- Beranda
- Product Review
Sony Alpha 7, 7R, & 7S
...
TS
camera.co.id
Sony Alpha 7, 7R, & 7S

Dengan ukuran body yang sangat kompak dan teknologi NEX yang sudah teruji.
Sony Alpha A7 Dan A7R, keduanya memakai prosesor BIONZ X yang memungkinkan kamera mendapatkan foto RAW 14-bit dan ISO hingga 25.600. Untuk lensa, keduanya memakai E-mount.
Dengan mengusung kombinasi tonjolan EVF retro (berbentuk prisma) seperti Olympus OMD dan bentuk body RX1 yang modern. Bisa dibilang, di sini Sony mengkombinasikan tampilan milik NEX-7 dan RX-1.
Sayangnya dukungan lensa Full Frame Sony Alpha A7 Dan A7R pada saat peluncuran yang belum sebanyak kompetitor, meski bisa menggunakan lensa E-mount tetapi tidak maksimal. Tetapi Sony sudah menyiapkan roadmap lima buah lensa khusus untuk sistem ini yaitu : Lensa kit FE 28-70mm F3.5-5.6 OSS image-stabilised zoom, lensa FE 55mm F1.8 ZA Carl Zeiss Sonnar T, lensa FE 35mm F2.8 ZA Carl Zeiss Sonnar T, lens FE 24-70mm F4 Carl Zeiss Vario Tessar T. lensa ‘G’ class telezoom FE 70-200mm F4 G OSS.
Kekurangannya adalah sampai saat ini masih sedikit dukungan lensa autofokus untuk body tersebut.
Secara eksternal, keduanya mirip dengan bentuk pentaprisma yang menyembul di jidatnya. Perbedaan keduanya terletak pada sensor, A7R yang lebih mahal dibuat tanpa low pass filter dan memiliki resolusi 36 megapiksel serta dibekali sistem autofokus contrast detect. Sementara A7 yang lebih murah memiliki resolusi 24 megapiksel, dengan low pass filter serta sistem autofokusnya adalah phase detect.
Keuntungan utama sistem mirrorless adalah bentuknya yang ringkas dan bobotnya yang ringan, ini dibuktikan dari bobot masing-masing kamera (plus baterainya) yang tidak sampai setengah kilogram, bandingkan dengan bobot Nikon D610 (plus batere) yang hampir sekilo
Keduanya memiliki LCD model tilt 3 inci dengan resolusi 1,23 juta titik di bagian belakang dan OLED viewfinder super jernih 2,4 juta titik. Terdapat juga WiFi dan NFC untuk kemudahan transfer foto.
Menurut Sony, sensor yang dipakai di A7R dengan resolusi 36 megapiksel adalah sensor yang sama dengan yang dipakai di Nikon D800E dan dipsarkan dikelas high end
Sony mengungkapkan bahwa A7 merupakan alternatif DSLR atau bagi mereka yang ingin beranjak dari kamera saku. Sedangkan A7R menyasar kalangan profesional.
Sony Alpha A7R
A7R dibekali sensor 36,3 MP tanpa keberadaan low-pass filter sehingga bisa menghasilkan foto yang lebih tajam.
Dari sisi desain, A7R tampil futuristik dan disertai grip yang agak kaku tapi nyaman digenggam. Penataan tombol juga baik dan mudah dijangkau. Kualitas tombol juga bagus, merefleksikan harganya. Saat mencoba, telah tertancap lensa Zeiss FE 35mm f/2.8. Untuk kecepatan autofocus, kombinasi keduanya tergolong cepat dan akurat. Kombinasi ukuran dan bobotnya juga pas sehingga tidak akan mudah membuat penggunanya lelah.
Dalam mode continuous, Sony A7R mampu membidik 4fps dan menangkap video 1080p pada 60 atau 24 fps.
Sony Alpha A7
Dari sisi konsep dan desain, Sony Alpha A7 dan A7r memiliki banyak persamaan. Desain bodinya juga amat mirip. Sony Alpha A7 mengemas desain bodi minimalis yang modern dengan hand grip berukuran cukup besar. Saat dicoba menggenggamnya, kamera ini terasa pas dan sangat nyaman di genggaman tangan. Seluruh tombol juga ditata dengan sangat baik dan mudah dijangkau. Jadi, walaupun relatif mungil, Sony Alpha A7 lebih nyaman digunakan dibandingkan kebanyakan kamera mirrorless lain yang lebih kecil.
Unit Sony Alpha A7 yang dicoba telah dilengkapi lensa kit Sony 28-70mm F/3.5 – F5.6. Ketika mencoba fokusnya, Sony Alpha A7 memiliki kemampuan autofocus yang amat cepat dan akurat. Kamera ini pun mampu menangkap gerakan subyek yang cepat. Kebetulan Sony menyediakan beberapa penari Bali sebagai subyek di acara preview ini. Dengan dukungan kecepatan continuous shoot 5fps yang lebih cepat dari A7r, saya bisa mengabadikan momen-momen menarik dari penari Bali tersebut dengan cukup mudah.
Dibekali sensor CMOS 24,3 MP, kualitas foto A7 amat baik dengan performa di ISO tinggi di atas kamera NEX yang mengemas sensor APS-C. Resolusi A7 yang lebih rendah, sengaja diusung Sony untuk bisa memaksimalkan keberadaan sistem hybrid autofocusnya, demikian seperti dikutip dari CNET oleh Detik.
Dalam mode continuous, Sony A7 mampu membidik 5fps dan menangkap video 1080p pada 60 atau 24 fps.
Pada sensor di kamera A7 sudah ditanam piksel pendeteksi fasa (sesuatu terobosan yang sedang populer di kamera mirrorless, seperti pada Olympus E-M1) sehingga singkat kata kamera A7 bisa auto fokus dengan cepat layaknya kamera DSLR. Ada 117 piksel pendeteksi fasa dibenamkan pada sensor kamera A7.
Tapi uniknya fitur ini tidak diberikan di kamera A7R sehingga untuk auto fokus hanya bisa melalui deteksi kontras (walau Sony mengklaim proses AF dengan deteksi kontras di kamera A7R berlangsung sangat cepat). Alasan dari teka-teki ini adalah ternyata berkaitan dengan dihilangkannya low pass filter, karena menurut Sony piksel pendeteksi fasa hanya bisa bekerja dengan low pass filter terpasang.

Sony Alpha 7S adalah kamera ketiga dalam full-frame keluarga mirrorless Sony.
Penembak 12-megapixel bergabung dengan 24-megapixel Alpha 7 dan 36-megapixel Alpha 7R, namun resolusi bukan satu-satunya faktor pembeda.
7S dapat mendorong semua jalan ke ISO 409600, dan meskipun kualitas gambar kurang di bahwa pengaturan ekstrim, namun dapat merekam video dalam resolusi 4K, tetapi Anda harus menambahkan perekam eksternal untuk melakukan itu. Juga mampu memotret memotret dalam cahaya redup.
7S adalah sedikit lebih tinggi karena terintegrasi OLED viewfinder elektronik. Seperti M, Alpha 7S dirancang tahan terhadap debu dan kelembaban. Tidak ada gasket o-ring di sekitar lensa mount
Alpha 7S otomatis akan memotong gambar untuk mencocokkan APS-C ukuran sensor ketika lensa ini melekat. Lensa dirancang untuk full-frame mereka menyebutnya dengan sebutan FE.
Seperti Alpha 7, sensor gambar Alpha 7S ini mencakup low-pass filter optik. Ini menambahkan sedikit blur untuk foto yang diambil, menggosok pergi beberapa detail yang sangat halus, tetapi menghilangkan risiko moiré warna yang muncul dalam gambar dan video. Moiré kurang dari masalah dengan kamera resolusi tinggi seperti Alpha 7R, tapi filter masih persyaratan untuk sensor 12 megapixel 7S ini.
Kontrol fisik, Display, Wi-Fi
The A7S menempatkan kontrol penembakan di ujung jari Anda melalui pilihan yang dirancang dengan baik. Ada roda kontrol depan dan belakang, ditempatkan di bagian atas kamera dan dapat diakses ketika memegangnya menggunakan penggenggam. Ketika kamera berada dalam modus fokus manual, memungkinkan bingkai pembesaran cepat sebagai bantuan fokus.
Pada bagian belakang kamera Anda akan menemukan tombol Menu C2, yang juga disesuaikan dan digunakan untuk mengatur mode fokus secara default. Kontrol lainnya berkumpul di sebelah kanan LCD belakang. Ada toggle switch dan tombol yang memberikan akses cepat ke mode manual fokus bila ditempatkan di posisi atas, dan terlibat kunci eksposur di bagian bawah.
Ada tombol rekam untuk memulai video, itu terletak di sisi kanan kamera. Ini sebenarnya ditempatkan cukup baik, dan mudah diakses, tapi pasti tertekan.
Dan Kesimpulannya adalah,
Kemunculan A7s melengkapi dua Aplha mirrorless fullframe yang lebih dulu ada yaitu A7 dan A7R. Strategi Sony dalam membuat tiga varian ini karena menyesuaikan kebutuhan penggunanya yang beragam. Ketiganya sama-sama mengusung E-mount yang dipasangkan dengan lensa FE
Sony A7 : Perfection for all
Kamera ini cocok untuk mereka yang menginginkan mirrorless full-frame yang terjangkau dan berkinerja tinggi. Keunggulan A7 adalah auto fokusnya yang cepat berbasis deteksi fasa dan kontras, serta sensornya yang sudah mencapai 24 MP cukup untuk fotografi umum sampai cetak besar.
Sony A7R : Reality realized
Bagi yang menyukai foto sangat detail dan tajam, A7R bisa jadi jawaban tepat. Sensor 36 MP di A7R tidak diberi low pass filter sehingga detil dan ketajamannya maksimal. Kami pernah mengulas A7 dan A7R di artikel sebelumnya. Singkatnya, sensor di A7R mengingatkan pada Nikon D800E atau D810 yang juga baru saja diluncurkan
Sony A7s : Sensitivity mastered
Inilah kamera terbaru dan termahal dari trio A7, dengan keunggulan di ISO tinggi hingga 409,600 sehingga memotret di tempat gelap pun tidak masalah. Selain itu A7s punya sederet fitur lain seperti silent shutter, video 4K dan sensor 12 MP dengan dynamic range 15 stop.
Menuju TKP FJBGan
Demikian sedikit pembeda, yang dapat disimpulkan kembali oleh Anda para penggila Sony.

Quote:
Minat mampir mungkin gan,
Spoiler for Bushnell Smile 123 Filter:
Spoiler for Lenspen Pembersih Permukaan:
Spoiler for Memory Penyimpanan:
Spoiler for Tomsis:
Spoiler for Terpakai:
Spoiler for Promo camera.co.id:
Spoiler for Tripod:
Spoiler for Tongsis review:
Spoiler for Dicapac:
Spoiler for Review D5300:
Diubah oleh camera.co.id 09-09-2014 16:34
0
5.2K
1
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Product Review 
14.8KThread•569Anggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya













