Kaskus

Story

Mbahjoyo911Avatar border
TS
Mbahjoyo911 
HITAM [Reborn]




 Hai gaess.. jumpa lagi dalam thread ini..

 Sudah hampir 3  tahun sejak thread Hitam season satu di-post di Kaskus. Tanpa disangka thread itu mendapat respon yang luar biasa (terima kasih buat semua reader). Bahkan akhirnya thread Hitam sampai diplagiat dan diterbitkan pada salah satu platform hingga dengan sangat terpaksa Hitam 1 harus dihapus.

 Akan tetapi, berkat bantuan banyak kaskuser yang melaporkan thread tersebut, maka kini thread hasil plagiasi tersebut telah dihapus dari platform yang bersangkutan. Jadi sekali lagi, TS berterima kasih banyak pada Agan dan Sista kaskuser semua yang telah membantu melaporkan thread plagiasi itu. Tanpa pembaca, maka seorang penulis menjadi tidak berarti. Kini, TS mencoba membuat kembali thread Hitam Reborn ini.

 Alasan TS membuat thread reborn yaitu karena sudah adanya Hitam season 2 yang telah memiliki viewer yang mencapai satu juta lebih! (Meskipun ada juga yang beranggapan kalau satu juta viewer itu adalah klonnya TS sendiri. Tapi tidak apa, orang bebas berpendapat emoticon-Big Grin)Untuk kesekian kalinya TS sangat berterima kasih pada reader semua. Jadi, karena ada Hitam season 2, maka akan lebih afdol kalo Hitam 1 dimunculkan biar lebih lengkap.

 Alasan kedua adalah supaya Agan Sista yang belum sempat membaca ataupun yang ingin mengulang lagi, kini bisa membaca cerita ini secara utuh dan tidak ada bagian yang hilang. Di samping itu, banyak juga permintaan dari Kaskuser agar thread Hitam 1 ini dimunculkan lagi. Sekali lagi, terima kasih banyak buat Agan dan Sista atas responnya yang luar biasa buat thread ini.



 Kisah ini hanyalah cerita fiksi, hasil imajinasi dari TS. Kesamaan nama, tempat dan kejadian hanyalah kebetulan belaka. Jadi, mohon jangan bertanya soal hal gaib pada TS, karena TS hanyalah orang biasa yang tidak mengerti apa-apa soal hal gaib, TS hanya punya hobi menulis dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita fiksi.


Quote:




-----<<<{O}>>>-----





Prolog


 Namaku Aryandra, biasa dipanggil Arya atau Andra, tapi keluargaku lebih suka memanggil Andra. Aku lahir dari keluarga kecil yang berkecukupan. Aku tumbuh bersama adik perempuan satu-satunya yang terpaut usia satu tahun dariku. Adikku bernama Cindy, gadis kecil yang sangat imut dan menggemaskan, hingga menjadi kesayangan banyak orang. Rumah kami berada di bagian pinggir timur sebuah kota yang tidak terlalu besar.

 Entah bagaimana ceritanya sampai aku bisa punya suatu kelebihan seperti ini, aku tidak mengerti sama sekali. Aku bisa melihat, mendengar, merasakan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk berwujud aneh dan kadang menyeramkan. Aku bisa melihat kejadian-kejadian masa lampau hanya dengan menyentuh benda, melihat, bahkan cuma dari mendengar cerita seseorang. Kadang aku bermimpi tentang suatu kejadian, dan ternyata mimpi itu benar-benar nyata terjadi, seperti sebuah penglihatan kejadian masa depan yang datang lewat mimpi. 

 Seingatku, sudah dari semasa kecil aku  bisa mendengar suara mereka, Tapi aku nggak ingat kapan tepatnya. Sering aku mendengar suara-suara aneh seperti suara tawa cekikikan melengking-lengking menyakitkan telinga, tawa ngakak yang nggak kuketahui dari mana asalnya, geraman berat dan besar seperti suara binatang buas, desisan keras seperti suara ular, cakaran-cakaran kuku pada tembok rumah, suara langkah kaki manusia dan juga hewan seperti kuda. Sering juga aku dengar mereka memanggil namaku dan menyuruhku mendekat.

 Setelah tahap "bisa mendengar", maka akupun mulai bisa melihat hal-hal gaib itu. Sering aku melihat kelebatan-kelebatan bayangan hitam, kain putih panjang yang melayang di antara pohon, ada juga kain panjang berwarna merah darah, sampai bungkusan kain putih seperti bungkus permen yang menempel di pohon, Tapi ya cuma sebatas itu saja, cuma melihat kelebatan-kelebatan sekilas dan nggak begitu jelas, dan wujud nya pun tidak kuketahui.

 Aku juga sering melihat larikan-larikan cahaya sangat terang beraneka warna yang melesat cepat di atas genteng rumah warga, juga bola-bola api dan bola-bola cahaya yang melayang-layang di udara. Seringkali bola-bola cahaya dan bola api itu saling bertabrakan hingga menimbulkan suara ledakan dahsyat disertai menyebarnya bola api di angkasa langit malam.

 Tidak ada yang kulakukan selain cuma memperhatikan dengan penuh keheranan, sungguh suatu hal yang sangat aneh dan luar biasa. Tapi kalau yang kulihat itu sudah lewat, maka akupun juga nggak menggubrisnya, dan segera terlupakan begitu saja.

 Lama-kelamaan, seakan pandangan mataku menguat dan menjadi lebih peka. Aku bisa melihat wujud sosok-sosok makhluk aneh dengan utuh. Awalnya cuma melihat sosok yang berbentuk manusia biasa, dan kemudian mulai melihat wujud aneh-aneh, manusia dengan kaki atau tangan yang panjang sebelah, manusia berkepala botak bertelinga lancip. Ada yang berbentuk hewan, berkepala dua, makhluk bermata satu, dan banyak sekali bentuk-bentuk ganjil lainnya.

 Dari yang semula cuma  melihat siluet bayangan kabur, lambat laun aku mulai mampu melihat dengan sangat jelas, bahkan detail wajah yang sangat menyeramkan pun bisa kulihat dengan jelas. Makhluk berbentuk gorila raksasa yang berbulu di seluruh tubuhnya, bermata merah menyala seperti lampu senter dengan wajah sangat seram. Sosok manusia berkepala kuda, juga wanita berkaki ular. Aku sering melihat sosok anak-anak kecil berkepala plontos yang berlarian di jalan-jalan kampungku, hingga aku mengira kalau mereka adalah anak-anak dari tetanggaku, tapi ternyata anak-anak kecil itu berwajah tua dan berewokan.

 Yang paling sering kulihat sosok perempuan berwajah hancur dengan darah berlelehan di seluruh wajah, leher dan dada, memiliki rambut awut-awutan dan berbaju putih, ada juga yang berbaju merah. Mereka sering nangkring di atas pohon, atau di atas genteng rumah-rumah tetangga. Kadang mereka "terbang" dari satu pohon ke pohon lain disertai suara tawa melengking-lengking mendirikan bulu kuduk. Belakangan aku ketahui kalo mereka lah yang sering disebut sebagai kuntilanak.

Spoiler for :


 Meskipun wajah hancur tak berbentuk itu cuma seperti orang yang memakai topeng, tapi itu adalah wajah asli yang sebenar-benarnya, wajah mengerikan yang bisa membuat orang lari ketakutan atau bahkan pingsan di tempat. Tapi bagiku, wajah hancur semacam itu adalah pemandangan keseharianku.

 Setiap kali aku bertemu, melihat ataupun mendengar makhluk-makhluk itu, maka selalu saja kurasakan suatu tekanan yang sangat kuat yang berasal dari mereka. Seperti semacam tembok tak kelihatan yang menekanku dari segala arah. Rasa sangat tertekan yang bisa membuat orang bergidik merinding hebat, ketakutan sampai lari tunggang langgang, bahkan sampai pingsan ditempat. Tapi biasanya aku cuma merasa merinding saja, dan tidak merasa takut. Belakangan baru kuketahui kalau tekanan kuat itu  disebut sebagai aura energi.

 Mereka seakan tidak mengenal waktu, baik pagi, siang, sore atau malam aku masih bisa melihat mereka, jumlahnya banyak sekali, dan mereka seakan ada dimana saja. Jadi mitos yang sering kudengar kalau makhluk halus hanya ada pada waktu malam itu adalah salah belaka, mereka ada dimanapun dan kapanpun. Tapi mereka akan terlihat jauh lebih jelas dan dalam jumlah yang lebih banyak pada saat sore hari menjelang maghrib.

 Namun hal ini ada untungnya juga buatku, saking seringnya melihat mereka, aku jadi tidak takut dengan mereka, bahkan makhluk yang paling seram sekalipun, sejauh ini aku belum merasa takut. Ditambah lagi aku nggak pernah menggubrisnya, dasarnya lagi, aku anak yang ndableg, nggak nggagasan, cuek terhadap segala sesuatu. Dan semua penampakan itu nggak aku perhatikan dengan serius. Meskipun kadang terkejut juga kalau ada yang tau-tau nongol tepat didepanku secara mendadak. 

 Rasa merinding dan deg-degan tetaplah ada, sebagai reaksi karena melihat sesuatu yang menyeramkan, tapi aku nggak pernah sampai ketakutan apalagi sampai lari tunggang langgang, paling aku cuma berlalu meninggalkannya begitu saja, tanpa menggubrisnya lagi, dan dengan cepat bisa terlupa.

 Entah kenapa aku bisa melihat secara bertahap dan perlahan seperti itu. Seolah-olah semua itu memang telah dipersiapkan untukku secara bertahap. Aku tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun, bahkan pada keluargaku sendiri sekalipun, karena aku bingung gimana caranya bercerita, malah bisa-bisa aku dianggap gila.

 Namun ternyata selama ini ayah ibuku mengamatiku juga, jadi tanpa berceritapun, beliau berdua sudah tahu dengan sendirinya, hingga akhirnya harus kuceritakan juga semua yang terjadi padaku. Dan syukurlah, beliau berdua mau menerimaku semua itu, dengan  satu penjelasan, yaitu karena aku adalah anak beliau berdua. Aku sungguh bersyukur dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat baik.

 Semua keanehan yang terjadi padaku ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosialku, mulai dari sebagian besar teman-teman yang perlahan menjauh, tetangga-tetangga yang menganggapku gila, bahkan tak sedikit yang merasa takut padaku. Praktis aku jadi jarang bergaul dan hampir tidak memiliki teman, aku sering bermain sendirian, atau bersama adikku. Cuma keluarga saja yang memperlakukanku dengan biasa saja dan tidak berubah sama sekali padaku.

 Apakah semua yang terjadi padaku ini adalah hal normal? Tapi sebenarnya bagaimanakah patokan ukuran normal dan tidak normalnya seseorang seperti aku? Seperti apakah tolok ukur kata normal bagi manusia itu? Entahlah… 


 Seiring bertambahnya usiaku, maka aku mulai sadar kalau semua ini tidaklah normal dan bukanlah kodrat dari manusia biasa. Yang terjadi padaku ini terlalu aneh, dan semua itu termasuk sudah terlalu banyak bagi seorang manusia. Maka akupun berusaha untuk menghilangkannya. Tapi entah kenapa, usaha untuk menghilangkan keanehan itu belum juga berhasil.

 Hingga sampai pada suatu titik di mana aku menyerah pasrah, dan akhirnya kuserahkan saja semua ini pada Yang Maha Kuasa. Biarlah semua berjalan apa adanya, kujalani hidupku seperti air mengalir, dan berusaha bersikap seperti layaknya orang normal pada umumnya.

Diubah oleh Mbahjoyo911 04-10-2022 17:19
ariseptian58Avatar border
adriantzAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 131 lainnya memberi reputasi
124
85.5K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
Mbahjoyo911Avatar border
TS
Mbahjoyo911 
#565

Portal dan Kerajaan


 Hampir setengah tahun aku memperdalam bela diri dan tenaga dalam, tentunya  didampingi Salma. Sedangkan Eyang Dim seakan tidak pernah menampakkan diri lagi, Mungkin memang tujuan dia datang itu cuma untuk memberi bimbingan dan pelajaran buatku, dan setelah tugasnya dianggap telah selesai, maka dia tidak datang lagi, juga tidak mencampuri urusanku lagi, meskipun aku tau dia masih sering berada di sekitarku dan selalu mengawasiku. 

 Penguasaan akan bela diri dan tenaga dalamku kini makin mantap, tentunya tak lepas dari pelatihanku dengan Salma, dia bisa membimbing dengan sabar, meskipun harus diulang-ulang puluhan kali agar aku bisa paham. Kami sering berlatih tanding, seperti sedang dalam situasi pertarungan sungguhan, hal ini membuat insting dan reflekku jadi makin tajam. Dan kini, dari yang awalnya cuma karena penasaran, kini aku malah sudah menguasai beladiri dan energi tenaga dalam.

 Ujian semester ganjil sudah terlampaui, dan hari sabtu  adalah penerimaan raport. Seperti biasa, ayahku yang mengambilkan raport  juga raport Cindy. Aku sempat bertemu Mamanya Nissa juga, tapi cuma ngobrol sekedar beramah-tamah, saat itu sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Nissa padaku, tapi dia terlihat malu karena mamanya ada disitu  juga. Entah  karena aku terlalu cuek atau memang tidak peka, aku tidak begitu memperhatikannya. Mungkin lain kali aku akan menanyakan hal itu padanya. Pertemuan itu berlangsung singkat saja.  Sehabis mengambil raport, aku langsung pulang bersama Cindy, sedangkan ayah balik ke kantornya lagi.

 Sampai di rumah, raport itu langsung kuserahkan pada ibu. Beliau tampak tersenyum melihat nilai-nilaiku, setidaknya nilaiku cukup bagus kalau mengingat level otakku yang pas-pasan. Akupun masuk kamar dan berganti pakaian, lalu merebahkan badan di tempat tidur sambil berpikir. 

 Setelah ujian semester ganjil itu, sekolah akan libur selama dua minggu. Aku jadi bingung mau ngapain libur dua minggu itu. Tiba-tiba terciumlah aroma harum segar kayu cendana. Salma telah duduk di pinggiran tempat tidurku dengan senyum manisnya, dia selalu tampak cantik dengan dandanan khas gadis emo. Akhir-akhir ini setelah sering latihan bersama, dia jadi lebih sering menampakkan diri di dekatku.

Quote:


 Beberapa stel baju kumasukkan ke dalam  carrier, cuma untuk membuat alasan agar dipercaya kalo aku benar-benar ke rumah Mbah Kakung. Sementara otakku berputar mencari cara gimana ngomongnya ke ayah nanti, karena berangkatnya sehabis maghrib, padahal mustahil kalo melakukan perjalanan ke rumah Mbah Kakung di waktu malam. Tapi akhirnya dapat juga satu ide, sekalian aja aku bilang pada ayah, dan jawabannya sama seperti dugaanku.

Quote:


 Kalau berangkat diantar, nanti akan ketahuan bohongnya, karena aku berangkat cuma jalan kaki saja. Tapi inilah enaknya ayahku, beliau tidak pernah melarang bila anaknya melakukan hal diluar kebiasaan, bahkan mendukung dan menyembunyikannya dari ibu. Menurut beliau, masa muda adalah saatnya melakukan banyak hal agar bisa dapat banyak pengalaman, asalkan tidak menimbulkan bahaya dan tidak bertentangan dengan norma agama.

 Selepas maghrib, dengan mengendap-endap, takut ketahuan ibu dan Cindy, aku mulai meninggalkan rumah dan berjalan bersama Salma yang melayang di sebelahku. Jalanan masih lumayan ramai karena masih jam setengah 7 malam. Kami menuju ke tanah kosong yang ditumbuhi pohon-pohon lebat itu, tempat dulu pertama kali aku bertemu dengan Salma. Tanah kosong ini masih menjadi bagian dari kampungku, meskipun letaknya agak jauh dari perkampungan.

 Sesampainya di sana, baru kusadari kalau jalan di depan tanah kosong itu terlihat sepi, jarang ada yang berani lewat sini, karena memang tanah ini sudah dianggap sebagai tempat yang angker. Kami berhenti di jalan aspal tepat di depan lahan kosong itu, celingukan sebentar untuk melihat apa ada orang disekitar, ternyata suasana memang benar-benar sepi. Lalu terlintas suatu hal yang bikin aku penasaran.

Quote:


 Salma menjelaskan semua tentang hal gaib dengan sambil lalu, seolah itu bukanlah hal penting, tapi bagiku yang penasaran ini, hal itu termasuk penting. Jadi mulai sekarang aku harus mendengarkan semua penjelasannya dengan seksama, aku juga harus mencerna semua penjelasan itu agar bisa masuk ke otakku.

 Saat itu kulihat Salma sudah melayang menuju tanah kosong yang penuh dengan semak belukar yang rapat itu, maka akupun mengikutinya. Kami terus berjalan sampai ke daerah yang banyak pohon besar, semak belukar terlihat semakin lebat dan rapat. Dari sini, jalan aspal sudah tidak kelihatan lagi. Suasana terasa sangat menyeramkan, tapi aku tidak melihat satu sosok jin pun. Untungnya aku telah membawa senter, karena aku tau tempat ini pasti sangat gelap.

 Salma berhenti melayang, dan akupun ikut berhenti menunggu Salma yang mengambang diam. Mendadak saja tepat di depanku muncul setitik cahaya kuning terang yang mengambang setinggi dua meter dari tanah,  perlahan cahaya itu membesar dan terus membesar hingga menjadi seukuran rumah. Dan didalam cahaya itu muncul suatu gumpalan kabut asap putih yang sangat tebal.

 Sejenak kemudian kabut asap itu mulai menipis, lalu di antara kabut itu, tampak samar-samar sebuah gapura dengan pintu gerbang yang besar. Sebenarnya gapura itu sangat bagus, penuh hiasan ukiran yang indah, tapi warnanya yang gelap itu memberi kesan suram dan menyeramkan. 


Spoiler for hanya ilustrasi:

ilustrasi pintu portal


 Di kiri kanan gerbang ada 2 sosok jin berwujud manusia tinggi besar berwajah garang, memakai zirah prajurit, dan bersenjatakan tombak. Ternyata Salma telah menempatkan dua penjaga di gerbang portal itu. Begitu melihat Salma, mereka langsung berlutut, lalu mereka bangkit dan membuka pintu gerbang itu. 

Quote:


 Perlahan Salma mulai melayang maju memasuki gerbang, dan aku menyusulnya. Kami masuk menembus gumpalan kabut asap tebal itu, tanpa kutau apa yang ada di balik kabut itu. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah kabut asap putih tebal. Seiring langkahku yang kian jauh memasuki gerbang, kabut asap itu makin menipis, hingga akhirnya menghilang, dan seketika alam terlihat menjadi terang benderang.

 Mendadak saja perutku terasa sangat mual, tapi kutahan tahan agar jangan sampai muntah, kepalaku juga terasa pusing dengan tiba-tiba. Jadi begini rasanya setelah melewati pintu portal, sama seperti yang telah diceritakan Salma. Hal pertama yang menarik perhatianku, kurasakan kakiku seperti menyentuh tanah berpasir, lalu kusadari kalau kakiku telah menginjak pasir pantai! Bagaimana pasir putih pantai bisa ada disini?

 Dua belas sosok jin berwujud mirip manusia tinggi besar berwajah seram dan berpakaian ala prajurit seperti menunggu kami. Dan mereka langsung menundukkan kepala ke arah Salma yang dibalas dengan anggukan juga. Dua belas sosok itu langsung mengambil posisi di depan dan belakang Salma seakan sedang mengawalnya.

  Berjarak sekitar 200 meter di depanku, tampak seperti sebuah perkampungan penduduk yang besar sekali, mirip perkampungan nelayan tapi dengan bentuk rumah yang sangat aneh. Dan saat itulah aku mendengar suara debur ombak yang keras dari arah belakangku, ternyata di belakang sana terdapat pantai dengan laut yang luas sekali. Baru aku tau kalau di alam gaib juga terdapat pantai! Ternyata kerajaan Salma terletak di tepi pantai alam gaib. Kini mulai masuk akal, kenapa bisa ada pasir putih disini.

 Waktu mau kutanyakan pada Salma, saat itulah aku tertegun, penampilan Salma telah berubah drastis, dia kini memakai gaun panjang hitam yang sangat megah dan indah, khas pakaian kebesaran seorang ratu, tampak mahkota berwarna hitam bertabur berlian yang sangat indah tersemat di kepalanya. Kedua kakinya menapak di pasir pantai! Salma telah berubah menjadi sosok ratu yang sangat cantik dan anggun tapi misterius. 

Quote:


 Tak berapa lama, kami telah memasuki perkampungan, melewati suatu jalan sangat lebar berlapis batu yang membelah di tengah perkampungan, sepertinya ini merupakan jalan utama menuju istana. Di kiri kanan jalan terlihat banyak sekali rumah-rumah penduduk yang bentuknya sangat aneh, sama sekali tidak menyerupai rumah manusia, tadi dari pantai, rumah-rumah itu tidak kelihatan jelas, tapi dari jarak dekat gini, bisa kuamati dengan jelas. Aku tidak pernah melihat rumah dengan bentuk-bentuk seperti itu, sangat sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Rumah-rumah itu berjejer dengan sangat rapi.

 Sosok-sosok berwujud mirip seperti manusia terlihat sedang beraktifitas di depan rumah-rumah itu, sama seperti aktivitas manusia. Tapi setelah kuperhatikan baik-baik, ternyata wujud mereka jauh lebih aneh dari bentuk rumah mereka, ada yang bermata satu, bertelinga lancip, tidak berhidung, tangan atau kaki panjang sebelah, dan beraneka macam bentuk-bentuk aneh lainnya. Satu hal yang pasti, mereka semua tidak memiliki wujud yang utuh sempurna seperti manusia. Saat Salma dan aku lewat, mereka semua berjongkok dan menundukkan kepala untuk menghormati Sang ratu, ribuan kepala menunduk untuk menyambut ratunya.

Quote:


 Saat itulah kulihat di kejauhan sana tampak sebuah tembok benteng yang berdiri menjulang tinggi dan tampak sangat panjang sampai kejauhan. Pada pertengahan tembok ada gapura yang besar terbuat dari batu yang tampak sangat kokoh, tapi sayangnya gerbang itu berwarna hitam kelam, bahkan tembok benteng itu seluruhnya juga berwarna hitam, hingga memberi kesan suram dan tampak angker.



Spoiler for cuma ilustrasi:

ilustrasi pintu gerbang benteng


 Saat kami sudah dekat, baru kusadari betapa luar biasa besarnya gapura benteng itu, tingginya sekitar sepuluh meteran dengan lebar pintu gerbang sekitar 20 meter. Sedangkan tembok bentengnya saja mungkin mencapai tinggi sekitar sepuluh meteran, memanjang ke samping sampai berkilo-kilometer.

 Di kiri kanan gerbang kulihat empat jin penjaga berwujud raksasa tinggi besar, bertaring panjang dan berwajah luar biasa seram. Mereka membawa senjata berupa gada pentungan yang juga besar. Tampak pula beberapa makhluk mirip serigala yang luar biasa besar, juga menjaga pintu gerbang itu. Begitu melihat Salma, mereka berteriak dengan bahasa yang tidak kumengerti. Lalu mereka membungkukkan badan ke arah Salma. Dan mendadak saja pintu gerbang yang sangat besar itu terbuka perlahan-lahan di kiri dan kanan. 

 Saat pintu gerbang itu terbuka lebar, terlihat ribuan sosok prajurit berjejer di kiri kanan jalan yang akan kami lalui. Para prajurit ini berwujud manusia tapi dengan tinggi badan rata-rata di atas manusia biasa, mereka bersenjata tombak panjang. Begitu kami masuk, serentak mereka membungkukkan badan. Ternyata di dalam tembok benteng itu terdapat semacam alun-alun yang sangat luas, dan ribuan prajurit itu memenuhi alun-alun tadi. Aku sempat tertegun dengan banyaknya prajurit kerajaan ini.

Quote:


 Kuikuti langkah kaki Salma melewati  jalan beralas batu yang membelah tanah lapang yang luas itu. Bulu kudukku merinding melihat ribuan prajurit yang membungkuk ke arah kami, aku bahkan tidak mengerti apa yang kurasakan saat ini. Heran, bangga, terharu, dan entah apa lagi.

 Tapi kemudian perhatianku teralihkan oleh suatu tembok benteng yang jauh di depan sana, lengkap dengan gapura dan pintu gerbang, yang lagi-lagi semuanya berwarna hitam kelam. Benteng itu lebih rendah dari yang pertama tadi. Jadi ternyata kerajaan ini dilindungi oleh 2 lapis tembok benteng yang kokoh. 

Quote:


 Bagiku, semua ini terlalu berlebihan, aku cuma manusia biasa, kenapa harus disambut begitu banyak prajurit seperti ini. Kami terus melangkah lagi ke arah tembok benteng kedua, gapura benteng kedua ini juga dijaga oleh sosok-sosok prajurit, mereka juga menyambut kami dengan berdiri berjajar di sepanjang jalan masuk itu. Seperti pintu pertama tadi, pintu gerbang kedua ini juga terbuka dengan sendirinya. Dan saat pintu itu sudah terbuka penuh, maka akupun sangat takjub dengan apa yang kulihat..  


Bersambung…




33


yunie617
kulipriok
itkgid
itkgid dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.