- Beranda
- The Lounge
Mari Atur Keuangan Menjelang Lebaran
...
TS
bisnismaju
Mari Atur Keuangan Menjelang Lebaran

Saya seringkali merasa prihatin jika mendengar keluhan seseorang yang mengatakan bulan puasa dan Lebaran adalah saat gembira sekaligus berduka. Gembira karena menyambut Iedul Fitri dan kesempatan silaturahmi, tapi berikutnya tiba masa berduka karena uang habis, tabungan, THR, dan gaji bulan tersebut habis ludes. Bahkan terkadang yang tersisa adalah hutang.
Apakah kondisi ini terjadi karena penghasilan yang minim? Atau karena harga-harga barang konsumsi menjelang Lebaran cenderung meningkat? Oh, ternyata belum tentu demikian….seringkali karena tidak dipersiapkan dengan matang kondisi keuangan sejak awal.
Untuk menghindari kondisi tersebut Anda harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Sudah dapat dipastikan pendapatan dan keutuhan setiap orang berbeda, maka sesuaikanlah gaya hidup Anda dengan pendapatan yang Anda miliki. Pertimbangkan matang-matang segala rencana pengeluaran Anda berdasarkan skala prioritas, agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang, yang pada akhirnya justru menjerumuskan kita dalam kondisi berkekurangan bahkan terlilit hutang.
Beberapa kiat bijak mengatur keuangan menjelang Lebaran dapat Anda praktekkan, disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing agar tetap terjaga keuangannya seusai lebaran .
1. Susunlah Anggaran Untuk Hari Raya
Anggaran yang Anda susun sebaiknya bertumpu terutama dari sumber dana seperti: THR yang Anda terima, tabungan hari Raya, atau penghasilan tambahan lainnya. Jangan bertumpu pada penghasilan rutin bulanan. Bijaklah dalam memperhitungkan penggunaan THR Anda. Utamakanlah skala prioritas dan hindari keinginan semata untuk berfoya-foya dengan membeli barang-barang baru yang belum tentu dibutuhkan untuk jangka panjang.
Kendalikan keinginan berbelanja Anda, karena hal tersebut dapat menjerumuskan Anda dengan berbagai kesulitan nantinya. Pemborosan tersebut dapat berupa :
– Belanja dalam jumlah berlebihan karena tidak dibuat perencanaan yang baik.
– Terpengaruh rekan atau keluarga yang melakukan pembelian kebutuhan Lebaran sementara penghasilannya memang lebih tinggi dari Anda.
– Pengeluaran tidak terkontrol ketika melakukan mudik atau berkunjung ke kampung halaman orang tua atau keluarga besar.
2. Sisihkan Dana Untuk Pembayaran Kewajiban
Sebelum melakukan berbagai pengeluaran yang terkadang dapat “merambat” pada pengeluaran tak terduga lainnya, buatlah terlebih dahulu daftar pembayaran yang wajib Anda selesaikan dan selesaikanlah pembayaran tersebut atau pisahkan dalam amplop-amplop khusus agar tidak terpakai.
3. Rencanakan Anggaran Bepergian
Selain kebutuhan perjalanan mudik yang sudah Anda perhitungkan, jika Anda akan melakukan bepergian atau berwisata juga pada masa liburan Lebaran maka lakukan perencanaan yang teliti mulai dari tujuan wisata, biaya perjalanan seperti tiket pesawat, sewa kendaraan, penginapan, dan sebagainya. Perhitungkan kemungkinan kenaikan harga yang sulit dihindari.
Terkadang hanya bepergian di dalam kota tetapi kalau dilakukan bersama keluarga besar maka biaya yang diperlukan akan menjadi besar juga. Makin awal merencanakan seperti pemesanan tiket jauh-jauh hari akan menolong Anda mendapatkan harga yang lebih murah. Anda juga masih sempat mencari pembanding harga dari alternatif yang lain. Tapi ketika tidak dilakukan perencanaan dan serba terburu-buru maka Anda tidak akan mendapatkan penganggan yang optimal.
4. Hindari Hutang dan Penggunaan Kartu Kredit Berlebihan.
Pada Hari Raya, terkadang kita berhadapan dengan tuntutan gaya hidup yang lebih demi status sosial seperti berusaha tampil dengan sesuatu yang baru. Keinginan tersebut tentunya memaksa untuk mengeluarkan banyak dana bahkan bisa melampaui batas kemampuan kita.
Sebaiknya hindari keinginan tersebut jika Anda tidak dapat menyanggupinya, kebanggaan tersebut hanya dapat dinikmati sesaat. Jadi disarankan untuk mencukupkan dengan apa yang ada sesuai kondisi keuangan. Meskipun dalam kondisi seperti ini kehadiran kartu kredit sangat menolong tapi ingatlah “penderitaan” panjang ketika harus melunasinya. Jadi tetap gunakan kartu kredit dengan terencana dan sedapat mungkin hindari berhutang.
5. Gunakan THR Sebagai Kesempatan Berinvestasi
Pada beberapa artikel tentang perencanaan keuangan, disarankan seseorang harus dapat mengelola uang THR sebagaimana mengelola gaji bulanan biasa (100%), maka sisihkan sekitar 30% untuk melakukan pembayaran cicilan, sisihkan untuk investasi minimal 10%. Dengan demikian 60% dari uang THR itulah yang digunakan untuk berlebaran.
Bagi Anda yang merencanakan keuangan saat Lebaran dengan baik maka terhindar dari kondisi berkekurangan paska Lebaran, justru ada kesempatan berinvestasi minimal 10% dari THR yang diterima. Untuk menghindari berbagai godaan berbelanja termasuk membeli hal-hal yang tidak merupakan prioritas, salah satu tips yang bisa anda praktekkan adalah menyimpan uang THR ke dalam rekening yang tidak ber-ATM.
Selamat mempraktekkan.
Source: Health Wealth
0
922
9
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya