Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
20
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57b850e65a516323468b456b/restricted-area
Barangkali kau bertanya, mengapa Aku tak pernah menyapamu, atau membalas pesan-pesan yang kau kirim setiap hari dengan rutin, hingga akhirnya kau mungkin mulai lelah dan memilih untuk menyerah. Bukan, bukan karena aku membencimu, atau tak suka padamu, atau bahkan lebih tragisnya lagi kau berfikir Aku ini angkuh. Akan tetapi ketahuilah, bukan semua itu alasanku. Kau tahu kan, salah satu iman dalam
Lapor Hansip
20-08-2016 19:45

= Restricted Area =

Quote:

Barangkali kau bertanya, mengapa Aku tak pernah menyapamu,
atau membalas pesan-pesan yang kau kirim setiap hari dengan rutin,
hingga akhirnya kau mungkin mulai lelah
dan memilih untuk menyerah.

Bukan, bukan karena aku membencimu, atau tak suka padamu,
atau bahkan lebih tragisnya lagi kau berfikir Aku ini angkuh.
Akan tetapi ketahuilah, bukan semua itu alasanku.
Kau tahu kan, salah satu iman dalam diri seorang wanita adalah menjaga rasa malunya.

Iya aku malu, malu jika diri ini masuk dalam pusaran angan semu,
terjebak dalam perbuatan yang dimurkai Rabbku.
Jika semua perasaan-perasaan spesial yang kumiliki telah habis terkupas,
lalu apa lagi yang masih tersisa??





Aku tak ingin menjadi budak-budak rasa.


Aku ingin belajar menjadi jiwa merdeka yang siap menerima segala takdirNya.
Yang pahit atau yang manis, jadi maaf,
jika caraku memperlakukanmu berbeda dengan gadis-gadis lain yang kau temui di luar sana.

Jika kau ingin pergi karena aku tak sesuai yang kau harapkan, silahkan!
Aku sudah diajarkan bahwa saat Allah menjadi tumpuan segala harap,
semua akan baik-baik saja. Pasti.



Jika dengan cara seperti itu, mungkin akan membuatmu membenciku, aku terima!
Jika dengan mengikhlaskanmu, Aku menjadi pribadi yang lebih baik, Aku terima!
Jika menjauhimu mendekatkanku pada kasih sang Khaliq, Aku terima!

Tahukah kau, Aku sedang menata hati, juga rasa,
agar tujuanku hanya pada Robbku.
Agar tempat berharapku hanya padaNya.

Aku tidak ingin berharap kepada hambaNya
yang tak bisa memberikan harapan apa-apa,
sebab aku tak mampu kecewa untuk kesekian kalinya.....
Aku hanya menghajatkan cinta kepadaNya. Hanya kepadaNya.

Bukankah cinta sejati tidak pernah bergantung pada kepemilikan?
Apalagi pada ikatan atas nama pacaran, iya kan?

Aku tahu tak ada perpisahan yang manis,
karena setiap perpisahan pasti akan menanamkan luka pada para pecinta.

Cara satu-satunya untuk mengobati hanyalah berkeyakinan sepenuh hati pada Qadar Illahi
bahwa Ia telah mempersiapkan orang baik untuk mereka yang tak pernah berhenti memperbaiki diri.

Namun ketahuilah saat kita memutuskan berpisah karena Allah,
jika memang engkau pemilik tulang rusukku,
selama apa pun kita berpisah,
sejauh apapun jaraknya,
tetap akan bersatu jua.

Dan jika disini aku menanti,
semoga Engkau disana menjaga....

Namun andaikata dunia tak juga mempertemukan
semoga surga mempersatukan.
Karena sejatinya jodoh itu tak pernah rumit,
ia selalu sederhana, datang dengan cinta.






Diubah oleh sella91
profile-picture
someshitness memberi reputasi
2
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 2
= Restricted Area =
23-08-2016 10:00
Quote:
Berikan atau kau ku tinggalkan
Berikan atau kita tak usah bertemu lagi
Berikan atau ku minta dari wanita lain


Intimidasi basi dari para pecinta yang cintanya sebatas diselangkangan saja

Logikaku sudah kembali mengambil alih kendali
Jika cinta tak lebih berharga dari sekedar seks semata, maka kehilanganmu pun tak berarti apa-apa

Aku sedang berproses menjadi lebih baik
Ku ulurkan tanganku padamu untuk berjalan bersama menuju arah yg lebih baik
Kau menepisnya
Maaf-maaf saja, aku tak akan berhenti atau mengambil langkah mundur dalam hijrahku
Hanya demi seseorang yang belum tentu menjadi imamku


All i need is love

Dan kutemukan cinta terbesar yang tak akan pernah lagi ku khianati
DIA, yang menciptakanku dan tak pernah berhenti menuntunku kembali





Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
23-08-2016 10:07
Quote:


Sebelum perjalanan panjang ini dimulai,
Semesta raya akan menyaksikan perjanjianmu dengan dirinya,
Suatu perjanjian yang hanya diketahui olehmu dan diriNya.

Namun saat semuanya dimulai,
Lupalah dirimu akan perjanjian itu,
Dan segala apa yang telah disampaikan kepadamu....




Tenanglah, sudah aku katakan bahwa ini adalah perjalanan panjang.
Lalu bagaimana caranya dirimu bertahan?
Adalah Dia yang akan melindungimu dan mengajarkanmu secara perlahan...

Pesan-pesan akan dikirim untukmu,
Petunjuk di setiap persimpangan
Telah siap memperingatkanmu,
Dan jelas itu untukmu.

Namun seiring waktu,
Jalanmu akan semakin sempit dan berliku,
Menyusuri lorong-lorong kotor sampai semuanya mulai terlihat samar...





Kadang-kadang dirimu tidak dapat menemui jalan yang telah digariskan,

Tempatmu akan menawarkan segala kenikmatan semu

Yang menggiringmu untuk menyimpang,

Atau bahkan menghentikan langkahmu dan terlarut dalam-dalam.


Saat dirimu terpukul dan tersadarkan,
Kamu akan menangis sepanjang malam.
Isak-isak lirih menggemakan semesta alam.











penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh sella91
= Restricted Area =
01-09-2016 20:54
Quote:


Saya (pernah) terluka. Bukan hanya hari kemarin tapi juga saat ini.
Saya bahkan sengaja lupa kapan pernah menjatuhkan cinta lagi.
Yang jelas, terluka karena cinta resmi membuat saya menghilang dari untaian-untaian huruf.
Huruf-huruf yang selalu tersusun karena kehadirannya dalam ingatan.
Huruf-huruf yang selalu memujanya dengan penuh keindahan.
Kini setelah kehilangan yang disebabkan oleh cinta pada manusia,
membuat saya harus menghilangkan segala ingatan tentangnya.
Dan tidak lagi menghadirkannya dalam huruf-huruf yang selalu kueja.

Ah, barangkali benar.
Jika cintamu telah jatuh pada dia yang tepat menurut versi Tuhan
mungkin hatimu tidak lagi terkebiri oleh nestapa yang sama.

Kamu tidak bersalah saat menjatuhkan cinta,
yang salah hanya waktunya yang belum tepat menurutnya.
Dulu saat hatimu tergila-gila padanya,
segala yang tampak olehmu hanya pesonanya saja
sehingga tanpa sengaja kamu menaruh sebuah harapan besar
bahwa suatu masa dia akan menjadikanmu sebagai rumah.
Rumah baginya untuk pulang.

Lalu, pada saat hatimu dipenuhi bunga-bunga yang kamu rawat sepenuh cinta.
Akhirnya harus layu dan mati hanya karena dia sudah enggan menyiraminya.




Luar biasa Tuhan, saat kamu merasa amat terluka.

Dia menghampiri, menawarimu pundaknya,

Membuat hatimu tidak terlalu terluka dalam.


Sebab hanya Tuhanmu lah sebaik-baiknya cinta yang sebenarnya.

Kini bersihkanlah hatimu, hapus segala perihal tentangnya.
Nanti, kalau Tuhan mempertemukanmu dengan jodoh sejatimu,
kamu pasti akan merasa sudah menemukan rumah yang sesungguhnya.

Setelah penolakan dari Tuhan membuatmu harus mempertanyakan lagi, apa benar itu cinta,
apa hanya sekedar rasa kagum biasa yang malah menjadi berlebihan.
Sementara dia yang memenuhi seluruh rongga kepalamu,
seluruh ruang hatimu yang bahkan tanpa kau sadari entah masih adakah Tuhan di dalamnya.
Dia yang sama sekali bukan (belum) jadi siapa-siapamu.
Telah membuatmu berangan terlalu tinggi.
Kembalilah.
Dan berpijaklah pada bumi kembali.

Setelah penolakan dari tuhan melalui ucapannya membuatku memutuskan untuk diam.
Berhenti membicarakan perihalnya,
berhenti merindukannya,
Dan menghapus semua ingatan yang tersisa tentangnya.
Karena begitulah caraku mengobati hati yang terlanjur kulukai.
Hanya karena dengan begitulah cara yang terbaik untuk membersihkan hati dari ingatan-ingatan tentangnya.

Kini untuk kembali menjatuhkan cinta, percayakan pada Tuhan.
Sebab jatuh cinta menurut versi-Nya adalah sebaik-baiknya berharapan tanpa dikecewakan.
Cinta yang masih tersisa dalam dada biarkanlah ada bahkan terus ada
sampai datang seseorang dan berkomitmen suci pada sang Maha pemilik cinta.

Setelah semua yang tertulis diatas,
tetaplah berharapan dan berangan hanya kepada yang berhak mengabulkan.
Sebab tidak akan pernah kau rasakan kesakitan lagi.
Dan semoga Tuhan menjatuhkan cinta hanya kepada pemilik tulang rusuk yang digunakan untuk menciptakan kita.




penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
01-09-2016 21:57
Quote:

Pikiran selalu gagal menerangkan perihal cinta.
Pikiran hanya mampu menafsirkan bahwa cinta adalah kenikmatan tak terhingga.
Pikiran yang dipenuhi harapan terlalu tinggi meletakan bahagia pada cinta yang belum saatnya.
Pikiran hanya tidak mengetahui bahwa cinta sendirilah yang bisa mengurai perihal cinta tersebut.
Pikiran terlalu berfokus pada sesuatu yang dia pikir adalah bahagia.
Dan sialnya, hati terpedaya oleh apa yang pikiran resapkan.





Cinta, dengan bahasa apa harus ku mulai memperbincangkan perihalmu


Ya, pada suatu ketika akan datang sebuah masa.
Kau jatuh pada cinta yang entah seperti apa.
Lalu, kepalamu mulai disesaki berjuta aroma bunga.
Kau serasa melayang ke angkasa.

Dan ketika kau terpesona, cinta yang bukan cinta itu menjatuhkanmu ke dasar neraka.
Ah, sakit luar memang tidak seberapa.
Tapi luka yang dia ukir di dalam dada, lebih membutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkannya.

Dan kau, tidak membutuhkan pundak untuk bersandar,
Melainkan sebuah sajadah untuk mengakui dosa-dosa yang telah kau tebar.




Kau mencari-cari pembenaran atas luka.

Kau tidak membutuhkan alasan apapun, yang kau butuhkan adalah penerimaan.


Setelah kau menyadari, kau menyesalinya.
Cinta pada manusia rupanya penyebab rusaknya hati sebelanga.
Kau mencari-cari Tuhan, dengan wajah yang penuh air mata cinta kau meminta,
Agar Tuhan sudi meminjamkan pundaknya.

Terberkahilah engkau, Tuhan semesta alam begitu berhati luar biasa.
Tanpa banyak bertanya, dia meminjamkan pundaknya.
Mata yang menyimpan air mata kini berubah menjadi sungai air mata.
Andai kau tahu, hidup semata-mata hanya diabadikan untuk mereguk air kerinduan kepada sang pencipta.
Memompa spirit cinta terhadapNya.

Bukankah Dia sering berkata "Tak ada cinta yang abadi kecuali cintaKu"

Tuhan, masih maukah kau bersanding dengan hatiku? [/b][/size]

Hati yang sudah tak cantik,
Hati yang sudah tak apik,
Hati yang terlalu tengik,
Hati yang ingin kembali baik.

Kau tahu hati, separah apapun patah yang menyakitimu.
Dunia tidak akan pernah berhenti berjalan, kau hanya perlu kembali menjadi tangguh.
Karena kesedihan tidak layak untuk dirayakan.
Banyak hal yang akan terlewatkan dan tersia-siakan.

Kau tahu hati, kenapa sakitmu tidak bertahta terlalu lama.
Sebab selalu ada cara bagi tuhan untuk membuatmu mengerti tentang cinta yang benar-benar memampukanmu,
cintaNya.

Wahai hati, ingatlah apa yang Lao Tzu katakan ini
"Sebuah awal yang baru bisa saja tersembunyi dalam akhir yang menyakitkan."
Terkadang kita hanya terpaku pada kesedihan saat putus cinta,
tapi lupa bahwa ada awal baru yang sudah siap kita mulai.

Kini kau mengerti kan, hati?
Sejatinya cinta yang sebenarnya akan membuatmu bahagia, memperjuangkanmu selamanya.
Kau hanya perlu bersabar, karena luka tak ada yang abadi.

Percayakan pada Tuhan, kau akan kembali bisa meraih cinta dengan kemasan yang lebih sempurna.
Tuhan akan selalu menyandingmu. Sebab dia tidak ingin melihatmu sendirian.



penulis

Diubah oleh sella91
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh sella91
= Restricted Area =
02-09-2016 00:06
Quote:


Ada kalanya ketika hatimu sedang berjuang untuk sembuh, Allah akan selalu mengujinya.
Bahkan berkali-kali, ia hujamkan cemburu ke ulu hati.
Padahal Dia tahu, kamu sedang berusaha merelakan,
berusaha melepaskan bahkan kamu berusaha tidak membicarakannya.
Namun Allah mengujimu dengan selalu menghadirkan ia dalam ingatan,
Dalam hatimu bahkan merangkainya dalam harapan.

Saat hatimu mampu bertahan dalam ujianNya, Selangkah lebih dekat Allah padamu.
Dan Mungkin Allah sedang memberimu sebuah balasan yang sama,
bagaimana sakitnya jika menyimpan cinta yang terlalu pada MakhlukNya.
Memberitahumu bahwa Allah sedang cemburu pada hatimu itu.
Hatimu yang selalu berkisah tentangnya,
Hatimu yang selalu merona kala namanya menjelma,
Hatimu yang selalu cemas kala rindu padanya.

Ah hatimu yang dengan mudahnya mendua itu.
Mungkin Allah tidak mau kamu terlalu tinggi berangan
makanya Dia menolak seseorang yang kamu sebut dalam doa itu.
Karena Ia tahu apa yang baik.
Maka berbaik sangkalah kamu pada Allah yang Maha baik.



Penolakan hanya nama lain bahwa kamu sedang salah jalan.


Hai jiwa,
sebenarnya kamu tidak perlu merisaukan angka-angka yang mulai bertambah dalam hitungan dunia.

Ya, saya mengerti mereka yang sedang berbahagia itu akan semakin sering melontarkan pertanyaan 'kapan?'.

Ah, andai kamu tahu wahai teman yang sedang berbahagia.
Sakitnya mendengar pertanyaan 'kapan' tsb.
Seharusnya kalian tahu, tidak ada perempuan yang bermimpi hidup sendirian.
Alasan hawa diciptakan karena Adam merasa kesepian.
Lantas, bukankah lebih bermakna jika pertanyaan diganti doa kemudahan?

Mendoakan kebaikan untuk orang lain, setimpal yang kamu dapatkan.
Mendoakan bahagia untuk mereka yang belum berbahagia,
malaikat mengaminkan bahagia yang sama untukmu juga.
Luar biasa Sang Pencipta bukan?

Bahkan saat kamu masih dalam angan dan doa berkepanjangan,
Tidak usah tanyakan kapan doa dikabulkan.
Karena Allah hanya menyatukan ketika kamu benar-benar siap.

Dalam usahamu untuk merelakan dia yang bukan tujuan,
Adalah kunci untuk membuka pintu lainnya.
Bukankah banyak jalan ke surga, dan hidupmu tidak perlu berakhir hanya karena gagal selangkah.
Kamu punya banyak sekali waktu, tidak usah terburu-buru.
Pada waktunya semua akan datang sendiri padamu.


Hatiku pun juga sedang berusaha merelakan bukan melupakan.
Karena semakin berusaha melupakan semakin sulit dilepaskan.

“Kamu yang pernah menghiasi huruf-huruf di kepala,
Ada masanya ketika usaha merelakan ini berhasil membuat hati menerima segala takdirNya.
Dimasa itu, kamu hanya akan menjadi figuran yang pernah mengisi sebuah kisah.
Sebab skenario Allah lah yang membuat kita bersua.
Maka, masa itu saya telah memahami kenapa ikhlas terasa bermakna
ketika hatimu telah lepas dan bebas."

Sebab Proses kebahagiaan akan selalu diperjuangkan oleh anak manusia.



penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 00:35
Quote:


Teruntuk jodohku, pulanglah ketika engkau lelah berjalan.
Suatu saat, aku akan menjadi rumah untukmu kembali,
dan pelukan untukmu bersandar karena letih.

Ketahuilah, ayahku sedang menunggumu.
Ia akan beranjak renta untuk mengurusku,
dan itu adalah tugasmu kemudian.
Meski aku tidak tahu siapa engkau,
kuharap dengan penuh cinta, engkau bersedia melangitkan harapan akan kita.




penulis
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 00:47
Quote:


Kita hanya (berpura-pura) saling menyapa.
Barangkali itulah yang membuat kita jadi berdebar pada apa yang sebentar.
Dia merasa tidak mampu lagi menopang rindu dari perempuan setia itu.
Ah, barangkali itulah yang menjadi alasan baginya untuk lepas dari perempuan setia itu.
Sialnya, perempuan setia itu terlanjur menggantungkan segala harapan pada lelaki lemah itu.
Mungkin begitulah perempuan, sekali menjatuhkan hati selamanya sulit terobati.

Pada akhirnya perempuan itu merasakan lukanya lagi.
Denyut yang ia pikir adalah kebahagiaan rupanya samaran lain dari kesakitan.
Rasa kehilangan yang beruntun, ah Tuhan benar-benar maha penguji.

Kau takkan bisa membayangkan
bagaimana pahitnya luka yang barusan mengabdi pada hatinya.
Bahkan ketika lelaki lemah itu memutuskan sebuah perjanjian,
ia tetap tak ingin kehilangan senyuman.
Ia hanya ingat satu hal, sebagaimana Tuhan sering berkata
"tiada luka yang abadi begitu pun rasa sakit"
Yang pergi akan selalu berganti.
Yang memilih menghilang, biarkan hilang dalam bayang.





Ah, sabarlah wahai hati.

Bukankah nikmat Tuhan maha luas dan tidak pernah berbatas.


Selama kau meyakini tuhanmu sedang mempersiapkan kebahagiaan,
suatu hari yang menurutnya sudah tepat bakalan akan kau rayakan kemenangan.
Tetaplah menjadi luar biasa,
jangan mengira dengan kehilangan telah menjadikanmu tidak berguna.
Siapa yang mengira ada yang diam-diam menyimpan doa untuk bahagiamu,
berdoa pada tuhan untuk bisa segera dipertemukan denganmu.
Sayang sekali jika senyum indahmu berganti muram durja.

Hai perempuan, hatimu yang selembut sutera adalah anugerah dari pencipta.
Karena semesta membutuhkan kelembutan untuk bisa terus berirama.
Maka dari itu, jangan biarkan kesedihan bermukim terlalu lama.
Selalu ada hari yang cerah setelah badai menerpa.

Tetaplah dengan keyakinan,
Kesetiaan yang kau pertahankan akan dibalas kesetiaan.
Tangisan bukan berarti kelemahan,
Kau boleh menangisi kehilangan tapi tidak untuk menangisinya ribuan. .
Dia yang memilih menghilang,
adalah cara tuhan menjauhkan dari kesakitan yang lebih dalam.


Kini mulailah berlari dengan kakimu kembali,
jangan terburu-buru menjatuhkan hati.
Pada waktunya, hati tahu arah pulang ke rumah yang sesungguhnya.



penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 01:00
Quote:

Di luar sana masih hujan.
Rintiknya turun bersamaan dengan kenangan yang pernah kau lukiskan dalam ingatan.
Bulirnya yang turun di jendelaku mengisyaratkan dingin yang menusuk tulang.
Ah, mengapa hujan seperti kamu? Dingin dan tenang,
Namun bisa menenggelamkan diri dalam kenangan yang berkepanjangan.
Di luar sana, lampu di ujung gang itu masih temaram.
Seperti sinarmu yang kian padam saat kau tiba-tiba hilang tanpa berpamitan.

Andainya kau sadar,
Ada hati yang harus kau tenangkan di sini.
Ada hati yang harusnya tetap bisa kau jaga sampai saat ini.
Ada yang masih menunggumu dengan setianya tanpa pernah beranjak pergi.

Tuan, pulanglah.
Ada cerita yang harus kau selesaikan di sini.
Kembalilah, ada rindu yang harus kau tuntaskan
Di pemberhentian yang kau jadikan sementara ini.

Pulanglah, dan tuntaskan semua ini.
Aku tidak akan memintamu untuk tetap melanjutkan kisah panjang kita.
Aku telah belajar banyak untuk menyingkirkan ego, dan juga bersandiwara.
Memerankan tokoh dimana aku akan selalu baik-baik saja.


Pulanglah, agar semua bisa di jelaskan mengapa.

Agar tak ada lagi abu-abu yang menaungi perjalanan semu dua manusia yang pernah berjuang bersama.


Setelah perjalanan panjang ini,
Kau bisa pulang kemanapun kau ingin pulang.



Tapi, tak akan ada lagi hatiku dengan pintunya yang selalu terbuka.
Tenang saja, itu akan berarti banyak.
Salah satunya adalah aku tak akan memenuhi notifikasi di telpon genggammu lagi dengan pesan-pesanku.


Tak apa, aku akan memperbaiki puing demi puingnya sendirian.
Aku akan bekukan ingatan tentang kita,
dua manusia yang tujuannya tak lagi sama.

Mengikhlaskan akhir dari cerita ini menjadi kelabu dan tak berwarna.
Langit di atas semakin kelam,
sekelam bayanganmu yang ikut menghilang ditelan gelapnya malam.
Dan hujan, biarkan hujan ini semakin deras,
semakin keras mengguyur ingatan tentangmu yang semakin terbatas.


penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 01:17
Quote:



Salib terselip di tanganmu, sedangkan tasbih terselip ditanganku,

Injil kitab sucimu, sedangkan Al-Quran kitab suciku.


Kak, aku tahu perasaan cinta adalah anugrah dari Tuhan yang maha,
Banyak perasaan nyaman yang sebenarnya lahir dari hanya sekedar menyambungkan hal-hal sederhana,
seperti kamu duduk mendengar, aku panjang bercerita,
aku menangis lalu kau yang menyeka air mata,
kemudian kita tertawa dalam banyak andai yang belum nyata.




Akhirnya, kita mengulang nyeri.
kau tetap bersikeras untuk bisa hidup bersamaku,
Tapi tak ingin memeluk agamaku,
aku tahu, aku tak bisa memaksa siapapun untuk meyakini agamaku,
tapi aku juga tak bisa dipaksakan
untuk bersatu dalam sebuah perbedaan yang sulit dikompromikan
Perpisahan dan kehilangan adalah hadiah yang paling lumrah.




Dan kita adalah sepasang rahasia nadir di puncak tubir,

Sepotong kisah ganjil

Tentang gugur cinta yang tak pernah membenci takdir



Aku tahu cinta tak pernah salah, Tuhan juga tak pernah salah,
Hanya saja kita yang sama-sama keras kepala
Melampaui batas yang sesungguhnya kitapun sudah tahu akhir ceritanya.

Kak, maka dengarlah aku, jatuh cintalah, seindahnya,
setulusnya, seperti malam yang diam-diam datang lalu merangkak perlahan mengecupi pagi,
Jatuh cintalah,
di hati yang tepat
karena kita sudah pernah salah dalam menjatuhkan hati.

Jatuh cintalah suatu ketika jika kau temukan perempuan yang lebih berani,
Lebih tangguh dariku.
Yang sanggup mengasihimu lebih dari hujan yang bertahan tuk menerobos atap rumahmu
hanya agar kau tak kedinginan sebab rumahmu tak memiliki perapian

Temukanlah dia, wanita yang mampu membuatmu selalu tersenyum,
bukan sepertiku, yang hanya bisa membuatmu terluka,
bahkan tak jarang kau teteskan air mata karena diriku,



Berhentilah hidup dalam duka yang kita bangun.



Jatuh cintalah … Jika kau temukan perempuan itu selain aku.

Kabarkan pada burung-burung gereja di bubungan rumahmu,
Fajar itu adalah bus terindah yang mengantar kepulanganku sepanjang tepian jalan.
Tulislah puisi, setelah airmata berpamitan
Dan kita tak akan bertemu kembali.

Berbahagialah kak, untuk alasan apapun yang telah kita jalani.
Akan kukenang kau sebagai masa lalu yang baik,
Yang pernah tulus kuminta pada Tuhan.
Sebab takdir, adalah hal yang paling mustahil bisa kutaklukkan,
Aku bukan tulang rusukmu yang hilang.

Selanjutnya,
Saat paragraf ini berakhir
Aku harap tak perlu lagi ada hati yang harus diketuk kembali,
Atau mencoba mengulang kisah yang sama.

Biarkan saja semuanya mengalir bersama do'a dalam sujudku
Yang menyentuh mega-mega tanpa rekayasa tanpa over drama.

Masalah hati, biar itu jadi urusanku dengan Rabbku,
Tenang saja tangisan kita ini pasti akan reda dengan sendirinya.
Kuatkan hatimu, yakinilah kak, ini yang terbaik untuk kita,
Berdoalah,
Entah di hadapan Tuhan yang mana yang kau yakini kebenarannya.





penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 01:37
Quote:

Kutulis aksara-aksara ini,
berdempetan setiap hurufnya, bukan untuk menangisimu lagi.
Kutulis narasi ini,
Bukan untuk memintamu kembali
Setelah dengan hebat kamu hancurkan hatiku sampai patah,
sampai tak kelihatan lagi mana yang utuh dan mana yang pecah.

Bukan untuk mengharapkan langkahmu kembali,
tetapi untuk mengatakan bahwa sejauh ini aku baik-baik saja,
meski tak lagi sama.

Aku baik-baik saja, sungguh.
Aku memang pernah patah, tak kuelak lagi itu.
Aku pernah merasakan sakit yang kupikir tidak ada duanya.
Aku pernah dibuat sangat cinta,
Kemudian dihempas ke tanah dengan sangat nyata.

Pernah kualami sakitnya menangis sendirian ketika merindukan,
sedang olehmu, tak pernah sampai padaku satu kabar pun.
Dan sekali lagi, pernah kualami perihnya mengharapkan,
sedang denganmu, aku tidak pernah dipertemukan.




Untuk kamu yang pernah membuatku patah,

Tidak ada dendam yang ingin kutabur padamu.

Tidak ada amarah yang ingin kuluapkan ketika bertemu.

Tidak ada benci yang ingin kupupuk ketika saling jauh.


Aku berterima kasih untuk segala hal yang pernah kamu beri,
karena dengan itu aku belajar banyak hal yang tak ku mengerti.
Tentang mencintai, kupikir itu hanya sebuah komedi.
Namun denganmu, itu pernah menjadi bagian paling menyenangkan.
Tentang merindukan, kupikir itu hanya sebuah omong kosong.
Namun dengamu, itu pernah menjadi bagian paling menggetarkan.

Untuk kamu yang pernah membuatku patah,
Apa kabar hatimu sekarang?


Kamu tak perlu takut bahwa aku masih mencintaimu,
dan kupastikan aku tidak akan melakukan itu.

Bohong, memang.
Mana mungkin patah yang sedemikian parah
membuatku begitu saja melupakan?

Mustahil, memang.
Tapi aku sedang berjalan sekarang,
Melangkahkan kaki dan menguatkan hati
bahwa aku akan melakukan hal mustahil itu.

Percayalah dengan apa yang sedang aku usahakan,
dan tersenyumlah jika aku sudah berhasil membuktikan
bahwa aku bukan lagi perempuan lemah
yang pernah mencintaimu dengan sepenuh-penuhnya cinta.



Untuk kamu yang pernah membuatku patah,
kupastikan aku akan menjadi lebih kuat.
Dan pastikan kamu menjadi lebih hebat.

Terima kasih pernah tinggal,
Sehingga aku tahu diri untuk beranjak dengan sopan.

Jadi, kukatakan selamat tinggal,
untuk patah yang pernah kamu torehkan.

Jadi, kupastikan hatiku baik-baik saja sekarang,
dan tidak lagi menjadi beban untukmu yang memilih untuk berbalik langkah.



penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 02:02
Quote:


Sebab, tak ada yang melepaskan dan tak ada yang dilepaskan.
Semuanya berjalan sebagaimana mestinya.





Pernah membenci, tapi tetap mengikuti.

Menerima perkenalan, saling tatap diam-diam,

Mengutarakan isi hati,

Berdamai dengan keadaan untuk saling jatuh hati,

Lantas kembali saling benci.


Berai-terurai, yang satu tersakiti,
dan yang lain membiarkannya tanpa kejelasan
atau justru bagi yang lain itu adalah kejelasan yang amat jelas
hingga tak perlu lagi ada penjelasan yang bertele-tele. Hanya buang waktu

Akhirnya, pada yang terlepas kini,
Kembali ingatan setiap kata-kata yang pernah diucapkan dulu.
Bagaimana dia sudah menyiapkan segalanya jauh-jauh hari.
Sebelum meninggalkan, sebelum semuanya tampak semakin menyiksa




Di waktu yang lain,
Ia berkata seakan-akan segalanya adalah milikku,
tidak akan pernah terlepas.
Ia meyakinkanku,
bahwa seluruh rasanya adalah punyaku,
walau akhirnya aku tersadar itu hanya serupa kembang yang tumbuh pada dahan,
lantas kembali gugur kapanpun ia mau,
dan angin akan membawanya mengitari sekian jarak
yang entah akan berujung di tepian yang mana.


Jika memang segalanya tidak bisa diperbaiki,
menyerahlah pada waktu.
Meski akhirnya akan ada kekecewaan,
tapi lihatlah di lain hari, itu akan membantumu menjadi yang seharusnya.

Tuhan tidak pernah terlalu cepat membagi bahagiaNya,
apalagi sampai terlambat.
Ia akan selalu tepat,
dan kau akan tahu, banyak alasan mengapa segalanya begitu tepat.

Mengutuki waktu,
Merutuki diri sendiri hanya akan membawaku pada kesedihan yang dalam,
Maka dengan bercerita,
aku menemukan sesuatu yang seakan ia berkata tetaplah menjadi yang terbaik,
Meski jauh jarak mengajarimu menjadi manusia yang sakit,
Penuh dendam dan pemarah.
Tetaplah bercerita lewat kata yang tertulis,
Karena lisan tak cukup membuatmu mengenang seluruh adegan.


penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 02:16
Quote:

Ketika rasa yang dulu pernah ada kini sudah hampir tak tersisa.
Rasa yang dulu nyata kini hanya berakhir tanya dan meninggalkan lara.

Mungkin kamu telah pulang dirumah yang salah,
meskipun ada bahagia dan duka yang dulu pernah terasa.
Tapi percuma,
jikalau memang rumah yang dulu adalah tempat yang tepat untuk kamu pulang,
kamu tak akan pernah berniat untuk meninggalkan....




Pulanglah,
kamu tak akan pernah betah untuk tinggal di rumahmu yang dulu
hingga kamu kini memilih pergi dan tak tahu kapan kamu akan kembali lagi
Atau memang tak akan pernah kembali lagi.

Pergimu bukan berniat untuk kembali ke rumah,
Pergimu bukan hanya sesaat
Tapi kamu memilih untuk pergi tanpa enggan untuk kembali lagi.

****

Berkali-kali kamu ingin mencoba untuk pergi,
Tapi berkali-kali pula aku memintamu pulang kembali kerumah ini.

Berkali-kali pula kamu sukses untuk pergi,
Tapi berkali-kali pula aku menerima dan membukakan pintu rumah kembali.


Tapi apa?
Aku yang membuka kembali rumah untukmu,
Dengan berjuta harap kamu akan belajar dari kesalahan
Dan tak pernah ingin pergi lagi....



Ternyata aku salah,
seseorang yang sebelumnya telah pergi
Tak akan pernah kembali dengan membawa perasaan yang utuh,
perasaan yang tak akan sama lagi.


Harusnya aku sadari itu sedari dulu
saat pertama kali kamu memutuskan untuk pergi.




Pergimu itu menyakitkan, sayang..

Tapi kembalimu lagi yang kesekian kali itu terasa lebih menyakitkan.


Percuma jika kembalimu hanya ingin melukai dan merusak rumahmu lagi.



Kembalimu hanya bisa membuatku berharap cemas dan menerka apa yang akan kamu lakukan,
apa kamu akan pulang ke rumah dengan kemanisan
atau justru hanya kepahitan yang harus aku telan.


Aku lelah,
Lelah jika harus memperbaiki rumah ini sendirian,
Rumah yang perlahan kamu rusak dengan sengaja atau tak sengaja
tapi itu tetap terasa sakit

Aku berusaha menjaga rumah ini agar tetap utuh
Dan tetap membuka pintu lebar untuk kepulanganmu kembali.

Tapi, sepertinya usahaku sia-sia,
kamu lagi dan lagi berulah. . . . . .











Kini pulanglah,
Kamu hanya butuh rumah yang tepat agar kamu bisa nyaman tinggal didalamnya
tanpa pernah berniat merusaknya,

Tidak seperti rumah yang dulu.
Rumah yang hanya membuatmu nyaman sesaat,
maafkan aku jika rumah ini tak bisa aku tata dengan baik di setiap ruangnya
Hingga kamu tak betah tinggal didalamnya.
Tapi setidaknya
Aku pernah berusaha memperbaiki rumah ini bukan?
Selebihnya hakmu lah untuk memilih tetap tinggal atau pergi.

Kini pulanglah,
Ku harap kamu dapat pulang dengan tepat
meski dalam rumah ini masih ada jejakmu disetiap ruangnya.

Tidak, aku tak akan menghapus semua jejakmu,
tapi aku akan menata kembali jejakmu dengan baik
dan ku simpan rapat-rapat agar jejakmu itu tak lagi melukai ku
dan jika kamu berkunjung ke rumahku lagi kamu tak lupa,
kamu pernah menjadikan rumah ini tempatmu pulang.

Pulanglah, setidaknya aku sudah pernah mendapat kepastian.








penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
= Restricted Area =
02-09-2016 02:28
Quote:

Ada disuatu masa,
ketika hatimu yang kamu kira telah kembali ceria rupanya hanya berpura-pura terlihat baik-baik saja.
Kamu tahu musuh terbesar bagi hati, ialah harapan.
Maka ketika kamu berharapan kamu harus menyiapkan kapasitas besar dalam hatimu.
Agar ketika kecewa, hatimu cukup tempat untuk menampungnya.


Kamu menghilang dari semesta,
Menyembunyikan diri adalah salah satu caramu mengembalikan suasana hati.
Hati yang berantakan seperti ini bagaimana mungkin Tuhan akan menerimanya lagi. Pikirmu.

Atau pernahkah kamu mendengar bahwa
memaafkan akan mengobati segala luka dalam hati?

Dan Pernahkah kamu merasa sudah benar-benar baik-baik saja
sampai ketika sebuah debar mengacaukan segala rencana.
Debar yang kamu kira adalah bahagia,
rupanya hanya selingan saja?
Lagi-lagi Kamu merasakan kesakitan
karenanya dan hatimu yang berkecamuk seolah memberontak ingin didengarkan.

Dalam posisi seperti ini,
kamu kembali dihadapkan pada kesakitan dan kekecewaan baru.
Salahmu sendiri yang terlalu berangan tinggi.




Yah, mungkin benar bahwa Tuhan menciptakan perempuan dengan satu kelebihan
yaitu Kuat saat Lemah.
Makanya ketika dia merasa harapannya kembali jatuh,
Dia tahu bagaimana menyembunyikan luka.

Kamu hanya mampu menangis.
Menangis dalam hati mungkin adalah kesakitan yang teramat paling.
Tapi menangis pada Pemilik segala airmata adalah menangis yang penuh kenikmatan.
Kenapa?
Karena airmatamu tidak terbuang percuma.
Dia mendengarkan,
Dia merasakan.
Hatimu yang butuh sandaran.

Sebenarnya kamu hanya perlu memaafkan apa-apa yang membuat hatimu sakit.
Walau kamu sendiri tahu bahwa memaafkan bukan berarti segala sakit yang tertoreh telah terobati.




Sekali lagi saya (beralasan) menghilang dari susunan huruf
karena tidak ingin menghadirkannya lagi dalam ingatan.
Itulah kosong yang sedang saya rasakan.

Kini setelah mencoba menapaki lagi jalan yang separuh,
Tiba-tiba angin membuat surut langkah kaki.
Menulis yang sering kusebut sebuah kesenangan,
tiba-tiba terasa sulit diayunkan.

Kamu seharusnya mengerti bahwa pertemuan hanyalah sebuah kesengajaan
yang Tuhan hadirkan dalam skenarioNya.
Apakah ada yang membekas atau sekedar saling sapa dan tertawa lepas?
Semua telah diatur olehNya.

Kita tidak bisa mengharapkan semua hal baik terjadi dalam hidup,
Seperti itupun Kegagalan, Kesakitan serta Kekecewaan.
Sebab perasaan itu hadir karena Tuhan mengizinkannya,
Dia ingin kamu belajar dan memetik hikmah di balik semuanya.

******






Semoga kelak akan datang pertemuan yang sebenar-benarnya rancangan terindah Pencipta,

Kamu mendapati genggaman hangat yang menggandeng pulang;

Pulang ke rumah yang di beri nama 'Rumah Kita'

-Sampai bertemu di Kisah Baru, Kamu-




penulis
Diubah oleh sella91
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Post ini telah dihapus oleh sella91
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
aku-mencintai-bandot-tua
Heart to Heart
apakah-ini-cinta
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia