Kaskus

News

rantymariaAvatar border
TS
rantymaria
Cerita Ahok, Soal Plesir DPR ke Luar Negeri Penuh Manipulasi
TEMPO.CO, Jakarta -� Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, punya cerita bagaimana harusnya kunjungan kerja legislator ke luar negeri tak jadi fitnah. Ia bercerita pengalamannya saat masih menjadi anggota DPR dari Komisi Pemerintahan, saat kunjungan kerja ke luar negeri. Meski begitu, Ahok yang kini jadi Gubernur DKI Jakarta ini menolak berkomentar soal polemik pertemuan pimpinan DPR dengan kandidat calon presiden Ameirka Serikat dari Partai Republik Donald Trump. (baca:Aturan Ini Dilanggar Setya Novanto Dkk saat Bertemu Trump)

"Kuncinya, selalu transparan da melaporkan kemana saja saya pergi dan untuk apa duit negara itu dipakai," kata Ahok, di Balai Kota, Senin 7 September 2015. Laporan itu menurut Ahok, masih ada hingga sekarang jika semua pihak ingin melihatnya. "Lihat saja di situs pribadi saya."

Menurut Ahok, kunjungan kerja legislator ke luar negeri sarat dengan manipulasi perjalanan. “Di situs pribadi saya, saya beberkan modus kunjungan kerja ke Maroko tapi plesir ke Spanyol,” kata Ahok lagi. 

Dalam situs ahok.org, Ahok mengaku membeberkan muslihat anggota DPR dengan judul “Bagaimana Modus Anggota DPR Tilap Uang Kunker ke Maroko, Rekreasi ke Spanyol”. Ahok berkisah kejadian itu berlangsung pada September 2010 saat menjadi delegasi Grup Kerjasama Bilateral DPR dengan parlemen Maroko. Perjalanan itu pula menjadi pengalaman pertamanya memakai paspor dinas berwarna biru.



Ahok berangkat menuju Casablanca, ibu kota Maroko, pada 24 September 2010, bersama legislator lainnya. Namun, selama penerbangan Ahok galau lantaran mengetahui ada rencana plesiran ke Spanyol sebagai tambahan destinasi di luar kunjungan kerja. Rencana ‘rekreasi’ itu tak dicantumkan dalam jadwal perjalanan, hanya ditulis dinas di Maroko sampai 29 September. “Padahal acara parlemen Maroko hanya sampai 27 September,” kata Ahok menjelaskan.

Hal paling keterlaluan ialah anggota DPR menerima tambahan uang saku saat plesiran ke Spanyol. Jumlahnya berlipat ganda dari USD 200 per hari saat kunjungan dinas di Maroko menjadi USD 400 per hari ketika plesiran ke Spanyol. “Saya memutuskan pulang pada 28 September sesaat acara resmi parlemen Maroko usai,” kata Ahok yang saat itu menjadi anggota Fraksi Partai Golkar.

Ahok juga mengaku hanya menerima uang saku sesuai dengan hak yang seharusnya dia peroleh selama kunjungan kerja. Ahok menyebut hanya mau menerima honorarium dengan hitungan selama empat hari, sesuai dengan perjalanan dinas yang dia lakukan, meski dia berada di Maroko selama lima hari. “Total perdiem yang saya peroleh setelah dipotong ini-itu USD 685 atau setara Rp 6 juta dengan kurs Rp 9 ribu,” dia menjelaskan.

Kunjungan dinas luar negeri legislator belakangan menuai protes lantaran Ketua dan Wakil Ketua DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, diketahui datang ke kampanye Donald Trump di New York. Padahal, agenda resmi mereka ialah menjadi pembicara dalam forum ketua parlemen sedunia yang dihajat International Parliamentary Union itu pada 31 Agustus hingga 2 September. Setya dan rombongan lantas merencanakan kunjungan persahabatan ke Washington DC untuk bertemu parlemen AS.

RAYMUNDUS RIKANG

http://m.tempo.co/read/news/2015/09/...nuh-manipulasi
0
1.1K
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695KThread58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.