alexa-tracking
Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/55630bbe5a5163d5588b4568/cinta-ku-berlalu-seiring-basis-ku-melaju-kisah-cinta-seorang-pelajar-stm
Lapor Hansip
25-05-2015 18:47
Cintaku berlalu seiring basisku melaju [CBSBM] [TAMAT]
Past Hot Thread
Cinta ku berlalu seiring basis ku melaju [Kisah Cinta Seorang Pelajar STM]
CINTAKU BERLALU SEIRING BASISKU MELAJU [CBSBM]By @STM_Kepo

DEAR ALL READER.

JAN LUPA SHARE DAN KASIH BINTANG 5 ANGGAPLAH TRID INI OJOL YANG MEMBAWAMU DI TENGAH-TENGAH PERTEMPURAN ANTAR PELAJAR 09-11 SILAM.


Kata-kata dibawah ini di inget ya. SFTH itu ada rules nya dan salah satu rulesnya ga boleh komentar yang cuman 1 baris/paragraf, Kalo agan-agan ada yang baru punya kaskus ane maklumin kok tapi momod disini gabisa maklumin gan, Kan kalo kerumah orang aja ada peraturan nya, sama kayak kalo main kaskus khusus nya di forum SFTH emoticon-Smilie terimakasih atas perhatian nya..

Quote:Original Posted By ba2301



bang min kasih tau reader jangan terlalu banyak ngejunk ( minta update , dobrak , etc ) biasanya thread di closed gara gara itu tuh ... kalau mau oot jangan satu baris ...


Quote:Original Posted By denbakrie
agan2 jgn trlalu banyak ngejunk kalo gak mau di closed lagi..

update min *penasaran sama anggun*

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga





Intermezzo


BAB I: Kelas X
PART I: Masuk STM itu pilihan ku

Quote:

Hari itu masih pertengahan bulan juni, Bulan ketika anak yang baru lulus SMP kayak ane lagi sibuk2nya nyari referensi sekolah. Setelah sibuk browsing sana sini akhirnya ane milih buat masuk salah satu SMK negeri yang ada di daerah Jakarta timur, Kenapa ane milih STM? Karena menurut ane "di STM itu apaan aja bisa lo dapet" Skill dapet, Pengalaman hidup dapet, Solidaritas nya anak STM? Jangan ditanya gan.
Setelah ngelobby orangtua ane dengan beberapa jurus andalan yaitu ngasih janji khas anak sekolah "Janji deh abang ga bakalan nakal lagi ga bakalan bolos lagi kalo sekolah disitu mah, pa" akhirnya ane pun diperbolehkan untuk sekolah disitu dengan catatan kalo tetep bolos bakalan dipindahin ke pesantren.
Dan mulai dari sini lah cerita cinta ane dimulai... (Cerita selanjutnya langsung ane skip pas lagi di MOS)


Ane tutup dengan Quote:
Quote:"You hit me, They hit you! We are Technical high school."


INDEKS CERITA


bisa berbincang dengan saya, Hanya aktif di twitter saja, @STM_Kepo dan buat ikut preorder buku ini nanti nya juga bisa tunggu aja kelanjutan nya di twitter. Terimakasiiii

Special thanks to;
Allah S.W.T
Keluarga besar
Rekan-rekan seangkatan
Tokoh-tokoh dari sekolah lain
Teman-teman yang sudah pergi mendahului saya. emoticon-Berduka (S)
L.A
Kopi item
Garpit
Pembaca yang setia
Pembaca yang mau berkomentar
Warung madura
Followers twitter
Temen fesbuk gue (gak ada hubungan nya sih)
Drama netflix
Pembaca yang silent reader (gue taro paling bawah biar sakit ati)
Diubah oleh stmkepooo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ashrose dan 28 lainnya memberi reputasi
25
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
05-05-2019 17:44
PART LXIV: LONG LIVE OUR STM
Quote:"Haiii" sapa ane ke wanita yang ane jumpai secara tidak sengaja itu.

"Apaansih kak" kata wanita itu sambil tersipu malu dan berjalan melewati ane dan Ridho.

"Itu dia ketawa gegara lu sapa apa gara2 liat gua min?" Kata Ridho yang berjalan di samping ane.

"Ya gegara gua sapa lah, Ngapain dia ketawa liat lu emang lu badut" kata ane.

"Dia makin hari makin cantik aja ya min" kata Ridho.

"Cantikan Desy apa Anggun do?" Tanya ane ke Ridho.

"Seri min" kata Ridho lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Ane sering berjumpa secara tidak sengaja dengan Desy ataupun Revi.

Kadang kami hanya melemparkan senyum satu sama lain tanpa bicara atau mengobrol, Tapi kalau kami bertemu di lorong sekolah yang sepi terkadang kami mengobrol atau bertegur sapa seperti kejadian tadi.

Desy adik kelas siswi pindahan yang selain cantik juga sering membuat pelajar sekolah ane terkoyak-koyak hatinya karna tidak mendapatkan respon yang menyenangkan ketika mencoba mendekati nya.

Anggun sang kaka kelas yang paras dan kecantikan nya mempesona satu sekolah, Dan ditambah cubitan nya yang sakit nya warbyasa. emoticon-Ngakak (S)

Who win?

Skip...

Bel pulang sekolah berbunyi, Murid-murid berhamburan keluar sekolah. Anak kelas 12 yang akan mengikuti pendalaman materi boleh keluar sekolah lalu masuk lagi 30 menit kemudian.

Mungkin para dewan guru yang terhormat paham murid-murid nya udah pada asem mulut nya, Biasa sebat dibelakang sekolah tapi sekarang udah gak bisa jadinya ya harus nunggu pulang dulu baru bisa ngerokok.

"Buru bego ngerokok keburu masuk lagi ntar" kata Ridho ke ane yang lagi asik main hp membalas chat dari Desy.

"Do nanti PM (pendalaman materi) nya apaan sih?" Tanya ane.

"Lah au dah, yang penting masuk aja dah" kata Ridho sambil tertawa.

"Junior kita nanti pada mau ngalong katanya gabung sama ****** basis pulgad nya" kata Capung menyebutkan salah satu STM aliansi kami.

"Nanti nyusul aja pung kelar PM kalo masih pada di jalur" kata ane ke Capung.

"Iyak, nanti kumpul depanan dikit aja jangan disini, biar bisa langsung naek patas" kata Capung.

Rutinitas kelas 12 memang cukup mengganggu kegiatan tawuran kami, Dulu pas ane masih kelas 11 kalo kelas 12 nya ada acara apa atau apa kami pasti ngalong sendiri atau bareng sama kelas 10, Kesana kemari mencari musuh walaupun kadang ujung-ujung nya ketemu Toeboen.

Rivalitas sekolah ane dengan Toeboen itu emang udah dari dulu, Tapi sempet kendor sedikit pas ane kelas 10 karna sekolah ane lebih sering jalan ke Pusat, Karna kelas 12 nya lebih suka gabung sama teman aliansi kami daripada jalan sendiri.

Dari dulu para junior emang di setir sama senior mereka untuk jalan kesana atau kesini, Terserah senior dan alumni, Apalagi kalau HUT.

Skip...

Selesai sudah pendalaman materi hari itu, Kami berkumpul di pinggir jalan, Menunggu patas lewat, Kami mendapat informasi posisi junior kami ada di BKT.

Skip...

Setelah naik turun patas dan truk sampailah kami di tempat junior kami sedang stay.

Jadilah kami nongkrong disana, Ngobrol ini itu, Sampai akhirnya...

Dari kejauhan terlihat pelajar putih abu-abu, Jumlah nya tidak terlalu banyak, Hanya setengah nya jumlah pelajar kami.

"Kalo bukan anak terpoet mah anak texas nih" Kata salah satu pelajar aliansi ane.

"Jadiin ga?" Tanya Babeh ke kami semua.

"Jadiin lah yuk" Kata Capung lalu sedikit berlari kecil ke arah musuh kami.

"Ayo majuin majuin" Teriak suara di belakang ane.

Saat itu yang maju di depan angkatan ane semua dan teman se aliansi kami.

"ASSALAMMUALAIKUM STM ******* FEATURING ******* NIH" Teriak Capung sambil mengeluarkan celurit dari dalam tas selempang nya.

"Capung maju sendirian juga rata itu" Kata Ane ke Babeh yang ada di sebelah ane.

"Apalagi kita ikut maju min, Lari sampe kp melayu mereka" kata Babeh lalu mengeluarkan gir dari dalam tas nya.

Sementara musuh kami hanya menghitung

1...
2...
3...

Lalu maju lah mereka, Mendekatkan diri selangkah demi selangkah dengan kematian.

Kami semua mulai maju, Dengan Capung yang ada di depan kami.

Gir yang diputarkan oleh Babeh mengenai salah satu dari mereka, Gir itu pun tersangkut di kepala musuh kami itu.

Terlihat Babeh mencoba menarik gir itu sekuat tenaga hingga akhirnya gir itu lepas dari kepala nya, Terlihat darah segar mengucur dari kepala musuh kami itu.

"Mampus mampus mati tuh" teriak suara dibelakang ane.

Terlihat musuh yang terluka tadi mundur ke barisan belakang.

Gir yang dipegang Babeh berlumuran darah, Masih tetap dia putarkan karena musuh kami masih tetap kuat maju dan menahan diri untuk berlari.

Capung yang ada di barisan depan melawan mereka, Sementara Babeh terus memutarkan gir nya sambil mengompori musuh kami supaya maju dan lebih merapatkan posisi mereka.

Kami unggul jumlah, Dan berada di atas angin.

"Awas awas" teriak pelajar aliansi kami berlari dari belakang.

Dia memegang senjata, Yang baru ane tau namanya adalah busur, Peluru nya ruji sepeda yang di gerinda sedemikian rupa supaya bisa menancap di badan musuh kami itu.

Panahan pertama terkena telak di paha musuh kami.

"Mampus lu ada racun nya tuh" Teriak pelajar itu sambil tertawa puas.

Ane yang daritadi hanya menyaksikan saja pun mulai bosan berdiam saja.

Ane ga bawa BR karena ane gatau nanti mau jalan, Tapi tadi salah satu junior ane ada yang bawa stik golf dan ane minta buat ane pegang.

"Bantai bantai" Teriak ane lalu berlari ke depan melewati Capung.

Ane ayunkan stik golf yg ane pegang itu ke kaki salah satu musuh kami, Dia terjatuh, Gir yang dia pegang pun jatuh ke tanah.

Ane injek gir itu dan ane ayunkan stik golf itu ke kepalanya dengan keras.

Tangan nya saat itu dia gunakan untuk menutupi kepala nya, Entah apa yang terjadi dengan tangan nya siang itu, Mungkin retak atau patah, Karena ayunan stik golf ane itu ane ayunkan sekuat tenaga.

Dan sayangnya disini lah hampir saja ane meregang nyawa.

"Min goblok awas" Teriak Capung dari belakang ane yang sekarang tiba-tiba ada di samping ane.

Pelajar musuh kami memanfaatkan ane yang sedang meleng, Hampir saja kelewang nya menancap di tubuh ane karna dia udah siap mengayunkan nya, Yang untung saja ada Capung disitu yang langsung mengadu celurit nya dengan kelewang musuh kami.

Ane akuin waktu itu ane lengah, Musuh kami hanya tersisa 2 orang di depan, Yang lain di belakang hanya melempari batu, Raut wajah mereka ketakutan, Yang ane bantai itu yang masih sehat, Yang mau ngebantai ane itu yang paha nya kena busur tadi. Dan seinget ane dia masih nahan Babeh daritadi.

Musuh yang terjatuh tadi dengan cerdiknya langsung bangun menyelamatkan diri lalu lari ke belakang, Gir nya tertinggal, Dia bangun dan lari, Sementara ane yang tadi sempat kaget sudah tersadar kembali.

Ane ambil arah belakang musuh kami tadi yang masih memegang kelewang, Celurit milik Capung terjatuh ke tanah, Mungkin karna kalah ketika di adu dengan kelewang musuh kami itu.

Langsung saja ane ayunkan stik golf itu ke kaki nya dengan sekuat tenaga.

Musuh tadi pun terjatuh, Babeh yang ada di belakang pun langsung maju, Gir miliknya menghantam badan musuh kami.

Sementara pelajar kami dari belakang berlarian ke depan, Musuh yang sudah terjatuh pun habis sudah siang itu.

Berbagai jenis sajam menghantam tubuhnya sementara rekan-rekan nya sudah berlari jauh meninggalkan nya.

Dia sudah berdarah-darah, Habis sudah siang itu, Tangan nya terus dia gunakan menahan sajam sajam kami, Sambil terus-terusan meminta ampun, Sampai akhirnya dia tergolek lemas diatas aspal.

"Woy sini mayat temen lo nih" Teriak salah satu pelajar ane yang entah di dengar atau tidak oleh musuh kami itu.

Kami pun pergi dari situ setelah mengangkat tubuh nya ke trotoar pinggir jalan.

"Eh goblok tadi lo ngapainsih min" kata Capung sambil menunjuk ane dengan celurit nya.

"Ya majuin lah pung kok ngapain" kata ane.

"Jangan begitu kalo maju, Liat kanan kiri, Jangan meleng, meleng sedikit bisa-bisa almarhum lo!" Kata Capung ngomel-ngomel ke ane.

"Iya pung meleng gue tadi, Kirain dia masih nahan Babeh" kata ane.

"Gila lo min, Hampir kena tuh kelewang ke kepala lo" kata Ridho sambil noyor kepala ane.

Capung selaku yang ngebawa angkatan ane tentu saja gamau salah satu teman nya mendapatkan gelar "Almarhum" lagi.

"Besok-besok jangan gila gitu min udah mau lulus" Kata Capung yang lagi marah lalu pergi meninggalkan ane.

Di Pondok Bambu kami sempat stay sekitar setengah jam, Dan akhirnya kami memutuskan untuk membubarkan diri, Karena setiap ada tawuran yang jatuh korban pasti akan disusul dengan intel yang berseliweran di jalanan mencari para tersangka.

Kami pun membubarkan diri dan pulang bersama basis kami masing-masing.

Skip...

Di perjalanan ternyata basis ane sedikit merasakan apes.

Setelah berpisah dengan basis Litan, Basis ane yang lagi jalan santai bertemu dengan pelajar lain, Yang ternyata pelajar 11 Ancol yang lagi wara wiri. Terlihat dari bendera Soviet mereka, Yang entah hubungan nya apa sama sekolah mereka.


Jumlah mereka sangat banyak, 1 patas full atas bawah ditambah yang lagi mendeng di pintu dan duduk di jendela.

"Bantai jangan?" Tanya ane ke pelajar ane yang terlihat sedikit goyah melihat jumlah musuh kami.

"Godain aja" kata Ridho sambil tertawa.

Patas mereka ada di sebrang kami, Dan sepertinya mereka tidak melihat kami.

Bypass sore itu lalu lintas tidak terlalu padat, Tidak seperti biasanya yang selalu saja padat ujung ke ujung.

Setelah mengumpulkan batu, botol, Dan apapun yang bisa kami temukan, Kami pun menyebrang, Berniat membantai patas mereka yang masih berjalan lalu kembali masuk ke dalem gang.

Kalo dijadiin cuman buang-buang waktu, Pelajar mereka kebanyakan orang-orang sakti ditambah lagi jumlah mereka yang sangatlah banyak...

Pas banget mereka lewat di depan kami, Batu batu dan botol beling pun kami lemparkan, Kami incar pelajar yang ada di atap, Dan pelajar yang ada di jendela kanan patas.

Mereka pun menunduk supaya tidak terkena batu, Beberapa pelajar musuh juga ada yang terkena batu dan botol, Jendela patas pun pecah terkena lemparan batu dari kami.

Mereka mengetok2 body patas supaya berhenti, Setelah amunisi habis, Kami nyebrang dan langsung masuk ke dalem gang.

"Yah ayam lo ayam anjing" Teriak musuh kami yang mulai pada turun dari atas patas.

Kami tidak menghiraukan mereka, Tetap berlarian ke dalam gang dan tertawa sambil berlari.


Ane tutup dengan quote
Quote:Tetapi hatiku, Masih ada kamu. | Sunset - And I Hope
profile-picture
profile-picture
profile-picture
idner69 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
10-08-2019 08:29
PART LXIX: BARISAN SISWA
Demi celurit, mistar dan batu terbang pelajar, Ku ungkapkan...

Atas nama, Orang-orang berdatangan, Ke utara...

Kau kan ku jelang...

Dan ku persembahkan sekuntum mawar.........

The Upstairs - Matraman


Quote:
"Min lu besok naek motor apa patas?" Tanya Ridho yang malam itu lagi nongkrong bersama ane di tempat biasa kami kumpul di dalam gang.

"Naek patas do, Ngebasis dulu biar seimbang kisah cinta sama tawuran nya" Kata ane.

"Kisah cinta lu sama Desy apa Anggun nih?" Tanya Ridho.

"Sama semua nya lah."

Yap, Semuanya yang pernah mengisi hati ini, Entah yang datang lalu pergi tanpa basa-basi, Atau yang datang di hati tapi tak pernah pergi, Seperti kamu, Nggun...

"Do gue pengen cerita soal Desy" Kata ane ke Ridho

"Cerita aja min" Kata Ridho ke ane

Ane dan Ridho emang udah biasa saling bertukar cerita dan meminta saran soal percintaan. Dan gapernah saling membocorkan pas lagi slek karna kami berdua emang gak pernah slek hahaha.

Dia emang udah kayak diary berjalan ane sih, Tau seluk beluk tetek bengek ane, Semuanya tau deh.

"Lucu ya, Masa gue bisa suka sama 2 orang begini do" Kata ane ke Ridho.

"Ke Anggun sama Desy?" Tanya Ridho ke ane.

"Iya do" Kata ane.

"Bukan nya gak aneh ya min lu suka sama cewe lain juga, Kayak dulu yg anak Bogor siapa tuh" Tanya Ridho.

"Tasya." Jawab ane singkat.

"Iya dia" Kata Ridho.

"Kalo sama Tasya, Revi, Gue lebih kesekedar suka biasa gitu do, Cuman buat seneng-seneng aja. Tapi kalo Desy kayaknya beda deh." Kata ane.

"Emang kenapa kalo ke Desy?" Tanya Ridho.

"Gatau, Beda aja kayak gue tuh sama dia udah pas banget, Udah nge klop gitu dan cocok banget." Kata ane.

"Ya kalo lu ngerasa cocok dan udah ga ngerasa cocok sama Anggun, Ya Anggun nya lu putusin lah min, Kasian juga dia kalo harus begini terus" Kata Ridho.

Ridho ini sebenernya sering nasehatin ane soal percintaan yang padahal kisah percintaan dia pun ga mulus.

Dia sering bilang ke ane, Pilih salah satu, Jangan semuanya lo ambil, Biar gak ada yang sakit hati nanti nya.

Entahlah do, Dari dulu gue gapernah kepikiran buat ninggalin Anggun. Gue pengen tetep deket sama Desy begini, dan tetep sama Anggun juga.

Andai dulu gue dengerin saran lo, Ga mungkin kita dateng ke kondangan Anggun sebagai Tamu Undangan ya do. :nangis

Gue jadi yang duduk di pelaminan smaa dia, Lo jadi pager ayu nya do tapi. Hehehe emoticon-Ngakak (S)

"Gue gak bisa milih salah satu do, Biarin aja deh begini aja, Lagian Desy juga gapernah bilang kalo dia suka sama gue, Kita cuman deket kayak ade dan kaka kelas doang." Kata ane.

"Dia gak bilang karna dia tau lo cinta mati sama Anggun, Lagian gengsi juga dia kalo ngomong begitu ke lo, Gimana sih!" Kata Ridho.

"Hahaha iya juga ya, Gue bingung do, Ga mungkin gue bisa mutusin Anggun" Kata ane.

"Yaudah lo ngapain gitu biar diputusin sama dia." Kata Ridho.

"Diputusin dia? Gabisa tidur seminggu gue yang ada" Kata ane.

"Yaudah, Tinggalin Desy, Apus dari kontak hp lu, Ketemu dia diem aja gausah mesam-mesem. Bisa?" Tanya Ridho.

"Bisa mah bisa do... Cuman ya kayak tadi gue bilang, Gue ngerasa cocok sama Desy ini.." Kata ane.

"Ah, Ini mah gak ada ujung nya min, Mau sampe gelas terakhir juga gak abis-abis kalo begini" Kata Ridho sambil menuang Anggur Merah yang tersisa di botol itu ke gelas.

Remaja itu emang lagi batu-batu nya. Ego nya gede. Buktinya seperti ane yang merelakan sebuah berlian pergi begitu saja tanpa mendapatkan apapun...

Malam itu kami berdua habiskan dengan 2 botol Anggur Merah dan berbagai macam obrolan, Dari soal cewek, soal kemana kita setelah lulus, Dan tentu saja ngomongin soal tawuran-tawuran.

"Lu inget ga min yang kata lawan anak KZ di Kelor?" Tanya Ridho ke ane.

"Iyee inget" Kata ane.

"Yang kata anak KZ lu celuritin di tangkis terus tangan nya langsung berdarah banyak banget kan?" Lanjut ane.

"Iye min, Lu liat gak muka nya dia pas liat tangan nya dia berdarah itu kayak,
Yah anjir kok tembus. Hahaha" Kata Ridho.

"Ngetest ilmu sama anak ****** ya salah" Kata Ridho menyebutkan nama sekolah kami.

"Dia pada ga tau BR nya udah di kasih aer ludah semua sama Capung pas mau ribut hahaha" Kata ane.

"Hahaha gak ludah juga, Tau ndiri Capung kan bawel tiap mau jalan suruh dibalurin pake tanah dulu BR kita, Biar bisa tembus." Kata Ridho.

Oh iya, Dulu Capung pernah bilang,

Sajam kalo dibalurin ke tanah terus buat ngebacok orang yang ilmu nya tebel sampe gimana juga bakalan tembus, Karna manusia itu terbuat dari tanah, Dan kalah nya sama kalah juga. Itulah salah satu penyebab BR mau mengkilap mentereng kayak gimana kalo kena kulit nya Capung cuman membal doang, Gapernah tembus. Ada juga dulu yang bilang diludahin atau dikencingin tapi ane gatau juga karna gak pernah nyoba.

Orang BR gue taro tas yakali gue kencingin, Buku gue bau semua yang ada emoticon-Ngakak (S)

"Yang anak Bhazack priok nya kebacok di pintu inget gak lu? Lagi di pintu patas tiba2 dikejer Capung terus mau dikalungin leher nya pake celurit eh malah masuk jadi yang kena punggung nya." Kata ane

"Iya tuh, Gila juga tuh orang lagi nongkrong-nongkrong, Tiba-tiba tuh bocah lari ngejer patas, Nekat emang" Kata Ridho.

"Udah mana dia malah naek ke patas nya dulu lagi ya do, Bukan nya langsung kabur" Kata ane.


"Iyak itu kan dia ngambil celurit nya ternyata nancep" Kata Ridho.

"Kata kenek nya suruh tinggalin udah kebacok tiduran di lantai patas gitu" Kata ane.

"Tapi Capung nya bilang, Bentar beh susah amat ini dicabut nya, Hahaha" Lanjut ane.

"Ngebales dendam yang almarhum itu sih ya. Gue juga gondok kalo liat anak depan pake batik bajak, Mau gue bantai nanti yang ada perang lagi depan ama bawah." Kata Ridho.

"Lu bantai noh Beto tar gue kasih piala dari emas" Kata ane.

"Ah dia mah kata abang gue pas SMP gada namanya min" Kata Ridho.

"Tapi sekarang dia kan yang ngebawa Bhazack P2 nya" Kata ane.

"Iye, menang ambon doang bego dia" Kata Ridho lalu tertawa.

Skip...

Pagi hari ane terbangun oleh suara nyokap yang seperti biasa bilang udah jam 6, padahal masih jam setengah 6, Entah zona waktu mana yang nyokap ane pake.

"Banguuun banguuuun begadang terus sih" Kata nyokap membangunkan ane lagi.

"Bentar bentar 15 menit lagi" Kata ane sambil menarik selimut.

"15 menit cukup buat kamu sarapan daripada tidur lagi, Bangun bangun" Kata nyokap ke ane.

Dan ane pun menurut saja daripada uang jajan mingguan gak cair ya kan.

"Aku doang kayak nya anak STM yang sarapan tiap pagi deh" Kata ane sambil memakan nasi goreng buatan nyokap ane.

"Gapapa biar kamu fokus belajar, Jangan pacaran mulu sama si Anggun" Kata nyokap ane.

Pacaran mulu apaan orang beda kelas.

Selesai makan, Mandi dan siap-siap ane pun bergegas berangkat sekolah.

"Gak bawa motor, Mau naek bus aja" Kata ane ke nyokap.

"Bilang aja uang mingguan abis kan gabisa beli bensin" Kata nyokap.

"Engga orang udah janjian sama Ridho, Hehe tapi bagi duit dong ma hehe" Kata ane sambil nyengir-nyengir ke nyokap.

"Tante" Kata Ridho sambil salim ke nyokap ane.

"Jangan buat beli rokok mulu, Beli makanan aja" Kata nyokap sambil ngasih uang ke ane.

"Iya lagian siapa yang ngerokok mulu" Kata ane sambil pamitan ke nyokap.

"Alaah" Kata nyokap ane singkat.

Ane dan Ridho pun bergegas menuju halte tempat kami biasa menunggu patas kebanggaan kami, Tak lupa kami berdua nyamper Rajak terlebih dahulu yang rumah nya searah ke halte itu.

Sesampainya kami di Halte, Pagi itu sudah ramai dengan pelajar ane, Setelah bersalaman dan berkumpul semua nya, Kami pun menyetop patas yang akan membawa kami menuju sekolah.

"Masih pagi gini enak nya ngopi dulu di belakang nih" Celetuk salah satu teman sebasis ane.

"Udah mepet ga keburu" Kata ane.

"Kelas 12 gak keburu, Kelas 10 sama kelas 11 mah santai hahaha" Kata teman ane itu.

Iya sih bener, Kelas 12 jam belajar nya udah makin intensif, Udah jarang guru yang cuman ngasih tugas terus diem di ruang guru dan ngobrol-ngobrol. Kelas 12 guru lebih rajin masuk, Tapi murid nya enggak emoticon-Ngakak (S)

Sampailah kami di sekolah tanpa bertemu dengan sekolah manapun dijalan. Suasana menjelang UN emang beda, Jarang pelajar yang nongkrong di pinggir jalan buat mantekin, Mungkin karna gada senior nya juga jadi pada jiper duluan. Hahaha

Pelajaran membosankan seperti biasa, Guru sedang asik-asiknya menerangkan di depan, Tak peduli murid nya ini mengerti atau tidak, Yang mereka tau hanya mengajari dan menerangkan, Kalo murid nya gak ngerti ya Bodoamat.

Bel istirahat berbunyi, Bel yang sudah ane tunggu sedari jam pelajaran pertama.

"Hai" Sapa ane ke Anggun ketika melewati depan kelas nya.

"Hai Min" Sapa Anggun sambil berjalan ke ane.

"Ayok ke kantin" Kata ane mengajak Anggun.

Kami berdua pun berjalan ke bawah menuju kantin.

"Kamu bawa motor?" Tanya Anggun.

"Enggak, Naek patas tadi" Kata ane.

"Kan nanti PM (Pendalaman Materi)" Kata Anggun.

"Biarin aja emang napa kalo PM" Kata ane.

"Baliknya cuman 8 orang dong naik patas?" Kata Anggun.

"8 orang kalo basis an aku semua mah strong, Tau ndiri kan ada tembok cina, Si Rajak" Kata ane sambil tertawa.

"Kalo ada yang mantekin suruh banting kanan, Jangan disuruh minggir supirnya." Kata Anggun.

"Suruh terbang aja biar kayak di Harry Potter" Kata ane.

"Hahaha kamu nanti naik sapu terbang mau emang?" Kata Anggun.

"Mau mau aja asal sama kamu. Hehehe" Kata ane lalu senyum-senyum ke Anggun.

"Apasih, Gombal" Kata Anggun sambil tersipu malu.

SKIP...

Bel pulang sekolah berbunyi, Anak kelas 12 ga bisa langsung pulang, Kami harus ikut Pendalaman Materi supaya otak makin encer buat menghadapi Ujian Nasional. Terlebih untuk Sekolah Negeri seperti sekolah ane, Kalau ada pelajar yang tidak lulus tentu saja akan menjadi aib bagi sekolah ini.

Ane ke warung tempat biasa kami nongkrong di samping sekolah, Sambil menunggu bel tanda masuk PM dimulai lebih baik ane ngopi dulu supaya gak tegang belajar seharian.

"****** udah kayak sekolahan bener ye, Belajar dari pagi ketemu sore, Nama sekolah gimana mau tenar kalo begini hahaha" Kata Capung membuka obrolan siang itu.

"Emang, Udah kaya Sekolah Standar Nasional aja ye" Kata ane menimpali perkataan Capung.

Anak kelas 1 sama kelas 2 nanti pada jalan ke Kodim aja, Selesai PM nanti kelas 3 nya pada kesitu" Kata Ridho.

"Nah iya bener tuh, Daripada balik lu pada gabut ntar dirumah" Kata Capung.

"Iya pung ntar gue ajak kesitu deh" Kata Babeh.

"Kalo yang gamau ikut suruh minum aer autan lagi aje beh" Kata ane.

"Hahaha OD ntar anak orang min, Kesian" Kata Babeh.

Beberapa hari lalu junior ane pada jalanin ke UKI, Janjian sama Bhazack kelas 10 dan 11 nya, Tapi ternyata pas jalan gak sebanyak biasanya, Banyak yang kabur-kaburan pas tau mau jalan ke UKI. Capung menghukum orang yang kabur-kabur an itu dengan cara minum nutrisari yang dicampur autan.

Gak sekejam jaman ane dulu yang disuruh makan minum ini itu. Pertamanya mau dikasih air putih dicampur autan, Tapi si Capung sampe bilang gini.

"Ih kasian bego beh, Jangan deh, Mending nutrisari aja biar ga begitu pait"

Orang ini emang serem kalo sama lawan. Gak bakal mikir 2x kalau soal ngebacok lawan.

Tapi kalo sama kawan dan junior nya dia selau gak tega an.

Itulah kenapa kami semua menghormati dia layaknya seorang Jenderal Perang.

Dan akhirnya waktu itu belum sampai UKI junior ane udah ribut duluan sama anak Kapal Halim yang lagi pada nunggu patas di puteran balik PPD 45.

Dulu disitu pas ane kelas 10 suka ada anak Kapal Blok M yang turun disitu, Seru kalo lawan mereka, Dan kalo menang ada kebanggaan tersendiri ngalahin mereka.

Tapi pas ane kelas 11 kayaknya basis 45 nya udah ga sampe ujung, Mentok di litan doang kata Babeh yang anak Litan. Itu juga cuman sisa beberapa biji doang.

SKIP...

Hari sudah sore, Kelas ane baru selesai PM. Sementara kelas-kelas lain daritadi ane liat udah pada keluar dari kelas nya masing-masing.

Ketika ane berjalan ke warung samping sekolah ternyata sudah sepi. Kata Ridho anak-anak kelas 12 udah pada jalan ke Pedati karna junior ane ribut sama anak 8CP yang katanya gabungan sama Poncol dan junior ane kalah.

Sisa lah kami berempat. Ane Ridho, Rajak dan 1 teman sebasis ane.

Sementara teman sekelas ane yang lain mereka langsung jalan duluan naik motor, Misskomunikasi karna mereka ngira nya ane dan Ridho bawa motor.

"Anjir ber 4 doang kita?" Tanya ane ke mereka.

"Iyak mau diapain lagi, Tadi anak-anak langsung pada cabut naek motor nyusul kesono" Kata Ridho.

"Lagian bego lu do bukan nya bilang daritadi, lu ngobrol di bangku belakang mana gua denger ngobrolin apaan" Kata Rajak.

"Yaudahlah, Kita naekin patas aja ke sono" Kata ane.

Kami pun berjalan menuju tempat menunggu patas kearah sana.

Skip...


Patas yang kami tunggu telah tiba.

Kami ber 4 pun menaiki patas itu, Ridho dan ane jaga pintu belakang, Rajak dan teman ane jaga pintu depan.

FYI patas yang biasa ane naikin itu punya dua pintu, Pintu depan dan Belakang, Pintu belakang sebenarnya lebih di tengah ga belakang-belakang banget.

"Beh numpang yak ampe depan doang" Kata ane pas menaiki patas itu.

"Ah elu, Ampe depan juga turun nye di mane tau" Kata sang kenek.

"Kagak, ampe pedati doang" Kata ane.

"Yaudah, Tapi jangan pada tawuran lu yak" Kata kenek itu lalu berjalan ke dalam.

Patas yang kami naiki sore itu tidak terlalu ramai, Malah sepi padahal jam pulang kerja.

Baru saja patas yang kami naiki ini melewati kodim dari kejauhan Rajak yang di pintu depan berteriak kalo di depan ada pelajar.

"Yah bang*at baru juga naek" Kata ane.

"Jak, Tahan depan jangan sampe tembus ke dalem ya" Kata Ridho lalu memindahkan tas nya ke depan.

"Beh ambil kanan beh rame banget itu pelajar nya" Teriak ane ke sopir patas.

"Lu bawa apaan do?" Tanya ane ke Ridho.

Dia hanya mengeluarkan gagang nya sedikit, Tanpa menyebutkan apa yang dia bawa. Sepertinya celurit.

Ane saat itu ga bawa BR apa-apa.

Rajak tadi ane liat bawa pedang katana kecil yang seukuran tangan.

Tas ane juga ane pindah kan ke depan, Berpura-pura membawa BR padahal gak bawa apa-apa.

Pelajar yang melihat ada 4 orang pelajar mendeng di pintu patas tentu saja melihat itu sebagai sasaran empuk.

Mereka semua melihat ke arah kami.

Sore itu lalu lintas nya lancar, Tapi sang supir tidak bisa banting ke kanan karna ada exit tol.

Mereka mulai berjalan ke arah kami.

Beberapa dari mereka malah mulai berlarian kearah kami.

"Woy bantai bantai" Teriak mereka dari kejauhan.

Lalu berlarian ke arah patas yang kami naiki.

Tanpa BR apa-apa tentu saja ane gabisa ngelawan mereka.

Mereka berlarian ke arah kami,Ada yang membawa gir, Celurit, dan ada juga yang melempari patas kami dengan batu.

"Woy anjin# anak mana lo woy" Teriak mereka.

Sekarang mereka sudah ada di pinggir patas kami.

Tentu saja tidak mungkin kami lari, Sementara itu patas tetap berjalan pelan.

"***** * nih" Teriak Ridho sambil mengeluarkan celurit nya dan bersiap menangkis musuh kami.

Rajak di pintu depan tertolong karna teman ane itu bawa BR juga, Dan pintu depan itu kecil ga sebesar pintu belakang.

"Bantai bantai" Teriak mereka lalu menghantamkan batu dan br nya ke badan patas kami.

"Beh beh jalan beh" Teriak ane ke sang supir.

Para penumpang lain berlarian ke tempat duduk belakang.

Ridho menahan mereka dengan mengayunkan celurit nya asal-asalan. Membuat musuh kami ngeri mau maju.

Patas kami menggeber-geber supaya musuh ini sedikit jiper, Tapi mereka tetap mengerubungi patas ini dari samping.

Untung saja tidak ada yang mantekin patas ini, Jadi patas ga berenti dan tetep jalan.

Ane cuman bisa berdiri di belakang Ridho sambil bersiap-siap menendang kalau saja ada yang tembus dan berusaha masuk ke dalem patas ini.

Patas kami berjalan meninggalkan mereka, Beberapa musuh kami itu tetap mengejar di pintu belakang.

"Min pegangin gue min pegangin" Kata Ridho padahal tangan kirinya masih berpegang ke besi patas.

Tanpa ane duga, Ridho bergelayutan keluar pintu patas, Sementara ane nahan badan nya dia jaga-jaga kalau pegangan dia terlepas.

Dan.....


Celurit milik Ridho menancap di punggung salah satu pelajar itu.

Ketika mau ditarik terlihat Ridho kesusahan karna pelajar itu pun langsung terjatuh dan Ridho dengan sangat terpaksa harus merelakan celurit nya itu.

Ridho tersenyum puas. 1 basis 4 orang melawan pelajar musuh yang se aer-aer itu. Tidak ada yang terluka di pihak kami sementara musuh kami terkapar dengan celurit yang menancap di punggung nya.

Ridho mengacungkan 3 jari nya ke arah musuh kami seolah sedang Dadah-dadah, Tapi ini hanya dengan 3 jari dan ini adalah ciri khas sekolah kami.


Ane tutup dengan quote
Quote:
Sekumpulan pria yang doyan mabuk dan ribut-ribut, Menjalani kehidupan selama 3 tahun pulang-pergi sekolah bersama, Sekumpulan pria itu menamai diri mereka Barisan Siswa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
telahmemblok dan 14 lainnya memberi reputasi
15
22-04-2019 12:09
PART LXII: LEAVE THE KIDS ALONE
Semoga update-an ini bisa menjadi pemersatu dari para pemuda kita yang mulai terpecah belah karena pilihan politiknya. Mari saling menghargai dan mengutamakan Pancasila bagian sila ke-3, Persatuan Indonesia.emoticon-I Love Indonesia (S)
#enjoy
Quote:
Pagi itu di halte bus sekitaran prumpung.
Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju sekolah karena secara tidak sengaja basis ane turun dari bus yang kami tumpangi untuk ngejadiin sekolah tidak dikenal yang mencoba membantai kami ketika kami masi didalam patas.

Ridho dan Rajak yang mendeng di pintu patas sempat kaget ketika patas sedang berjalan dengan pelan tiba-tiba saja ada pelajar yang datang dari arah perkampungan dan langsung melempari kami dengan batu.

Kami yang pagi itu tidak mau kalah (Namanya juga anak muda) Langsung meneriakan ke supir dan kenek nya untuk banting kiri supaya kami bisa turun dan leluasa membuat mereka berlarian. Tapi sayang nya ketika kami turun mereka langsung berlarian masuk ke dalam perkampungan lagi.

Suatu hal yang paling kami hindari adalah meladeni musuh di dalam kampung, Bisa aja mereka punya temen akamsi atau mereka basis situ, Jadi kami lebih memilih untuk pergi dan meninggalkan mereka.

Sementara itu..

Patas tadi adalah patas terakhir yang beroperasi sebelum bel sekolah kami berbunyi, Patas selanjutnya baru ada sekitar 15-30 menit lagi. Kami anak STM yang pulang pergi menaiki patas yang sama pasti hafal dengan jadwal-jadwal patas yang kami naiki karena patas berbeda dengan angkot yang tiap menit pasti ada, Kami lebih sering memilih patas dengan jadwal terakhir karena selain menunggu yang lain, Resiko bertemu pelajar musuh juga lebih sedikit.

"Naek angkot aja lah" kata Ridho memecah keheningan.

Kami semua berdiri dipinggir jalan sementara waktu terus berjalan, Semakin mepet dengan bel masuk sekolah kami.

Dan akhirnya setelah 10 menit menunggu, Ada sebuah truk trailer dari kejauhan, Karena kalau naik angkot basis ane ga mungkin muat kami pun dengan sangat terpaksa mantekin truk itu.

"Beh numpang beh ya" Teriak ane sambil mengadahkan tangan di dada seperti orang sedang ber meditasi yoga.

"Pada naek dah tapi jangan pada tawuran yak" kata sopir truk itu dan menghentikan truk nya.

Kami pun dengan cepat menaiki truk itu, Sejurus kemudian kami semua sudah berada di dalam truk itu.

Meski sama-sama gratis, Naik patas lebih nyaman daripada naik truk terbuka seperti ini.

Dan truk itu kami berhentikan sedikit lebih mundur dari sekolah kami supaya tidak kena pantau satpam yang nanti nya malah akan mengadu ke kepsek kami.

Dan akhirnya kami sampai di sekolah walaupun sedikit terlambat, Dan harus mencatat nama di guru piket terlebih dahulu.

Aturan-aturan yang dulu gak pernah ane rasakan pas kelas 10 dan 11 itu makin lama makin bikin gak betah.

Seksrang di jam istirahat ga pernah ada acara sebat di belakang sekolah, Karena pintu nya di gembok, Dan tembok nya di kawat. Benar kata pepatah lama..

Sekolah ku, Penjara ku...

Aturan ini makin hari makin ketat, Sekolah kami pun membuat motto baru untuk melawan peraturan ini, Biar Negeri Tetap Punya nyali.

Pembekalan-pembekalan diberikan kepada kami untuk menghadapi Ujian Nasional, Semakin mengingatkan kami kalau sebentar lagi kami semua akan berpisah dan menjalani hidup masing-masing dengan cara nya sendiri.

Kami semua beranggapan angkatan kami solid, Tapi pembuktian seberapa solid dan erat nya persahabatan kami nantinya akan terbukti ketika kami sudah lulus, Apakah masih bisa berkumpul untuk sekedar menceritakan kisah hidup nya masing-masing? Atau hanya bercengkerama via sosial media tanpa bertatap muka saja.

Yang akhirnya terbukti, Sampai hari ini hampir sewindu sudah kami dinyatakan lulus kami masih bisa kumpul bersama, Ya paling engga nya bukber seangkatan bisa di datengin lebih dari 50% siswa siswi seangkatan.

"Lu gimana min? Jadi masuk di tempat pkl lu?" Tanya Ridho.

Saat itu kami sedang bersantai di kelas karena guru pada mata pelajaran itu tidak masuk.

"Gatau do, Gue udah sms ke pengawas pkl nya dia bilang nanti bikin cv lagi aja" kata ane.

"Jadiin aja min, Lumayan kan itu kerja nya gitu-gitu doang" Kata Ridho.

"Iya ntar aja, Lulus juga belom" kata ane.

Tempat PKL ane itu udah jadi tempat kerja ane dari baru lulus STM sampai sekarang, Jenjang karir nya lumayan cepet, Dan dari setahun yang lalu ane sering ditugasin keluar kota, Yang membuat CBSBM semakin lama semakin sedikit update nya.

Skip...

Bel pulang sekolah telah berbunyi, Hari itu kami mendapatkan info kalau pelajar Bhakti Jakarta a.k.a Bhazack akan berkunjung ke daerah Jatinegara dan sekitarnya.

Capung memiliki rencana sendiri, Daripada bentrokin mereka di sekitaran Pedati dan Prumpung, Lebih baik kami bentrokin mereka di sekitaran kebon nanas yang punya banyak jalan tikus dan akamsi nya gak ribet.

Setelah menunggu para prajurit STM ane berkumpul, Kami pun berangkat menuju kesana.

Matahari siang itu sedang terik-terik nya. Tapi tidak mematahkan semangat kami, Kami tetap saja tidak sabar membuat mereka berlarian. Mengingat dendam lama angkatan ane ke mereka, Mulai dari Almarhum dan ane juga pernah kena bacok sama mereka, Tentu saja kami tetap bersemangat ketika akan bertemu mereka. Dan hari ini, Mereka para Gembel UKI tidak akan kami biarkan bisa pulang dengan sehat wal 'afiat semuanya.

Sampailah kami di tempat yang kami tuju, Beberapa junior ane menunggu di pinggir jalan sementara kami menunggu di dalam gang, Supaya mereka tidak kaget ketika melihat kami.

"Pung kata nya anak Bhazack pada di Otista, Ribut sama CB (cawang baru)" kata salah satu teman seangkatan ane yang punya temen anak CB.

"Terus bajak nya kemana?" Kata ane.

"Buyar pada digiring masuk polsek semua" kata teman ane tersebut.

Ternyata Bhazack siang itu lagi rame-rame nya pelajar SMP dan STM nya gabungan buat nyatronin CB, Tapi mereka ketemu sama Khazet terlebih dahulu, Baru setelah menang lawan khazet mereka otw ke CB dan apes nya malah digiring ke polsek Jatinegara yang posisi nya deket sama CB.

Gak mungkin pelajar Bhazack yang ketangkep bakalan balik lagi ke jalanan, Mereka pasti dijemput satu-persatu sama orang tua nya dan langsung pulang kerumah.

Pupus sudah harapan kami hari itu untuk bertemu dengan Bhazack yang katanya lagi Allbase.

Karena sang Perompak (julukan mereka) Jarang keluar dari UKI, Dan kalo kami samperin ke UKI itu malah seperti nyari mati.
Maka, Biasanya kami hanya bisa ngebantai per basis nya aja, Yang kebetulan ada yang punya rute lewat depan sekolah kami, Tapi lebih sering mereka nunduk-nunduk, Baru ke gep kalo hari kamis doang pada pake batik.

Ane juga sering ngeliat Anak Bhazack, Anak daerah ane, Tapi mereka daerah Atas sedangkan ane daerah Bawah. Gak akur sih emang kalo ketemu yaa cuman negor doang karena ane juga kenal sama dia, Jadi segen ngebantai nya juga. Padahal basis Cus40 mereka kalo nungguin P2 di seberang gang rumah ane yang kadang ane nyeberang juga masih pada duduk-duduk nungguin patas.

Yaudah daripada kami pulang mending kami nyari pelajar lain yg lagi pada wara wiri juga. Kami pun bergerak menuju otista 3 dan nantinya di Otista Raya kami akan stay dulu disitu sambil menunggu musuh siapapun itu yang akan datang.

Skip...

Sampailah kami di otista raya, Siang menjelang sore, Sepertinya sulit mencari musuh ketika sudah jam segini.

Tapi ternyata dugaan ane salah.

Dari kejauhan terlihat sekumpulan pelajar yang jumlah nya tidak sebanyak kami, Membawa bendera Israel dan Bendera bertuliskan Bhazack, Aneh nya pelajar ini bukan hanya pelajar STM tapi ada juga pelajar SMP nya. Entah mereka yang apes atau kami yang beruntung, Melihat mangsa seperti itu tentu saja Capung tidak tinggal diam..

Dia pun berfikir keras soal strategi apa yang akan kami lakukan untuk melawan mereka, Jumlah jelas kami menang jauh, Jumlah mereka mungkin hanya kurang lebih 20 orang, Tapi yang kami tahu soal musuh kami ini, Mereka itu licin seperti belut.

Entah mereka yang berhasil lolos dari polisi atau yang masuk siang, Tapi walaupun sudah melihat kami mereka tetap berjalan kearah kami yang lagi banyak-banyak nya ini.


"Woy bagi 2, Dari seberang nya jaga awas colongan, Bambu-bambu ambilin aja" teriak Capung ke Pelajar ane.

Bambu bambu bendera parpol yang ada di pembatas jalan itu pun dicopot satu persatu, Menjadi senjata temporer mirip dengan para pejuang kemerdekaan, Beda nya yang kami lawan bangsa sendiri bukan orang Belanda atau pun Jepang. (Miris ya?)

"Majuin majuin" Teriakan tim hore dibelakang ane, entah siapa yang teriak seperti itu.

Ane ga mau mengeluarkan celurit ane, Karena ane pikir paling ini cuman sebentar dan mereka bakalan langsung lari.

Tapi...

Ternyata...

Ane salah.


"Gak salah liat gak salah denger STM * ******" Teriak Capung meneriakan nama sekolah ane.

"Woy kelas 1 ama kelas 2 nya majuin sono, Bantuin Capung teriak ane ke junior ane. Mereka udah jiper duluan ketika tau musuh di depan mereka adalah Para Perompak.

Dan akhirnya pertarungan terjadi, Hujan batu dari depan dan belakang, Batu terus berterbangan, Junior ane sedikit kesulitan membuat mereka mundur, Capung berada di belakang mereka sambil memberikan arahan ke junior ane, Capung gak ikut maju karna udah sering kena warning dari teman seangkatan ane, Capung mungkin udah gerah denger kata- kata "KALO DIGENDONG MULU JUNIOR LO KAPAN BISA LARI NYA?"

Dan pertarungan berjalan cukup sengit, Bhazack yang didampingi anak SMP dan kalah jumlah masih memberikan perlawanan sampai akhirnya mereka jebol, dan berlarian.

Ketika kami berfikir akan menang, Ternyata musuh yang sudah berlari mundur tiba-tiba berlari lagi kearah kami, Mengayunkan lagi gir nya dan membuat junior ane tertahan lagi tetap dengan posisi rapet saling adu BR dan saling teriak.

Ane dan para senior kelas 12 udah mulai gerah dan gak sabar ngeliatnya.

Ane keluarkan celurit kesayangan ane dari dalam tas, Celurit yang langsung memantulkan cahaya matahari saking mengkilap nya.

"Udeh majuin aje ayo dah" kata ane berteriak.

Seketika teman seangkatan ane berlarian ke depan dan mengambil alih para junior yang dari tadi hanya stuck di ngerapetin doang tapi ga di push sampe jebol.

Capung juga saat itu langsung mengayunkan stik golf nya sambil berlari ke arah musuh.

Musuh yang kaget itupun langsung berlarian..

Kami pun mengejar mereka, Capung berlari paling depan sambil mencoba mengincar musuh yang berlari paling belakang.

Sebelumnya Capung sudah mewanti-wanti untuk tidak membantai anak SMP nya karena tidak selevel dengan kami.

Capung yang sudah sangat dekat dengan musuh kami itu pun mengayunkan stik golf nya sambil berlari ke kepala musuh kami itu.

Dia menahan kepala nya dengan tangan, Tapi tidak terjatuh, Dia hanya oleng sepersekian detik, Dan masih tetap berlari.

Ane yakin pukulan Capung itu sangat keras karna Capung mengambil ancang-ancang terlebih dahulu. Walaupun kesakitan kalau dicubit Anggun, Si Capung ini punya tenaga seperti kuli, Pukulan nya yang telak ke kepala musuh itu seharusnya membuat musuh kami minimal terjatuh, Walaupun dia melindungi kepala nya dengan tangan tapi tetep aja dia harusnya jatoh atau berhenti berlari.

"Robot itu robot, Gue salah ngeker" kata Capung sambil berdiri.

Dia sudah berhenti mengejar, Kami semua kelelahan, Capek mengejar mereka dari lampu merah sampai ke depan GOR Yusenter (Youth Center)

Dan Capung? Dia hanya berdiri dan geleng-geleng, Wajah nya tak tampak lelah sedikit pun, Nafas nya pun tidak ngos-ngos an, Mengigat dia berlari paling cepat dan paling depan seharusnya dia yang paling capek diantara kami semua.

"Mop aja nih junior kita" kata salah satu teman seangkatan ane ketika kami sedang ngaso.

"Iye tatar aja suruh jebolin CB sampe masuk gerbang" kata Babeh.

"Ah itu mah gampang banget" kata Ridho.

Iya juga sih, Itu mah gampang banget, banget.


Ane tutup dengan quote
Quote:
Kami semua hanyalah sekumpulan pemuda yang sedang suka-suka nya membuat keributan, Berlari lah sekencang mungkin sebelum kami datang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dreamcity75 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
profile picture
kaskuser
24-04-2019 18:05
Akhirnya hahahahaha.
Kirain bakal kaya avengers apdetnya.
The end
17-06-2019 10:02
PART LXVIII: Kebun ku
Lot of love story happen in my life, But you still be my best part of love, Forever.
After you, I was never happy...

Memang sulit untuk melupakan seseorang yang pernah bersama dengan kita selama 3 tahun, Menemani dalam suasana suka dan duka, susah dan senang. Berusaha melupakan mu hanyalah salah satu dari daftar keinginan ku yang sampai saat ini belum tercapai. Entah kapan keinginan ini akan tercapai. Aku selalu percaya rencana Tuhan lebih baik dari rencana ku itu sendiri. I will always, Love you.

Quote:Detik-detik menuju Ujian nasional terasa semakin cepat, Yang sebelumnya masih menghitung bulan, Sekarang sudah tinggal beberapa minggu lagi.

Kita tidak bisa menghentikan waktu, Suka atau tidak suka waktu akan terus berjalan.

Kita hanya bisa menikmati sebelum waktu ini berlalu, Percayalah tidak akan pernah ada Reuni yang lengkap. Selesai ujian nasional pasti sulit untuk bisa berkumpul 1 angkatan dengan lengkap tanpa kurang seorang pun.

Siang itu kami seperti biasa nongkrong di tempat biasa kami berkumpul. Hari itu ga ada jadwal untuk tawuran, Kami hanya akan nongkrong siang ini, Memanfaatkan waktu sebelum akhirnya nanti berpisah karena cita-cita.

"Anak kelas 1 sama kelas 2 nya pada ke Manggarai, Pung katanya" Kata Ridho ke Capung.

"Itu karna gabungan sama *** aja, kalo sendiri juga rada jiper hahaha" Kata Capung menyebut salah satu aliansi kami yang beralamatkan di Kramat Raya.

Ketika kami sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja kami dikejutkan dengan kedatangan pelajar berseragam celana abu-abu yang lagi nge BM di truk fuso sore itu.

Posisi mereka masih belum sampai tepat di jalan raya depan sekolah kami, Namun sudah terlihat beberapa orang pelajar yang sedang duduk di atap kepala truk itu.

"Wih anak mana tuh?" Kata salah satu teman seangkatan ane.

"Tubun kali Tubun, Ayo dah ayo pantekin pantekin" Kata Rajak lalu berdiri dari duduk nya.

Kami masih memantau truk itu, Mereka masih tersendat karena lalu lintas saat itu memang cukup padat.

"Cari batu, bambu, kayu, yang ada aja bawa, Jangan lari ke dalem sekolah kalo jebol" Kata Capung.

Kami memang tidak punya persiapan apa-apa, Karena tidak ada niatan untuk tawuran juga hari itu.

Ane mengambil sebuah bambu yang ada di pinggir jalan, Bambu yang tidak terlalu besar ukuran nya, Mungkin hanya sepanjang 1 meter.

Kami berlarian dengan membawa senjata seadanya, Dan stay dipinggir jalan menunggu mereka lewat.

Mereka sepertinya menyadari kehadiran kami, Beberapa pelajar yang duduk di atap turun ke dalam bak truk itu, Kepala-kepala pelajar yang mengintip dari dalam truk pun terlihat oleh kami.

Tapi sayang nya, Mereka malah diam saja dan tidak ada yang turun 1 pun.

"Bantai-bantai, Masukin ke dalem truk nya" Kata Capung yang langsung mengeluarkan sebilah pedang katana kecil dari dalam tas nya.

"Kok gue gatau sih Capung bawa SM (samurai)" Kata Ridho.

"Namanya juga Capung do" Kata ane lalu tertawa kecil.

Kami berlarian ke arah truk itu, Capung yang tentu saja larinya lebih cepat dari kami langsung naik ke pinggir truk itu, Berpegangan di body truk.

Dia mengayunkan samurai nya ke dalam truk yang berisi pelajar itu.

Ane juga ikutan naik ke samping truk itu, Ane liat pelajar yang ada di dalem nya berdiam diri di pojok truk sambil menutupi kepala mereka dengan tas.

"Anak mana lo anji*ng? Berani lo lewat-lewat sini" Kata Capung sambil menodongkan samurai nya.

"Piss bang, Cuman numpang lewat doang bang, Ampun bang" Kata salah satu dari mereka dengan muka yang ketakutan.

"Lo anak mana?" Tanya ane yang juga ada di pinggir truk itu.

"Anak 1 Dhayak bang" Kata salah satu dari mereka.

"Turun lo anjin* jangan kayak ayam di dalem situ ngumpet dipojokan" Kata Capung, Dan sekarang bukan hanya menodongkan samurai nya, Sekarang Capung mengayunkan samurai nya ke arah mereka.

Namun karena samurai nya kecil dan mereka ada di pojok truk, Sedangkan kami hanya bertengger di body truk tidak masuk ke dalam nya, Samurai nya pun tidak mengenai siapa pun.

"Bantai aja bantai" Kata Capung ke teman-teman seangkatan ane yang sudah mengepung truk itu.

Dan dengan barbar nya mereka melemparkan batu, botol, dan lain lain ke dalam truk itu.

Sedangkan ane yang bawa bambu langsung memukuli pelajar itu.

Mereka melindungi diri dengan tas mereka, Tapi tetap saja ada pelajar mereka yang kena lemparan batu.

Dan saat kami sedang membantai mereka, Kenek truk itu pun turun.

"Woy woy ngapain kalian, Udah udah kasian mereka juga ga ngelawan" Kata Kenek itu mencoba mengusir kami yang tentu saja tidak kami hiraukan.

Geberan supir truk yang menggeber knalpot truk nya pun tidak kami hiraukan, Tentu saja kuping kami sudah bebal dengan suara-suara seperti itu.

3 tahun kami bersekolah bukan baru kali ini kami di geber sopir truk, Terkadang sopir truk yang ingin kami pantekin kalo dia emang pelit ya gabakalan ngasih, Banting setir dan geber-geber knalpot truk.

Dan ketika truk mulai berjalan pelan kami masih tetap memukuli dan melempari mereka, Yang bawa bambu dan kayu tetap berpegangan di body truk sambil memukuli pelajar yang ada di dalam itu.

Kami perlahan turun dari truk, Lalu lintas nya sudah kembali lancar, Truk itu pun mulai berjalan.

Tiba-Tiba dari dalam truk keluar seorang pelajar yang memanjat body truk tapi tidak turun ke jalan.

Dia berteriak,
"1 Dhayak 54 kalimalang, Anjin* lo semua" Teriak Pelajar itu sambil mengacungkan jari tengah nya ke arah kami.

Kami semua pun langsung tertawa melihat tingkah laku bocah itu. Kenapa tadi ga teriak pas sebelum dibantai dan turun buat ngelawan, Malah abis kan dibantai di dalem truk, Hahaha.

Kami kembali lagi berjalan ke warung tempat biasa kami nongkrong.

"Masukin dong, Ngapa begitu doang" Kata Satpam sekolah kami sambil tertawa.

"Cemen dia pak gamau ngelawan, Capung kaga tega katanya" Kata Ane.

"Ya lu dong min, Masukin terus pentung-pentungin pake bambu" Kata Pak Satpam sambil mempraktekan cara mentungin pake bambu.

Kami lanjutkan kembali nongkrong kami yang sempat terganggu karena anak-anak tidak jelas tadi.

"Eh mereka itu bukannya suka gabungan sama Tubun ya?" Tanya ane ke teman ane yang basis Kalimalang.

"Dia suka nongkrong di kalimalang min sama anak-anak Tubun, tapi di ributin mulu sama Febri /qtel (alm.) kalo anak 6KR 54 nya dateng juga sering diributin.
Dulu terakhir ketemu pas mau naik-naik an di pangjat (pangkalan jati) mereka bawa gembelan juga banyak, Anak-anak 6kr gabung sama Malaka, Jebol jauh mereka." Kata dia.

"Oh berarti gembelan semua dong isinya" Tanya ane.

"Kalo ga gembelan ya anak punk min, Kadang malah ada anak SMP nya. Anak smp nya lebih selon daripada anak STM nya hahaha" Kata dia.

"Kayak Bhazack ya modelan nya kalo jalan gabung sama SMP nya" Kata ane.

Obrolan ngalor ngidul sepanjang hari itu membuat waktu terasa berjalan dengan cepat. Adzan maghrib sudah berkumandang, Kami pun segera membubarkan diri.

"Min barengin aja ya anak-anak lu sama anak Kalimalang + Litan" Kata Capung.

"Anak kalimalang kalo dibarengin kudu nyambung lagi bang Capung, mana bisa naek patas" Kata ane.

"Biarin aja kan nanti misah nya di Penas, Anak litan lanjut jalan, anak Kalimalang naek metro, Lu ngesot dah ampe gang an lu" Kata Capung.

"Biji lu ngesot" Kata Ridho sambil nyentil kuping Capung.

"Ampun bang Ridho, maksud saya jalan bang Ridho, Kalo ngesot nanti dengkul lu lecet, gabisa jalan ama si Anu lagi." Kata Capung.

"Ditolak pung die aslinye, Cuman emang bocah kaga tau malu, Udah begitu masih aje ngotot" Kata Ane.

"Perjuangan min itu namanya" Kata Ridho.

"Perjuangan pun harus jelas do yang diperjuangin. Tujuan nya juga harus jelas" Kata ane.

"Kurang jelas apa sih min, Dia juga lama-lama tar klepek-klepek sama gua" Kata Ridho sambil tertawa.

"Hahaha, gua klepakin sini pala lu" Kata ane.

Jadilah kami sore itu pulang bersama, 3 basis jadi 1 di patas yang saat ini sudah tidak beroperasi.

"Assalammualaikum, Yayaya STM ****** * *** ** *** *** *****" Teriak ane meneriakan nama sekolah dan basis kami.

"Wah anjir panjang juga" Kata Babeh.

"Au tuh teriak-teriakan ada musuh kaga" Kata Ridho.

"Dia cita-citanya jadi kenek patas do" Kata Rajak menimpali perkataan Ridho.

"Hahaha tai lu pada" Kata ane sambil menghisap dalam-dalam rokok filter yang ane pegang.

Mereka mungkin lupa, Beberapa bulan lagi meneriakan nama sekolah di pintu patas dengan menggunakan seragam akan menjadi hal yang paling mereka rindukan, Nanti nya.

Di perjalanan kami tidak mendapatkan hambatan apapun, Semua berjalan lancar, dan kami berpisah di tempat sesuai yang di rekomendasi kan oleh Capung.

Dan besok nya ane baru tau ternyata anak Kalimalang dibantai sama Gembelan dan juga anak Dhayak di deket Gudang seng, Mereka kalah jumlah dan juga kalah BR, Mereka sempat turun dan meladeni musuh kami itu, Sampai akhirnya jebol dan masuk ke dalem kampungan orang.

1 orang pelajar ane ada yang kepala nya bocor terkena lemparan batu ketika lari dari musuh.

Keesokan harinya Capung yang tau soal berita ini langsung mengontak beberapa pelajar aliansi kami untuk mengacak-acak sekolah itu.

"Gue udah kontak anak ** ama anak ****** mereka bilang nanti janjian di Pondok bambu baru jalan bareng ke Dhayak" Kata Capung.

"Oke pung, Udah lama juga kita ga kearah Kalimalang kan" Kata Ane.

"Anak kelas 1 ama kelas 2 kolekin Beh buat nanti jenguk yang kemaren kena" Kata Capung.

"Iya pung gua udah bilangin suruh kumpulin kolekan" Kata Babeh.

"Dia pinter pung ngebantai nya disitu, Tau dia anak Kalimalang rakyat nya dikit yang di daerah situ, Jadi enak ngebantai nya. Padahal kalo mantekin nya di belokan Penas mah kering itu mereka." Kata salah satu anak Basis Kalimalang.

"Yaudah ntar kita balikin, Darah dibales darah." Kata Capung dengan tatapan tajam nya, Dia terlihat sangat kesal siang itu.

Capung adalah orang yang sebenernya males gabungan sama salah satu sekolah aliansi kami yang ada di Pondok Kopi, Mengingat dulu pernah ada tragedi di Klender, Saat itu ane masih kelas 10, Capung yang sudah menunjukan 'bakat tawuran' nya dipercayakan sama senior ane buat ngebuka duluan.

Seinget ane waktu itu lawan kami adalah Texas (Texas 44 yang STM ya bukan Texas SMA yang sok sok an anti stm tapi ngibrit mulu ama anak STM)

Capung kesal karena salah satu pelajar aliansi kami ada yang secara tidak sengaja memutar gir nya sampai mengenai kaki Capung dan membuat dia kehilangan keseimbangan lalu terjatuh.

Tentu saja walaupun terjatuh dan dibacok berkali-kali Capung tetap sehat wal-afiat. Tapi yang dia sayangkan adalah yang menjatuhkan dia itu bukan nya langsung beking in posisi nya Capung tapi malah diam dan terus bertahan di posisi nya sendiri.

Senior ane yang sama gila nya dengan Capung tentu saja tidak tinggal diam.

Melihat junior nya jatuh dan dibacok walaupun hanya seperti membacok tembok, Senior ane langsung dengan cepat berlari ke depan, Dan membuat 2 orang pelajar Texas bersimbah darah diatas aspal siang itu.

Dan mulai hari itu Capung menyimpan dendam pada aliansi kami. Tapi dendam nya hanya sekedar gamau jalanin bareng kecuali ada aliansi lain.

Hubungan kami dengan sekolah itu pun memang rada 'kendor' pas ane kelas 3 dan Capung yang menentukan kemana arah perjalanan kami.

"Terpaksa nih gue ngajak anak ****** bareng, Abisnya kita jalanin di jalur mereka, Kalo ga ngajak mereka bareng yang tau jalur nya kan dikit" Kata Capung.

"Anak kalimalang sama anak priok dikali 2 juga banyakan kalimalang kalo diitung kelas 1-2-3 nya pung" Kata ane.

"Ya tetep aja mending bawa banyak sekalian, Siapatau nanti ada untung nya buat kita" Kata Capung.

Skip...

Kami sudah berada ditempat kami janjian dengan 2 sekolah aliansi kami. Kami datang lebih dulu, 2 sekolah itu belum datang juga, Dan setelah menunggu cukup lama akhirnya mereka satu persatu datang.

"Udah semua kan? Ayo dah jalan" Kata Capung ke anak-anak aliansi kami dan para pentolan nya. Disitu ada Febry (alm)

Oh iya alm. Febry / Qthel / Katel ini setau ane dia seangkatan sama ane (2011) Mungkin di thread ini ada anak 6KR yang bisa bantu validasi, Si Qthel ini meninggal sekitar tahun 2011/2012 an setelah sempat koma beberapa hari di RS. Waktu itu kabarnya yang dateng ke rumah nya pas alm meninggal sampe bikin penuh jalanan Ciplak. Rumah nya ane tau dan setau ane udah di gusur karena proyek tol Becakayu.

Qthell (atau Katel ane gatau karna ane manggil nama dia yaitu Febri)

Si Qthell ini dulu emang namanya terkenal, Modelan nya kayak Capung, Dia dulu ane pernah liat sendiri bawa-bawa sapu lidi, Dia bilang sapu lidi ini Cukup buat bikin lari-lari an anak Israel.

Gokil emang ini orang, Kalo sebab dia meninggal gue kurang tau juga, Tapi semoga tenang disana Febry/ Febri / Den Qthell izinkan gue spoiler dikit keganasan lo dulu, Gue saksi hidup udah pernah liat lo bikin lari musuh cuman pake sapu lidi.

Kami berjalan menuju Pangjat, Karena memang tidak terlalu jauh dari situ, Dan disini pun tidak ada patas, Jumlah kami cukup banyak ga mungkin muat naik metro, kalo dipisah malah takutnya nanti kebantai duluan yang pertama dateng.

Jeng jeng jeng...

Di pangkalan jati tidak ada pelajar mana pun yang stand by. Menurut keterangan pelajar ane, Mereka biasanya suka nongkrong di deket sekolah nya, Dan janjian dengan gembelan sebelum stand by di jalanan menunggu musuh.

"Jauh gak sih dari sini sekolahan nya?" Tanya Capung.

"Engga pung deket kok ga begitu jauh" Kata anak basis Kalimalang nya.

"Kalo udah siang gini, Ada anak PKBM nya juga nih, Kemaren yang ngebantai kita kayaknya juga ada anak PKBM yang pake baju bebas" Kata anak Kalimalang lainnya.

Setelah berjalan yang menurut ane cukup jauh kami sampai di gang masuk ke sekolah mereka.

Ketika kami masuk dari kejauhan terlihat banyak pelajar bercelana abu-abu sedang nongkrong di sebuah warung dekat bangunan sekolah nya.

"Noh mereka noh, bantai ayo bantai" Kata salah satu pelajar sekolah ane.

Kami langsung mengeluarkan berbagai macam senjata yang kami bawa. Dan jadilah disitu kami berlarian di dalam gang dengan membawa senjata, Memang sangat bar-bar sekali kami siang itu. Terlanjur dendam karna ada teman kami yang terluka membuat kami sudah sangat emosi ketika melihat mereka ada di depan kami.

Ketika kami berlari ke arah mereka, Mereka yang kaget pun langsung berlarian, Masuk ke dalam sekolah dan mengunci gerbang sekolah.

Satpam mereka pun tak kalah sigap langsung dengan cepat menggembok pagar sekolah mereka.

Gang kecil itu menjadi seperti arena perang, Tapi hanya ada 1 pihak. Sang penyerang sementara sang Lawan bersembunyi ketakutan, Dibalik pagar karatan itu.

"Udah dek pada pulang sana kasian orang tua kalian" Kata Satpam itu mencoba menenangkan kami yang mengoyak-oyak pagar nya supaya jatuh.

"Ye ngent*t pelajar sini kemaren bikin bocor temen gue, Suruh keluar pelajar nye mane cemen amat" Kata salah satu anak Kalimalang.

"Udah ancurin aja sekolah nya ancurin sekolahan jelek gini kok" Kata salah satu pelajar yang ada di belakang.

Dan jadilah kami luapkan emosi kami dengan mencoret-coret tembok, papan nama, dan pagar sekolah itu.

Jendela pun tak lupa kami lempari batu, Tapi mereka tak kunjung menampakan diri.

"Dikandangin, Dikandangin, Dikandangin" Nyanyian khas anak STM yang berhasil 'menaklukan' musuh di kandang nya pun disuarakan.

Dan mungkin mereka memang tidak ada niatan untuk menjaga 'istana' nya, Karena sudah kami tongkrongin di depan sekolah nya pun mereka tetap tidak ada yang keluar.

Akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Taman Pangkalan Jati, Untuk menunggu mereka pulang, Dan sampai sore tiba mereka pun tak kunjung datang.


"Pada ngajakin ngalong ke BKT" Kata Capung sehabis berdiskusi dengan 2 orang pentolan aliansi kami.

Kami stand by di BKT sampai maghrib pun tidak ada musuh, Kami disitu hanya saling mengobrol, Bertukar cerita, Dan tentu saja mabuk bersama sampai kami memutuskan untuk balik kanan, Pulang bersama basis masing-masing.



Ane tutup dengan quote
Quote:Jalan kita berliku, berlubang, dan kadang tersendat. Tapi percayalah, Akhirnya nanti akan indah...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
telahmemblok dan 11 lainnya memberi reputasi
12
18-05-2019 06:27
PART LXV: SWEET LOVE OF MINE
Quote:
Terik matahari sore itu mengiringi langkah kami berdua, Siang itu ane dan Anggun pergi ke salah satu toko buku di daerah Matraman, Ane cuman nemenin Anggun dikarenakan ane sangat-sangat malas untuk membaca buku hehehe.

"Cari 1 buku doang kan?" Tanya ane.

"Iya ih bawel, mau jalan ama cewe lain lu ye?" Tanya Anggun.

"Apaansi ya kaga lah orang nanya doang" Jawab ane ketus.

Jadilah kami sepasang remaja yang nyari buku kesana sini dan ujung-ujung nya nanya sama mas mas gramed nya baru deh ketemu emoticon-Ngakak (S)

"Pulang nya aku bayarin mie ayam yg depan mesjid ya" Kata Anggun.

"Mekdi dong" Kata ane sambil tertawa.

"Ah gada duit ah belom turun mingguan nya" Kata Anggun.

"Iye tau canda nggun" Kata ane sambil menyalakan motor.

Kami berdua naik motor menuju tempat mie ayam deket rumah ane.

"2 ya pakde makan sini" Kata ane sesampainya kami disana.

"Aku beli air sama rokok dulu" Kata ane ke Anggun lalu berjalan ke warung dekat situ.

Setelah selesai beli air dan rokok, Ane balik lagi ke tempat mie ayam tadi.

"Kamu tadi liat yang naik motor bertiga itu ga?" Tanya ane ke Anggun sambil menunjuk motor yang baru lewat.

"Liat kenapa emang?" Tanya Anggun.

"Yang paling belakang mantan aku pas smp itu" Kata ane.

"Oh, iya" Kata Anggun.

"Sekarang kata temen aku jadi cewe resing gitu haha" Kata ane.

"Bau busi dong" Kata Anggun sambil tertawa.

"Bau oli samping" Kata ane menimpali perkataan Anggun.

Semangkuk mie ayam pinggir jalan sore itu rasanya tidak kalah nikmat dengan spaghetti buatan restoran-restoran terkenal yang porsi nya seperti nasi kucing, Entah mengapa makanan apapun akan terasa nikmat jika memakan nya bersama kamu.

Ah.....emoticon-Blue Guy Smile (S)

Skip

"Udah sampe rumah? Makasih ya udah nemenin sayang." Isi chat dari Anggun yang ane buka sesampainya ane dirumah.

Setelah ane membalas chat dia, Ane mandi dan bersiap-siap.

Malam ini ane dan Desy berniat untuk jalan-jalan malam, Dia yang ngajak karena dia bilang lagi suntuk dirumah, Kelas 10 dan kelas 11 emang lagi libur mulu, Enak padahal dirumah bisa nonton tv ampe sore.

"Abis magrib gua jalan ya des" Isi chat ane ke Desy.

"Iya kak nanti kabarin aja" Balas Desy tak lama kemudian.

Enak ya, Siang jalan ama cewe cantik, Malem nya jalan ama cewe cantik lagi.. emoticon-Ngakak (S)

Selesai adzan Maghrib berkumandang, Ane berangkat menuju rumah Desy, Bersama dengan roda dua kesayangan yang jok motor belakang nya entah udah di dudukin berapa wanita selama ane sekolah dulu.

Skip...

Sesampainya ane dirumah Desy..

Baru aja ane pinggirin motor dan mau turun buat manggil dia, Eh orang nya udah keluar duluan.

"Kak langsung jalan aja ayo" Kata Desy yang malam itu memakai dress terusan berwarna abu-abu dan tas selempang kecil berwarna hitam.

Selalu cantik jika dilihat dari sisi yang mana saja...

"Nih pake helm, Biar ga di tilang" Kata ane sambil menyodorkan helm yang ane bawa ke Desy.

"Haha oke kak" Kata Desy sambil mengambil helm dan sedikit tertawa kecil lalu duduk di jok belakang motor ane.

Dan ane pacu roda dua itu menuju tempat tujuan kami, Salah satu mall di daerah JakTim.

"Des, Tau ga sih kita masih bisa ditilang walaupun udah pake helm?" Tanya ane ke Desy.

"Iya, kan kaka gapunya SIM" Kata Desy.

"Bukan, Kita bisa aja ditilang karna kamu cantik nya kelewatan hehe, Ganggu konsentrasi pengendara lain" Kata ane.

"Hahaha apaansih kak" Kata Desy sambil menepuk pundak ane dan tertawa

Ane menatap wajah nya di spion, Wajah cantik nya yang bertambah manis ketika tersenyum dan tertawa.

Ketika ane sedang menatap wajah nya dari spion, Desy yang tadinya sedang melihat kanan kiri jalanan pun memergoki ane sedang menatap nya di spion.

Dia lalu menjulurkan lidah nya, melet-melet dengan maksud meledek ane yang ke gep lagi mencuri-curi pandang dengan nya.

"Coba gitu terus sampe Tamini nanti gue beliin es krim mekdi" Kata ane ke Desy.

"Ogah ah tar kering lidah aku" Kata Desy lalu tertawa.

Entah kenapa ane ngerasa klop banget sama si Desy ini, Dan dia juga mau ane ajak jalan, makan dll tanpa status apa-apa.

Terlebih dia tahu ane dan Anggun pacaran dari kelas 10 walaupun putus nyambung.

Dan dia juga tau ane cinta banget sama Anggun (sampe sekarang? haha, mungkin) dan dia tau mutusin Anggun itu adalah sebuah hal yang tidak akan pernah ane lakukan.

Jika memang ternyata harus berpisah, Biarlah aku yang hancur terkeping-keping, Sedangkan kamu harus tetap utuh dan selalu bahagia!

Sampai juga kami di mall tersebut, Langsung naik keatas buat beli tiket bioskop, Karna dulu belum ada aplikasi pesen tiket bioskop online jadinya kami harus pesan langsung.

Setelah melihat jadwal-jadwal film yang akan diputar malam itu, Kami pun memutuskan menonton sebuah film yang ane lupa film apa emoticon-Ngakak (S)

Setelah membeli tiket, Film yang akan kami tonton masih sejam lagi, Kami pun menuju ke lantai bawah, Mengisi perut sekaligus nemenin Desy nyari mekap.

"Kita makan apa kak?" Tanya Desy ke ane.

"Terserah sih" Kata ane.

"Enak nya apa ya" Tanya Desy ke ane.

Sebagai anak tunggal dan kedua orang tua bekerja, Uang saku mingguan ane lebih dari cukup, Itu juga kadang udah dikasih mingguan kalo abis ya minta lagi.

Dimanjain tapi ga bikin ane jadi anak yang manja dan boros.

Jadi uang jajan ane pas jaman sekolah awet karena berangkat gratis, pulang gratis, abisnya buat jalan sama cewe dan beli rokok kopi aja.

"Yaudah kesitu aja yuk kak" Kata Desy menunjuk salah satu restoran fast food yang ada dalam mall itu.

"Ayo" Kata ane.

Setelah memesan dan membawa makanan kami pun duduk berdua.

Dengan posisi berhadap-hadap an seperti ini, Sudah lebih dari cukup buat ane mengambil kesimpulan kalau Desy cantiknya emang setara sama Anggun, Dan sikap humble nya itu yang luar biasa.

"Kak foto yuk, nanti aku jadiin dp bbm haha" Kata Desy.

"Hahaha jangan dong" Kata ane tertawa walaupun dalam hati panik seada-adanya.

"Becanda kak, tar kegep sama cewe nya kak min lagi hihihi" Kata Desy.

"Iya iya yaudah makan dulu deh" Kata ane.

Selesai makan, ane menemani Desy mencari mekap yang dia mau, entah apa yang dia beli ane gatau namanya, pokoknya ribet nyari nya kesana kesini.

Skip...

Sekarang kami sudah di dalam studio bioskop tempat film yang akan kami tonton, Film diputar dan entah apa yang terjadi di layar di depan kami, Tapi ada 1 hal yang ane pahami mulai malam ini.

Benih-benih cinta kami mulai tumbuh dengan cepat dan mulai bersemi walaupun faktanya hati ini sudhah ada yang mengisi


Ane tutup dengan quote
Quote:Entah setan apa yang merasuki diriku waktu itu, Bagaimana bisa aku merayu wanita lain sedangkan seluruh cintaku sudah kupersembahkan hanya untuk mu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tepanadiccte dan 11 lainnya memberi reputasi
12
profile picture
newbie
20-05-2019 22:04
Ceritanya bagus Bangemoticon-Smilie
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
matahari-tak-seindah-senja
Stories from the Heart
kunikahi-sahabatku
Stories from the Heart
two-sides-of-the-same-coin
icon-jualbeli
Jual Beli
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia.
All rights reserved.