Quote:
KENDAL, suaramerdeka.com - Ratusan orang yang mengunjungi Masjid Agung Kendal saling dorong dan berdesakan untuk memperebutkan nasi bungkus pada acara haul Wali Joko, Wali Hadi, dan Wali Abu Syudjak, Rabu (13/7).
Mereka yang berdesakan adalah orang tua, remaja, dan anak-anak. Banyak ibu-ibu maupun anak-anak terjepit sewaktu mengambil nasi bungkus. Mereka yang berada di belakang, terus merangsek maju untuk mendapatkan nasi bungkus yang disiapkan Takmir Masjid Agung Kendal.
Sementara warga yang telah mendapat nasi bungkus, harus bersusah payah keluar dari kerumunan tersebut.
Sebungkus nasi dengan lauk mi, telur, dan kering tempe menjadi ritual tahunan memperingati haul Wali Joko dan Wali Hadi yang merupakan pendiri Masjid Agung Kendal.
“Memang harus susah payah untuk bisa mendapatkan nasi bungkus, karena berdesakan dengan yang lainnya. Saya percaya nasi ini akan membawa berkah, karena sebelumnya telah di beri doa,” kata salah seorang peziarah, Sumini (58) warga Patebon.
Ketua Takmir Masjid Agung Kendal KH Makmun Amin mengatakan, Wali Joko merupakan penyebar agama Islam di Kabupaten Kendal. Wali Joko wafat pada 8 Syawal sekitar empat abad silam.
Wali Joko mempunyai nama kecil Jaka Suwirya. Beliau merupakan adik dari Sunan Katong yang konon merupakan pencetus nama Kendal dan terus digunakan hingga sekarang.
“Setiap tahun pada 8 Syawal, kami menggelar haul akbar yang diisi dengan tahlil serta pengajian umum. Sementara nasi yang kami siapkan sebanyak 3.000 bungkus,” kata dia.
http://berita.suaramerdeka.com/ratus...aul-wali-jaka/
Nasi bungkus yg di dapat susah payah semoga barokah..
