Quote:
- Perkenalan
Perkenalkan namaku Yoda, Umur 18 tahun, Aku baru kelas 2 SMK dan sekarang menginjak Semester 2. Di sekolah, aku cukup berprestasi dan sering juara di kelas. Itu wajar, karena didikan ayahku yang sangat keras yang mengharuskan aku disiplin dengan waktu. Sehingga membuatku rajin belajar setiap malam.
Namun hal itu diimbangi dengan ibuku yang mendidiku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Disitu aku merasakan kehangatan kasih sayang dari seorang Ibu dan Sifat keras dari seorang Ayah secara bersamaan.
Quote:
- FPS (First Person Shooter)
Kelas 2 SMK adalah masa yang sangat membosankan. Karena hampir tiap hari kuhabiskan waktu untuk mengerjakan Laporan Bengkel. Apalagi jurasanku Mesin Industri. Jurusan paling sibuk di Sekolahku. Pulang larut malam adalah hal yang biasa bagiku. Hampir 3 X dalam seminggu aku selalu pulang jam 9 malam. Beda sekali sewaktu aku masih kelas 1 SMK, Banyak waktu kosong di kelas dan aku gunakan untuk bermain bola di halaman bengkel.Berat sekali kelas 2 SMK ini sampai membuatku stress dan jenuh.Untuk melawan stres, sebenarnya aku selalu bermain game di Handphone Nokia 7610 ku, Namun itu membuatku bosan karena tidak menantang dan monoton. Pikirku, aku butuh sebuah hiburan lain yang bisa membuat jenuhku hilang.
Aku ingat, Senin 1 Oktober 2012, setelah upacara bendera. Temanku "Syahrur" menawariku sebuah Game Online bergenre FPS, yang cukup terkenal saat itu. Ya. Game Fonemal bernama "Point Blank" dan lebih akrab disingkat "PB". Awalnya aku tidak tertarik, namun Syahrur terus memaksaku bermain Game tersebut. Katanya Game tersebut menantang karena lawan main di Game tersebut adalah orang yang sedang online. Hari itu juga, sepulang sekolah Syahrur mengajaku ke "Warnet Avatar" yang ada di depan sekolah. Baru masuk Warnet, Telingaku terasa sakit karena karena suara bising Anak - anak kecil yang sedang main Game Point Blank tersebut. Gila, suara speaker PC mereka stel penuh. Apalagi umpatan - umpatan beruntun yang keluar dari mulut anak kecil yang kebanyakan masih pake seragam merah putih.
Syahrur sih cuek, Dia langsung menuju operator Warnet dan memesan salah satu bilik Warnet yang masih kosong. " Paket 3 jam Pak " Kata Syahrur ke Operator Warnet, sambil tangannya menyerahkan uang 7500 rupiah.
Bilik sebesar 1.5 X 1.5 meter kita tempati berdua. Jujur saja aku masih enggan menyewa bilik warnet karena aku belum tau cara memainkan Game tersebut. Syahrur mulai menjalankan Game PB tersebut. Room di dalam game yang dia pilih pertama adalah "Mini Indonesia". Sebuah gurun kecil dengan denah mirip peta indonesia. "Fire in the wall" Suara yang pertama kali aku dengar ketika Game dimulai. Sungguh tak kuduga, aku diam-diam takjub dengan game tersebut. Ledakan Bom, suara rentetan senjata memenuhi telingaku.
Bikin penging sih tapi melihat Grafik yang lumayan bagus dari game tersebut. Ditambah beragam senjata yang aku lihat di Game PB itu membuat aku makin penasaran. AK 47 FC , SS2 , FAMAS, AUG. Mewarnai pertempuran di Game PB yang dimainkan Syahrur.