RMOL . Kemacetan, kesemrautan, dan rendahnya
kesadaran tertib lalu lintas masyarakat sehingga
memicu terjadinya kecelakaan, serta kondisi
angkutan umum yang masih jauh dari harapan,
menjadi persoalan pokok dari segudang
permasalahan yang ada di Ibukota Jakarta.
"Anehnya, meskipun kemacetan lalu lintas sudah
sangat serius, karena sudah menghambat
aktivitas dan kreatifitas masyarakat, namun
pemerintah sepertinya menjadikannya hal yang
biasa," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic
Watch (ITW), Edison Siahaan, dalam keterangan
beberapa saat lalu (Sabtu, 8/8).
Padahal, Edison melanjutkan, lalu lintas dan
angkutan itu merupakan urat nadi kehidupan yang
memiliki peran penting dalam meningkatkan
perekonomian serta taraf hidup masyarakat.
Apalagi lalu lintas itu adalah potret modrenisasi
dan cermin budaya bangsa.
Menurutnya, upaya yang telah dilakukan
Pemerintan Provinsi DKI untuk membenahi lalu
lintas belum maksimal dan kurang fokus. Bahkan,
sejumlah kebijakan Gubernur DKI Basuki Tjahaya
Purnama yang kerap disapa Ahok, sering menuai
pro kontra yang tentu menguras energi, seperti
larangan sepeda motor melintas di jalan Thamrin.
Kemudian Ahok melontarkan berbagai wacana,
ditengah pembangunan MRT yang menimbulkan
kemacetan, dan belum pasti kapan selesainya.
sumur