- Beranda
- Berita dan Politik
Abu Sayyaf minta tebusan 250 juta Peso dan ancam bunuh 4 ABK Charles
...
TS
KilatTropis
Abu Sayyaf minta tebusan 250 juta Peso dan ancam bunuh 4 ABK Charles
Reporter : Nur Aditya | Rabu, 27 Juli 2016 16:27
0
5Share
Tweet

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf menebar ancaman. Mereka meminta tebusan PHP (Peso Filipina) 250 juta buat 4 awak Kapal tunda (TB) Charles ditawan, dan mengancam tak segan membunuh seluruhnya jika tak dipenuhi.
Informasi itu pertama kali diterima istri ABK Ismail, Dian Megawati Ahmad. Dia menerima telepon dari seseorang mengaku kelompok Al Habsy Misaya Group, Selasa (26/7), sekitar pukul 17.47 WITA. Suara penelepon menurut dia sama persis dengan orang yang pertama kali memberitahukan suaminya disandera.
"Dalam bahasa Inggris, di telepon mereka cuma bilang dari Al Habsy Misaya Group. Suaranya itu sama persis waktu menelepon saya pertama kali mengabarkan menyandera ABK," kata Dian kepada wartawan, saat ditemui di Posko Sandera 7 ABK, di mes karyawan PT Rusianto Bersaudara, Sungai Lais, Rabu (27/7).
Dalam telepon itu, penyandera mendesak permintaan mereka secepat mungkin dikabarkan ke perusahaan, presiden, dan media. "Saya meminta permintaan itu dikirimkan melalui SMS," ujar Dian.
Dian kembali menerima telepon dari penyandera, sekitar pukul 10.08 WITA. Kali ini, penyandera menebar ancaman. Apabila permintaan tebusan tidak segera dipenuhi, mereka mengancam membunuh ke empat ABK yang ditawan. Ke empat ABK yang disandera adalah Ismail, Robin Piter, Muhammad Sofyan, dan Muhammad Nasir.
"Mereka mengatakan, beritahu perusahaan, pemerintah, dan media, segera siapkan 250 juta peso secepatnya. Kalau tidak, mereka akan membunuh satu per satu sandera," ujar Dian.
"Saya sudah sampaikan ke perusahaan, ada 3 direksi perusahaan yang menerima kita. Cuma disampaikan bahwa perusahaan tidak bisa mengambil keputusan, segera disampaikan ke pusat (Crisis Center)," tambah Dian.
Tidak cukup sampai di situ, penyandera kembali mengirimkan pesan singkat ke Dian, pukul 11.52 WITA. Penyandera mengutarakan yang sama, meminta agar segera disampaikan kepada pemerintah, perusahaan dan pers, segera siapkan 250 juta peso.
"Saya balas sms-nya, bagaimana cara membawanya? Dikatakan penyandera uangnya dibawa ke Filipina kalau memang sudah disiapkan," ujar Dian sambil menitikkan air mata.
Guna meyakinkan Dian, salah seorang sandera, Muhammad Nasir, juga sempat berbicara selama sembilan menit. Di ujung telepon, Nasir kembali menegaskan supaya segera menyiapkan 250 juta peso, sesuai permintaan penyandera.
"Pak Nasir menegaskan di telepon, segera siapkan uang 250 juta peso itu. Itu saja yang terus dipertegas Pak Nasir," terang Dian.
[ary]
Sumber
Kalau ga salah sudah sebulan lebih sanderanya
0
5Share
Tweet

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf menebar ancaman. Mereka meminta tebusan PHP (Peso Filipina) 250 juta buat 4 awak Kapal tunda (TB) Charles ditawan, dan mengancam tak segan membunuh seluruhnya jika tak dipenuhi.
Informasi itu pertama kali diterima istri ABK Ismail, Dian Megawati Ahmad. Dia menerima telepon dari seseorang mengaku kelompok Al Habsy Misaya Group, Selasa (26/7), sekitar pukul 17.47 WITA. Suara penelepon menurut dia sama persis dengan orang yang pertama kali memberitahukan suaminya disandera.
"Dalam bahasa Inggris, di telepon mereka cuma bilang dari Al Habsy Misaya Group. Suaranya itu sama persis waktu menelepon saya pertama kali mengabarkan menyandera ABK," kata Dian kepada wartawan, saat ditemui di Posko Sandera 7 ABK, di mes karyawan PT Rusianto Bersaudara, Sungai Lais, Rabu (27/7).
Dalam telepon itu, penyandera mendesak permintaan mereka secepat mungkin dikabarkan ke perusahaan, presiden, dan media. "Saya meminta permintaan itu dikirimkan melalui SMS," ujar Dian.
Dian kembali menerima telepon dari penyandera, sekitar pukul 10.08 WITA. Kali ini, penyandera menebar ancaman. Apabila permintaan tebusan tidak segera dipenuhi, mereka mengancam membunuh ke empat ABK yang ditawan. Ke empat ABK yang disandera adalah Ismail, Robin Piter, Muhammad Sofyan, dan Muhammad Nasir.
"Mereka mengatakan, beritahu perusahaan, pemerintah, dan media, segera siapkan 250 juta peso secepatnya. Kalau tidak, mereka akan membunuh satu per satu sandera," ujar Dian.
"Saya sudah sampaikan ke perusahaan, ada 3 direksi perusahaan yang menerima kita. Cuma disampaikan bahwa perusahaan tidak bisa mengambil keputusan, segera disampaikan ke pusat (Crisis Center)," tambah Dian.
Tidak cukup sampai di situ, penyandera kembali mengirimkan pesan singkat ke Dian, pukul 11.52 WITA. Penyandera mengutarakan yang sama, meminta agar segera disampaikan kepada pemerintah, perusahaan dan pers, segera siapkan 250 juta peso.
"Saya balas sms-nya, bagaimana cara membawanya? Dikatakan penyandera uangnya dibawa ke Filipina kalau memang sudah disiapkan," ujar Dian sambil menitikkan air mata.
Guna meyakinkan Dian, salah seorang sandera, Muhammad Nasir, juga sempat berbicara selama sembilan menit. Di ujung telepon, Nasir kembali menegaskan supaya segera menyiapkan 250 juta peso, sesuai permintaan penyandera.
"Pak Nasir menegaskan di telepon, segera siapkan uang 250 juta peso itu. Itu saja yang terus dipertegas Pak Nasir," terang Dian.
[ary]
Sumber
Kalau ga salah sudah sebulan lebih sanderanya
0
1.1K
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.9KThread•58.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya