Kaskus

News

rantymariaAvatar border
TS
rantymaria
Penggemar tertipu Rp 7 juta, konser Bon Jovi dikacau agen tiket bodong
Penggemar tertipu Rp 7 juta, konser Bon Jovi dikacau agen tiket bodong

LENSAINDONESIA.COM: Konser Bon Jovi yang digelar pada 11 September 2015 di Gelora Bung Karno , Jakarta, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk menjual tiket fiktif.

Modus yang dijalankan oknum terbilang cukup rapi dan tampak meyakinkan. Mereka mula-mula mengaku sebagai Event Organizer (EO) yang ditunjuk menjadi agen resmi penjualan tiket.

Baca juga: Ariana Grande konser di Jakarta dan Ini alasan Maroon 5 batalkan konsernya di Indonesia

Dalam penjualan tiket tersebut, oknum-oknum tersebut menyebar pesan secara broadcast massage (BC) secara masif ke sejumlah BlackBerry Massager dan media sosial.

Berikut isi pesan BBM: 1 day BEST DEAL for 5 person only. nonton konser gratis nginep 1 malam di hotel. Kapan lagi dapet yang kayak gini. IDR 1.050.000/pax include tiket Festival B Bon Jovi 11 September 2015 dan 1 kamar deluxe di hotel Atlit Senayan. More info kontak 082143931555.

Dalam pesan berantai tersebut, mula-mula oknum tersebut memberi paket nonton konser plus penginapan. Hal inilah yang kemudian membuat korban tertarik untuk membeli tiket dan mentranfer sejumlah uang. Sementara tiket yang dipesan tidak kunjung dikirim ke alamat pemesan.

Seperti diketahui, tiket dibagi dalam lima kelas, dengan harga per lembar, untuk VIP Rp3,5 juta, Festival A Rp 1,250.00, Festival B Rp950 ribu, juga Tribun Rp500ribu-750ribu.

Seorang pria berinisial NY (36) asal Surabaya, mengaku kepada LICOM, Senin (31/8/2015), merasa telah tertipu oleh agen EO bodong akibat pesan BBM secara berantai.

Oknum bernama Oktria Maria Jayantie alias Rere diduga sengaja melakukan penipuan dan mengaku sebagai agen resmi penjualan tiket konser Bon Jovi.

Menurut NY, saat itu dia memesan tiket Bon Jovi pada 11 Agustus 2015. NY memesan tiket VIP untuk 2 orang. Ia lantas mentranfer uang ke rekening BCA 1990751460 atas nama Oktria Maria Jayantie senilai Rp 7.000.000.

Setelah uang ditranfer, Rere berjanji kepada NY akan segera mengirim tiket ke alamat kantor NY di Sidosermo PDK V. Tiga hari dihubungi, Rere mengaku tiket VIP Bon Jovi sudah dikirim melalui jasa pengiriman Tiki pada Jumat (14/8/2015). Namun anehnya, setelah ditunggu empat hari, tiket tersebut tidak kunjung tiba.

Tidak berhenti di situ, Rere yang diduga menjual tiket bodong kembali berbelit-belit saat ditanya kepastian dikirimnya tiket Bon Jovi. Apalagi saat ditanya nomor resi pengiriman, Rere tidak menjawab melainkan hanya mengumbar janji.

“Saya selalu dijanjikan akan diberi tiket. Setelah dikirim melalui Tiki dan batal, Rere berjanji pada saya akan mengirim langsung tiket tersebut langsung ke Surabaya melalui rekan kerjanya bernama Anggi. Tapi setelah saya tunggu, janji tersebut tidak juga terealisasi,” ujar NY.

Anggi saat dihubungi NY dengan nomor 089529769651 sempat menjawab akan datang ke kantor NY pada Sabtu, (22/08/2015) pukul 20.00 WIB. Saat dikontak, Anggi mengaku sudah berada di bandara Juanda. Namun dengan berbagai alasan, Anggi akhirnya membatalkan pengiriman. Esoknya, pada Minggu (23/8/2015), nomor kontak Anggi sudah tidak bisa dihubungi lagi.

Sementara NY dan Rere masih melakukan komunikasi via BBM. Kali ini Rere berjanji pada NY akan mengirim langsung tiket Bon Jovi ke Surabaya. Sayangnya, Rere tidak memberi kejelasan kapan tiket akan dikirim.

Ketika teman satu kantor NY mencoba mengkonfirmasi ke nomor Rere 082143931555 soal tiket, balasan yang muncul justru mengejutkan, “Tiket Bon Jovi? Berurusan sama siapa knp Tanya ama sy ya.”

Dari sini NY menduga tidak ada itikad baik dari Rere untuk mengirim tiket yang sudah dibeli tersebut. Namun NY terus mengirim BBM ke Rere. Hingga akhirnya Rere membalas bahwa tiket sudah dikirim lewat pos pada Selasa (25/08/2015).

“Tiket sudah saya kirim. Tiga hari pasti nyampe,” demikian BBM Rere kepada NY.

Setelah empat hari ditunggu, tiket tidak kunjung tiba. Begitu pula saat dikonfirmasi soal nomor resi, Rere tidak menjawab. Bahkan dia beralasan bahwa tiket sudah dikantonginya tinggal dikirim. Rere mengajak NY bertemu ke rumahnya di Jalan Raung, Tretes, Prigen, Pasuruan pada Sabtu (29/08/2015).

“Saya diajak ketemuan di rumahnya. Malamnya saya ke sana diantar teman. Tapi saya tidak bertemu dengan Rere. Saya hanya bertemu ibu dan anak semata wayang Rere,” tutur NY.

NY menambahkan, Ibu Rere, sebut saja Tarmi, mengaku tidak tahu keberadaan anaknya. Ia mengaku Rere sudah sejak Lebaran tidak pulang ke rumah. “Saya tidak tahu kabar anak saya. Dia sudah lama tidak pulang. Kalau pulang hanya sebentar. Dia juga tidak peduli dengan anaknya. Sejak anaknya lahir, Rere tidak pernah mengurusi. Dia tidak pernah mengirim uang ke anaknya. Semua biaya anaknya termasuk sekolah, saya yang nanggung,” ujar Tarmi.

Malam itu saat dikontak, Rere mengaku ke NY dalam perjalanan naik kereta api Sembrani dari Jakarta menuju Surabaya. “Saya tiba di Surabaya jam 5 pagi. Kita ketemu di stasiun Pasar Turi,” jawab Rere lewat BBM.

Alhasil, NY kemudian pulang dengan tangan hampa. Hari yang dijanjikan pada Minggu (30/08/2015) juga tidak kunjung membuahkan hasil. Selama ini Rere hanya berbelit-belit setiap kali ditanya soal tiket Bon Jovi. Dari sini NY baru sadar telah ditipu oleh Rere.

Hingga akhirnya pada Senin (31/08/2015), NY melaporkan Rere ke Polsek Wonocolo Surabaya. Menurut penyidik bernama Widi, kasus penipuan online sudah banyak terjadi. Untuk sementara, kata Widi, kasus laporan NY masih dipending sambil menunggu hari H konser. Secara hukum, korban NY belum bisa dibilang tertipu selama konser Bon Jovi belum digelar. Jadi, laporannya masih sebatas delik aduan.

“(kasus) kami masih pending. Sebab pelapor belum “tertipu” selama konser belum digelar. Setelah konser digelar (11 September 2015) dan tiket belum dikirim, maka kasus ini sudah masuk tindak pidana penipuan dan penggelapan, dan pastinya akan langsung kita proses. Setelah itu pelaku pasti akan kita buru,” terang Widi.

Penelusuran lensindonesia.com di lapangan, modus penipuan yang dilakukan Rere sudah tersistematis dan terkoordinir. Rere diduga tidak sendiri menjalankan aksi penipuan. Dia masuk dalam sindikat penipuan yang terbilang rapi.

Menurut mantan rekan-rekan Rere di Jakarta, selama ini pelaku menggunakan jasa EO dengan menggunakan nama Event Network Inc yang beralamat di Jalan Wolter Monginsidi No 88A, Jakarta Selatan 12170. No telepon (021) 29236167, Fax (021) 29236168. Sayangnya ketika LICOM mencoba mengkonfirmasi kontak tersebut, tidak ada jawaban sama sekali. Bahkan diduga alamat yang dipakai fiktif.

Tidak hanya konser Bon Jovi, nama Event Network Inc yang dipakai Rere dan teman-temannya diduga telah mengedarkan proposal bodong yang mengatasnamakan Event Organizer. Pelaku sengaja memperbanyak proposal untuk melakukan penipuan pada korban-korbannya.

“Saya minta panitia berkerjasama dengan kepolisian untuk menindak adanya penipuan tiket ini. Saat ini mungkin hanya saya, tetapi pasti nanti akan banyak masyarakat yang akan menjadi korban,” harap Ny.@nov
http://www.lensaindonesia.com/2015/0...et-bodong.html
0
1.4K
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.5KThread59.1KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.