Kaskus

Story

Mbahjoyo911Avatar border
TS
Mbahjoyo911 
HITAM [Reborn]




 Hai gaess.. jumpa lagi dalam thread ini..

 Sudah hampir 3  tahun sejak thread Hitam season satu di-post di Kaskus. Tanpa disangka thread itu mendapat respon yang luar biasa (terima kasih buat semua reader). Bahkan akhirnya thread Hitam sampai diplagiat dan diterbitkan pada salah satu platform hingga dengan sangat terpaksa Hitam 1 harus dihapus.

 Akan tetapi, berkat bantuan banyak kaskuser yang melaporkan thread tersebut, maka kini thread hasil plagiasi tersebut telah dihapus dari platform yang bersangkutan. Jadi sekali lagi, TS berterima kasih banyak pada Agan dan Sista kaskuser semua yang telah membantu melaporkan thread plagiasi itu. Tanpa pembaca, maka seorang penulis menjadi tidak berarti. Kini, TS mencoba membuat kembali thread Hitam Reborn ini.

 Alasan TS membuat thread reborn yaitu karena sudah adanya Hitam season 2 yang telah memiliki viewer yang mencapai satu juta lebih! (Meskipun ada juga yang beranggapan kalau satu juta viewer itu adalah klonnya TS sendiri. Tapi tidak apa, orang bebas berpendapat emoticon-Big Grin)Untuk kesekian kalinya TS sangat berterima kasih pada reader semua. Jadi, karena ada Hitam season 2, maka akan lebih afdol kalo Hitam 1 dimunculkan biar lebih lengkap.

 Alasan kedua adalah supaya Agan Sista yang belum sempat membaca ataupun yang ingin mengulang lagi, kini bisa membaca cerita ini secara utuh dan tidak ada bagian yang hilang. Di samping itu, banyak juga permintaan dari Kaskuser agar thread Hitam 1 ini dimunculkan lagi. Sekali lagi, terima kasih banyak buat Agan dan Sista atas responnya yang luar biasa buat thread ini.



 Kisah ini hanyalah cerita fiksi, hasil imajinasi dari TS. Kesamaan nama, tempat dan kejadian hanyalah kebetulan belaka. Jadi, mohon jangan bertanya soal hal gaib pada TS, karena TS hanyalah orang biasa yang tidak mengerti apa-apa soal hal gaib, TS hanya punya hobi menulis dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita fiksi.


Quote:




-----<<<{O}>>>-----





Prolog


 Namaku Aryandra, biasa dipanggil Arya atau Andra, tapi keluargaku lebih suka memanggil Andra. Aku lahir dari keluarga kecil yang berkecukupan. Aku tumbuh bersama adik perempuan satu-satunya yang terpaut usia satu tahun dariku. Adikku bernama Cindy, gadis kecil yang sangat imut dan menggemaskan, hingga menjadi kesayangan banyak orang. Rumah kami berada di bagian pinggir timur sebuah kota yang tidak terlalu besar.

 Entah bagaimana ceritanya sampai aku bisa punya suatu kelebihan seperti ini, aku tidak mengerti sama sekali. Aku bisa melihat, mendengar, merasakan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk berwujud aneh dan kadang menyeramkan. Aku bisa melihat kejadian-kejadian masa lampau hanya dengan menyentuh benda, melihat, bahkan cuma dari mendengar cerita seseorang. Kadang aku bermimpi tentang suatu kejadian, dan ternyata mimpi itu benar-benar nyata terjadi, seperti sebuah penglihatan kejadian masa depan yang datang lewat mimpi. 

 Seingatku, sudah dari semasa kecil aku  bisa mendengar suara mereka, Tapi aku nggak ingat kapan tepatnya. Sering aku mendengar suara-suara aneh seperti suara tawa cekikikan melengking-lengking menyakitkan telinga, tawa ngakak yang nggak kuketahui dari mana asalnya, geraman berat dan besar seperti suara binatang buas, desisan keras seperti suara ular, cakaran-cakaran kuku pada tembok rumah, suara langkah kaki manusia dan juga hewan seperti kuda. Sering juga aku dengar mereka memanggil namaku dan menyuruhku mendekat.

 Setelah tahap "bisa mendengar", maka akupun mulai bisa melihat hal-hal gaib itu. Sering aku melihat kelebatan-kelebatan bayangan hitam, kain putih panjang yang melayang di antara pohon, ada juga kain panjang berwarna merah darah, sampai bungkusan kain putih seperti bungkus permen yang menempel di pohon, Tapi ya cuma sebatas itu saja, cuma melihat kelebatan-kelebatan sekilas dan nggak begitu jelas, dan wujud nya pun tidak kuketahui.

 Aku juga sering melihat larikan-larikan cahaya sangat terang beraneka warna yang melesat cepat di atas genteng rumah warga, juga bola-bola api dan bola-bola cahaya yang melayang-layang di udara. Seringkali bola-bola cahaya dan bola api itu saling bertabrakan hingga menimbulkan suara ledakan dahsyat disertai menyebarnya bola api di angkasa langit malam.

 Tidak ada yang kulakukan selain cuma memperhatikan dengan penuh keheranan, sungguh suatu hal yang sangat aneh dan luar biasa. Tapi kalau yang kulihat itu sudah lewat, maka akupun juga nggak menggubrisnya, dan segera terlupakan begitu saja.

 Lama-kelamaan, seakan pandangan mataku menguat dan menjadi lebih peka. Aku bisa melihat wujud sosok-sosok makhluk aneh dengan utuh. Awalnya cuma melihat sosok yang berbentuk manusia biasa, dan kemudian mulai melihat wujud aneh-aneh, manusia dengan kaki atau tangan yang panjang sebelah, manusia berkepala botak bertelinga lancip. Ada yang berbentuk hewan, berkepala dua, makhluk bermata satu, dan banyak sekali bentuk-bentuk ganjil lainnya.

 Dari yang semula cuma  melihat siluet bayangan kabur, lambat laun aku mulai mampu melihat dengan sangat jelas, bahkan detail wajah yang sangat menyeramkan pun bisa kulihat dengan jelas. Makhluk berbentuk gorila raksasa yang berbulu di seluruh tubuhnya, bermata merah menyala seperti lampu senter dengan wajah sangat seram. Sosok manusia berkepala kuda, juga wanita berkaki ular. Aku sering melihat sosok anak-anak kecil berkepala plontos yang berlarian di jalan-jalan kampungku, hingga aku mengira kalau mereka adalah anak-anak dari tetanggaku, tapi ternyata anak-anak kecil itu berwajah tua dan berewokan.

 Yang paling sering kulihat sosok perempuan berwajah hancur dengan darah berlelehan di seluruh wajah, leher dan dada, memiliki rambut awut-awutan dan berbaju putih, ada juga yang berbaju merah. Mereka sering nangkring di atas pohon, atau di atas genteng rumah-rumah tetangga. Kadang mereka "terbang" dari satu pohon ke pohon lain disertai suara tawa melengking-lengking mendirikan bulu kuduk. Belakangan aku ketahui kalo mereka lah yang sering disebut sebagai kuntilanak.

Spoiler for :


 Meskipun wajah hancur tak berbentuk itu cuma seperti orang yang memakai topeng, tapi itu adalah wajah asli yang sebenar-benarnya, wajah mengerikan yang bisa membuat orang lari ketakutan atau bahkan pingsan di tempat. Tapi bagiku, wajah hancur semacam itu adalah pemandangan keseharianku.

 Setiap kali aku bertemu, melihat ataupun mendengar makhluk-makhluk itu, maka selalu saja kurasakan suatu tekanan yang sangat kuat yang berasal dari mereka. Seperti semacam tembok tak kelihatan yang menekanku dari segala arah. Rasa sangat tertekan yang bisa membuat orang bergidik merinding hebat, ketakutan sampai lari tunggang langgang, bahkan sampai pingsan ditempat. Tapi biasanya aku cuma merasa merinding saja, dan tidak merasa takut. Belakangan baru kuketahui kalau tekanan kuat itu  disebut sebagai aura energi.

 Mereka seakan tidak mengenal waktu, baik pagi, siang, sore atau malam aku masih bisa melihat mereka, jumlahnya banyak sekali, dan mereka seakan ada dimana saja. Jadi mitos yang sering kudengar kalau makhluk halus hanya ada pada waktu malam itu adalah salah belaka, mereka ada dimanapun dan kapanpun. Tapi mereka akan terlihat jauh lebih jelas dan dalam jumlah yang lebih banyak pada saat sore hari menjelang maghrib.

 Namun hal ini ada untungnya juga buatku, saking seringnya melihat mereka, aku jadi tidak takut dengan mereka, bahkan makhluk yang paling seram sekalipun, sejauh ini aku belum merasa takut. Ditambah lagi aku nggak pernah menggubrisnya, dasarnya lagi, aku anak yang ndableg, nggak nggagasan, cuek terhadap segala sesuatu. Dan semua penampakan itu nggak aku perhatikan dengan serius. Meskipun kadang terkejut juga kalau ada yang tau-tau nongol tepat didepanku secara mendadak. 

 Rasa merinding dan deg-degan tetaplah ada, sebagai reaksi karena melihat sesuatu yang menyeramkan, tapi aku nggak pernah sampai ketakutan apalagi sampai lari tunggang langgang, paling aku cuma berlalu meninggalkannya begitu saja, tanpa menggubrisnya lagi, dan dengan cepat bisa terlupa.

 Entah kenapa aku bisa melihat secara bertahap dan perlahan seperti itu. Seolah-olah semua itu memang telah dipersiapkan untukku secara bertahap. Aku tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun, bahkan pada keluargaku sendiri sekalipun, karena aku bingung gimana caranya bercerita, malah bisa-bisa aku dianggap gila.

 Namun ternyata selama ini ayah ibuku mengamatiku juga, jadi tanpa berceritapun, beliau berdua sudah tahu dengan sendirinya, hingga akhirnya harus kuceritakan juga semua yang terjadi padaku. Dan syukurlah, beliau berdua mau menerimaku semua itu, dengan  satu penjelasan, yaitu karena aku adalah anak beliau berdua. Aku sungguh bersyukur dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat baik.

 Semua keanehan yang terjadi padaku ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosialku, mulai dari sebagian besar teman-teman yang perlahan menjauh, tetangga-tetangga yang menganggapku gila, bahkan tak sedikit yang merasa takut padaku. Praktis aku jadi jarang bergaul dan hampir tidak memiliki teman, aku sering bermain sendirian, atau bersama adikku. Cuma keluarga saja yang memperlakukanku dengan biasa saja dan tidak berubah sama sekali padaku.

 Apakah semua yang terjadi padaku ini adalah hal normal? Tapi sebenarnya bagaimanakah patokan ukuran normal dan tidak normalnya seseorang seperti aku? Seperti apakah tolok ukur kata normal bagi manusia itu? Entahlah… 


 Seiring bertambahnya usiaku, maka aku mulai sadar kalau semua ini tidaklah normal dan bukanlah kodrat dari manusia biasa. Yang terjadi padaku ini terlalu aneh, dan semua itu termasuk sudah terlalu banyak bagi seorang manusia. Maka akupun berusaha untuk menghilangkannya. Tapi entah kenapa, usaha untuk menghilangkan keanehan itu belum juga berhasil.

 Hingga sampai pada suatu titik di mana aku menyerah pasrah, dan akhirnya kuserahkan saja semua ini pada Yang Maha Kuasa. Biarlah semua berjalan apa adanya, kujalani hidupku seperti air mengalir, dan berusaha bersikap seperti layaknya orang normal pada umumnya.

Diubah oleh Mbahjoyo911 04-10-2022 17:19
ariseptian58Avatar border
adriantzAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 131 lainnya memberi reputasi
124
85.5K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
Mbahjoyo911Avatar border
TS
Mbahjoyo911 
#568

Istana Hitam


Quote:


 Saat ini aku telah melewati gapura lapis kedua di kerajaannya Salma yang tentunya berada di alam gaib. Dan serta-merta aku dibuat takjub dengan keindahan dan kemegahan istana kerajaan ini.  Istana itu luar biasa besarnya, aku bagaikan masuk ke dalam negeri dongeng masa kecil. Dari gapura kedua itu bisa kulihat menara-menara menjulang sangat  tinggi. Tapi sayang, keseluruhan istana itu berwarna hitam kelam, hingga memberi kesan angker dan seram, malah jadi mirip kastil tempat bersemayamnya drakula atau vampir di film-film barat.

 Masih ada jarak sekitar 100 meter lagi dari istana itu, tapi baru berjalan beberapa langkah saja, ternyata aku sudah sampai di depan undak-undakan yang menuju pintu utama istana itu, dan baru kusadari kalau sejak dari gerbang pertama tadi, perjalanan terasa sangat singkat, kami cuma berjalan biasa saja dalam waktu singkat, tapi ternyata telah menempuh jarak yang jauh, seakan jarak jadi tak berarti di alam gaib ini.

 Aku jadi teringat nasehat mbah kakung, “ojo nggumunan”, jangan terlalu mudah heran dan takjub dengan apa yang kau lihat. Jadi ternyata inilah maksud dari nasehat beliau itu,  dunia gaib penuh dengan ilusi dan muslihat yang menipu mata, karena memang bangsa jin itu ahlinya ilusi. Aku nggak tau apakah semua yang kulihat ini nyata atau cuma ilusi, aku juga tidak peduli, akan kunikmati pemandangan ini, dan akan tetap kujaga agar aku tidak terlena dan terjerumus di dalamnya.

 Dari jarak dekat, baru kelihatan kalau bangunan istana itu sangatlah tinggi.  Bahkan untuk bisa sampai di pintu, kami harus menaiki puluhan undakan berlapis marmer hitam mengkilat. Pintu utama juga besar sekali, dihiasi ukiran-ukiran yang sangat indah, keseluruhannya juga berwarna hitam. Tiba-tiba saja pintu utama istana itu terbuka  sendiri. 



Spoiler for cuma ilustrasi:

ilustrasi istana


 Salma langsung melangkah ke anak tangga, sementara aku masih ragu, anak tangga batu itu jumlahnya banyak sekali, belum sampai di pintu pun, nafasku pasti sudah habis duluan. Tapi Salma menggamit tanganku, tersenyum dan mengangguk, seakan memintaku untuk mempercayainya. Maka akupun ikut melangkah.

 Tapi baru saja menginjak anak tangga pertama, tubuhku seakan tertarik ke depan, dan tiba-tiba saja  aku dan Salma sudah berada tepat di depan pintu utama istana. Mau heran, tapi ini alam gaib, tentunya banyak sekali ilusi yang bisa menipu mataku.  Salma melangkah masuk ke pintu itu, tapi baru sampai di ambang pintu, dia berbalik dan tersenyum.

Quote:


 Salma melangkah masuk lebih dulu, dan aku cuma mengikutinya. Salma membawaku ke sebuah ruangan yang luar biasa besar, bahkan langit-langit juga sangat tinggi. Pilar-pilar penyangga yang besar-besar itu tampak berdiri sangat kokoh, berhiaskan ukiran indah. Aura hitam makin kuat terasa sesakkan dada hingga aku harus salurkan energi untuk melawan pengaruhnya.

 Kulangkahkan kaki di permadani beludru hitam yang memanjang tepat di tengah-tengah ruangan. Permadani itu tergelar sampai ke singgasana yang luar biasa megah. Walaupun singgasana itu berwarna hitam, tapi bertahtakan  intan permata dan batu mulia aneka warna yang berkilauan ditimpa cahaya obor yang terpasang di dinding ruangan.

 Walau obor itu jumlahnya banyak sekali, tapi karena dinding ruangan itu berwarna hitam, maka puluhan obor itu seakan tak mampu menerangi, hingga suasana di dalam ruangan jadi terasa redup, suram dan terkesan misterius. Di kiri kanan permadani yang tergelar itu, kulihat banyak sekali kursi dan meja yang berjajar rapi. Entah apa kegunaannya, tapi ratusan kursi itu mengingatkanku pada ruangan istana di film-film yang disebut sebagai balairung.

 Kuikuti Salma yang terus berjalan sampai ke singgasana itu, lalu dia duduk di atasnya. Sungguh sosok ratu yang sangat berwibawa, anggun dan cantik. Aku cuma berdiri diam terpaku menatapnya, tidak tau harus berbuat apa. Mendadak saja, tepat di sebelah singgasana itu muncul satu kursi lagi, entah bagaimana ceritanya kok tau-tau bisa ada kursi tambahan di situ. Kursi itu juga sangat bagus, dan tentunya berwarna hitam, juga bertahtakan batu-batu permata gemerlapan

Quote:


 Perlahan aku pun duduk di kursi itu, terasa empuk dan nyaman, jadi takut kalo nantinya akan mengotori dan merusaknya. Aku merasa seperti orang udik yang masuk ke dalam istana megah bergelimangan emas dan batu permata. Saat kuletakkan dua tangan pada pegangan kursi di samping kiri dan kanan, mendadak saja pegangan itu berubah warna menjadi emas!

 Kini aku tau kalau sebenarnya semua kursi di ruang balairung itu terbuat dari emas, tapi tertutupi semacam lapisan energi yang membuatnya jadi berwarna hitam. Dan aku jadi yakin kalau warna hitam di seluruh istana itu bukanlah warna sebenarnya, tapi terlapisi oleh suatu energi hitam! 

 Aku nggak tau kenapa bisa begitu, saat aku mau menanyakannya pada Salma, ternyata dia sedang terdiam memejamkan mata.  Mendadak saja, ruang balairung yang awalnya kosong tidak ada satu sosokpun, kini menjadi penuh oleh sosok-sosok jin berbagai wujud dan ukuran. Mereka duduk di kursi-kursi yang sudah ada, seolah menempati kursi yang memang sudah disediakan khusus untuk masing-masing dari mereka.

Quote:


 Balairung yang semula sepi, mendadak riuh oleh suara-suara pejabat istana yang saling berbicara. Lalu tampak sesosok jin maju ke depan, jin ini berujud manusia, tapi dengan tinggi lebih dari dua meter, badannya besar, kekar dengan otot-otot tampak menonjol, sosok ini memiliki dua tanduk kecil di dahinya, dengan taring mencuat dari mulutnya. Saat sudah berada di hadapan Salma, dia membungkukkan badan menghormat, seraya berkata,

Quote:


 Terheran-heran aku mendengar kata-kata Salma, karena tidak ada satupun meja di depanku. Tiba-tiba muncul belasan sosok jin wanita yang cantik-cantik membawa baki berisikan hidangan makanan. Mereka langsung menghidangkan makanan itu ke semua meja di balairung itu, termasuk di meja kecil di depan Salma. Cuma aku yang tidak disuguhi. Entah jenis makanan dan minuman apa yang dihidangkan itu,  bentuknya sangat mirip dengan jenis makanan di dunia, tapi aku tau itu bukan makanan manusia, mungkin mereka sengaja mengubah makanan itu hingga tampak familir dimataku. Tapi kalaupun aku disuguhi makanan itu tentunya aku juga nggak akan memakannya.

 Lalu muncul lagi sosok gadis cantik membawa baki berisi berbagai makanan, dan langsung dihidangkan di atas meja di depanku yang entah sejak kapan berada di sana, seakan muncul begitu saja dari ketiadaan, padahal tadi tidak ada meja sama sekali! Kulihat ada nasi kuning, aneka macam lauk-pauk, daging, ayam, ikan. Banyak pula minuman seperti jus buah, bahkan buah-buahan segar pun ada. Cuma dengan melihatnya, aku bisa tau kalau semua hidangan itu adalah makanan alam dunia!

 Yang bikin aku tambah heran, sejak kapan Salma menyiapkan semua ini? kapan dia membawanya? Tadi waktu berangkat kesini pun aku tidak melihatnya membawa sesuatu. Jin memang punya berbagai macam cara untuk membawa. Aku pun mulai makan, dan baru kusadari kalau aku sangat lapar. Tapi makanan sebanyak ini, mana sanggup aku menghabiskan semuanya? jadi kuambil saja seperlunya. Kulihat Salma malah tidak makan sama sekali, dia malah memperhatikanku yang sedang makan.

Quote:


 Salma bangkit dari singgasananya, dan seluruh sosok yang ada di ruangan itu ikut berdiri, dan membungkuk sedalamnya. Salma balas mengangguk dan mulai berjalan meninggalkan ruang balairung itu, aku pun langsung menyusulnya. Kuikuti Salma memasuki sebuah lorong yang sangat panjang. Di sisi kiri-kanan lorong itu ada pintu-pintu yang berjarak sekitar 5 meter dari satu pintu ke pintu yang lain. 

 Seluruh dinding lorong itu berwarna hitam hingga lorong itu terlihat suram dan menyeramkan Salma menjelaskan kalo pintu-pintu itu adalah kamar dan juga ruangan-ruangan untuk berbagai keperluan. Karena lorong itu panjang sekali, maka pintu-pintu itu juga sangat banyak. Salma menjelaskan kegunaan dari ruangan-ruangan khusus itu, yang tentu saja aku langsung lupa, karena saking banyaknya. Sedemikian panjangnya lorong itu seakan tiada habisnya.

 Tapi akhirnya kami sampai juga di ujung lorong dan memasuki sebuah ruangan berbentuk bundar yang sangat luas. Di tengah ruangan ada sebuah meja bundar besar, dikelilingi belasan kursi yang kesemuanya sangat bagus. Salma menjelaskan kalau itu adalah ruangan rapat untuk para senopati dan patih kerajaan. 

 Setelah cukup melihat-lihat, kami keluar dari ruangan bundar itu dan memasuki sebuah lorong lagi yang lebih pendek dari lorong pertama tadi.  Ketika tiba di ujung lorong, ternyata itu adalah pintu keluar yang langsung tembus ke taman belakang istana, dan aku langsung takjub dibuatnya.

 Taman itu sangat indah dan luas, tanahnya ditumbuhi rumput, kebun bunga aneka warna yang sangat luas, air mancur besar, dan juga kolam ikan! Ternyata ada ikan juga di dunia jin! Adalah suatu keanehan kalau istana hitam yang terkesan angker ini memiliki taman yang indah seperti ini. Tampak banyak jin berwujud anak-anak bermain di taman itu, mirip sekali dengan taman bermain anak-anak di dunia manusia.

 Kuikuti Salma meninggalkan taman itu dan masuk ke sebuah bangunan yang terhubung ke sebuah lorong lagi yang lumayan panjang. Lorong ini menuju ke bagian samping istana. Saat kami keluar dari pintu di ujung lorong itu, kami telah sampai di halaman samping istana. 

 Halaman ini juga sangat luas dengan tanah berlapis batu. Tampak ratusan sosok prajurit yang berpasangan saling serang dan menangkis, sepertinya mereka sedang berlatih tempur. Ada suatu keasyikan sendiri saat melihat latihan itu, ratusan prajurit itu semua berwujud manusia, kecuali tinggi badan rata-rata 2 meteran. Gerakan olah kanuragan mereka tampak sangat aneh di mataku.

 Puas melihat latihan itu, Salma membawaku kembali ke istana melewati sebuah pintu yang berbeda lagi dan menyusuri lorong yang lain pula. Sampailah kami di suatu ruangan luas berisi kursi-kursi panjang, kata Salma, ruangan ini adalah tempat bersantai. Ternyata jin juga butuh bersantai! Kami duduk di ruangan itu sambil beristirahat. Baru kusadari kalau tubuhku terasa sangat capek, entah berapa lama kami berkeliling istana itu.

Quote:


 Salma kembali tertawa renyah, sambil berlalu dari pintu kamar. Aku melangkah masuk dan memandang berkeliling, sebenarnya, kamar ini sangat bagus, penuh hiasan ornamen di dinding dan langit-langit kamar. Tapi karena warnanya hitam kelam, malah berkesan sangat angker. 

 Kurebahkan diri di kasur empuk itu. Pikiranku melayang pada tur yang terasa singkat tadi. Istana ini luar biasa besarnya, dan aku yakin tadi waktu berkeliling itu belum sampai seperempat bagian dari keseluruhan istana. Padahal tadi dari luar, meskipun megah, istana ini tampak tidak terlalu besar, seperti sebuah puri saja, tapi begitu masuk ke dalamnya, istana ini seakan menggelembung menjadi sangat luas.

 Ditambah lagi perbedaan waktu yang teramat besar, tadi terasa cuma beberapa jam saja, tapi menurut Salma, sudah memakan waktu delapan hari alam dunia! Masih ada satu lagi misteri, kenapa seluruh istana ini berwarna hitam, dan warna itu berasal dari lapisan energi hitam yang menyelimuti seluruh istana, termasuk segala benda yang ada di dalamnya. 

 Meskipun aku selalu mengingat nasehat mbah kakung agar jangan terlalu gampang heran dan takjub, tapi melihat semua kemegahan itu, secara tak sadar aku terus-terusan merasa heran dan takjub juga, meskipun aku tau, mungkin ini semua cuma ilusi semata. Ah.. Istana Hitam, alam gaib, memang tidak akan pernah bisa dipikirkan dengan logika manusia…


Bersambung…




34


dodybgk804
kulipriok
itkgid
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.