News
Batal
KATEGORI
link has been copied
916
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003264981/indonesian-godfather-aka-quotbig-bossquot
Saya mau nulis judulnya indonesian mafia, tapi ga etis ah ( takut ama UU ITE :nohope:) index page 1 Olo Panggabean -side story "Ucok Majestik" Jhon Kei -side story "Debt Collector" -side story "vs FBR" thanks to willy_scuk Tommy Winata -side story "vs TEMPO" -side story "Sembilan Naga" page 2 -side story "Sembilan Naga" lanjutan page 3 -s
Lapor Hansip
30-01-2010 22:44

::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::

Saya mau nulis judulnya indonesian mafia, tapi ga etis ah ( takut ama UU ITE emoticon-Nohope)

index

page 1

Olo Panggabean
-side story "Ucok Majestik"
Jhon Kei
-side story "Debt Collector"
-side story "vs FBR" thanks to willy_scuk
Tommy Winata
-side story "vs TEMPO"
-side story "Sembilan Naga"

page 2

-side story "Sembilan Naga" lanjutan

page 3

-side story "Legalisasi bisnis perjudian"
thanks to Glyndwr
Hercules
-side story "vs Indopos
-side story "vs FBR"






"Dengan menyebut namanya saja, orang sudah bisa makan gratis di rumah makan. "


OLLO PANGGABEAN



::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::


Olo Panggabean lahir di Tarurung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara 24 Mei 1941. Nama lengkapnya adalah Sahara Oloan Panggabean, tapi lebih suka di panggil OLO, yang dalam bahasa Tapanuli artinya YA atau OK.


Pada masa hidupnya, untuk menemui atau hanya melihat sosok ”Ketua” itu bukanlah perkara gampang. Hanya orang-orang tertentu yang tahu keberadaannya di suatu tempat, itupun dengan pengawalan berlapis-lapis yang selalu mengitari kemanapun dia pergi. Sang ”Ketua” itu pun selalu menghindari wartawan. Dia bahkan pernah memberikan uang kepada wartawan untuk tidak mewawancarai ataupun mengabadikan dirinya melalui foto.

Sosoknya sangat bertolak belakang dari sebutannya yang dikenal sebagai ”Kepala Preman.” Perawakannya seperti orang biasa dengan penampilan yang cukup sederhana. Ia hanya mengunakan sebuah jam tangan emas tanpa satupun cincin yang menempel di jarinya. Sorot matanya terlihat berair seperti mengeluarkan air mata, tetapi memiliki lirikan yang sangat tajam. ”Jangan panggil saya Pak. Panggil saja Bang, soalnya saya kan sampai sekarang masih lajang,”ujar Olo sambil tertawa, menunjukkan gigi kanan atas yang sudah mulai ompong. Meski begitu, pengawal rata-rata bertubuh besar berkumis tebal dengan kepalan rata-rata sebesar buah kelapa.


Quote:


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::


Olo Panggabean diperhitungkan setelah keluar dari organisasi Pemuda Pancasila, saat itu di bawah naungan Effendi Nasution alias Pendi Keling, salah seorang tokoh Eksponen ‘66’. Tanggal 28 Agustus 1969, Olo Panggabean bersama sahabat dekatnya, Syamsul Samah mendirikan IPK. Masa mudanya itu, dia dikenal sebagai preman besar.

Wilayah kekuasannya di kawasan bisnis di Petisah. Dia juga sering dipergunakan oleh pihak tertentu sebagai debt collector. Sementara organisasi yang didirikan terus berkembang, sebagai bagian dari lanjutan Sentral Organisasi Buruh Pancasila (SOB Pancasila), di bawah naungan dari Koordinasi Ikatan – Ikatan Pancasila (KODI), dan pendukung Penegak Amanat Rakyat Indonesia (Gakari).

Melalui IPK Olo kemudian membangun ”kerajaannya” yang sempat malang melintang di berbagai aspek kehidupan di Sumut dan menghantarkannya dengan julukan ”Ketua.” Selain kerap disebut ”Kepala Preman”, yang dikaitkan dari nomor seri plat kendaraannya yang seluruhnya berujung ”KP”, Olo juga dikenal orang sebagai ”Raja Judi” yang mengelola perjudian di Sumut. Namun segala hal tersebut, belum pernah tersentuh atau dibuktikan oleh pihak yang berwajib. Terasa, tapi tidak teraba.

Olo Panggabean pernah dituding sebagai pengelola sebuah perjudian besar di Medan. Semasa Brigjen Pol Sutiono menjabat sebagai Kapolda Sumut (1999), IPK pernah diminta untuk menghentikan praktik kegiatan judi. Tudingan itu membuat Moses Tambunan marah besar. Sebagai anak buah Olo Panggabean, Moses menantang Sutiono untuk dapat membuktikan ucapannya tersebut.

Persoalan ini diduga sebagai penyulut insiden di kawasan Petisah. Anggota brigade mobile (Brimob) terluka akibat penganiayaan sekelompok orang. Merasa tidak senang, korban yang terluka itu melaporkan kepada rekan – rekannya. Insiden ini menjadi penyebab persoalan, sekelompok oknum itu memberondong tempat kediamana Olo “Gedung Putih” dengan senjata api.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
Sutanto


Pada pertengahan 2000, ia menerima perintah panggilan dari Sutanto (saat itu menjabat sebagai Kapolda Sumut) terkait masalah perjudian namun panggilan tersebut ditolaknya dengan hanya mengirimkan seorang wakil sebagai penyampai pesan. Sejak jabatan Kapolri disandang Sutanto pada tahun 2005, kegiatan perjudian yang dikaitkan dengan Olo telah sedikit banyak mengalami penurunan.[1]. Semasa Sutanto menjadi Kapolri, bisnis judi Olo diberantas habis sampai keakar akarnya. Sutanto berhasil memberantas judi di Sumatera Utara kurang dari tiga tahun, suatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh Kapolri sebelumnya. Sejak itu, Olo dikabarkan memfokuskan diri pada bisnis legal, seperti POM Bensin , Perusahaan Otobus (PO) dan sebagainya.

Pada akhir 2008, Olo Panggabean yang kembali harus berurusan pihak polisi. Namun kali ini, kasusnya berbeda yakni untuk melaporkan kasus penipuan terhadap dirinya oleh sejumlah rekannya dalam kasus jual beli tanah sebesar Rp 20 miliar di kawasan Titi Kuning, Medan Johor.


Quote:
Namun terlepas dari apa kata orang terhadap Olo Panggabean, sejumlah langkah positif dalam perjalanan hidupnya pantas dicatat dengan tinta emas. Terutama sikap kedermawanannya dan kepeduliannya kepada rakyat tidak berkemampuan.

Kisah sedih bayi kembar siam Angi-Anjeli anak dari pasangan Subari dan Neng Harmaini yang kesulitan membiayai dana operasi pemisahan di Singapura, tahun 2004 adalah satu contoh kedermawanan Olo paling mendebarkan.

Ibu sang bayi, Neng Harmaini, melahirkan mereka di RS Vita Insani, Pematang Siantar, Rabu, 11 Pebruari 2004 pukul 08.00 WIB, melalui operasi caesar. Bayi kembar siam ini harus diselamatkan dengan operasi cesar, tapi orangtuanya tidak mampu.

Ditengah pejabat Pemprovsu dan Pemko Siantar masih saling lempar wacana untuk membantu biaya operasi, malah Olo Panggabean bertindak cepat menanggung semua biaya yang diperlukan.

Bahkan saat bayi bernasib sial itu tiba di Bandara Polonia Medan dengan pesawat Garuda Indonesia No. GIA 839 pada Senin 18 Juli 2004 sekitar pukul 11.30, Olo Panggabean menyempatkan diri menyambut dan menggendongnya.

::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::

Olo saat menjemput Angi&Angeli


Saat itu Angi dan Anjeli terseyum manis, mereka mudah akrab dengan orang yang berjasa untuk mengoperasi mereka. Banyak orang tereyuh dan orng tua Angi dan Anjeli, nyaris rubuh pingsan karena terharu. Maklum, setelah membiayai semua perobatan di rumah sakit, Olo masih bersedia menyambutnya di Bandara.

Kisah kedermawanan Ketua sudah banyak dirasakan masyarakat kurang mampu di Sumatera Utara.Tidak sekedar membiayai perobatan orang sakit, tapi juga dalam bentuk lain berupa biaya pendidikan, modal kerja untuk menghidupi keluarga.



::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::


Doyok menceritakan sosok Olo Panggabean yang pernah membantu menyembuhkan almarhumah istrinya berobat di rumah sakit Mount Elisabeth Singapura tahun 2004 silam.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::


Olo telah meninggal dunia Kamis ,30 April jam 14.00 di rumah sakit Glenegles Medan Sumatera Utara. Olo meninggal pada usia 67 Tahun. Jenazah disemayamkan dirumah duka jalan Sekip.

::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
Jalan Sekip penuh dgn karangan bunga saat ia meninggal



side story
side story
0
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 46
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 22:47


Pengikutnya 15.000 orang... Ya, lima belas ribu orang!


JHON KEI


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::




Nama John Key sendiri mulai “menasional” ketika pada Mei 200 lalu mendirikan sebuah organisasi bernama Amkei –singkatan dari angkata muda Kei. Kei sendiri adalah sebuah nama pulau di Maluku Tenggara. Terakhir, anggotanya diperkirakan mencapai 15 ribu orang.

Dia juga dikenal mempunyai banyak massa pendukung, yang dikenal cukup berani dan bernyali. Selain itu, kabarnya John Key juga mempunyai sejumlah koneksi sejumlah pejabat dan bos-bos dunia malam –yang tak segan-segan membantu sosok “pengaman partikelir”itu.


John Key sendiri ditangkap dengan tuduhan penganiayaan berat. Pertengahan Juni 2008 , John Key bersama adiknya Fransiscus Refra alias Tito Refra, menganiaya dan memotong jari Charles dan Yemri Refra, yang masih terbilang saudaranya, di rumah Tito di Tual. Masing-masing tiga jari. Yemri jari telunjuk, tengah, dan jari manis, sementara Charles di jari tengah, jari manis, kelingking, dan jempol.

Dengan alasan keamanan, persidangan John Key kemudian dipindahkan ke Surabaya
. Maklum saja, dengan massa sangat banyak di Ambon dan Jakarta, maka satu-satunya tempat yang memungkinkan adalah persidangan di Surabaya.

Kendati demikian, kabarnya persiapan keamanan yang ekstra tersebut juga atas permintaan John Key sendiri. Maklum saja, selama berkecimpung di dunia underground, John Key tentu saja punya banyak musuh. Diantaranya adalah kelompok Basri Sangadji –yang dulu pernah “diacak-acak” John Key. Basri sendiri tewas dengan tubuh luka penuh bacokan dan dua luka tembak di dada dan perut di kamar 301 sebuah hotel di kawasan Kebayoran ada 12 Oktober 2004 lalu. Di luaran, santer terdengar kabar bahwa kelompok John Key inilah yang menghabisi Basri. Di persidangan, salah seorang guru ngaji Basri bersaksi bahwa Tito Refra yang mengacungkan parang ke Basri.

Kabarnya, kelompok Basri Sangaji ini bergabung dengan kelompok Ambon lainnya, yakni Beny Tato. John Key khawatir, kelompok gabungan ini bakal membuat perhitungan dengan dirinya. ’’Dia khawatir kelompok gabungan ini mengirim orang ke Surabaya,’’ ucap sebuah sumber di kepolisian. Sehingga dia meminta ada pengamanan khusus.

Sementara itu, Kombes Pol Bambang Suparno mengimbau agar semua pihak untuk menyerahkan segala sesuatunya pada proses hukum. ’’Jadi, tak perlu ada pengerahan massa atau apa pun. Untuk itu, bila ada yang coba main massa dan upaya ekstra di luar hukum, saya akan menindaknya dengan tegas,’’ ucap mantan Dirlantas Polda Sumut tersebut.


Quote:

::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::


Jhon Refra Kei atau yang biasa disebut Jhon Kei, 40, tokoh pemuda asal Maluku yang lekat dengan dunia kekerasan di Ibukota. Namanya semakin berkibar ketika tokoh pemuda asal Maluku Utara pula, Basri Sangaji meninggal dalam suatu pembunuhan sadis di hotel Kebayoran Inn di Jakarta Selatan pada 12 Oktober 2004 lalu

Padahal dua nama tokoh pemuda itu seperti saling bersaing demi mendapatkan nama lebih besar. Dengan kematian Basri, nama Jhon Key seperti tanpa saingan. Ia bersama kelompoknya seperti momok menakutkan bagi warga di Jakarta.

Untuk diketahui, Jhon Kei merupakan pimpinan dari sebuah himpunan para pemuda Ambon asal Pulau Kei di Maluku Tenggara. Mereka berhimpun pasca-kerusuhan di Tual, Pulau Kei pada Mei 2000 lalu. Nama resmi himpunan pemuda itu Angkatan Muda Kei (AMKEI) dengan Jhon Kei sebagai pimpinan. Ia bahkan mengklaim kalau anggota AMKEI mencapai 12 ribu orang.

Lewat organisasi itu, Jhon mulai mengelola bisnisnya sebagai debt collector alias penagih utang. Usaha jasa penagihan utang semakin laris ketika kelompok penagih utang yang lain, yang ditenggarai pimpinannya adalah Basri Sangaji tewas terbunuh. Para ’klien’ kelompok Basri Sangaji mengalihkan ordernya ke kelompok Jhon Kei. Aroma menyengat yang timbul di belakang pembunuhan itu adalah persaingan antara dua kelompok penagih utang. Tudingan semakin menguat ketika di pengadilan terbukti pelaku pembunuhan itu tak lain adalah beberapa anak buah Jhon Kei.

Bahkan pertumpahan darah besar-besaran hampir terjadi tatkala ratusan orang bersenjata parang, panah, pedang, golok, celurit saling berhadapan di Jalan Ampera Jaksel persis di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Maret 2005 lalu. Saat itu sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa pembunuhan Basri Sangaji. Beruntung 8 SSK Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dapat mencegah terjadinya bentrokan itu.
Sebenarnya pembunuhan terhadap Basri ini bukan tanpa pangkal, konon pembunuhan ini bermula dari bentrokan antara kelompok Basri dan kelompok Jhon Key di sebuah Diskotik Stadium di kawasan Taman Sari Jakarta Barat pada 2 Maret 2004 lalu. Saat itu kelompok Basri mendapat ’order’ untuk menjaga diskotik itu. Namun mendadak diserbu puluhan anak buah Jhon Kei Dalam aksi penyerbuan itu, dua anak buah Basri yang menjadi petugas security di diskotik tersebut tewas dan belasan terluka.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
Diskotik Stadium


Polisi bertindak cepat, beberapa pelaku pembunuhan ditangkap dan ditahan. Kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun pada 8 Juni di tahun yang sama saat sidang mendengarkan saksi-saksi yang dihadiri puluhan anggota kelompok Basri dan Jhon Kei meletus bentrokan. Seorang anggota Jhon Kei yang bernama Walterus Refra Kei alias Semmy Kei terbunuh di ruang pengadilan PN Jakbar. Korban yang terbunuh itu justru kakak kandung Jhon Key, hal ini menjadi salah satu faktor pembunuhan terhadap Basri, selain persaingan bisnis juga ditunggangi dendam pribadi.

Bukan itu saja, pada Juni 2007 aparat Polsek Tebet Jaksel juga pernah meminta keterangan Jhon Key menyusul bentrokan yang terjadi di depan kantor DPD PDI Perjuangan Jalan Tebet Raya No.46 Jaksel. Kabarnya bentrokan itu terkait penagihan utang yang dilakukan kelompok Jhon Key terhadap salah seorang kader PDI Perjuangan di kantor itu. Bukan itu saja, di tahun yang sama kelompok ini juga pernah mengamuk di depan Diskotik Hailai Jakut hingga memecahkan kaca-kaca di sana tanpa sebab yang jelas.



side story
sidestory
0 1
-1
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 22:49
lanjutan



side story part 2

Quote:Original Posted By Willy_Scuk
Wah kalo John Kei/JK/Bung Jhon ane tau banget gan, soalnya 1 kompek perumahan ma ane...
mau nambahin sedikit deh...hehe!
sebenernya Jhon Kei baik, sopan gan, cuma anak buahnya emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut..

beberapa th lahu,lupa pastinya yg jelas kejadianny sempat masuk TV di salah satu (takut nyebutinnya soalnya masih tinggal disini)perumahan Bekasi pernah ada peperangan antar warga, tapi sebenernya itu rombongan Jhon Kei sama FBR gan...
ceritanya bermula siang, ada penjual pecel lele yg suka naeik motor dikomplek selalu kebut2an dan pada hari itu dia menabrak seorang anak kecil, walaupun mau ganti rugi tapi anak buah Jhon Kei yg sering melihat marah dan langsung memukul wajahnya...


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::



karena merasa ga terima tukang pecel lele ini mengadukan kepada anggota FBR lainnya dengan menambah cerita kalo dia dipukulin sama rombongan Jhon Kei..
Malamnya suasana dikomplek mencekam gan...banyak dari perkampungan masuk komplek dengan membawa golok,balok kayu,besi, dll...Di pintu masuk komplek ada ratusan org yg merazia tiap ada kendaraan lewat...Akhirnya pas tengah malam bentrokan pecah...300an orang menyerang rumah Jhon Kei dengan senjata tajam (mungkin berani karena melihat anak buah Jhon Kei hanya 30n org),tapi mereka salah karena belum sampi rumah John Kei 300an org itu dipukul mundur dengan mudahnya oleh anak buah Jhon Kei,sampai ada yg memberikan tubuhnya agar di bacok dan dipukul dengan senjata tajam sambil mengatakan "Hey...datang jauh2 tapi lari(dengan logat timur),kebetulan ane ngeliat langsung soalnya lagi dirumah temen yg berada di depan TKP...puluhan dari pihak lawan Jhon Kei luka2(yg palig hebat semua yg luka ditanggung biayanya oleh Jhon Kei dan meminta maaf kepada warga perumahan&siap mengganti kerusakan rumah warga walaupun tidak ada rumah warga yg rusak), tp tidak ada yg tewas karena sang BIG BOS sudah memerintahkan anak buah hanya menciderai bukan membunuh..


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::

ilustrasi



Alhasil ratusan polisi&brimob datang dan memisahkan pertikaian itu sampai komplek ane dijaga ketat 1 minggu soalnya dapet kabar kalo ma di serang sama gabungan FBR tapi denger kabar Jhon Kei siap dan kalo misalnya diserang lagi akan membunuh tanpa memberi ampun seperti kejadian sebelumnya...beberapa minggu sesudahnya akhirnya Ketua FBR&Jhon Kei berdama DI POLRES Bekasi (tau karena bokap ane ikut nyaksiin)hehe...

yg sekarang sih udah adem komplek ane, tapi kalo liat anak buahnya mabok semua anak muda di komplek lari/ngumpet soalnya jadi sasaran pemukulan..hehehe!
tapi kalo ga mabok hampir semuanya lumyan baik2 walau pastinya ada aja yg kelakuannya yg bikin ga enak...

maap nih TS jadi ikut cerita..

thanks...
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 22:50

Punya 16 perusahaan dan pemegang proyek pembangunan jln. Sudirman sebesar
$ 3,25 miliar




TOMMY WINATA


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::




Tommy Winata (lahir dengan nama Oe Suat Hong di Pontianak, Kalimantan Barat, 23 Juli 1958, atau sering dikenal dengan inisial TW, panggilan akrabnya, dikenal akrab dengan kalangan militer. Dia seorang yang ulet, memulai usahanya dari bawah, sejak remaja. Maklum, dia yatim-piatu, miskin. Tapi, kini dia seorang konglomerat yang sukses membangun imperium bisnis di bawah Grup Artha Graha.


Quote:
Awalnya, 1972, pada usia 15 tahun, seseorang memperkenalkan TW kepada komandan rayon militer di Kecamatan Singkawang, Kalimantan Barat. kemudian, buah perkenalan itu, TW dipercaya membangun kantor koramil di Singkawang. Tommy membangun sebuah mess tentara dengan biaya Rp 60 juta.


Sejak itulah hubungan bisnisnya dengan militer terus berlangsung, terutama dengan beberapa perwira menengah dan tinggi. Dia sering dipercaya mengerjakan proyek, mulai dari membangun barak, sekolah tentara, menyalurkan barang-barang ke markas tentara di Irian Jaya dan di tempat-tempat lain seperti Ujungpandang dan Ambon.

Karena itu, soal kedekatan Tommy dengan kalangan militer, bukan rahasia lagi. Laporan yang disusun Data Consult mengindikasikan bahwa ekspansi bisnis grup ini memperoleh dukungan dana besar dari yayasan milik tentara-khususnya Yayasan Kartika Eka Paksi.

Dari kantornya yang megah di kawasan bisnis Sudirman itu, Tewe demikian panggilan akrab taipan ini, dengan mudah bisa menghubungi hampir semua panglima kodam di seluruh Indonesia-antara lain karena aktivitasnya di Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
TB Silalahi


Seperti Liem yang bertemu Soeharto atau Bob bertemu Gatot Soebroto, Tommy, anak miskin yatim piatu itu beruntung mengenal Jenderal Tiopan
Bernard (T.B.) Silalahi, mantan Sekjen Departemen Pertambangan dan Energi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Kabinet Pembangunan VI Soeharto.

Berkait Silalahi-yang hingga kini menjadi tokoh kunci dalam Grup Artha Graha-Tommy memulai bisnis dengan memperoleh order pembangunan barak-barak asrama militer di Irianjaya, ketika dia berusia 15 tahun. Di Irian itu pula dia berkenalan dengan Yorrys Raweyai, Ketua Pemuda Pancasila-sebuah organisasi yang dikenal memiliki hubungan khusus dengan militer.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
SBCD,salah satu karya TW


Keuletan dan kebersahajaan penampilannya yang jauh dari kesan mewah, perlente, tampaknya membuat mitra bisnisnya lebih mempercayainya. Sehingga dalam waktu sepuluh tahun, TW berhasil mengembangkan imperium bisnisnya. Dia mendirikan PT Danayasa Arthatama (1989). Perusahaan ini, bermitra dengan Yayasan Kartika Eka Paksi, milik Angkatan Darat, membangun proyek raksasa Sudirman Central Business District (SCBD) yang menelan investasi US$ 3,25 miliar.


::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::



Tommy andalan militer dalam hal cari dana. Bisnis Kartika Eka Paksi yang bertalian dengan Artha Graha menghasilkan keuntungan tak sedikit yang antara lain untuk menghidupi barak tentar di seluruh negeri dan kegiatan operasi militer.

Kisah kedigdayaan Tommy menuai kontroversi. Sejumlah patner dan pesaing bisnisnya, menuding Tommy memanfaatkan militer untuk memudahkannya berbisnis. Seperti dituding Effendi Ongko dari Bank Umum Majapahit Jaya atau kisah Hartono, muncikari keals nasional dalam proyek Planet Bali adalah kisah bagaimana cara Tommy mematahkan lawan bisnisnya.

Belakangan, terdengar kabar, bisnis remang-remang- sebutlah perjudian di sejumlah sudut di Jakarta- ataupun di sejumlah pulau di kawasan pulau seribu, terkait dengan Tommy Winata. Bisnis sampingan Tommy: perjudian, obat bius, dan penyelundupan sebagaimana dilansir sumber TEMPO di tahun 1999, mengatakan bahwa Tommy adalah satu dari sembilan tokoh ("Gang of Nine") dalam bisnis gelap itu-bisnis yang ada bahkan merajalela, tanpa aparat keamanan pernah bisa memberantasnya. Tokoh lain dalam bisnis ini, menurut sumber-sumber tadi, meliputi nama-nama seperti Yorrys sendiri, Edi "Porkas" Winata, dan Arie Sigit Soeharto.Tommy menolak dengan tegas disebut Mafia. Ia juga menolak disebut-sebut sebagai tulang punggung kelompok ini.



::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::



Mantan presiden Abdurrahman Wahid pun dalam sebuah diskusi publik dengan terang-terangan menyebut bahwa Tommy adalah cukong dari bisnis perjudian di kawasan Pulau Ayer (di Kepulauan Seribu). Malah dirinya telah memerintahkan Kapolri saat itu Rusdihardjo dan Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk menutup pulau itu dan menyita kapal pesiar yang digunakan untuk perjudian ditahan.

"Begitu juga saya dengar, di dekat situ ada kapal laut yang dipakai untuk berjudi. Lagi-lagi ini melanggar hukum, karena ada cukongnya, yaitu Saudara Tommy Winata. Saya minta kepada Jaksa Agung untuk menyita kapal itu dan menangkap Tommy Winata, karena ia melanggar hukum. " demikian Gus Dur.

Tapi, saat pihak aparat, bahkan Komisi B (Bidang Pariwisata) DPRD DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak ke pulau itu, tidak ditemukan bukti sebagaimana yang dituduhkan Gus Dur. Ternyata, Pulau Ayer dikelola Pusat Koperasi TNI Angkatan Laut, bekerjasama dengan PT Global.

Namanya sering dikaitkan dengan mafia judi bersandi ‘Sembilan Naga’ yang beroperasi di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Makao. Namun, sampai sekarang belum ada bukti hukum yang menegaskan bahwa ia adalah raja judi. Bahkan, kepada Majalah Forum, November 2001, TW menegaskan “Sejak dulu dan sampai hari ini, tidak ada bisnis saya yang bergerak di bidang perjudian. Semua usaha saya legal dan resmi.”

Orang-orang di sekitarnya juga malah menyebutnya sebagai “orang baik” yang suka menolong kaum miskin. Sikapnya ramah dan terbuka. Bicaranya lugas, humornya tinggi. Penampilannya jauh dari kesan perlente. Jarang memakai jas dan dasi, laiknya konglomerat. Ayah lima anak ini lebih suka memakai setelan safari lengan pendek berwarna gelap.



side story
vs tempo
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 22:55
sambungan vs tempo


side story
SEMBILAN NAGA

SEMBILAN NAGA


bersambung ke sini lanjutan 9 naga
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:19
Quote:Original Posted By socceripoy
resreved


Quote:Original Posted By socceripoy
reserved


Quote:Original Posted By socceripoy
reserved


Quote:Original Posted By socceripoy
jhon kei


Jiah Udah diBokiing Ma Penulisnya....

Setidaknya :


ANE PERTAMAXXXX GANNN...


Tadi dah menyimak dengan seksama.. wah nais inpo tuh.. salut buat para preman yang berperikemanusiaan..

Lebih baik jadi preman yang suka membantu daripada jadi pejabat yang selalu makan RAKYAT!

Hidup Preman.. Hidup Preman.. Semoga Bisa Berguna Bagi Nusa dan Bangsa...


emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:24
Ditunggu bang.. cerita selanjutnya.....

Menarik nih kalo ada cerita begini..

emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:35
Menurut gw, SOeharto jg termasik gan,
liat aja dia dan kroni2nya yg ga pernah kesentuh...
Klo pun anak anak cucu-nya yg masuk bui sih paling jg basa-basi wong dapet fasilitas mewah dan bebas kluar masuk..

But nice story gan, ditunggu lanjutannya emoticon-Angkat Beer
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:39
order 7 naga ya bro............ emoticon-Big Grin
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:41
Hercules bang belom ada... emoticon-Big Grin
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:50
waahh..
ane interested banget gan .
ditunggu info2 GodFather lainnya...
emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:51
Paje one kah..
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:55
serem amat.. emoticon-Takut
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
30-01-2010 23:56
OH.... GITU YA
emoticon-I Love Kaskus
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 00:09
nice inpo gan..
emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 00:43
sudah di rate.. ini bakal jadi thread bagus nih. subscribe dulu bos emoticon-Angkat Beer
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 00:46
serem kalo sampai didatengin mereka..
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 00:47
nais inpo gan..... ditunggu cerita godfather2 laennya...emoticon-thumbsup:
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 01:14
mangstabb gan emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 01:27
nice info gan... emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
0 0
0
::: Indonesian Godfather a.k.a "Big Boss" :::
31-01-2010 01:43
Japto nanti ada gak Om ?? emoticon-Malu
0 0
0
Halaman 1 dari 46
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia