlah dapat menyenangi hati semua orang. emoticon-Hammer2

Buddha sendiri aja gak sanggup menyenangin hati semua orang...
Apalagi manusia biasa.... emoticon-Hammer2

Liat aja cerita Buddha Gotama... ada juga yg tidak cocok dan membenci sang Buddha... walaupun lebih banyak yg senang kepada Sang Buddha,, cth yg paling sederhana... devadatta.

emoticon-Cool
Diubah oleh martinveriyang
0
23-05-2017 12:26
Quote:Original Posted By martinveriyang
Jalani aja... lakonin aja... take it easy. emoticon-Big Grin


Always emoticon-Angkat Beer
0
23-05-2017 12:27
Quote:Original Posted By Dhweekey


Always emoticon-Angkat Beer


emoticon-Big Grin


emoticon-Angkat Beer
0
23-05-2017 13:25
Quote:Original Posted By anduk.abrih

oke, apa yg lo pahami dari asal muasal manusia?
concern gue bukan di "proses" tapi, dari mana kita berasal sehingga harus mengalami proses tsb?

Dan gue pahami bahwa itu gak membantu untuk bebas dari prosesnya.
Gue bisa bahas panjang lebar, tapi lu dari awal sudah niat denial.

Quote:Original Posted By anduk.abrih

eit sorry, gue tidak fokus di proses.
tapi sebab sebuah proses ini bisa berjalan.

bisa dijelasin dengan pemahaman lo?

Jelaskan? Mungkin.
Jelaskan untuk lu? Gak bakal bisa.
Karena lu gak nyari penjelasan.
Lu bahkan gak paham apa yang dibahas.
0
23-05-2017 13:41
lebih baik mencegah daripada mengobati
ini siapapun tau

kalau sudah terkena maka saatnya mengobati baru mencegah kejadian kedua kalinya
saya baru tau kalau ini ada yang belum tau emoticon-Ngakak (S)
0
23-05-2017 14:59
Quote:Original Posted By flynn88
lebih baik mencegah daripada mengobati
ini siapapun tau

kalau sudah terkena maka saatnya mengobati baru mencegah kejadian kedua kalinya
saya baru tau kalau ini ada yang belum tau emoticon-Ngakak (S)

misalnya:
orang2 pada kena panah
karena terluka, mereka fokus utk ngobatin

pertanyaannya:
1. apa mereka ndak cari tau asal panah tsb darimana?
2. setelah sembuh apa mereka ndak cari tau asal panah tsb datang dari mana?
0
23-05-2017 15:25
Semua jenis penderitaan tentu tidak muncul begitu saja, tetapi karena ada sebab yang mendahului, BUKAN asal mula. Karena disebut dengan SEBAB, maka hal itu tidak dapat diketahui awal dan akhirnya. Sebab penderitaan itu adalah karena manusia diliputi Lobha (Keserakahan), Dosa (Kebencian) dan Moha (Kegelapan Batin), sehingga mengakibatkan kelahiran yang berulang-ulang dari masa ke masa dari satu alam ke alam berikutnya.
Manusia banyak yang tidak menyadari bahwa ada kebebasan dari semua bentuk penderitaan yang dapat dicapai ketika masih hidup. Mereka kebanyakan melekat pada kesenangan-kesenangan nafsu indera, menghancurkan kehidupan makhluk lain, menganut pandangan salah yang menyesatkan banyak orang dan menjanjikan kebahagiaan semu dan sementara, hidupnya tidak diarahkan dengan baik, tidak membuka diri untuk belajar lebih dalam tentang kebenaran universal, menjadi orang dungu yang hanya tahu tapi tidak mempraktekkan apa yang ia ketahui, menjadi orang bodoh yang tidak mampu membedakan kebaikan dan kejahatan. Inilah sebab penderitaan yang menyelimuti kebanyakan umat manusia, yaitu Nafsu yang tiada henti (Tanha), dan Avijja (kebodohan batin) yang menjadi sebab kelahiran berulang-ulang bagi dirinya.
0
23-05-2017 16:23
Quote:Original Posted By martinveriyang


emoticon-Salaman

Ya, gan... makasih... emoticon-Nyepi



Oc
Ma cama emoticon-Leh Uga
0
23-05-2017 16:40
Menjinakkan Kuda Liar, Menggiring Pikiran Kembali
Nyanabhadra | Jumat, 30 Desember 2016 20.01 PM Column

Menjinakkan Kuda Liar, Menggiring Pikiran Kembali

Hidup sehari-hari tidaklah selalu mulus, seperti hiking di hutan, ada jalan setapak mulus, ada yang becek, dan juga yang berbahaya. Suka atau tidak suka, Anda tetap harus melewatinya, atau mencari rute lain. Manusia tampaknya selalu menghindari rute becek dan berbahaya. Bahkan tidak jarang sangat sibuk mencari alternatif lalu gonta-ganti rute sehingga berjalan putar-putar di situ saja.

Cuaca juga demikian, kadang cerah, kadang berawan mendung, dan kadang hujan. Suka atau tidak suka, Anda harus menerima cuaca apa pun. Tiada gunanya gundah gara-gara cuaca, toh itu di luar kendali manusia. Ketika cuaca cerah, mari menikmatinya. Ketika cuaca mendung, barangkali boleh siap-siap payung. Cuaca mendung belum tentu hujan loh. Apabila hujan datang, mari kita sambut dengan senyum.

Tanpa Membesar-besarkan
Pikiran manusia tampaknya juga mengalami kecenderungan serupa sebagaimana hiking di hutan maupun cuaca yang berbeda-beda. Kadang pikiran tenang, kadang pikiran biasa-biasa saja, dan kadang keruh. Seorang praktisi meditasi memperhatikan setiap perasaan yang muncul tanpa membesar-besarkannya. Ketika perasaan nyaman muncul, dia tidak mengikat perasaan itu; ketika perasaan netral hadir, ia sekadar mengawasinya; ketika perasaan tidak nyaman hadir, dia juga tidak menolak atau membencinya. Inilah kekuatan upeksha yang perlu dibangun dalam meditasi.

Pikiran memiliki tingkat proses super hektik, bahkan bisa ratusan ribu buah pikiran dalam setiap detik. Buah pikiran yang tidak bermanfaat ini lebih banyak berseliweran sana-sini dibandingkan yang bermanfaat. Kondisi ini mengakibatkan skenario, skema, negativitas, rasa takut, persepsi keruh, dan sebagainya.

Kendaraan Berlalu-lalang
Bayangkanlah diri Anda duduk di pinggir jalan mengamati kendaraan yang lalu-lalang, ada truk, bus, mobil, bajaj, bahkan ojek juga. Kadang ada mobil Mercy lewat, pikiran langsung terseret ke sana dengan membayangkan sungguh enak kalau punya mobil Mercy. Tidak lama kemudian lewat motor Harley Davidson, pikiran juga kembali lagi mengkhayal sungguh enak jika punya motor itu.

Anda membuat jalan raya pikiran mandek, macet, dan banyak tabrakan. Kegalauan, kegelisahan, keresahan mulai tumbuh dengan subur. Dalam dunia meditasi, ini disebut sebagai kondisi pikiran terseret ke masa depan dan mengarang cerita-cerita imajinatif.

Ada waktunya, tiba-tiba Anda sadar bahwa itu hanyalah mimpi-mimpi siang bolong. Kesadaran Anda kembali ke saat ini dan di sini, kembali ke pinggir jalan lanjut mengamati. Buddha menyebutkan bahwa masa depan belum juga tiba, masa lalu sudah pergi, lalu kenapa engkau mencemaskan masa depan dan menyesali masa lalu? Padahal hidup Anda hanya tersedia di saat ini.

Kuda Liar
Pikiran manusia diumpamakan sebagai kuda liar. Kuda ini sudah memiliki kebiasaan kabur ke sana dan kemari, namanya juga kuda liar. Anda tidak bisa memaksa kuda itu diam. Justru semakin Anda paksa semakin liar jadinya, bahkan acap kali memberontak dan membuat situasi tambah parah.

Menjinakkan kuda liar perlu trik. Dalam Sutra tentang Napas Berkesadaran disebutkan, mencurahkan perhatian pada napas seperti mengalungkan tali di leher kuda liar itu. Walaupun kuda liar itu lari ke sana ke mari tidak keruan, tapi dia masih dalam jangkauan. Berikan kesempatan kepadanya untuk berlari lebas.

Ketika kuda liar itu sedikit lebih tenang, maka tarik sedikit tali itu. Tariklah sedikit saja sehingga kadang kuda itu tidak merasa ada perbedaan. Ulangi tarikan itu hingga kuda itu mau istirahat di satu tempat. Tapi tenang saja, nanti dia akan lari lagi, lalu Anda sudah punya cara mahir untuk menarik dia kembali.

Menggiring Pikiran Kembali
Samatha merupakan teknik meletakkan pikiran pada satu objek kejadian saat ini. Napas hanyalah terjadi di sini dan saat ini, tampaknya ini juga menjadi alasan Buddha menjadikan teknik napas menjadi latihan fundamental meditasi.

Anda tidak mungkin lompat ke masa depan untuk bernapas, karena masa depan belum juga tiba. Anda tidak mungkin melompat ke masa lalu untuk bernapas, karena masa lalu sudah pergi. Napas selalu terjadi pada momen kekinian. Mencurahkan pikiran pada napas sama saja dengan mencurahkan pikiran pada momen kekinian.

Setiap kali pikiran tercurahkan kepada napas masuk dan keluar, maka pikiran sudah hadir di sini dan saat ini. Kondisi ini yang disebut sebagai mengistirahatkan pikiran, pikiran dan napas manunggal menjadi satu. Lalu pikiran akan kembali liar lagi, sama seperti sang kuda liar yang nanti akan beraksi lagi, tapi ingatlah bahwa sudah ada “tali” (baca: napas) di kuda liar itu. Anda bisa menarik sedikit tali itu agar kudanya sedikit lebih dekat dengan masa kini dan saat ini.

Momen Non-Meditasi
Lakukanlah berulang-ulang, cuaca apa pun itu, konsistensi dalam pelaksanaan ini yang akan menjadi kekuatan baru ketika berhadapan dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang disebut dalam tradisi Zen bahwa momen meditasi formal memberikan pengaruh kepada momen non-meditasi. Asal Anda tahu cara menerapkannya, maka Anda bisa melakukannya di mana pun, apakah ketika sedang duduk, berdiri, berjalan, maupun berbaring.

Jika Anda terus melakukannya, maka kuda liar akan mulai berubah sikapnya menjadi sedikit lebih jinak, tapi mohon ingatlah bahwa ke-liar-an kuda itu masih sangat kuat. Ke-liar-an pikiran yang kadang disebut sebagai kebiasaan (Sansekerta: Vāsanā, Tibet: བག་ཆགས) sangatlah kuat, bukan barang sehari dua hari, sebulan dua bulan, setahun dua tahun bisa mentransformasinya, bahkan ini bisa menjadi tugas praktisi sepanjang hayatnya. Selamat mencoba.
0
23-05-2017 16:46
Manusia tak ada yg sempurna...
Karena manusia bukanlah tuhan atau malaikat...
Coba ane tanya,apakah ada manusia yg tak pernah berbuat salah sedikitpun dalam hidupnya...?

Allah Ta’ala berfirman: “Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah adalah lebih mengetahui kepada siapa yang sebenarnya bertaqwa.” (an-Najm: 32)


Bahkan saat ini pun,bisa aja kita sedang berbuat kesalahan/dosa.Tanpa kita sadari..

Contoh : ketika kita melangkah,mungkin aja afa semut yg terinjak,bakteri yg terbunuh,dll...

Dan,ada kalanya juga,kita khilaf/kesambetemoticon-Leh Uga dan secara sadar atau tak sadar kita menuruti hawa nafsu dan godaan...dan berbuat kesalahan

Maka dari itu Allah berfirman
Allah Ta’ala berfirman: “Dan bertaubatlah engkau semua kepada Allah, hai sekalian orang Mu’min, supaya engkau semua memperoleh kebahagiaan.” (an-Nur: 31)

“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.” [An Naml 46]

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Mohon ampunlah kepada Tuhanmu semua dan bertaubatlah kepadaNya.” (Hud: 3)



Lalu,Rosul juga berkata
Barangsiapa yang harinya (hari ini) lebih baik dari sebelumnya, maka ia telah beruntung, barangsiapa harinya seperti sebelumnya, maka ia telah merugi, dan barangsiapa yang harinya lebih jelek dari sebelumnya, maka ia tergolong orang-orang yang terlaknat”


emoticon-Cool
0
23-05-2017 16:57
Jika Anda berharta melimpah, maka Anda wajib bersyukur; dan jika Anda miskin, maka bersabar menjadi kewajiban Anda. Itulah kewajiban yang telah digariskan syariat atas mereka. Karena sesungguhnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian, barangsiapa menghadapi ujian sesuai dengan yang diperintahkan, maka dia adalah orang yang mulia.
dari beberapa golongan. Wallâhu a’lam”. [4]

ORANG KAYA YANG BERSYUKUR, DERAJATNYA PALING TINGGI DI SISI ALLAH AZZA WA JALLA
Derajat manusia bertingkat-tingkat di hadapan Allâh Azza wa Jalla , dan orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertakwa. Barangsiapa lebih banyak melakukan ketaatan dan lebih banyak meninggalkan kemaksiatan, dengan diiringi keimanan dan keikhlasan, maka dia lebih mulia di sisi Allâh Azza wa Jalla. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa orang yang kaya dan berilmu, lalu bersyukur dengan cara bertaqwa kepada Allâh Azza wa Jalla dengan ilmu agama dan hartanya, dia adalah orang yang paling mulia di sisi-Nya

NAMUN,PERHITUNGAN AMAL PERBUATAN ORANG MISKIN YANG BERTAKWA DI AKHIRAT ,LEBIH RINGKAS DAN CEPAT

Cmiiw emoticon-Cool
0
23-05-2017 21:35
mungkin kita pernah mendengar istilah..
waktu adalah uang...

apakah benar begitu...?
jawabanna,tentu saja salah...

apa guna uang....?
.untuk belanja...?
makan...?
hura hura...?
dll lah...

jadi,kenapa salah...?

oke,akan ane coba jelaskan...
sederhana

uang dicari,didapat,lalu di keluarkan,di hamburkan....
dalam konsep : gk ada uang,ada uang,gk ada uang....

jadi untuk apa cari uang...?emoticon-Bingung

okelah,misal uang di belikan makanan,makanan dimakan,makanan di keluarkan dalam bentuk tinja/dibuang sama saja membuang uang....

okelah,makanan di serap tubuh,di proses tubuh,tubuh akan mati dan dikubur,tubuh akan hancur...sama aja mengubur /membuang uang....

jadi untuk apa loe mencari uang kalo uang akan dikeluarkan,dibuang,di hancurkan,dikubur...

jadi gimana donk iang benar...?
nih ane kasih tau...

waktu itu adalah ibadah....emoticon-Cool

ibadah akan menghasilkan pahala...

pahala akan dihitung di akhirat...

dan pahala bisa memberikan kebahagiaan abadi di akhirat....

dengan berfikir begini..juga,menjadikan kita lebih berfikir postitif...

lebih enjoi,tak over ambisius/serakah,lebih bahagia,menghilangkan beban kerja,dan tak terlalu memaksakan diri....

karena,rezeki dah ada iang ngatur....sebagai muslim,kita cumaharus berikhtiar/berusaha se maksimal mungkin dengan diniatkan untuk beribadah dan berdoa pada Allah...

kalo dah pada tahap ini,insya Allah....Allah akan memberikan kecukupan rizki pada kita....

apa itu iang dimaksud kecukupan rizki...?
iaitu,ketika ada suatu keubutuhan...akan ada aja jalan rizki na...

contoh,ane mau baiar spp,dan lg gk ada duit....eh...tiba tiba,ada temen ane iang baiar utang ke ane....dan jumlah na malah lebih,dari baiaran spp....

itu dinamakan,rezeki iang tak di duga duga...karena Allah ah iang mengatur semua rezeki...

coba,kita renungkan....kalo pun kita bekerja mengejar uang dan memaksakan diri,lalu karena kelelahan,kita malah jatuh sakit...dan semua uang iang dikumpulkan semua itu habis untuk membaiar rumah sakit...apa itu menjadikanmu untung...?

tentu tidak....

karena,rezeki dah ada iang ngatur....tugas kita cuma beribadah,iaitu ikhtiar dan berdoa
cmiiw
emoticon-Cool


Diubah oleh egag
0
23-05-2017 22:01
Quote:Original Posted By shinhikarugenji

Dan gue pahami bahwa itu gak membantu untuk bebas dari prosesnya.
Gue bisa bahas panjang lebar, tapi lu dari awal sudah niat denial.

-edited-
pake gaya lo menjawab aja ahemoticon-Big Grin

"Kapan gue bilang kalau mencari tahu penyebab untuk terbebas dari proses?"


Quote:Jelaskan? Mungkin.
Jelaskan untuk lu? Gak bakal bisa.
Karena lu gak nyari penjelasan.
Lu bahkan gak paham apa yang dibahas.

gue nyari penjelasan kok emoticon-Big Grin
ayo jelasin, gue tunggu

oh ya, gue mau saran aja nih.
lo jangan membiasakan diri dengan mengatakan
"lu bahkan ga paham apa yg dibahas"
please jangan emoticon-Big Grin
Diubah oleh anduk.abrih
0
23-05-2017 22:04
skol emoticon-Angkat Beer
0
Halaman 164 dari 501
icon-hot-thread
Hot Threads
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.