- Beranda
- Berita dan Politik
Anggota Dewan: Ini Luar Biasa, ABG Dibanderol Rp 3 Juta Di Media Sosial
...
TS
rantymaria
Anggota Dewan: Ini Luar Biasa, ABG Dibanderol Rp 3 Juta Di Media Sosial

Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Golkar Roni Amriel SH menyayangkan terjadinya transaksi seks yang melibatkan anak di bawah umur melalui jejaring sosial di Pekanbaru, Riau. Menurutnya persoalan ini jangan dianggap sepele.
“Ini sudah luar biasa, ABG dibandrol Rp 3 juta. Tentunya ini harus menjadi perhatian khusus seluruh kalangan,” kata Roni seperti diberitakan pekanbarumx (Jawa Pos Group) hari ini (25/9).
Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Langkah pertama yang harus dilakukan dari rumah tangga. Orangtua harus melakukan pengawasan ketat. Boleh saja anak diberikan handphone yang memiliki akses internet, namun harus dikontrol. Jangan dibiarkan begitu saja,” saran Roni.
Menurut Roni, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terlibatnya anak di bawah umur dalam lingkaran prostitusi online. Di antaranya faktor ekonomi dan pergaulan.
Makanya, pemerintah dikatakan Roni harus ikut ambil bagian menyelesaikan persoalan ini. “Intinya kasus ini harus menjadi perhatian khusus seluruh pihak dan perlu adanya kajian mendalam untuk menyelesaikannya,” pungkasnya. (MXK/MXN/ray/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2016/09/25/...rol-Rp-3-Juta-
ABG Mengaku Terlibat Prostitusi Online Karena Mengikuti Tren
PEKANBARU - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Esther Yuliani Manurung, mengungkap sebuah pengakuan mengejutkan dari cewek-cewek ABG terlibat prostitusi online yang dibongkar polisi di Pekanbaru, Riau, baru-baru ini. Pengakuan itu selain mengejutkan juga sungguh membuat hati miris. Pasalnya, para cewek yang masih belia itu merasa tak sebagai korban.
Mereka masuk ke lingkaran jasa seks lantaran mengikuti tren. Itu terungkap saat Lembaga Perlindungan Anak Riau mengunjungi para korban prostitusi ini di Polda Riau, Jumat (23/9) pagi. "Mereka sepertinya senang dan mengaku sudah dewasa,‘’ kata Esther Yuliani Manurung seperti diberitakan pekanbarumx (Jawa Pos Group), hari ini (25/9).
Melihat kondisi seperti ini, Esther mengaku, kaget dan segera melakukan penelusuran guna melakukan pembenahan. Sementara bagi cewek yang sudah diamankan sebagai korban, akan ditempatkan di rumah aman. "Kita takut nanti apabila dibiarkan bebas, akan memberi informasi kepada yang lain. Bahkan dikhawatirkan mereka akan mencari muncikari baru," katanya.
Terungkap juga, selain mengikuti tren, para cewek ini terjun ke dunia prostitusi lantaran materi. Padahal, sesungguhnya mereka memiliki kemampuan dan kemauan untuk sekolah. ‘’Mereka ini mengikuti tren dan merasa enjoy menjalaninya,’’ tambahnya.
Dugaan ada pembiaran dari orangtua, Esther berencana akan menemui keluarga masing-masing cewek itu pada, Senin (26/9) mendatang. "Akan kita libatkan semua pihak, keluarga, masyarakat dan insan pers," katanya. - See more at: http://rakyatsulsel.com/simak-pengak....guMkBowZ.dpuf
Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Riau, Nanda, menambahkan, faktor lingkungan berpengaruh besar dalam hal ini. Tren di kalangan kawula muda untuk eksis di dunia malam. "Mereka beranggapan, tidak tahu dunia malam berarti tidak gaul," katanya.
Sebelumnya Ditreskrimum Polda Riau berhasil membongkar sindikat prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur. Tiga mucikari ditangkap. Dua di antaranya pria dan seorang wanita.
Direktur Ditreskrimum Polda Riau Kombes Pol Surawan menjelaskan, ketiga tersangka DDS alias Odi (18), RT alias Edo (20) dan seorang wanita inisial Nu (20) memilik peran masing-masing.
"RT memperdagangkan anak di bawah umur berusia 16 hingga 17 tahun. Sedangkan tersangka DDS memperdagangkan wanita dewasa dan untuk tersangka Nu membantu kedua tersangka itu," terangnya.
Ditambahkannya, cewek di bawah umur selaku korban merupakan anak putus sekolah. Dengan alasan ekonomi, mereka mau melayani pria hidung belang.
Sekali transaksi di hotel, anak di bawah umur ini dibayar Rp3 juta. Namun, uang itu tidak seutuhnya untuk mereka, melainkan dibagi ke muncikari masing-masing. "Rp2 juta untuk muncikari dan Rp1 juta untuk korban," kata Surawan.(jpnn)
- See more at: http://rakyatsulsel.com/simak-pengak....DvfFDwZU.dpuf

0
4.4K
35
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.5KThread•58.6KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya