- Beranda
- The Lounge
Ketika Kekerasan Melanda SD dan terekam Camera
...
TS
hardy2000
Ketika Kekerasan Melanda SD dan terekam Camera
Kekerasan melanda SD!

Itu yang penulis dapatkan kemarin. Seorang teman share video kekerasan yang dilakukan anak SD. Sebuah SD di kawasan sumatera (dari logat bicaranya). SD islam lagi, dilihat dari cara berpakaiannya.
Kekerasan itu sunggu melampaui batas. Bener. Mereka tidak bercanda. Mereka seperti sedang membantai musuh. Korbannya anak perempuan lagi. Dikeroyok dengan tanpa kasihan. Beberapa anak laki laki bergantian. Bahkan aada anak perempuan yang ikutan mukul. Sementara di situ ada teman sekelas cuex bebek seperti sedang tidak ada apa apa. Miris. Tak terasa berlinang air mata. Air mata seorang guru yang "cebih" "gembeng" dan "tidak berdaya". Bahkan video versi You Tube nya pun terkena restriksi alias pembatasan usia. Ketika penulis mau lihat harus memasukkan akun dan pernyataan usia diatas 18 tahun. Ya Allah... sedang apa negeriku!
Penulis sering melihat video anak berkelahi, tawuran pelajar atau kekerasan yang lain. Tapi video ini sangat menyentak. Karena dilakukan anak SD. Seusia anak anak saya. Saya seperti sedang tidak melihat anak SD. Sadis sekali.
Penulis share di wall, dengan harapan ada perhatian dari sesama. Akan kondisi di negri ini yang sudah sedemikian mengerikan. Tapi sebagai orang yang nggak terlalu faham IT, penulis juga memberi catatan. Siapa tahu itu video hoax yang bertujuan memecah belah dan membuat suasana tegang. Jama sekarang apapun bisa terjadi. Hoax dan nyata susah dibedakan. Tentu kita tak ingin terjebak dalam kesia siaan dan tipu daya.
Tak lupa, penulis share di grup pendidikan. Grup para guru dan dosen. Dan grup para calon guru besar yang lagi sekolah ke luar negeri. Dengan harapan ada perhatian dan pemikiran dari sesama rekan sejawat.
Tak dinyana tanggapan beragam. Tapi mayoritas mengatakan, tayangan ini terlalu sadis dan harus dihapus. Tayangan ini tidak mendidik. tayangan video ini bisa ditiru anak anak. Ada juga yang mengatakan bahwa antara yang dipukul dan yang memukul adalah sama sama korban yang harus dilindungi. jadi tidak boleh seenaknya menyebarkan di sosmed. Bisa berakibat buruk bagi masa depan mereka.
Dilema terjadi di sini. Peenulis sadar sepenuhnya bahwa video itu penuh kekerasan dan over. Penulis sadar sepenuhnya bahwa viseo durasi 2 menit ini sangat mengerikan. Namun kemudian menjadi bertanya juga, bagaimana kita semua akan tahu real apa yang terjadi jika hanya sekedar membaca berita?
Memang, kita akan shock, diibaratkan seperti memergoki anak sendiri yang mencuri via CCTV. Di satu sisi kita sedih bahwa anak kita mencuri, sedih juga kenapa kok sampai kita tahu lewat CCTV. Tak ingin CCTV itu diketahui orang lain. Tapi di sisi lain jika nggak ada bukti CCTV pasti kita nggak akan pernah tahu bahwa anak kita jadi pencuri. Dilematis bukan?
Ada juga yang takut kasus ini akan didomplengi LSM yang bertujuan buruk. Memang keberadaan LSM ini bagai 2 sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan, sisi lain merugikan. Seperti juga kasus video tak senonoh yang melanda sekolah. Kita juga dilematis. Itu video menjijikkan, tapi itulah kenyataannya.
Juga kasus contek massal beberapa saat yang lalu yang sampai pak Menteri turun tangan. Di satu sisi kita malu dengan kasus itu, tapi di sisi lain kita juga harus berpikir mengatasi hal itu.


:
Cobalah kita berpikir lebih dalam lagi. Bangsa ini mau dibawa ke mana. Kita sedih dengan kekerasan. Kita sedih dengan bulyying. Kita juga nggak ingin kasus itu dimanfaatkan fihak fihak untuk mencari keuntungan. tapi juga tidak boleh kita berdiam diri.
Marilah kita cari akar permasalahnnya. Bisa jadi dari tayangan sinetron yang tidak mendidik, bisa dari gane online yang merajalela, bisa dari internet cepat yang tanpa pengawasan. Bisa dari kebiasaan MOS yang suka membully siswa. Saya juga mengingatkan kepada rekan guru dan dosen di seluruh negeri, hapus MOS itu. Hapus MOS itu. Tak ada keuntungannya sama sekali. walaupun cuma sekedar gojlokan seperti memakai tas kresek atau sepatu bersebelahan sandal, dst.
Akhirnya video itu dihapus. Alhamdulillah. Tapi saya berharap, dihapusnya video itu bukan sekedar bahwa kita nggak siap mental melihat kerusakan mental yang sedang terjadi. Bukan karena kita pengin terlihat bagus bagus saja. tapi kita berharap, ada perbaikan pada anak anak kita.
Kemajuan teknologi informasi dengan SOSMED nya memang sering membuat serba salah. Tahu suatu keburukan, salah. Tidak tahu, salah juga.
Salam dari seorang guru
mewek
Catatan :
Videonya sudah ada di KASKUS gan. Silakan dicari sendiri.
Ane sebagai seorang guru hanya mengulas kasus itu dari kacamata pendidikan. Jadi bukan repost

Itu yang penulis dapatkan kemarin. Seorang teman share video kekerasan yang dilakukan anak SD. Sebuah SD di kawasan sumatera (dari logat bicaranya). SD islam lagi, dilihat dari cara berpakaiannya.
Kekerasan itu sunggu melampaui batas. Bener. Mereka tidak bercanda. Mereka seperti sedang membantai musuh. Korbannya anak perempuan lagi. Dikeroyok dengan tanpa kasihan. Beberapa anak laki laki bergantian. Bahkan aada anak perempuan yang ikutan mukul. Sementara di situ ada teman sekelas cuex bebek seperti sedang tidak ada apa apa. Miris. Tak terasa berlinang air mata. Air mata seorang guru yang "cebih" "gembeng" dan "tidak berdaya". Bahkan video versi You Tube nya pun terkena restriksi alias pembatasan usia. Ketika penulis mau lihat harus memasukkan akun dan pernyataan usia diatas 18 tahun. Ya Allah... sedang apa negeriku!
Penulis sering melihat video anak berkelahi, tawuran pelajar atau kekerasan yang lain. Tapi video ini sangat menyentak. Karena dilakukan anak SD. Seusia anak anak saya. Saya seperti sedang tidak melihat anak SD. Sadis sekali.
Penulis share di wall, dengan harapan ada perhatian dari sesama. Akan kondisi di negri ini yang sudah sedemikian mengerikan. Tapi sebagai orang yang nggak terlalu faham IT, penulis juga memberi catatan. Siapa tahu itu video hoax yang bertujuan memecah belah dan membuat suasana tegang. Jama sekarang apapun bisa terjadi. Hoax dan nyata susah dibedakan. Tentu kita tak ingin terjebak dalam kesia siaan dan tipu daya.
Tak lupa, penulis share di grup pendidikan. Grup para guru dan dosen. Dan grup para calon guru besar yang lagi sekolah ke luar negeri. Dengan harapan ada perhatian dan pemikiran dari sesama rekan sejawat.
Tak dinyana tanggapan beragam. Tapi mayoritas mengatakan, tayangan ini terlalu sadis dan harus dihapus. Tayangan ini tidak mendidik. tayangan video ini bisa ditiru anak anak. Ada juga yang mengatakan bahwa antara yang dipukul dan yang memukul adalah sama sama korban yang harus dilindungi. jadi tidak boleh seenaknya menyebarkan di sosmed. Bisa berakibat buruk bagi masa depan mereka.
Dilema terjadi di sini. Peenulis sadar sepenuhnya bahwa video itu penuh kekerasan dan over. Penulis sadar sepenuhnya bahwa viseo durasi 2 menit ini sangat mengerikan. Namun kemudian menjadi bertanya juga, bagaimana kita semua akan tahu real apa yang terjadi jika hanya sekedar membaca berita?
Memang, kita akan shock, diibaratkan seperti memergoki anak sendiri yang mencuri via CCTV. Di satu sisi kita sedih bahwa anak kita mencuri, sedih juga kenapa kok sampai kita tahu lewat CCTV. Tak ingin CCTV itu diketahui orang lain. Tapi di sisi lain jika nggak ada bukti CCTV pasti kita nggak akan pernah tahu bahwa anak kita jadi pencuri. Dilematis bukan?
Ada juga yang takut kasus ini akan didomplengi LSM yang bertujuan buruk. Memang keberadaan LSM ini bagai 2 sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan, sisi lain merugikan. Seperti juga kasus video tak senonoh yang melanda sekolah. Kita juga dilematis. Itu video menjijikkan, tapi itulah kenyataannya.
Juga kasus contek massal beberapa saat yang lalu yang sampai pak Menteri turun tangan. Di satu sisi kita malu dengan kasus itu, tapi di sisi lain kita juga harus berpikir mengatasi hal itu.


:Cobalah kita berpikir lebih dalam lagi. Bangsa ini mau dibawa ke mana. Kita sedih dengan kekerasan. Kita sedih dengan bulyying. Kita juga nggak ingin kasus itu dimanfaatkan fihak fihak untuk mencari keuntungan. tapi juga tidak boleh kita berdiam diri.
Marilah kita cari akar permasalahnnya. Bisa jadi dari tayangan sinetron yang tidak mendidik, bisa dari gane online yang merajalela, bisa dari internet cepat yang tanpa pengawasan. Bisa dari kebiasaan MOS yang suka membully siswa. Saya juga mengingatkan kepada rekan guru dan dosen di seluruh negeri, hapus MOS itu. Hapus MOS itu. Tak ada keuntungannya sama sekali. walaupun cuma sekedar gojlokan seperti memakai tas kresek atau sepatu bersebelahan sandal, dst.
Akhirnya video itu dihapus. Alhamdulillah. Tapi saya berharap, dihapusnya video itu bukan sekedar bahwa kita nggak siap mental melihat kerusakan mental yang sedang terjadi. Bukan karena kita pengin terlihat bagus bagus saja. tapi kita berharap, ada perbaikan pada anak anak kita.
Kemajuan teknologi informasi dengan SOSMED nya memang sering membuat serba salah. Tahu suatu keburukan, salah. Tidak tahu, salah juga.
Salam dari seorang guru
mewek

Catatan :
Videonya sudah ada di KASKUS gan. Silakan dicari sendiri.
Ane sebagai seorang guru hanya mengulas kasus itu dari kacamata pendidikan. Jadi bukan repost
Diubah oleh hardy2000 12-10-2014 11:12
0
1.9K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.8KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya