Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1497
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57037fb498e31b984a8b4567/rediscovering-memories
Setiap orang pasti memiliki kenangan. Entah itu pahit atau pun manis. Semua yang kita alami setiap detiknya akan terekam dengan sendirinya didalam kepala kita, beberapa begitu membekas dalam ingatan entah itu karena hal baik atau buruknya, seberapa besarnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita tidak akan pernah bi
Lapor Hansip
05-04-2016 16:04

Rediscovering Memories

Past Hot Thread
Rediscovering Memories


A truly amazing cover design thanks to quatzlcoatl


Rediscovering Memories


Setiap orang pasti memiliki kenangan. Entah itu pahit atau pun manis. Semua yang kita alami setiap detiknya akan terekam dengan sendirinya didalam kepala kita, beberapa begitu membekas dalam ingatan entah itu karena hal baik atau buruknya, seberapa besarnya perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita tidak akan pernah bisa merubah apa yang sudah tertanam dalam bentuk ingatan itu. Disini gue akan mencoba menelusuri kembali ingatan gue selama beberapa tahun ke belakang, memproyeksikan kembali kenangan kenangan yang begitu membekas dalam ingatan gue dalam sebuah bentuk tulisan tangan. Kenangan tentang seseorang yang begitu berarti untuk gue..seseorang yang selalu mengisi hari hari gue..seseorang yang selalu ada disamping gue, melukiskan senyumnya untuk menghangatkan hari hari gue, menitihkan air matanya untuk menangisi gue, sebuah kenangan yang selamanya akan selalu mengiringi langkah gue.


"Good times come and go, but the memories wont seem to let me walk away"






"The only reason people hold on to memories so tight is because memories are the only things that don't change when everything else does"

Diubah oleh fastestracer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ndsteam dan 8 lainnya memberi reputasi
7
Tampilkan isi Thread
Halaman 4 dari 75
Rediscovering Memories
17-04-2016 22:11
Part 12

Hawa dingin pagi hari ini membangunkan gue, waktu menunjukan pukul 6 pagi di jam dinding ruang tengah villa, Lexa udah ngga ada disamping gue, mungkin dia pindah ke kamar tidurnya. gue ngga ambil pusing dan mencoba untuk kembali tidur.

"Bassss..bangun baass!" Lexa menggoyang-goyangkan badan gue cukup kuat

"Ada apa sihh Lex??" tanya gue sewot

"Udah pagiii hehehe..pada mau berenang" jawab nya antusias

"Duh masih pagi banget ini..dingin berenang jam segini"

"iihhh udah jam 11 ini..ayuk bangun! yg lain aja udah pada berenang" masih menggoyang goyangkan badan gue

"iya iya ini udah bangun gue.."

Gue melihat sekeliling dan hanya menemukan beberapa orang yg masih tertidur, terdengar suara tawa dan riuh orang diluar sana diselingi dengan suara air yg berdebur. Nampaknya semua sedang asik di kolam renang.

"Nih bass..gue buatin roti selai kacang sama teh anget, baik kan gue??" Lexa nyengir lebar

"Naahh gitu dong..sekali sekali baik sama gue"

"Yeee emang kapan gue jahat?" Muka nya sok sok galak

"Iya iya Lexa mah baik.."

"Nah gitu dongg..emang gue baik" katanya pede

"Yaudah yuk ke kolam yukk.." gue mengambil roti dan membawa cangkir di tangan satunya.

"Yukk..."

Gue berjalan menuju kolam renang di halaman belakang, Lexa mengekor tepat dibelakang gue. Disana suasana sudah ramai, banyak yang berenang atau sekedar merendam kaki di tepian kolam, beberapa juga ada yg cuman duduk duduk di saung dekat kolam renang.

"Wey bass..nyebur lah sini.." ajak Ryan antusias

"Sini dong mas bas..main sama kita kita" timpal Bayu dengan nada sok sok melambai

"Gue sarapan dulu..nanti yaa cuy" balas gue "Lo kok gak berenang Lex?" gue menoleh ke arah Lexa

"Gak ah..dingin bas..gue mah ngerendem kaki ajalah" Lexa duduk ditepian kolam bergabung Dhea dan Dinda yang juga lagi merendam kakinya

Gue cuman mengangguk sambil mengunyah roti selai kacang buatan Lexa, timbul ide jahil gue untuk nyeburin Lexa ke kolam, tinggal didorong dikit ajasih ini.

gue pun segera menghabiskan roti gue dan meminum teh hangat gue, gue taruh cangkirnya di saung dekat kolam. gue menghampiri Lexa perlahan kemudian berjongkok dibelakang nya, dia menoleh ke arah gue penuh rasa curiga

"Bas......mau ngapain lo?"

tanpa menjawab, gue dorong pelan punggungnya.

-Byuuuurrr-

Lexa sukses gue ceburin ke dalam kolam, karna kepalang tanggung, jadi Dhea dan Dinda pun ikut kebagian gue ceburin.

"BASSSSSS IHHH NYEBELIN BANGETTTTTT" Lexa teriak begitu kepalanya muncul ke permukaan

"BASSSS AWAS LO YAA GUE BALESSS!" Dhea sewot

"BASTIAN AWAS LO YA GUE BALES!" Dinda ikut ikutan ngomel

Gue cuman tertawa lepas melihat mereka mencak mencak, anak anak lain pun ikut tertawa melihatnya. Gue yang sedang sibuk tertawa tidak menyadari keberadaan Ilman dibelakang gue.

"DORONG MAN!" Dinda seketika teriak penuh semangat

Gue menoleh dan mendapati Ilman dibelakang gue, tersenyum penuh arti...gue terlambat. belum sempat gue bereaksi, tubuh gue udah terlempar ke dalam air..sial...gue lengah...

"Wah sialan lo man..bersekongkol lo sama mereka" kata gue sewot melihat Ilman yg tertawa ditepi kolam

"SUKURIIIIIINNNNN JAIL SIH LO" Kata Lexa, Dhea dan Dinda berbarengan.

Lexa menghampiri gue dan memukul mukul serta tak henti hentinya menyipratkan air ke muka gue

"Rasain lo..nih...nyebelin banget sih baaaasssssss" nampaknya dia gemas

"Ampunnn Lex..hahaha...ampun..ampunnn"

Gue cuma pasrah dan tertawa menerima pukulan pukulannya.

Akhirnya gue yg udah terlanjur basah ikut bermain bersama anak anak yg lain, sekitar satu jam lamanya gue bermain dikolam, gue mulai merasa kedinginan, jadi gue keluar dari kolam dan mengeringkan diri, begitupun Lexa yang daritadi udah menggigil dan jari jarinya keriput.

Setelah membersihkan diri, gue duduk di ayunan sambil membakar rokok marlboro merah favorit gue. Gak lama Lexa datang menghampiri gue membawa secangkir teh hangat untuk menghangatkan dirinya sendiri, dia kembali mengenakan jaket gue yang ternyata sedikit kebesaran buat dia, hanya 4 jari tangannya yang terlihat dari lengan jaket itu. Lexa mengambil posisi duduk disamping gue di ayunan.

"Gara gara lo nih bas gue kedinginan, tuh tangan gue keriput keriput" Lexa menunjukan 4 jari tangannya yg keriput

"Hehehe..lagian duduk minggir-minggir amat ke kolam"

"Yeeeee! orang lagi nyantai, malah diceburin!!" jawabnya sewot sambil memukul mukul gue

"Udah gue buatin sarapan juga looo..masih aja jahatin gue" lanjutnya lagi

"Heh..berbuat baik gaboleh itung itungan"

Lexa mengerutu pelan.

Gue hanya tertawa menanggapinya.

"Eh iya bas..nanti pas pulang boleh gak gue yang nyetir?"

"NGGAK!"

Lexa pasang wajah cemberut yang dibuat buat membuat gue tertawa melihatnya

Sore ini gue memilih untuk jadi pendengar yang baik buat Lexa, mendengarkan segala celotehan nya mulai dari yang jelas, sampe hal yg gak jelas juga diomongin sama dia.

Gak kerasa kita ngobrol sampe magrib di ayunan itu. benar kata orang jika "Time flies when you are with the right person".

Waktu seakan berjalan sangat cepat saat itu dan gaada yg bisa gue perbuat akan hal itu..gue hanya bisa menikmati momen momen bersama dengan Lexa yang belum tentu bisa gue dapatkan lagi..

"Time flies fast...but the memories last forever"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sseeenv dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Rediscovering Memories
17-04-2016 23:18
Mantap Bang Bas update lagiii
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 09:11
Keknya ini sad-ending ya, mas bas? Dari cara nulisnya udah ... entahlah, lanjut
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 10:22
Quote:Original Posted By dystopiiaq
Keknya ini sad-ending ya, mas bas? Dari cara nulisnya udah ... entahlah, lanjut


setuju gan. feeling ane juga mengatakan ini cerita bakal sad ending
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 11:04
Part 13

Hari ini cuma ada 1 kelas yg gue hadiri, sementara dosen kelas kedua gue berhalangan hadir, jadi dimulai lah kegabutan gue lebih awal.

Gue dan beberapa temen kelas gue memutuskan untuk nongkrong dikantin sekalian makan siang.

Lexa duduk di meja sebrang gue bersama anak anak cewe kelas gue, sedang menikmati makan siangnya sambil bergosip ria nampaknya.

Suasana kantin yang panas luar biasa membuat gue enggan berlama lama, begitupun dengan temen temen gue. Jadi gue memutuskan untuk beranjak dari meja gue dan menghampiri Lexa.

"Lex, pulang yukk?" ajak gue

"Mau kemana sih bas buru-buru amat?" tanya Dhea yg duduk semeja dengan Lexa

"Panas banget Dhe, gak betah gue.."

"Yaudah lo aja yg cabut sana, Lexa nya tinggal sini, masih gosip nih.." sahut Amira yg duduk tepat disebelah Lexa

"Hehehe..aku emang pengen cabut kok Mir, gosipnya nanti lanjut lagi yaa" kata Lexa sambil nyengir-nyengir

"Duh susah ya kalo lagi kasmaran..pengennya berduaan terus, bikin iri aja lo berdua" Dhea mencibir

"Ihh apaansih Dhe..kamu kali sama Ryan hihi" Lexa tertawa geli

"husshh..Lexa ihh, udah deh sana pulang pulang.." muka Dhea kini memerah, nampaknya dia salting

Gue cuman nyimak, karna gue gatau apa yg mereka bicarakan.

"Yuk bas kita pulang Bas.." Lexa kini sudah ada di samping gue

"Yukk..."

Lexa sudah duduk manis di bangku samping kiri gue, dia sibuk mengatur A/C mobil karna memang cuaca hari ini terik sekali.

"Panas banget hari ini yaa..jadi pengen berenang.." Lexa memulai percakapan

"Yaudah berenang lah, di apartemen kolam renang bukannya?"

"Gamau!! diliatin orang orang nanti.."

"Yeee emang kenapa? Kalo gamau diliatin ya berenang aja di ember"

"Ih kalo gue digodain gimana sama om om?"

"Ge er banget lo, kaya ada yg mau godain aja hahaha.." goda gue.

"Banyak laahhh..gue kan imut" katanya pede sambil mengedip-ngedipkan matanya

"Imut gak yaa...?"

"Imut dong!" Lexa nyengir pede "Bas pokoknya mau berenang tapi gamau di apartemen.." lanjutnya lagi

Gue berpikir sejenak.

"Dirumah gue ajalah berenangnya..gratiss"

"Emang dirumah lo ada kolam renang?" tanya Lexa antusias

"Ada kok..nanti lo berenang sm kakak gue aja, kayanya dia dirumah" Jawab gue

"Terus lo kemana? gak berenang juga?" tanya nya heran

"Gue mah nonton aja lo kecipak-kecipuk dikolam hahaha.."

"Yee emang gue lumba-lumba!!" Lexa mengerutkan dahinya

Siang ini Lexa setuju untuk berenang dirumah gue, diperjalanan gue mampir ke apartement nya sebentar, Lexa mengambil segala perbekalan nya untuk berenang.

20 menit kemudian, kami sampai di rumah gue, gue sengaja parkir mobil gue didepan rumah karna nanti gue harus anter Lexa pulang. Gue lihat ada didepan rumah juga terparkir mobil pacar nya Niva, Robby namanya, mereka udah lebih dari setahun pacaran dan gue udah lumayan kenal sama dia, nampaknya dia lagi ngapelin kakak gue.

Gue sedang menaiki tangga menuju pintu rumah gue, Lexa mengekor dibelakang gue. Samar-samar gue mendengar dari dalam rumah suara orang yg sedang beradu mulut, feeling gue jadi gaenak, sepertinya Niva lagi berantem sama Robby.

Gue buka pintu rumah gue perlahan, dan persis ketika pintu rumah terbuka dengan sempurna..

-Plak-

Didepan mata gue persis, Robby menampar Niva yg sedang menangis di ruang tamu rumah gue..posisi Robby membelakangi pintu yg otomatis dia membelakangi gue. Niva terkejut melihat gue dan Lexa berdiri didepan pintu, Robby pun terkejut ketika dia menoleh dan mendapati gue berdiri dibelakangnya. Gue murka...

Gue tarik kerah baju Robby dari belakang dan gue hempaskan ke lantai sekuat tenaga gue, tubuh gempal Robby kini terkapar di lantai, gue berdiri melangkahinya, gue injak tangan nya dengan kaki kanan gue, gue berjongkok dan gue pegang tangan satu nya dengan tangan kiri gue untuk mencegahnya melakukan perlawanan..

"Bas..gue gak maksud ka-"

Gue gak menggubris omongannya, gue hempaskan pukulan gue sekencang-kencangnya ke arah muka nya dan mendarat tepat dihidungnya.

"Aaaarrgghhhhhh!!!" Robby teriak ketika menerima tinju gue

darah segar pun mengalir deras dari lubang hidungnya dan nampak air mata menggenang di ujung matanya..Robby menggeliat sekuat tenaga namun tidak cukup untuk melepaskan diri dari gue..

Jujur gue saat itu gelap mata, amarah gue mengambil alih pikiran gue saat itu, gue kembali menghujami wajah Robby dengan pukulan gue, kepalan gue pun sudah berlumuran darah yg berasal dari hidungnya, dia meronta ronta tidak karuan sampai akhirnya dia kehabisan tenaga.

Gue mengangkat tangan kanan gue, bersiap mengayunkan pukulan gue, entah pukulan keberapa yg akan gue hujamkan saat ini, gue sama sekali gak ingat dan gak peduli..

"Bas......." suara lirih Lexa seketika menyadarkan gue, gue menoleh dan melihat Lexa menangis sambil menutup mulutnya begitu juga Niva.

Gue mengurungkan niat gue untuk memukul Robby, emosi gue mendadak turun, gue berdiri dan melepaskan kuncian gue.

"Bas...udah.....gue takut...." suara lexa serak, berjalan ke arah gue dan memeluk gue kencang sekali

Niva kini menghampiri gue dan memeluk gue dari belakang, gue terenyuh melihat mereka begitu ketakutan melihat kelakuan gue.

"Udah bas..udah..." Suara Niva tersenggal-senggal

Gue hanya bisa diam saat itu..gue mencoba menenangkan diri gue sendiri..gue lihat Robby didepan gue mencoba berdiri dengan susah payah. gue mencoba melepaskan diri gue dari pelukan Lexa dan Niva, gue berjalan menghampiri Robby yg kini bersandar di pintu masuk.

"Jangan pernah sentuh kakak gue, dan mulai detik ini..jangan pernah deket deket sama Niva"

"Kalo lo macem macem, lo inget, Niva masih punya 2 abang lagi..sekarang lo keluar dari rumah gue.."

Lexa menarik tubuh gue menjauhi Robby, mencegah gue bertindak seperti sebelumnya.

Robby hanya merintih dan berjalan keluar, menuruni tangga sambil menjinjing sepatunya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Bas...jangan kaya gitu lagi...gue takut bas...takut banget.." Lexa masih menangis sambil memeluk gue erat sekali sementara Niva mencoba menenangkan dirinya sendiri, duduk di sofa ruang tamu.

"Maaf Lex..." cuma itu kata yang keluar dari mulut gue

"JANJI SAMA GUE LO GABAKAL GITU LAGI!" Lexa berteriak sambil mendekap gue semakin erat.

"Iya gue janji..." gue membalas pelukan Lexa, gue ingin membelai rambutnya namun gue sadar tangan kanan gue berlumuran darah, gue gamau membuat rambutnya kotor

"Udah ya Lex..jangan nangis lagi, maafin gue" Gue mencoba menenangkan, namun nangisnya semakin menjadi jadi

"COBA LO JADI GUE, NGELIAT KELAKUAN LO KAYAK TADI,GIMANA TAKUTNYA GUE!" Lexa masih belum mereda, Lexa memukul mukul dada gue.

"Maaf Lex..maafin gue.."

"GUE TAKUT BANGET BAS!!"

"Maaf Lex.."

entah sudah berapa kali gue meminta maaf namun belum berhasil menenangkan Lexa

"Hey..udah nangisnya yahh..kalo Bastian nya bandel nanti aku yg sentil hehehe.." Niva yg sudah jauh lebih tenang membantu gue menenangkan Lexa

Niva memang sangat pandai mengendalikan diri dan emosinya, tidak seperti gue, dan setelah beberapa saat sepertinya Niva berhasil membuat Lexa mereda..

Lexa berhenti menangis dan melepaskan pelukannya..Niva mengajak Lexa duduk diruang tengah dan mengisyaratkan ke gue untuk membersihkan diri gue. Gue pun mengerti dan segera bergegas ke kamar gue dilantai atas

Selagi membersihkan diri, gue terus dihantui bayangan ketakutan Lexa akan gue..Gue telah membuat dia menangis, sebelum ini, Lexa sangat gembira karna ingin berenang dirumah gue, dalam waktu singkat gue sukses merusak hari nya, menghapus senyum diwajahnya dan merubahnya menjadi tangisan kengerian..gue diselimuti dengan rasa bersalah yg amat sangat..

10 menit kemudian gue kembali ke ruang tengah, Niva nampaknya sedang mencoba mencairkan suasana, gue mengisyaratkan Niva untuk membersihkan darah di ruang tamu, Niva mengerti dan segera beranjak dari sofa, kini gue yang duduk di samping Lexa. Gue langsung memeluk Lexa, dia tidak membalas pelukan gue.

"Maafin gue ya Lex..Gue sayang sama lo, gue janji gak akan kaya gitu lagi" gue berbisik ditelinga nya sambil membelai rambutnya yg tergerai

Gue merasakan tubuh Lexa bergetar, dia menangis lagi..dia memeluk gue erat sekali.. kemudian bekata dengan lirih sekali disamping telinga gue

"Gue sayang lo bas...."

Gue tersenyum dan membiarkan nya menangis dipelukan gue...

"Gue tau itu Lex..."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sseeenv dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Rediscovering Memories
18-04-2016 11:17
Quote:Original Posted By dystopiiaq
Keknya ini sad-ending ya, mas bas? Dari cara nulisnya udah ... entahlah, lanjut



Quote:Original Posted By kandadwipa
setuju gan. feeling ane juga mengatakan ini cerita bakal sad ending


hahaha..silahkan menerka-nerka gan,ane gamau bocorin ah..

tapi kudu sabar nih gan, Endingnya masih lama hahaha emoticon-Traveller
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 14:23
Mantaf double update sekaligus hehehehhe thx bang bas
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 14:39
Suka bgt baca cerita ini..gaya penulisannya & alur ceritanya keren bgt .
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 15:47
Part 14

Lexa melepaskan pelukannya, mata nya terlihat sayu sekali, mungkin akibat dia nangis terus menerus barusan, air matanya masih tersisa di pipinya, gue seka air mata itu dengan tangan gue.

"Jangan nangis lagi ya.." kata gue sambil tersenyum

Lexa hanya mengangguk pelan.

Niva bergabung bersama kami di ruang tengah, dia nampak seperti biasa, seolah olah kejadian sebelumnya tidak pernah terjadi, wajahnya malah sumringah ketika dia datang menghampiri kami berdua. Tapi gue tau gimana sifat Niva, dia hanya ingin terlihat tegar agar orang lain tidak perlu mengkhawatirkan nya, dalam hal ini, dia mencoba membuat Lexa tetap tenang.

"Eh bas, tadi belum lo kenalin nih, siapa namanya?" Niva mencoba membuka obrolan

"Ohiya..ini Lexa, temen kuliah gue..nah ini Niva, kakak gue Lex.."

"Oohh namanya Lexa..ehtapi..temen apa temen nih?" Niva menaikan alisnya sambil tersenyum penuh maksud

"Temen kok kak.." Lexa menjawab pelan sambil tersenyum simpul

"Hemm..kalo gitu kapan rencananya mau nembak bas?"

"Apaan sih Niv..nembak apaan...emangnya rusa ditembak..hehehe.." Gue salting mampus sambil ketawa garing

"Dih salting gitu hahaha.." Niva masih menggoda gue "Ehiya, Lexa mau minum apa?"

"Gausah kak..ngerepotin jadinya.." Lexa masih malu malu gemes

"Ngga kok, gak ngerepotin aku..Bas, ambilin minum dong sana.."

"Hem..iya iyaa.." Gue beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur

Gue mengambil sekotak jus jeruk dari kulkas dan menuangkan nya ke gelas, samar samar gue mendengar Lexa dan Niva mengobrol di ruang tengah. Gue kembali dengan membawa dua gelas jus jeruk dan meletakannya di meja.

"Wah..makasih yah bas udah diambilin minum.." Niva mencoba meraih 1 gelas jus jeruk di meja yg segera gue amankan.

"Lah pede lo, ini buat gue sama Lexa, lo ambil sendiri sana.."

Niva menggerutu sendiri, Lexa hanya tertawa kecil melihat kelakuan kami

"Ohiya, Lexa mau berenang nih tadi katanya, lo temenin ya Niv.."

"Eh..engga engga...gausah bas.." Lexa sepertinya malu dan mencubit-cubit lengan gue

"Hahaha..gausah malu kali Lex, aku biasanya kalo sore emang berenang kok.." sahut Niva "Lagian masa sama kakak ipar sendiri malu hahaha"

"Ehh...emm..iya kak..." Lexa hanya tertunduk, muka nya merah merona

"Apaansih lo Niv...udah sana pada berenang.." gue mencoba mengalihkan topik

"Ohiya..yuk Lex, ganti baju nya dikamar aku aja" Ajak Niva yang kemudian berdiri dan berjalan menuju kamarnya di lantai atas.

"Iyaa kak...ayukk.." Lexa berjalan mengikuti Niva ke kamarnya, masih sempat-sempatnya dia mencubit lengan gue saat melewati gue di sofa

Gue cuman tertawa dan menjulurkan lidah ke arahnya

Sore itu mereka berdua asik berenang di halaman belakang, sementara gue asik nonton tv di ruang tengah, sesekali gue ke belakang dan duduk diteras untuk sekedar merokok dan nontonin 2 orang itu berenang. Lexa nampaknya mulai akrab dengan Niva, gue lihat Lexa udah gak malu malu lagi kaya tadi.

"Bas sini dong berenang juga.." Lexa melambaikan tangan nya, mengajak gue untuk ikut bergabung

"Gamau ah..males.." jawab gue singkat

"Ah gaasik lo bas.." Lexa menggerutu, kemudian melanjutkan berenang

Mereka berdua akhirnya keluar dari kolam jam 5 sore, kemudian membersihkan diri di kamar mandi di kamarnya Niva, dan dimana mana semua cewe itu sama...mandinya lama banget! hampir ketiduran gue nungguin mereka selesai bersih bersih.

"Bas lama ya gue mandinya?" Lexa sudah berdiri disamping gue

"Engga kok..baru 2 jam.."

"Lama dooong berarti! maaf yaahhhh.."

"he euhh...yaudah yuk mau pulang Lex?"

"Ayukk..." Lexa mengangguk mantap

Lexa pun berpamitan dengan Niva sebelum pulang, mereka sekarang udah keliatan kaya sahabat bagai kepompong, entah bagaimana caranya, itulah rahasia perempuan haha..

"Lex, sering sering main kesini ya..nanti kita jalan berdua kapan kapan, biar enak gosipnya.." Niva mengedip ngedipkan matanya

"Okee kaak, siap..nanti kita main lagi.." jawab Lexa antusias

"Eh eh..gosipin gue ya lo berdua?" tanya gue penuh rasa curiga

"Mau tau aja!" jawab mereka berbarengan, gue cuma bisa manyun

Gue dan Lexa bergegas masuk ke mobil dan langsung berangkat, gue mau ngajak Lexa makan malem dulu sebelum mengantarnya pulang ke apartement.

"Lo lagi mau makan apa Lex?"

"Emm..fast food aja kali ya..terserah lo aja" yak, jawaban semua cewek kalo ditanya mau makan apa

"Kfc mau?"

"Nggak ah.."

"Mcd gimana?"

"Bosen sih..yg lain apa?"

"Hokben?"

"Mmm..gamau"

"Terus maunya apa?"

"Burger King aja deh..."

"Tadi katanya terserah!"

Lexa cuman nyengir nyengir dodol

Gue dan Lexa akhirnya mampir ke sebuah Mall di bilangan cilandak untuk makan BK, ketika gue dan Lexa masuk ke dalam mall, kebetulan disana sedang ada semacam bazar pakaian dan make up untuk wanita.

"Bas.....boleh nggak liat liat dulu...?" Mata Lexa berbinar binar seperti anak kecil ngeliat power ranger

"Iyaudah liat liat dulu aja.." Kali ini gue yang mengekor Lexa kesana kemari

Sesekali gue berdiri agak jauh dibelakang nya ketika dia sedang dibagian make up, gue berdiri bersama beberapa cowok lainnya yg juga sedang menunggu pasangannya di kerumunan stand make up. kaki gue mulai kesemutan karna lama berdiri, dan perut gue mulai bergemuruh karena lapar.

Sekilas gue beradu pandang dengan seorang cowok seumuran abang gue yg juga lama menunggu pasangannya di stand itu, matanya seakan mengisyaratkan "I know what you feel, bro emoticon-Frown"

"Lama ya bas..?" Lexa kembali sambil menenteng beberapa plastik berisi peralatan make up dan baju baru nya

"Enggak....gak lama..enggak.."

"Hehehehe...maaf yah bas, yaudah yuk makan"

"Yukk yukk.." sahut gue yang daritadi udah kelaperan

Akhirnya gue dan Lexa makan burger yg diidam idamkan, dia menceritakan dengan antusias tentang apa apa saja yang dia beli, bahwa barang-barang itu import tapi dijual dgn harga murah, gue cuman mengangguk menanggapi nya karena sejujurnya gue gak ngerti sama barang-barang wanita.

Selesai makan, gue langsung mengantar Lexa ke apartement nya, kali ini gue gak mampir karena sudah lumayan larut dan besok kelas pagi sudah menunggu.

"Bas...makasih ya untuk hari ini.." kata Lexa sesaat sebelum turun dari mobil

"Iya sama sama Lex..gue langsung ya, gak mampir dulu.."

"Awkay boss!" Lexa tiba tiba saja mengecup pipi gue "Hati hati dijalan ya"

Gue cuman bisa tersenyum dan mengangguk

Lexa menutup pintu dan berjalan meninggalkan mobil gue sampai benar benar menghilang dari jarak pandang gue...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sseeenv dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Rediscovering Memories
18-04-2016 15:54
Quote:Original Posted By th404
Mantaf double update sekaligus hehehehhe thx bang bas


Sesuai janji, udah ane update sekaligus 2 part ya gan hehehe emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By bp25
Suka bgt baca cerita ini..gaya penulisannya & alur ceritanya keren bgt .


Terimakasih gan, pantengin terus cerita ane emoticon-Malu
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 16:43
thx update nya gan. makin sering ane nongkrong d thread agan kalo begini hehehe
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 17:08
Wah dibonusin hehehhehe mantap dah pantengin terus ini
0 0
0
Rediscovering Memories
18-04-2016 17:54
Quote:Original Posted By fastestracer




Terimakasih gan, pantengin terus cerita ane emoticon-Malu


Oke bang,di tunggu updatenya ya..haha
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 08:59
Quote:Original Posted By kandadwipa
thx update nya gan. makin sering ane nongkrong d thread agan kalo begini hehehe



Quote:Original Posted By th404
Wah dibonusin hehehhehe mantap dah pantengin terus ini



Quote:Original Posted By bp25
Oke bang,di tunggu updatenya ya..haha



Monggo gan monggoo.. tungguin aja update nya yaa emoticon-Toast
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 11:17
Nitip bikin tenda gan , kayanya seru nih emoticon-Big Grin
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 12:16
Quote:Original Posted By jurig69
Nitip bikin tenda gan , kayanya seru nih emoticon-Big Grin



Monggo gan..jangankan tenda, apartement juga hayukk emoticon-Toast
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 13:56
ijin nenda bang bas

tante lexa loveable banget ya
kelakuan yg gabisa ditebak itu yg bikin greget
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 16:48
Quote:Original Posted By jabrikjah
ijin nenda bang bas

tante lexa loveable banget ya
kelakuan yg gabisa ditebak itu yg bikin greget


Monggo gan, rumah susun juga hayukk!emoticon-Ngakak


Kalo ane sih udah gregetan bener-bener gan ngadepin Lexa emoticon-Hammer2
0 0
0
Rediscovering Memories
19-04-2016 21:43
Suka banget nih ceritax
D tunggu ya part 15
Mantab gan
0 0
0
Rediscovering Memories
20-04-2016 04:18
Part 15

Sepanjang perjalanan pulang, gue melamun, pikiran gue seperti memutar ulang kejadian yang gue alami hari ini, terutama bagian Lexa mencium pipi gue yg sukses bikin gue senyum-senyum sendiri.

Gak sadar, ternyata gue udah sampe didepan rumah. Gue parkir mobil gue didepan pagar, rupanya abang-abang gue pulang kerumah hari ini, digarasi terparkir mobil Bang Adam dan motor Bang Alvin.

Gue berjalan ke dalam rumah, melalui ruang tamu dan di ruang tengah gue mendapati abang-abang gue serta kakak gue sedang berkumpul disitu, gue menduga mungkin Niva sedang curhat tentang kejadian siang ini, gue lihat dia memegang selembar tissue dan sesekali menyeka ujung matanya, gue dan saudara-saudara gue memang sangat akrab dan terbuka satu sama lain, sering kami sekedar curhat atau sharing tentang kehidupan masing-masing.

Ketika gue berjalan menuju ruang tengah, semua langsung menoleh ke arah gue.

"Eh bas..sini duduk" kata Bang Adam dengan nada datar dan ekspresi serius.

Kayaknya gue bakal dinasehatin soal kejadian siang tadi, gue berjalan dan mengambil posisi duduk disamping Bang Alvin

"Tadi siang lo mukulin anak orang?" Masih dengan nada dan ekspresi yg sama, abang-abang gue memang sangat mengintimidasi

"I..iya bang.." jawab gue tertunduk, persis dugaan gue, ini yg bakal jadi topik bahasan malem ini

"Mati nggak anak orang?" kini Bang Alvin ikut bersuara

"Enggak bang.." Gue masih tertunduk

"Kenapa lo pukulin?" lanjut Bang Alvin

"Gak suka gue bang, dia main tangan sama Niva pas didepan mata gue.."

Kedua abang gue cuman mengangguk-angguk

"Terus?" selidik Bang Adam

"Ya gue tarik lah bang, abis itu gue tonjok"

"Kok lo nggak manggil kita?" lanjut Bang Adam

"Lah...??" kini gue bingung dan masang muka bodoh "Maksudnya?"

"Ya biar kita ikut mukulin lahh hahahaha.." Jawab Bang Alvin diiringi tawa Bang Adam dan Niva "Berani si Robby rupanya nampar adek abang ini hahaha.."

"Ya..yakali..." suasana tegang tiba tiba langsung mencair "Matilah dia bang kalo elo yg sikat hahaha.."

Sesaat tadi gue kira bakalan habis diomelin sama kedua abang gue ini, nyatanya gue emang segan sama mereka, selain karna mereka lebih tua, juga karna Bang Alvin ini badannya gede betul, hobi dia ngegym seminggu 2-3 kali, kalo Bang Adam sendiri, dia gak serem, tapi sangat mengintimidasi kalo lagi serius, lebih mirip mafia mafia di film godfather lah..

"Oiya..kata Niva lo udah punya cewe ya? Cantik pula kaya bule" tanya Bang Adam di sela sela obrolan kami

"Temen aja itu bang..bukan pacar..eh..belum..hehehe..."

"Ohhh..siapa namanya? kenalin ke gue dong" lanjutnya lagi

"Alexandra bang..iya nanti gue kenalin, eh kok lo bisa bilang dia cantik dan kaya bule?" gue mengerutkan dahi, baru Niva yg kenalan sama Lexa di keluarga gue

"Iyalahhh..kan gue punya bbm nya Lexa.." sahut Niva

"hemm..udah akrab rupanya lo berdua.." cibir gue

"Buruan pacarin bas, biar bisa jadi pager ayu di nikahan gue hahaha.." kata Bang Adam sambil mengganti ganti channel tv

"Ya liat nanti deh.." jawab gue males, gue merasa belum siap kalo harus nembak Lexa dalam waktu dekat, gue juga masih terbayang bayang kegagalan gue dalam berhubungan sebelumnya.

Malem itu gue dan abang abang gue ngobrol-ngobrol ringan sambil main PS yang ujung ujungnya jadi begadang sampe subuh, sukses membuat gue sedikit kesiangan pagi hari nya.

Pagi ini gue siap siap kilat, mandi 5 menit, sarapan gue bawa buat makan dimobil, semua buku matkul gue masukin ke tas karna gue gapernah hafal jadwal mata kuliah gue sendiri, semua udah beres, tinggal berangkat.

"Mas, tadi abang pesen suruh pake mobil dia kuliahnya, mobil mu dipake sama abang kerja" Mbok gue menghampiri saat gue sedang mengikat tali sepati

"Ohiya makasih ya mbok, saya jalan dulu, titip rumah ya.."

Gue segera bergegas ke mobil dan tancap gas menuju kampus. Kegiatan perkuliahan berlangsung seperti biasa, membosankan dan bikin ngantuk, gue duduk disamping Lexa di baris belakang, udah lama juga gak bersebelahan sama dia dikelas. Disela sela pelajaran, Lexa mencolek gue dan menyodorkan hp nya didepan gue.

"Bas, liat deh, masa banyak yg sms gue 'hai' gitu, ada yg ngajak kenalan, ada yg ngeadd bbm juga" Lexa bicara setengah berbisik

"Hemm..terus?" gue tau memang cepat atau lambat Lexa bakal punya penggemar

"Ya gak ada terusannya.."

"Lo ngga bales balesin fans lo?" selidik gue, ada sedikit rasa yg mirip cemburu, tp mungkin lebih tepatnya insecure

"Enggak ah..takutttt..hihihi"

"Takut kenapa?" gue menaikan sebelah alis gue

"Takut ada yg cemburu nanti hihihi.." Lexa menjulurkan lidah nya penuh maksud

"Siapa emang yg cemburu?"

"Elo lah..lo kan salah satu fans gue hihihi" jawabnya pede sambil memainkan rambutnya dgn telunjuknya

"Lah..? elo kali yg ngefans sama gue, kan elo yg ngajak kenalan" Jawab gue dengan nada meledek

"Ehiya..ya..." Lexa menutupi mulutnya, gue cuman bisa nyengir pede

Gue mengambil hp Lexa dan melihat lihat isi smsnya, ada sekitar 10 nomer berbeda yg sms Lexa, bermacam macam memang, ada yg cuman nyapa, ada yang nanya boleh kenalan apa engga, bahkan ada yg langsung bilang suka, dan emang gaada satupun yg di respon sama Lexa, diam diam gue merasa lega..

"Bas bas bas...itu di siku lo ada apa?" Lexa membuyarkan fokus gue ke hp nya

"Hem? ada apaan?" Gue mengangkat tangan gue untuk melihat ada apa di siku gue

"Yak..silahkan bastian maju ke depan.." Suara dosen menganggetkan gue, maju? untuk apa?

"Hah? Maju pak?" tanya gue kebingungan

"Iya, itu kamu angkat tangan, silahkan jawab soal nomer 13"

Gue melongo, sesaat gue sadar apa yg sedang terjadi..Lexa menjebak gue! dia bilang sesuatu tentang siku tadi biar gue angkat tangan!! gue menoleh dan mendapati dia sedang tertawa tanpa suara, puas sekali, dia menutup mulutnya mencegah suara tawanya meledak, mukanya menjadi merah..

"Baik pak..." Gue pasrah dan akhirnya bangkit dari bangku gue, gue jitak pelan Lexa saat gue berjalan melaluinya "Awas lo ya!" kata gue setengah berbisik

"Cemangat basss hihihi.." Kata Lexa sok imut sambil mengacungkan kedua jempol nya

Ya..cukup lama gue dibuat berdiri didepan, karna gue harus berpikir cara memecahkan soal ini, kalo daritadi merhatiin dosen sih gapapa, lah wong ngobrol, gue hopeless..jadilah gue menggunakan option 'Call a friend', Dhea yg duduk paling depan mendikte gue cara mengerjakan soal yg baik dan benar tanpa sepengetahuan dosen, sementata dibelakang sana Lexa masih tertawa geli.

Ibaratnya saat ini Dhea adalah malaikat penyelamat gue, sedangkan Lexa adalah setan yang mencoba menarik gue ke lubang neraka..terimakasih Dhea, jasa jasamu tak kan pernah ku lupakan...

Gue balik ke kursi gue, gue menoleh ke Lexa, Lexa menoleh ke gue dengan ekspresi lugu, polos, tak bersalah

"Puas lo ya ngerjain gue?"

"Tuh gitu aja ngambek sihh lo mah.." Lexa menggoda gue, dia mencolek-colek pipi gue

"Btw...gue PUAS banget! hahaha" Lexa tertawa penuh kemenangan

Gue cuman bisa gondok dalem hati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Halaman 4 dari 75
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
black-eye-cp3
Stories from the Heart
black-eye2
Stories from the Heart
teror-hantu-dewi
Stories from the Heart
penghuni-lain-di-rumah-kost
icon-jualbeli
Jual Beli
Copyright © 2019, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia