- Beranda
- Berita dan Politik
TKI Banyuwangi Dianiaya di Taiwan, Bupati Anas: Majikan Harus Dihukum!
...
TS
save.indonesia
TKI Banyuwangi Dianiaya di Taiwan, Bupati Anas: Majikan Harus Dihukum!
Quote:
Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, memulangkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang selama ini sakit di Taiwan karena mendapat perlakuan kejam dari majikannya.
Sihatul Alfiyah, TKI tersebut, tiba di Banyuwangi, Rabu (7/5/2014) pagi, dan langsung dirawat di RSUD Blambangan milik Pemkab Banyuwangi.
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan UPT P2TKI, Jawa Timur, pun mengapresiasi upaya Kabupaten Banyuwangi tersebut. Keberhasilan pemulangan TKI oleh pemerintah kabupaten tercatat sebagai yang pertama.
Kepala UPT P2TKI Provinsi Jawa Timur, Agus Heri Santoso, mengatakan, keberhasilan Pemkab Banyuwangi membawa pulang TKI dari Taiwan ke tanah air sangat luar biasa.
"Kondisi Sihatul masih koma, sulit untuk dipulangkan. Tapi Pemkab Banyuwangi mampu memberikan perawatan dengan standar tinggi, sehingga keinginan keluarga untuk memulangkan Sihatul bisa dilaksanakan.
"Kami sangat memberikan apresisi yang tinggi kepada Pemkab Banyuwangi. Ini kabupaten yang luar biasa. Selama ini belum ada kasus pemulangan yang dilakukan sebuah kabupaten. Dan ini baru pertama kali. Karena itu, kasus pemulangan ini kami jadikan informasi baru bagi daerah lain," ujar Heri.
Pemulangan Sihatul, kata Heri, tidak semudah yang dibayangkan. "Di sini saya benar-benar melihat kesungguhan Pemkab Banyuwangi mengabulkan permohonan keluarga untuk membawa pulang Sihatul ke tanah air. Selama proses pemulangan, saya lihat respons pemkab yang tinggi dari caranya yang selau memonitor dan menghubungi kami setiap saat," terang Heri
Kepulangan Sihatul dari Taiwan hingga ke Banyuwangi disertai sejumlah dokter dan tenaga para medis dari Rumah Sakit Tung’s Taichun Medicine Center dan juga relawan dari BNP2TKI, UPT P2TKI Provinsi Jawa Timur dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
Sekadar diketahui, saat bekerja di Taiwan, Sihatul berangkat dari PJTKI PT Sinergi Binakarya, Malang. Dari keterangan keluarga beberapa bulan lalu, Sihatul diindikasikan mengalami perlakuan kekerasan selama bekerja di sebuah peternakan sapi perah di Taiwan.
Karena kekerasan itulah, Sihatul koma di Taiwan. Pemkab Banyuwangi langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait, dan terbang ke Taiwan untuk melakukan pendampingan dan pemulangan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus yang menimpa Sihatul. "Kami mendesak agar majikan Sihatul mendapat hukuman setimpal," kecam Anas.
Saat melihat kondisi Sihatuls, Bupati Anas memerintahkan tim medis RSUD Blambangan untuk menanganinya dengan maksimal.
"Ibu Sihatul ini tangguh, saya melihat ada yang luar biasa. Saya menugaskan tim medis Blambangan untuk melakukan langkah-langkah medis yang terbaik. Termasuk menyiapkan ruangan khusus Sihatul," kata Anas.
Terkait pembiayaan, perawatan Sihatul selama ini telah ditanggung dari pihak majikan dan PJTKI, PT Sinergi Binakarya, Malang hingga proses pemulangannya. Kedua pihak tersebut telah membiayai sebesar NT$ 600.
"Bila biayanya tidak mencukupi kami akan gotong royong membantu Ibu Sihatul. Prinsipnya, majikan harus bertanggung jawab, PJTKI juga. Secara hukum harus diganjar setimpal," kata Bupati Anas.
Sihatul Alfiyah, TKI tersebut, tiba di Banyuwangi, Rabu (7/5/2014) pagi, dan langsung dirawat di RSUD Blambangan milik Pemkab Banyuwangi.
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan UPT P2TKI, Jawa Timur, pun mengapresiasi upaya Kabupaten Banyuwangi tersebut. Keberhasilan pemulangan TKI oleh pemerintah kabupaten tercatat sebagai yang pertama.
Kepala UPT P2TKI Provinsi Jawa Timur, Agus Heri Santoso, mengatakan, keberhasilan Pemkab Banyuwangi membawa pulang TKI dari Taiwan ke tanah air sangat luar biasa.
"Kondisi Sihatul masih koma, sulit untuk dipulangkan. Tapi Pemkab Banyuwangi mampu memberikan perawatan dengan standar tinggi, sehingga keinginan keluarga untuk memulangkan Sihatul bisa dilaksanakan.
"Kami sangat memberikan apresisi yang tinggi kepada Pemkab Banyuwangi. Ini kabupaten yang luar biasa. Selama ini belum ada kasus pemulangan yang dilakukan sebuah kabupaten. Dan ini baru pertama kali. Karena itu, kasus pemulangan ini kami jadikan informasi baru bagi daerah lain," ujar Heri.
Pemulangan Sihatul, kata Heri, tidak semudah yang dibayangkan. "Di sini saya benar-benar melihat kesungguhan Pemkab Banyuwangi mengabulkan permohonan keluarga untuk membawa pulang Sihatul ke tanah air. Selama proses pemulangan, saya lihat respons pemkab yang tinggi dari caranya yang selau memonitor dan menghubungi kami setiap saat," terang Heri
Kepulangan Sihatul dari Taiwan hingga ke Banyuwangi disertai sejumlah dokter dan tenaga para medis dari Rumah Sakit Tung’s Taichun Medicine Center dan juga relawan dari BNP2TKI, UPT P2TKI Provinsi Jawa Timur dan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.
Sekadar diketahui, saat bekerja di Taiwan, Sihatul berangkat dari PJTKI PT Sinergi Binakarya, Malang. Dari keterangan keluarga beberapa bulan lalu, Sihatul diindikasikan mengalami perlakuan kekerasan selama bekerja di sebuah peternakan sapi perah di Taiwan.
Karena kekerasan itulah, Sihatul koma di Taiwan. Pemkab Banyuwangi langsung berkoordinasi dengan otoritas terkait, dan terbang ke Taiwan untuk melakukan pendampingan dan pemulangan.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan terus mengawal kasus yang menimpa Sihatul. "Kami mendesak agar majikan Sihatul mendapat hukuman setimpal," kecam Anas.
Saat melihat kondisi Sihatuls, Bupati Anas memerintahkan tim medis RSUD Blambangan untuk menanganinya dengan maksimal.
"Ibu Sihatul ini tangguh, saya melihat ada yang luar biasa. Saya menugaskan tim medis Blambangan untuk melakukan langkah-langkah medis yang terbaik. Termasuk menyiapkan ruangan khusus Sihatul," kata Anas.
Terkait pembiayaan, perawatan Sihatul selama ini telah ditanggung dari pihak majikan dan PJTKI, PT Sinergi Binakarya, Malang hingga proses pemulangannya. Kedua pihak tersebut telah membiayai sebesar NT$ 600.
"Bila biayanya tidak mencukupi kami akan gotong royong membantu Ibu Sihatul. Prinsipnya, majikan harus bertanggung jawab, PJTKI juga. Secara hukum harus diganjar setimpal," kata Bupati Anas.
bersumber
Quote:
TKI di Taiwan Disiksa, Tinggal dan Makan di Kandang Sapi
Kabar tentang penyiksaaan yang dialami Sihatul Alfiah Warga Desa Plampangrejo, Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur diterima keluarganya September tahun lalu. Tepatnya, ketika Sihatul Alfiah dibawa ke rumah sakit karena diduga dipukul majikannya dengan benda tumpul hingga koma.
Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (25/1/2014), 4 bulan berlalu, Sihatul tidak juga sembuh dari sakitnya. Majikan Sihatul malah membawanya ke salah satu panti jompo di Taiwan.
Keluarga Sihatul berharap, pemerintah membantu membawa sihatul pulang ke Banyuwangi. Selain itu, keluarga juga meminta hak-hak Sihatul sebagai pekerja di Taiwan dipenuhi.
TKI ini memiliki satu anak bernama Ahmad Nur Izha Fiqri Firmansyah yang berusia 6 tahun. Ia berangkat menjadi TKW di Taiwan pada 2012 lalu dengan jalur legal melalui PT Sinergi Binakarya di Malang.
Dari kontrak yang disepakati, Sihatul dipekerjakan sebagai perawat orang tua. Namun sesampainya di Taiwan, Sihatul justru dipekerjakan sebagai tenaga pemerah dan pembersih kandang sapi.
Selain sering mendapat siksaan dai sang majikan, Sihatul setiap hari harus bertempat tinggal dan makan di kandang sapi. (Rmn)
satu lagi pahlawan devisa kita pulang dalam kondisi mengenaskan, sementar pelaku penyiksaannya masih bebas disana

0
782
Kutip
4
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.6KThread•59.2KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya