- Beranda
- Berita Dunia Hiburan
Java Jazz 2016 Usung Tema Exploring Indonesia
...
TS
gesermeja
Java Jazz 2016 Usung Tema Exploring Indonesia
Quote:

Spoiler for BERITA:
JAKARTA -- Perhelatan musik tahunan Jakarta International Java Jazz Festival kembali akan digelar pada 4-6 Maret 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Tahun ini, Java Jazza mengusung tema Exploring Indonesia.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, musik adalah bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan, termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara.
“Terima kasih telah mengambil tema Exploring Indonesia. Terima kasih pula menggunakan desain Adat Toraja, Sulawesi Selatan. Inilah salah satu bentuk implementasi Indonesia Incorporated, bersatu untuk mempopulerkan nama Indonesia. Salam Wonderful Indonesia,” ujar Menpar dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/2).
Brand Java Jazz dalam jagat musik jazz internasional sudah mendunia. Musisi jazz terbaik bakal tampil di Jakarta. “Ini momentum baik untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia juga," ungkap Arief.
Salah satu musisi yang akan mengisi acara adalah Musikus Jazz asal Italia, Enrico Rava. Konser Enrico Rava ini juga sekaligus merupakan tur Asia miliknya. Selain Java Jazz, rencananya musisi berumur 76 tahun ini juga akan menghadiri Singapore Jazz Festival pada 6 Maret mendatang dan konser Jazz di Thailand pada 1-2 Maret. Dalam pementasan nanti, pemain trompet asal Turin ini akan memperkenalkan karya barunya "Wild Dance" dihadapan penggemar Jazz di Asia.
Yang menarik, tahun ke-12 ini, Java Jazz 2016 kembali mengusung tema yang mengangkat keindahan serta kekayaan budaya Indonesia, yaitu "Exploring Indonesia". Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, desain yang akan dihadirkan sebagai pendukung tema tahun ini menampilkan desain Toraja.
Toraja adalah suku yang bermukim di kawasan pegunungan di utara Sulawesi Selatan. Suku ini dikenal memiliki kekhasan, terutama ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya nan megah. Kemegahan inilah yang akan mewarnai perhelatan JJF, dari tiket, baliho, sampai interior dan eksterior venue-nya. Tahun lalu, JJF menampilkan topeng barong khas Bali dalam grafis kontemporer menarik.
Java Jazz 2016 akan menghadirkan 11 panggung yang masing-masing menampilkan sekitar 3 show setiap harinya. Secara total, tahun ini akan ada lebih-kurang 40 penampilan musikus Indonesia serta 36 penampilan musikus internasional. Dua bintang kenamaan, Robin Thicke dan David Foster, juga akan tampil di Java Jazz 2016 dan mengisi penampilan untuk special show
Terlepas dari segi tema Toraja, perhelatannya sendiri tak banyak perubahan. Hal ini diakui Dewi Gontha, selaku ketua penyelenggara, kepada awak media di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. "Acara kami tak akan banyak perbedaan dari tahun lalu. Kami tetap mengusung tema festival musik dengan jumlah panggung lebih dari satu," ujar Dewi, yang juga putri pengusaha Peter F Gontha, sang penggagas JJF.
Menurut Dewi, sama seperti tahun lalu, pertunjukan musik bakal digelar di 11 panggung berbeda. Setiap panggung setidaknya akan menampilkan tiga pertunjukan musik dari beberapa artis lokal dan dunia.
"JJF kan tiga hari ya, setiap hari akan ada 33 penampilan dari banyak musisi. Kalau dihitung-hitung, total dari penampilan selama tiga hari ada 100 ," kata Dewi seraya menegaskan makna postif JJF. "Melalui penampilan-penampilan itu, kami ingin mempromosikan budaya Indonesia secara positif."
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, musik adalah bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan, termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara.
“Terima kasih telah mengambil tema Exploring Indonesia. Terima kasih pula menggunakan desain Adat Toraja, Sulawesi Selatan. Inilah salah satu bentuk implementasi Indonesia Incorporated, bersatu untuk mempopulerkan nama Indonesia. Salam Wonderful Indonesia,” ujar Menpar dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/2).
Brand Java Jazz dalam jagat musik jazz internasional sudah mendunia. Musisi jazz terbaik bakal tampil di Jakarta. “Ini momentum baik untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia juga," ungkap Arief.
Salah satu musisi yang akan mengisi acara adalah Musikus Jazz asal Italia, Enrico Rava. Konser Enrico Rava ini juga sekaligus merupakan tur Asia miliknya. Selain Java Jazz, rencananya musisi berumur 76 tahun ini juga akan menghadiri Singapore Jazz Festival pada 6 Maret mendatang dan konser Jazz di Thailand pada 1-2 Maret. Dalam pementasan nanti, pemain trompet asal Turin ini akan memperkenalkan karya barunya "Wild Dance" dihadapan penggemar Jazz di Asia.
Yang menarik, tahun ke-12 ini, Java Jazz 2016 kembali mengusung tema yang mengangkat keindahan serta kekayaan budaya Indonesia, yaitu "Exploring Indonesia". Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, desain yang akan dihadirkan sebagai pendukung tema tahun ini menampilkan desain Toraja.
Toraja adalah suku yang bermukim di kawasan pegunungan di utara Sulawesi Selatan. Suku ini dikenal memiliki kekhasan, terutama ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya nan megah. Kemegahan inilah yang akan mewarnai perhelatan JJF, dari tiket, baliho, sampai interior dan eksterior venue-nya. Tahun lalu, JJF menampilkan topeng barong khas Bali dalam grafis kontemporer menarik.
Java Jazz 2016 akan menghadirkan 11 panggung yang masing-masing menampilkan sekitar 3 show setiap harinya. Secara total, tahun ini akan ada lebih-kurang 40 penampilan musikus Indonesia serta 36 penampilan musikus internasional. Dua bintang kenamaan, Robin Thicke dan David Foster, juga akan tampil di Java Jazz 2016 dan mengisi penampilan untuk special show
Terlepas dari segi tema Toraja, perhelatannya sendiri tak banyak perubahan. Hal ini diakui Dewi Gontha, selaku ketua penyelenggara, kepada awak media di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu. "Acara kami tak akan banyak perbedaan dari tahun lalu. Kami tetap mengusung tema festival musik dengan jumlah panggung lebih dari satu," ujar Dewi, yang juga putri pengusaha Peter F Gontha, sang penggagas JJF.
Menurut Dewi, sama seperti tahun lalu, pertunjukan musik bakal digelar di 11 panggung berbeda. Setiap panggung setidaknya akan menampilkan tiga pertunjukan musik dari beberapa artis lokal dan dunia.
"JJF kan tiga hari ya, setiap hari akan ada 33 penampilan dari banyak musisi. Kalau dihitung-hitung, total dari penampilan selama tiga hari ada 100 ," kata Dewi seraya menegaskan makna postif JJF. "Melalui penampilan-penampilan itu, kami ingin mempromosikan budaya Indonesia secara positif."
Quote:

Spoiler for BERITA:
JAKARTA - Musik adalah bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan pesan. Termasuk mentransfer pesan budaya dan promosi pariwisata sebuah negara.
Itulah yang terjadi di perhelatan musik tahunan Jakarta International Java Jazz Festival, 4-6 Maret 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
“Terima kasih telah mengambil tema Exploring Indonesia. Terima kasih pula menggunakan desain Adat Toraja, Sulawesi Selatan. Inilah salah satu bentuk implementasi Indonesia Incorporated, bersatu untuk mempopulerkan nama Indonesia. Salam Wonderful Indonesia,” ungkap Arief Yahya, Menpar RI.
Brand Java Jazz dalam jagat musik jazz internasional sudah mendunia. Musisi jazz terbaik bakal tampil di Jakarta.
“Ini momentum baik untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia juga,” kata Arief Yahya.
Salah satu musisi yang akan mengisi acara adalah Musikus Jazz asal Italia, Enrico Rava. Konser Enrico Rava ini juga sekaligus merupakan tur Asia miliknya.
Selain Java Jazz, rencananya musisi berumur 76 tahun ini juga akan menghadiri Singapore Jazz Festival pada 6 Maret mendatang dan konser Jazz di Thailand pada 1-2 Maret. Dalam pementasan nanti, pemain trompet asal Turin ini akan memperkenalkan karya barunya "Wild Dance" dihadapan penggemar Jazz di Asia.
Yang menarik, tahun ke-12 ini, Java Jazz 2016 kembali mengusung tema yang mengangkat keindahan serta kekayaan budaya Indonesia, yaitu "Exploring Indonesia".
Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, desain yang akan dihadirkan sebagai pendukung tema tahun ini menampilkan desain Toraja.
Toraja adalah suku yang bermukim di kawasan pegunungan di utara Sulawesi Selatan. Suku ini dikenal memiliki kekhasan, terutama ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya nan megah.
Kemegahan inilah yang akan mewarnai perhelatan JJF, dari tiket, baliho, sampai interior dan eksterior venue-nya. Tahun lalu, JJF menampilkan topeng barong khas Bali dalam grafis kontemporer menarik.
Java Jazz 2016 akan menghadirkan 11 panggung yang masing-masing menampilkan sekitar 3 show setiap harinya.
Secara total, tahun ini akan ada lebih-kurang 40 penampilan musikus Indonesia serta 36 penampilan musikus internasional. Dua bintang kenamaan, Robin Thicke dan David Foster, juga akan tampil di Java Jazz 2016 dan mengisi penampilan untuk special show
Terlepas dari segi tema Toraja, perhelatannya sendiri tak banyak perubahan. Hal ini diakui Dewi Gontha, selaku ketua penyelenggara, kepada awak media di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Acara kami tak akan banyak perbedaan dari tahun lalu. Kami tetap mengusung tema festival musik dengan jumlah panggung lebih dari satu," ujar Dewi, yang juga putri pengusaha Peter F Gontha, sang penggagas JJF.
Menurut Dewi, sama seperti tahun lalu, pertunjukan musik bakal digelar di 11 panggung berbeda. Setiap panggung setidaknya akan menampilkan tiga pertunjukan musik dari beberapa artis lokal dan dunia.
"JJF kan tiga hari ya, setiap hari akan ada 33 penampilan dari banyak musisi. Kalau dihitung-hitung, total dari penampilan selama tiga hari ada 100. Melalui penampilan-penampilan itu, kami ingin mempromosikan budaya Indonesia secara positif ," kata Dewi seraya menegaskan makna postif JJF.
Diakui Dewi, JJF selalu mengangkat tema yang berhubungan dengan etnis Indonesia. Agar tidak membosankan di mata anak muda, Dewi berusaha mengemas tema-tema etnis itu dengan gaya masa kini.
"Kami akan terus mengangkat tema etnis, namun kami menampilkannya sesuai selera anak muda agar dapat diterima semua umur," tutur Dewi.
Dengan begitu, musik dan budaya Indonesia bisa mendunia.
Soal musisi dunia yang bakal naik panggung JFF, tahun ini bakal ada David Foster. Sang komposer terkenal akan beraksi di Special Show. Tak sendirian, melainkan ditemani oleh musisi pop lain, Robin Thicke.
Sementara itu, JJF 2016 juga akan kedatangan musisi jazz mancanegara lain, sebut saja Level 42, Michelle Walker, Tokyo Ska Paradise, Rick Braun, Ron King Big Brand, Hiatus Kaiyote, Chris Botti, dan lain-lain.
Sederet musisi jazz lokal pun sudah disiapkan oleh JJF tahun ini, di antaranya Barasuara, Mocca, Kunto Aji, Laid This Nite, Otti Jamalus, Sopana Sokya, dan masih banyak lagi.
Agaknya, JJF tidak akan afdol jika tidak menyuguhkan kejutan. Beberapa musisi lokal yang akan tampil di JJF ini sudah siap memberikan kejutan-kejutan.
Itulah yang terjadi di perhelatan musik tahunan Jakarta International Java Jazz Festival, 4-6 Maret 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.
“Terima kasih telah mengambil tema Exploring Indonesia. Terima kasih pula menggunakan desain Adat Toraja, Sulawesi Selatan. Inilah salah satu bentuk implementasi Indonesia Incorporated, bersatu untuk mempopulerkan nama Indonesia. Salam Wonderful Indonesia,” ungkap Arief Yahya, Menpar RI.
Brand Java Jazz dalam jagat musik jazz internasional sudah mendunia. Musisi jazz terbaik bakal tampil di Jakarta.
“Ini momentum baik untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia juga,” kata Arief Yahya.
Salah satu musisi yang akan mengisi acara adalah Musikus Jazz asal Italia, Enrico Rava. Konser Enrico Rava ini juga sekaligus merupakan tur Asia miliknya.
Selain Java Jazz, rencananya musisi berumur 76 tahun ini juga akan menghadiri Singapore Jazz Festival pada 6 Maret mendatang dan konser Jazz di Thailand pada 1-2 Maret. Dalam pementasan nanti, pemain trompet asal Turin ini akan memperkenalkan karya barunya "Wild Dance" dihadapan penggemar Jazz di Asia.
Yang menarik, tahun ke-12 ini, Java Jazz 2016 kembali mengusung tema yang mengangkat keindahan serta kekayaan budaya Indonesia, yaitu "Exploring Indonesia".
Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, desain yang akan dihadirkan sebagai pendukung tema tahun ini menampilkan desain Toraja.
Toraja adalah suku yang bermukim di kawasan pegunungan di utara Sulawesi Selatan. Suku ini dikenal memiliki kekhasan, terutama ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya nan megah.
Kemegahan inilah yang akan mewarnai perhelatan JJF, dari tiket, baliho, sampai interior dan eksterior venue-nya. Tahun lalu, JJF menampilkan topeng barong khas Bali dalam grafis kontemporer menarik.
Java Jazz 2016 akan menghadirkan 11 panggung yang masing-masing menampilkan sekitar 3 show setiap harinya.
Secara total, tahun ini akan ada lebih-kurang 40 penampilan musikus Indonesia serta 36 penampilan musikus internasional. Dua bintang kenamaan, Robin Thicke dan David Foster, juga akan tampil di Java Jazz 2016 dan mengisi penampilan untuk special show
Terlepas dari segi tema Toraja, perhelatannya sendiri tak banyak perubahan. Hal ini diakui Dewi Gontha, selaku ketua penyelenggara, kepada awak media di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Acara kami tak akan banyak perbedaan dari tahun lalu. Kami tetap mengusung tema festival musik dengan jumlah panggung lebih dari satu," ujar Dewi, yang juga putri pengusaha Peter F Gontha, sang penggagas JJF.
Menurut Dewi, sama seperti tahun lalu, pertunjukan musik bakal digelar di 11 panggung berbeda. Setiap panggung setidaknya akan menampilkan tiga pertunjukan musik dari beberapa artis lokal dan dunia.
"JJF kan tiga hari ya, setiap hari akan ada 33 penampilan dari banyak musisi. Kalau dihitung-hitung, total dari penampilan selama tiga hari ada 100. Melalui penampilan-penampilan itu, kami ingin mempromosikan budaya Indonesia secara positif ," kata Dewi seraya menegaskan makna postif JJF.
Diakui Dewi, JJF selalu mengangkat tema yang berhubungan dengan etnis Indonesia. Agar tidak membosankan di mata anak muda, Dewi berusaha mengemas tema-tema etnis itu dengan gaya masa kini.
"Kami akan terus mengangkat tema etnis, namun kami menampilkannya sesuai selera anak muda agar dapat diterima semua umur," tutur Dewi.
Dengan begitu, musik dan budaya Indonesia bisa mendunia.
Soal musisi dunia yang bakal naik panggung JFF, tahun ini bakal ada David Foster. Sang komposer terkenal akan beraksi di Special Show. Tak sendirian, melainkan ditemani oleh musisi pop lain, Robin Thicke.
Sementara itu, JJF 2016 juga akan kedatangan musisi jazz mancanegara lain, sebut saja Level 42, Michelle Walker, Tokyo Ska Paradise, Rick Braun, Ron King Big Brand, Hiatus Kaiyote, Chris Botti, dan lain-lain.
Sederet musisi jazz lokal pun sudah disiapkan oleh JJF tahun ini, di antaranya Barasuara, Mocca, Kunto Aji, Laid This Nite, Otti Jamalus, Sopana Sokya, dan masih banyak lagi.
Agaknya, JJF tidak akan afdol jika tidak menyuguhkan kejutan. Beberapa musisi lokal yang akan tampil di JJF ini sudah siap memberikan kejutan-kejutan.
Quote:
Ayo buruan 4-5-6 maret ini loh.. 
https://www.javajazzfestival.com/
LINE-UP Musisi

https://www.javajazzfestival.com/
LINE-UP Musisi
Spoiler for MUSISI YANG TAMPIL:
5 Petani
5 Romeo
Afgan: Back to the 90’s Roots
AFA Trio
Adera
Adhitia Sofyan
Agung Munthe Experience
Albert Fakdawer & Samantha Pangkey
Alsa
Andira
Andre Hehanussa
Art of Tree
BadBadNotGood
Barasuara
Barong
Barry Likumahua
Bass G & Co
Be3
BNI Project “Indonesian Duets” feat Andien, Marcell, Teza Sumendra, Tompi, Regina, etc
Boney James
Bonita & The Hus band
Brainjuice Parlor
Brian Simpson special guest Tony Monaco
Bubugiri
Candy Dulfer
Charlie Lim
Chris Botti featuring Sting
David Foster & Hava Jazz Friends
Deredia
Dewa Budjana
Dian Pramana Poetra & Elfa Singers feat Fariz R.M
Dikta project
Dwiki Dharmawan & His Polish Friends
Embasssy of Holland: Berget Lewis
Embassy of India: Joe Alvares and the Indian All Stars
Embassy of Mexico: Los Musicos de Jose
Endah n’ Resha
Endah n’ Resha + Dialog Dini Hari
Eric Benet
Erwin Gutawa & Gita Gutawa present DARR
Float feat Riza Arshad
Gamaliel Audrey Cantika (GAC)
Glenn Fredly
Glenn Waas
Hiatus Kaiyote
HiVi
Idang Rasjidi
Indonesian Real Book by Indonesian All Stars feat. Benny Likumahuwa dkk
Indonesia Songbook by Shadow Puppets & Harvey Mailaihollo feat Maera, Shelomita & Ron King Sextet
Indro Hardjodikoro
Isyana Sarasvati
Jacob Collier
Jazz on Broadwat feat Lea Simanjuntak, Andrea M & Aimee Saras
Jazz Orchestra of Concertgebouw
Joey DeFrancecco Trio
Kunto Aji
Kurt Elling
Laid This Nite
Larry Coryell & David Garfield
Level 42
Maliq & D’Essentials
Marcell Siahaan
Marco Marche
Margo Rising Stars
Michelle Walker
MLD Jazz Project
Mocca
Monty Alexander Harlem-Kingston Express
Mp3trio
Naif
NET Masa Kini Showcase: Rizki Febian cs
New West Guitar Group
Noh Salleh
November Kings
ODDS
Orquesta Buena vista Social ClubR “Adios Tour”
Patty Austin with Jazzorchestra of Concertgebouw
Raisa Sings Soundtracks
RAN
REI
Relish
Replay feat Coboy, Lingua & ME
Richard Galliano New Musette Quartet
Rick Braun
Rida Sita Dewi
Robin Thicke
Ron King Big Band
Seun Kuti & Egypt 80
Sopana Sokya
Sore
Sunyotok
Syahrani & Queenfireworks
Teza Sumendra
The Ambassadors
The Daunas
The Embassy of Italy & The Italian Culture Institute Jakarta: Enrico Rava 4et
Till Bronner
TND
Tohpati Ethnomission
Tokyo Ska Paradisse Orchestra
Tomorroe People Ensemble
Tony Monaco
Topeng Jazz Dwiki Dharmawan & His polish friends
TOR
Trans Brothers (TransCorp)
White Shoes & The Couples Company
White Shoes & The Couples Company + Sentimental Moods
Wojtek Pilichowski & friends
Yamaha guitar project feat Jubing Kristianto, Denny Chasmala, Is “Payung Teduh”, Henry Budhidharma & Ronald Steven
Yamaha music project feat Glenn Fredly, Isyana Sarasvati & Marcello Tahitoe
Yance Manusama & Otti Jamalus
Yellowjacks
Yura Yunita
5 Romeo
Afgan: Back to the 90’s Roots
AFA Trio
Adera
Adhitia Sofyan
Agung Munthe Experience
Albert Fakdawer & Samantha Pangkey
Alsa
Andira
Andre Hehanussa
Art of Tree
BadBadNotGood
Barasuara
Barong
Barry Likumahua
Bass G & Co
Be3
BNI Project “Indonesian Duets” feat Andien, Marcell, Teza Sumendra, Tompi, Regina, etc
Boney James
Bonita & The Hus band
Brainjuice Parlor
Brian Simpson special guest Tony Monaco
Bubugiri
Candy Dulfer
Charlie Lim
Chris Botti featuring Sting
David Foster & Hava Jazz Friends
Deredia
Dewa Budjana
Dian Pramana Poetra & Elfa Singers feat Fariz R.M
Dikta project
Dwiki Dharmawan & His Polish Friends
Embasssy of Holland: Berget Lewis
Embassy of India: Joe Alvares and the Indian All Stars
Embassy of Mexico: Los Musicos de Jose
Endah n’ Resha
Endah n’ Resha + Dialog Dini Hari
Eric Benet
Erwin Gutawa & Gita Gutawa present DARR
Float feat Riza Arshad
Gamaliel Audrey Cantika (GAC)
Glenn Fredly
Glenn Waas
Hiatus Kaiyote
HiVi
Idang Rasjidi
Indonesian Real Book by Indonesian All Stars feat. Benny Likumahuwa dkk
Indonesia Songbook by Shadow Puppets & Harvey Mailaihollo feat Maera, Shelomita & Ron King Sextet
Indro Hardjodikoro
Isyana Sarasvati
Jacob Collier
Jazz on Broadwat feat Lea Simanjuntak, Andrea M & Aimee Saras
Jazz Orchestra of Concertgebouw
Joey DeFrancecco Trio
Kunto Aji
Kurt Elling
Laid This Nite
Larry Coryell & David Garfield
Level 42
Maliq & D’Essentials
Marcell Siahaan
Marco Marche
Margo Rising Stars
Michelle Walker
MLD Jazz Project
Mocca
Monty Alexander Harlem-Kingston Express
Mp3trio
Naif
NET Masa Kini Showcase: Rizki Febian cs
New West Guitar Group
Noh Salleh
November Kings
ODDS
Orquesta Buena vista Social ClubR “Adios Tour”
Patty Austin with Jazzorchestra of Concertgebouw
Raisa Sings Soundtracks
RAN
REI
Relish
Replay feat Coboy, Lingua & ME
Richard Galliano New Musette Quartet
Rick Braun
Rida Sita Dewi
Robin Thicke
Ron King Big Band
Seun Kuti & Egypt 80
Sopana Sokya
Sore
Sunyotok
Syahrani & Queenfireworks
Teza Sumendra
The Ambassadors
The Daunas
The Embassy of Italy & The Italian Culture Institute Jakarta: Enrico Rava 4et
Till Bronner
TND
Tohpati Ethnomission
Tokyo Ska Paradisse Orchestra
Tomorroe People Ensemble
Tony Monaco
Topeng Jazz Dwiki Dharmawan & His polish friends
TOR
Trans Brothers (TransCorp)
White Shoes & The Couples Company
White Shoes & The Couples Company + Sentimental Moods
Wojtek Pilichowski & friends
Yamaha guitar project feat Jubing Kristianto, Denny Chasmala, Is “Payung Teduh”, Henry Budhidharma & Ronald Steven
Yamaha music project feat Glenn Fredly, Isyana Sarasvati & Marcello Tahitoe
Yance Manusama & Otti Jamalus
Yellowjacks
Yura Yunita
Diubah oleh gesermeja 01-03-2016 19:32
anasabila memberi reputasi
1
1.8K
Kutip
6
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Dunia Hiburan
25.1KThread•5.7KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya