Setelah sekian lama ane ga nge post dan nongol di kaskus akhirnya ane dengan izin tuhan pencipta yg tak berwujud dengan segala larangan nya akhirnya ane telah mendapatkan izin nya untuk berjumpa kembali..
seminggu yang lalu ane berdiskusi dengan dosen agama islam, begini cerita nya
ane: pak,apa hukum nya kalo kita berinteraksi dengan kaum nasrani apa? terus bagaimana hukum nya kalo kita memilih pemimpin dalam konteks politik diluar islam?
dosen: kalau berinteraksi dengan kaum nasrani itu gapapa asalkan tidak ada sangkut paut akidah agama,seperti pacaran. Tapi kalau kita memilih pemimpin diluar islam yg notaben nya kafir itu dosa,di alqur'an dijelaskan kalau kita memilih pemimpin yg diluar islam itu dosa berat.
Nah seperti sekarang si jokowi yang mengajukan diri menjadi capres,kita semua dosen dosen dan guru besar agama jslam menjerit,karena apa? karena jika jokowi menjadi presiden,ahok menjadi gubernur,kita kembali lagi ke kaidah agama kita,tidak boleh menjadikan seorang yg kafir menjadi pemimpin. Kemarin kita berdoa bersama-sama supaya jokowi gagal menjadi presiden.
Perlu diingatkan juga,jika kita memilih jokowi juga termasuk dosa yg besar. Kenapa? karena dia islam ktp,dan juga c*na,lagipula dia ngaji aja gabisa gimana sholat. Makanya nanti pilih prabowo(sekalian kampanye terselubung doi)
ane: Tapi selama ini kita dipimpin oleh seorang muslim tapi gak jauh2 dari kasus korupsi ataupun seloingkuh dengan pejabat? apakah kita memilih dia yg notaben nya islam berdosa juga? setau saya Islam itu agama yg bertoleransi,seperti yg ada dalam alqur'an untukmu agama mu,untuk ku agama ku. Memang saya pernah mendengar dari beberapa orang kalo dalam alqur'an itu kita tidak boleh memilih pemimpin yg di luar muslim. Sekarang banyak buku buku tafsir islam,mungkin bapak salah menafsirkan bahwa yg ditujukan dalam alqur'an itu pemimpin yg bermasyarakat islam,atau pemimpin islam. Kita memang negara dengan populasi islam nya itu terbanyak,tapi saya tidak setuju bahwa Indonesia itu negara islam,saya lebih setuju dengan Indonesia negara yg beragama,bermartabat dan penuh toleransi. Oh ya mengenai jokowi bukan islam,bapak tau darimana? seorang muslim itu seharusnya mencari tau yg sebenernya bukan mencari tau dari fitnah,jokowi dia seorang muslim yg taat bahkan kiyai kiyai mengakui kalo jokowi bisa baca huruf arab gundul. Siapa yg mengajarkan bapak fitnah? apa bapak mau generasi penerus islam membudayakan fitnah? ini bukan masalah pengetahuan agama seseorang,jangan sangkut pautkan politik dengan
keyakinanseseorang,itu urusan dia sama tuhan.
dosen: tapi di dalam alqur'an seperti itu apa kamu mau menyangkal alqur'an? (dosen ane mulai keabisan kata2)
ane: aturan negara kita kan "bhinneka tunggal ika" yg artinya berbeda-beda tetapi satu jua,bukan kah dalam islam kita harus menaati aturan? dengan cara bapak menghalangi seseorang untuk mencapai tujuan yg mulia saja sudah dosa,apalagi bapak mendoa'kan seseorang yg sedang mengemban amanah rakyat agar gagal,itu dosa berat. Masalah dosa sih itu tentang presepsi,kita kembalikan lagi kepada yg maha kuasa.
*dalam kelas ini ada temen ane yg seorang katolik yg sedang mendengar perdebatan ane tiba2 langsung keluar*
maaf sebelum nya mungkin saya belum memberitau bapak bahwa dia seorang nasrani,saya kira dia sakit hati dengan kata kafir yg bapak ucapkan tadi. Di dalam agama kita memang kata kafir adalah kufur nikmat kepada allah,tapi mungkin di agama dia kata kafir adalah sesuatu hal yg negatif dan hina,bukan kah kalo bapak orang yg beragama tau bahwa nabi Muhammad saw berbicara "siapapun yg menyakiti kaum kafir,maka kamu lah lawan saya pada akhir zaman". Bapak juga mungkin tau kalo nabi muhammad saw suka menyuapi makanan kepada kafir yg buta walaupun beliau sering di lempar kotoran. Tidak ada yg salah dari agama nya kan? bahwasan nya agama islam itu dibuat untuk kedamaian bukan saling perang, kita balik lagi ke konteks awal,jika kita dilarang untuk memilih,kita melanggar aturan negara yg menganut demokrasi dong? yang ke 2 kita juga melanggar agama kita bahwa kita tidak boleh melanggar aturan. Jadi yg harus disalahkan siapa pak? Sistem negara kita,agama,atau bapak?
Dosen: Salah kamu kayaknya (bapak ni ketawa)
*satu kelas ketawa*
ane juga ketawa

tapi ane tekankan,ane ketawa bukan karena lelucon si bapak ini,tapi ane ketawa karena menunjukan kebodohan si dosen.