- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Hatta Rajasa.. Tabrakan Putra Bungsunya dan Kecelakaan Transportasi saat jadi Menhub
...
TS
triangga
Hatta Rajasa.. Tabrakan Putra Bungsunya dan Kecelakaan Transportasi saat jadi Menhub
Salam demokrasi 2014 untuk kita semua..
Menko Perekonomian dan juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa, ketika nama ini di bahas banyak respon yang muncul tidak jauh-jauh dari 2 point berikut, :
1. Kasus Tabrakan Anaknya
2. Kecelakaan transportasi di Era kepemimpinan Hatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan.
Akan tetapi di luar 2 point di atas, menurut ane tidak bisa di pungkiri kalo Pak Hatta merupakan menteri berprestasi.
Mau di caci maki hina dina sumpah serapah kayak gimanapun, beliau tetaplah menteri berprestasi di mata Negara bahkan Dunia mengakui. Hanya saja mungkin ga keliatan dan ga sefenomenal popularitas Gub DKI.
Buat agan yang mau mencaci maki hina dina sumpah serapah dan gak suka sama Hatta Rajasa gpp dimari gan ( Biasanya yang paling banyak ngomentarin tentang 2 point diatas, masalah hukum kecelakaan anak dan kecelakaan transportasi).
Ane bukan orang internal partai/ loyalis PAN/HR. Ane cuma melihat dari sisi logis { kebetulan ane respek sama Pak Hatta Rajasa
}
Nah, pada kesempatan thread kali ini, ane coba merangkum beberapa point penghargaan yang pernah disematkan kepadanya selama karir politik/menteri Pak Hatta Rajasa.
Prestasi Berbuah Apresiasi
1. Anugerah Bintang Mahaputera Adipradana,
diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2013. Anugerah Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana adalah penghargaan untuk mereka yang berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu
yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa
dan negara. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menerima anugerah ini
karena ia dipandang sangat berjasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi keutuhan, kelangsungan dan kejayaan bangsa dan Negara. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyematkan anugerah ini, peran Hatta diberbagai bidang pembangunan telah memberikan dampak positif dikancah nasional dan internasional.
2. Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin
Sebagai “Narasumber Yang Paling Mudah dan Kooperatif Dihubungi Wartawan”. Ini diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta (PWI Jaya) tahun 2013. Tokoh di luar pekerja media yang dipandang memberikan kontribusi besar terhadap pers, juga diganjar dengan penghargaan ini, salah satunya adalah Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, sebagai “Narasumber Yang Paling Mudah dan Kooperatif Dihubungi Wartawan”. Dalam pidato penerimaan penghargaan ini, Hatta menyebut bahwa keterbukaan yang dilakukannya bukan untuk memperoleh penghargaan atau sejenisnya. Menurutnya, ia hanya melakukan tugasnya sebagai Menko Perekonomian untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap masyarakat. “Saya siap setiap saat menjawab pertanyaan rekan-rekan wartawan. Karena masyarakat ingin cepat mendapat informasi setiap kebijakan baru dari pemerintah. Sebaliknya, pemerintah juga ingin cepat-cepat diketahui masyarakat setiap ada kebijakan baru. Karena antara pemerintah dan masyarakat saling membutuhkan informasi melalui media cetak maupun elektronik,” uangkapnya ketika itu.
3. Anugerah “Economic Booster of The Year”,
diberikan oleh Majalah Property & Bank tahun 2013. Setiap tahun, Majalah Property&Bank menggelar “Indonesia Property&Bank Award” yang merupakan ajang penghargaan kepada para pelaku property, perusahaan pengembang, lembaga perbankan dan stakeholder atau para pemerhati masalah property di Indonesia. Pada 2013, selain memberikan penghargaan bagi pelaku bisnis properti di Tanah Air, Indonesia Property&Bank Award 2013 juga memberikan penghargaan secara khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Rajasa, sebagai Economic Booster Figures Award 2013. Hatta diganjar anugerah ini karena dipandang sebagai menteri coordinator yang sangat berprestasi dalam mendorong percepatan ekonomi Indonesia.
4. Anugerah “Reformasi Award”,
Diberikan oleh Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tahun 2013. Reformasi Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Jaringan Aktivis Prodem (Pro Demokrasi) kepada mantan aktivis penggerak reformasi 1998, maupun bagi orang-orang yang berjasa dalam pergerakan reformasi. Hatta Rajasa sendiri menerima penghargaan ini karena dinilai sebagai sosok yang cukup konsisten memperjuangkan reformasi. Memang, saat reformasi bergulir, Hatta menjadi sosok penting dalam arus perubahan kala itu. Hatta adalah salah satu pelaku reformasi yang mengambil jalan untuk konsisten berada di luar jalur pemerintahan di Era Soeharto pada 1998 silam. Hatta juga merupakan tokoh yang mendorong supaya eskalasi reformasi menjadi cepat dan benar-benar terjadi. Bahkan kini, Hatta kembali membangkitkan dan membakar semangat reformasi agar tidak mati suri, yang disebutnya sebagai reformasi jilid kedua. Jika reformasi jilid I ia anggap sebagai era perjuangan secara fisik, maka reformasi jilid kedua adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua rakyat Indonesia.
5. Anugerah “Pemimpin Pembangunan Ekonomi Nasional”,
diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jawa Timur tahun 2013. Penghargaan “Pemimpin Pembangunan Ekonomi Nasional” merupakan apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur (PWI Jatim) kepada sejumlah tokoh dan korporasi, baik di tingkat nasional mapun daerah yang telah banyak berkontribusi di bidangnya masing-masing. Diantara tokoh nasional tersebut adalah Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Hatta menerima penghargaan ini berkat perannya yang krusial dalam bidang pembangunan ekonomi nasional. Penghargaan ini tidak terlepas dari peran dan fungsi koordinasi antar lembaga terkait yang diperankan oleh Hatta Radjasa saat ini.
6. Penghargaan “The Rising Stars’s: Men’s Obsession 9 Young Leaders 2013-2014”,
diberikan oleh Majalah Men’s Obsession tahun 2013. Penghargaan The Rising Star adalah penghargaan yang diberikan oleh majalah prestasi dan gaya hidup Men’s Obsession. Hatta Rajasa, yang terpilih karena prestasinya sebagai konseptor program MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Hatta dianggap berhasil memberikan perubahan arah dan percepatan kemakmuran bangsa melalui programnya tersebut.
7. Anugerah “Gwanghwa Medal”, The First Rank of The Order of Diplomatic Service Merit, Republik of Korea,
diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan tahun 2012. “Gwanghwa Medal” merupakan medali tertinggi di bidang diplomatik yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan (Korsel) kepada pejabat pemerintah dari negara mitra yang telah memberikan kontribusi besar dalam peningkatan hubungan kerjasama.
8. Penghargaan “Doctor Honoris Causa”,
diberikan oleh Agriculture University Of Slovakia/Universitas Pertanian di Nitra, Slovakia pada Juni 2012. Gelar Honoris Causa (HC) atau Gelar Kehormatan adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/ universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti perkuliahan. Hatta dianggap mampu menjembatani kerjasama dua negara melalui beberapa kesepakatan kerjasama di beberapa sektor ekonomi, antara lain 15 MoU yang pernah ditandatangai kedua kepala negara pada Oktober 2011 lalu. Lebih dari itu, dengan kemampuan koordinasinya, Hatta dianggap mampu merealisasikan beberapa kerjasama kedua negara. Kerjasama yang sudah direalisasikan adalah di bidang pertanian dalam pengembangan gandum untuk wilayah tropis melalui kerjasama Universitas Nitra dengan Universitas Andalas. Sebelumnya, Hatta juga meraih gelar doktor honoris causa bidang ekonomi dari Universitas Ekonomi di Bratislava, Slovakia.
9. Penghargaan “Tokoh Perubahan 2011”,
diberikan oleh Harian Republika Tahun 2012. “Tokoh Perubahan Republika” adalah penghargaan yang diberikan oleh Harian Republika terhadap tokoh-tokoh yang dianggap berjasa atau punya peran penting terhadap perubahan, baik di tingkat nasional maupun di daerah.
10. Anugerah “Public Policy Award”,
diberikan oleh Asia Society tahun 2011. Asia Society merupakan organisasi bergengsi yang member perhatian tehadap kerja sama ekonomi AS dengan negara-negara di Asia.
11. Penghargaan “Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana”,
diberikan oleh Institut Teknologi Bandung, tahun 2011. Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana merupakan salah satu penghargaan bergengsi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada pihak-pihak yang dianggap berjasa dan berprestasi pada bidang tertentu. Sudah banyak tokoh nasional yang memperoleh penghargaan serupa. Salah satunya adalah kepada Hatta Rajasa karena dianggap berjasa dan membanggakan almamater ITB. Menjabat sebagai Menko Perekonomian saat ini, Hatta dianggap sebagai panutan, contoh seorang teknokrat yang mampu mengolah persoalan ekonomi, sehingga mampu dirasionalisasikan dalam membangun bangsa dan negara. Tidak banyak teknokrat yang mampu memadukan persoalan ekonomi yang selalu diwarnai ketidakpastian, menjadi sebuah keunggulan komparatif sebuah bangsa.
12. Anugerah “Charta Politika Award 2009”,
diberikan oleh Charta Politika, tahun 2010. “Charta Politika Award 2009” merupakan penghargaan yang diberikan oleh lembaga riset politik dan opini, Charta Politika kepada tokoh yang paling banyak membuat pernyataan di media massa sepanjang 2009. Charta Politika Award juga merupakan penghargaan yang bergengsi dan kredibel, dan untuk kedua kalinya diberikan 2010. Penerima Charta Politika Award 2009 untuk kategori Menteri Paling Berpengaruh diraih oleh Hatta Radjasa (Menesneg KIB I, kini Menko Perekonomian). Sementara tokoh lainnya yang juga menerima penghargaan yang sama, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kategori pimpinan lembaga negara), Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum (politisi dari koalisi parpol pendukung pemerintah), Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Maruarar Sirait (politisi dari parpol oposisi), dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti (aktivis LSM dan pengamat).
13. Anugerah “Ganesha Prajamanggala Bakti Adiutama”,
diberikan oleh Institut Teknologi Bandung, tahun 2009. Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama merupakan penghargaan yang diberikan pada orang-orang yang dianggap memiliki pengabdian luar biasa sebagai menteri.
Tambahan :
Baru baru ini beliau dapet lagi penghargaan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo
Penghargaan Khusus sebagai inisiator technopreneur Indonesia,
"Technopreneur yang dicetuskan Menko Perekonomian tersebut, diperlukan bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era Asia, baik sebagai seorang ahli teknologi maupun sebagai wirausaha. Sebagai inisiator technopreneur, Menko Perekonomian Ir. Hatta Rajasa layak mendapat penghargaan
Menko Perekonomian dan juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa, ketika nama ini di bahas banyak respon yang muncul tidak jauh-jauh dari 2 point berikut, :
1. Kasus Tabrakan Anaknya
2. Kecelakaan transportasi di Era kepemimpinan Hatta Rajasa sebagai Menteri Perhubungan.
Akan tetapi di luar 2 point di atas, menurut ane tidak bisa di pungkiri kalo Pak Hatta merupakan menteri berprestasi.
Mau di caci maki hina dina sumpah serapah kayak gimanapun, beliau tetaplah menteri berprestasi di mata Negara bahkan Dunia mengakui. Hanya saja mungkin ga keliatan dan ga sefenomenal popularitas Gub DKI.
Buat agan yang mau mencaci maki hina dina sumpah serapah dan gak suka sama Hatta Rajasa gpp dimari gan ( Biasanya yang paling banyak ngomentarin tentang 2 point diatas, masalah hukum kecelakaan anak dan kecelakaan transportasi).
Ane bukan orang internal partai/ loyalis PAN/HR. Ane cuma melihat dari sisi logis { kebetulan ane respek sama Pak Hatta Rajasa
}Nah, pada kesempatan thread kali ini, ane coba merangkum beberapa point penghargaan yang pernah disematkan kepadanya selama karir politik/menteri Pak Hatta Rajasa.
Quote:
Prestasi Berbuah Apresiasi
1. Anugerah Bintang Mahaputera Adipradana,
diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2013. Anugerah Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana adalah penghargaan untuk mereka yang berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu
yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa
dan negara. Menko Perekonomian Hatta Rajasa menerima anugerah ini
karena ia dipandang sangat berjasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi keutuhan, kelangsungan dan kejayaan bangsa dan Negara. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyematkan anugerah ini, peran Hatta diberbagai bidang pembangunan telah memberikan dampak positif dikancah nasional dan internasional.
2. Anugerah Jurnalistik MH. Thamrin
Sebagai “Narasumber Yang Paling Mudah dan Kooperatif Dihubungi Wartawan”. Ini diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta (PWI Jaya) tahun 2013. Tokoh di luar pekerja media yang dipandang memberikan kontribusi besar terhadap pers, juga diganjar dengan penghargaan ini, salah satunya adalah Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, sebagai “Narasumber Yang Paling Mudah dan Kooperatif Dihubungi Wartawan”. Dalam pidato penerimaan penghargaan ini, Hatta menyebut bahwa keterbukaan yang dilakukannya bukan untuk memperoleh penghargaan atau sejenisnya. Menurutnya, ia hanya melakukan tugasnya sebagai Menko Perekonomian untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah terhadap masyarakat. “Saya siap setiap saat menjawab pertanyaan rekan-rekan wartawan. Karena masyarakat ingin cepat mendapat informasi setiap kebijakan baru dari pemerintah. Sebaliknya, pemerintah juga ingin cepat-cepat diketahui masyarakat setiap ada kebijakan baru. Karena antara pemerintah dan masyarakat saling membutuhkan informasi melalui media cetak maupun elektronik,” uangkapnya ketika itu.
3. Anugerah “Economic Booster of The Year”,
diberikan oleh Majalah Property & Bank tahun 2013. Setiap tahun, Majalah Property&Bank menggelar “Indonesia Property&Bank Award” yang merupakan ajang penghargaan kepada para pelaku property, perusahaan pengembang, lembaga perbankan dan stakeholder atau para pemerhati masalah property di Indonesia. Pada 2013, selain memberikan penghargaan bagi pelaku bisnis properti di Tanah Air, Indonesia Property&Bank Award 2013 juga memberikan penghargaan secara khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Hatta Rajasa, sebagai Economic Booster Figures Award 2013. Hatta diganjar anugerah ini karena dipandang sebagai menteri coordinator yang sangat berprestasi dalam mendorong percepatan ekonomi Indonesia.
4. Anugerah “Reformasi Award”,
Diberikan oleh Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tahun 2013. Reformasi Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Jaringan Aktivis Prodem (Pro Demokrasi) kepada mantan aktivis penggerak reformasi 1998, maupun bagi orang-orang yang berjasa dalam pergerakan reformasi. Hatta Rajasa sendiri menerima penghargaan ini karena dinilai sebagai sosok yang cukup konsisten memperjuangkan reformasi. Memang, saat reformasi bergulir, Hatta menjadi sosok penting dalam arus perubahan kala itu. Hatta adalah salah satu pelaku reformasi yang mengambil jalan untuk konsisten berada di luar jalur pemerintahan di Era Soeharto pada 1998 silam. Hatta juga merupakan tokoh yang mendorong supaya eskalasi reformasi menjadi cepat dan benar-benar terjadi. Bahkan kini, Hatta kembali membangkitkan dan membakar semangat reformasi agar tidak mati suri, yang disebutnya sebagai reformasi jilid kedua. Jika reformasi jilid I ia anggap sebagai era perjuangan secara fisik, maka reformasi jilid kedua adalah untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua rakyat Indonesia.
5. Anugerah “Pemimpin Pembangunan Ekonomi Nasional”,
diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jawa Timur tahun 2013. Penghargaan “Pemimpin Pembangunan Ekonomi Nasional” merupakan apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur (PWI Jatim) kepada sejumlah tokoh dan korporasi, baik di tingkat nasional mapun daerah yang telah banyak berkontribusi di bidangnya masing-masing. Diantara tokoh nasional tersebut adalah Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Hatta menerima penghargaan ini berkat perannya yang krusial dalam bidang pembangunan ekonomi nasional. Penghargaan ini tidak terlepas dari peran dan fungsi koordinasi antar lembaga terkait yang diperankan oleh Hatta Radjasa saat ini.
6. Penghargaan “The Rising Stars’s: Men’s Obsession 9 Young Leaders 2013-2014”,
diberikan oleh Majalah Men’s Obsession tahun 2013. Penghargaan The Rising Star adalah penghargaan yang diberikan oleh majalah prestasi dan gaya hidup Men’s Obsession. Hatta Rajasa, yang terpilih karena prestasinya sebagai konseptor program MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Hatta dianggap berhasil memberikan perubahan arah dan percepatan kemakmuran bangsa melalui programnya tersebut.
7. Anugerah “Gwanghwa Medal”, The First Rank of The Order of Diplomatic Service Merit, Republik of Korea,
diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan tahun 2012. “Gwanghwa Medal” merupakan medali tertinggi di bidang diplomatik yang diberikan oleh Pemerintah Korea Selatan (Korsel) kepada pejabat pemerintah dari negara mitra yang telah memberikan kontribusi besar dalam peningkatan hubungan kerjasama.
8. Penghargaan “Doctor Honoris Causa”,
diberikan oleh Agriculture University Of Slovakia/Universitas Pertanian di Nitra, Slovakia pada Juni 2012. Gelar Honoris Causa (HC) atau Gelar Kehormatan adalah sebuah gelar kesarjanaan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi/ universitas yang memenuhi syarat kepada seseorang, tanpa orang tersebut perlu untuk mengikuti perkuliahan. Hatta dianggap mampu menjembatani kerjasama dua negara melalui beberapa kesepakatan kerjasama di beberapa sektor ekonomi, antara lain 15 MoU yang pernah ditandatangai kedua kepala negara pada Oktober 2011 lalu. Lebih dari itu, dengan kemampuan koordinasinya, Hatta dianggap mampu merealisasikan beberapa kerjasama kedua negara. Kerjasama yang sudah direalisasikan adalah di bidang pertanian dalam pengembangan gandum untuk wilayah tropis melalui kerjasama Universitas Nitra dengan Universitas Andalas. Sebelumnya, Hatta juga meraih gelar doktor honoris causa bidang ekonomi dari Universitas Ekonomi di Bratislava, Slovakia.
9. Penghargaan “Tokoh Perubahan 2011”,
diberikan oleh Harian Republika Tahun 2012. “Tokoh Perubahan Republika” adalah penghargaan yang diberikan oleh Harian Republika terhadap tokoh-tokoh yang dianggap berjasa atau punya peran penting terhadap perubahan, baik di tingkat nasional maupun di daerah.
10. Anugerah “Public Policy Award”,
diberikan oleh Asia Society tahun 2011. Asia Society merupakan organisasi bergengsi yang member perhatian tehadap kerja sama ekonomi AS dengan negara-negara di Asia.
11. Penghargaan “Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana”,
diberikan oleh Institut Teknologi Bandung, tahun 2011. Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana merupakan salah satu penghargaan bergengsi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada pihak-pihak yang dianggap berjasa dan berprestasi pada bidang tertentu. Sudah banyak tokoh nasional yang memperoleh penghargaan serupa. Salah satunya adalah kepada Hatta Rajasa karena dianggap berjasa dan membanggakan almamater ITB. Menjabat sebagai Menko Perekonomian saat ini, Hatta dianggap sebagai panutan, contoh seorang teknokrat yang mampu mengolah persoalan ekonomi, sehingga mampu dirasionalisasikan dalam membangun bangsa dan negara. Tidak banyak teknokrat yang mampu memadukan persoalan ekonomi yang selalu diwarnai ketidakpastian, menjadi sebuah keunggulan komparatif sebuah bangsa.
12. Anugerah “Charta Politika Award 2009”,
diberikan oleh Charta Politika, tahun 2010. “Charta Politika Award 2009” merupakan penghargaan yang diberikan oleh lembaga riset politik dan opini, Charta Politika kepada tokoh yang paling banyak membuat pernyataan di media massa sepanjang 2009. Charta Politika Award juga merupakan penghargaan yang bergengsi dan kredibel, dan untuk kedua kalinya diberikan 2010. Penerima Charta Politika Award 2009 untuk kategori Menteri Paling Berpengaruh diraih oleh Hatta Radjasa (Menesneg KIB I, kini Menko Perekonomian). Sementara tokoh lainnya yang juga menerima penghargaan yang sama, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD (kategori pimpinan lembaga negara), Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Anas Urbaningrum (politisi dari koalisi parpol pendukung pemerintah), Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Maruarar Sirait (politisi dari parpol oposisi), dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti (aktivis LSM dan pengamat).
13. Anugerah “Ganesha Prajamanggala Bakti Adiutama”,
diberikan oleh Institut Teknologi Bandung, tahun 2009. Ganesa Prajamanggala Bakti Adi Utama merupakan penghargaan yang diberikan pada orang-orang yang dianggap memiliki pengabdian luar biasa sebagai menteri.
Tambahan :
Baru baru ini beliau dapet lagi penghargaan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo
Penghargaan Khusus sebagai inisiator technopreneur Indonesia,
"Technopreneur yang dicetuskan Menko Perekonomian tersebut, diperlukan bangsa Indonesia untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di era Asia, baik sebagai seorang ahli teknologi maupun sebagai wirausaha. Sebagai inisiator technopreneur, Menko Perekonomian Ir. Hatta Rajasa layak mendapat penghargaan
Quote:
anasabila memberi reputasi
1
1.6K
Kutip
4
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Urutkan
Terlama
Thread Digembok