- Beranda
- Stories from the Heart
HITAM [Reborn]
...
TS
Mbahjoyo911
HITAM [Reborn]
Hai gaess.. jumpa lagi dalam thread ini..
Sudah hampir 3 tahun sejak thread Hitam season satu di-post di Kaskus. Tanpa disangka thread itu mendapat respon yang luar biasa (terima kasih buat semua reader). Bahkan akhirnya thread Hitam sampai diplagiat dan diterbitkan pada salah satu platform hingga dengan sangat terpaksa Hitam 1 harus dihapus.
Akan tetapi, berkat bantuan banyak kaskuser yang melaporkan thread tersebut, maka kini thread hasil plagiasi tersebut telah dihapus dari platform yang bersangkutan. Jadi sekali lagi, TS berterima kasih banyak pada Agan dan Sista kaskuser semua yang telah membantu melaporkan thread plagiasi itu. Tanpa pembaca, maka seorang penulis menjadi tidak berarti. Kini, TS mencoba membuat kembali thread Hitam Reborn ini.
Alasan TS membuat thread reborn yaitu karena sudah adanya Hitam season 2 yang telah memiliki viewer yang mencapai satu juta lebih! (Meskipun ada juga yang beranggapan kalau satu juta viewer itu adalah klonnya TS sendiri. Tapi tidak apa, orang bebas berpendapat
)Untuk kesekian kalinya TS sangat berterima kasih pada reader semua. Jadi, karena ada Hitam season 2, maka akan lebih afdol kalo Hitam 1 dimunculkan biar lebih lengkap.Alasan kedua adalah supaya Agan Sista yang belum sempat membaca ataupun yang ingin mengulang lagi, kini bisa membaca cerita ini secara utuh dan tidak ada bagian yang hilang. Di samping itu, banyak juga permintaan dari Kaskuser agar thread Hitam 1 ini dimunculkan lagi. Sekali lagi, terima kasih banyak buat Agan dan Sista atas responnya yang luar biasa buat thread ini.
Kisah ini hanyalah cerita fiksi, hasil imajinasi dari TS. Kesamaan nama, tempat dan kejadian hanyalah kebetulan belaka. Jadi, mohon jangan bertanya soal hal gaib pada TS, karena TS hanyalah orang biasa yang tidak mengerti apa-apa soal hal gaib, TS hanya punya hobi menulis dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita fiksi.
Quote:
-----<<<{O}>>>-----
Prolog
Prolog
Namaku Aryandra, biasa dipanggil Arya atau Andra, tapi keluargaku lebih suka memanggil Andra. Aku lahir dari keluarga kecil yang berkecukupan. Aku tumbuh bersama adik perempuan satu-satunya yang terpaut usia satu tahun dariku. Adikku bernama Cindy, gadis kecil yang sangat imut dan menggemaskan, hingga menjadi kesayangan banyak orang. Rumah kami berada di bagian pinggir timur sebuah kota yang tidak terlalu besar.
Entah bagaimana ceritanya sampai aku bisa punya suatu kelebihan seperti ini, aku tidak mengerti sama sekali. Aku bisa melihat, mendengar, merasakan dan berinteraksi dengan makhluk-makhluk berwujud aneh dan kadang menyeramkan. Aku bisa melihat kejadian-kejadian masa lampau hanya dengan menyentuh benda, melihat, bahkan cuma dari mendengar cerita seseorang. Kadang aku bermimpi tentang suatu kejadian, dan ternyata mimpi itu benar-benar nyata terjadi, seperti sebuah penglihatan kejadian masa depan yang datang lewat mimpi.
Seingatku, sudah dari semasa kecil aku bisa mendengar suara mereka, Tapi aku nggak ingat kapan tepatnya. Sering aku mendengar suara-suara aneh seperti suara tawa cekikikan melengking-lengking menyakitkan telinga, tawa ngakak yang nggak kuketahui dari mana asalnya, geraman berat dan besar seperti suara binatang buas, desisan keras seperti suara ular, cakaran-cakaran kuku pada tembok rumah, suara langkah kaki manusia dan juga hewan seperti kuda. Sering juga aku dengar mereka memanggil namaku dan menyuruhku mendekat.
Setelah tahap "bisa mendengar", maka akupun mulai bisa melihat hal-hal gaib itu. Sering aku melihat kelebatan-kelebatan bayangan hitam, kain putih panjang yang melayang di antara pohon, ada juga kain panjang berwarna merah darah, sampai bungkusan kain putih seperti bungkus permen yang menempel di pohon, Tapi ya cuma sebatas itu saja, cuma melihat kelebatan-kelebatan sekilas dan nggak begitu jelas, dan wujud nya pun tidak kuketahui.
Aku juga sering melihat larikan-larikan cahaya sangat terang beraneka warna yang melesat cepat di atas genteng rumah warga, juga bola-bola api dan bola-bola cahaya yang melayang-layang di udara. Seringkali bola-bola cahaya dan bola api itu saling bertabrakan hingga menimbulkan suara ledakan dahsyat disertai menyebarnya bola api di angkasa langit malam.
Tidak ada yang kulakukan selain cuma memperhatikan dengan penuh keheranan, sungguh suatu hal yang sangat aneh dan luar biasa. Tapi kalau yang kulihat itu sudah lewat, maka akupun juga nggak menggubrisnya, dan segera terlupakan begitu saja.
Lama-kelamaan, seakan pandangan mataku menguat dan menjadi lebih peka. Aku bisa melihat wujud sosok-sosok makhluk aneh dengan utuh. Awalnya cuma melihat sosok yang berbentuk manusia biasa, dan kemudian mulai melihat wujud aneh-aneh, manusia dengan kaki atau tangan yang panjang sebelah, manusia berkepala botak bertelinga lancip. Ada yang berbentuk hewan, berkepala dua, makhluk bermata satu, dan banyak sekali bentuk-bentuk ganjil lainnya.
Dari yang semula cuma melihat siluet bayangan kabur, lambat laun aku mulai mampu melihat dengan sangat jelas, bahkan detail wajah yang sangat menyeramkan pun bisa kulihat dengan jelas. Makhluk berbentuk gorila raksasa yang berbulu di seluruh tubuhnya, bermata merah menyala seperti lampu senter dengan wajah sangat seram. Sosok manusia berkepala kuda, juga wanita berkaki ular. Aku sering melihat sosok anak-anak kecil berkepala plontos yang berlarian di jalan-jalan kampungku, hingga aku mengira kalau mereka adalah anak-anak dari tetanggaku, tapi ternyata anak-anak kecil itu berwajah tua dan berewokan.
Yang paling sering kulihat sosok perempuan berwajah hancur dengan darah berlelehan di seluruh wajah, leher dan dada, memiliki rambut awut-awutan dan berbaju putih, ada juga yang berbaju merah. Mereka sering nangkring di atas pohon, atau di atas genteng rumah-rumah tetangga. Kadang mereka "terbang" dari satu pohon ke pohon lain disertai suara tawa melengking-lengking mendirikan bulu kuduk. Belakangan aku ketahui kalo mereka lah yang sering disebut sebagai kuntilanak.
Spoiler for :
Meskipun wajah hancur tak berbentuk itu cuma seperti orang yang memakai topeng, tapi itu adalah wajah asli yang sebenar-benarnya, wajah mengerikan yang bisa membuat orang lari ketakutan atau bahkan pingsan di tempat. Tapi bagiku, wajah hancur semacam itu adalah pemandangan keseharianku.
Setiap kali aku bertemu, melihat ataupun mendengar makhluk-makhluk itu, maka selalu saja kurasakan suatu tekanan yang sangat kuat yang berasal dari mereka. Seperti semacam tembok tak kelihatan yang menekanku dari segala arah. Rasa sangat tertekan yang bisa membuat orang bergidik merinding hebat, ketakutan sampai lari tunggang langgang, bahkan sampai pingsan ditempat. Tapi biasanya aku cuma merasa merinding saja, dan tidak merasa takut. Belakangan baru kuketahui kalau tekanan kuat itu disebut sebagai aura energi.
Mereka seakan tidak mengenal waktu, baik pagi, siang, sore atau malam aku masih bisa melihat mereka, jumlahnya banyak sekali, dan mereka seakan ada dimana saja. Jadi mitos yang sering kudengar kalau makhluk halus hanya ada pada waktu malam itu adalah salah belaka, mereka ada dimanapun dan kapanpun. Tapi mereka akan terlihat jauh lebih jelas dan dalam jumlah yang lebih banyak pada saat sore hari menjelang maghrib.
Namun hal ini ada untungnya juga buatku, saking seringnya melihat mereka, aku jadi tidak takut dengan mereka, bahkan makhluk yang paling seram sekalipun, sejauh ini aku belum merasa takut. Ditambah lagi aku nggak pernah menggubrisnya, dasarnya lagi, aku anak yang ndableg, nggak nggagasan, cuek terhadap segala sesuatu. Dan semua penampakan itu nggak aku perhatikan dengan serius. Meskipun kadang terkejut juga kalau ada yang tau-tau nongol tepat didepanku secara mendadak.
Rasa merinding dan deg-degan tetaplah ada, sebagai reaksi karena melihat sesuatu yang menyeramkan, tapi aku nggak pernah sampai ketakutan apalagi sampai lari tunggang langgang, paling aku cuma berlalu meninggalkannya begitu saja, tanpa menggubrisnya lagi, dan dengan cepat bisa terlupa.
Entah kenapa aku bisa melihat secara bertahap dan perlahan seperti itu. Seolah-olah semua itu memang telah dipersiapkan untukku secara bertahap. Aku tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun, bahkan pada keluargaku sendiri sekalipun, karena aku bingung gimana caranya bercerita, malah bisa-bisa aku dianggap gila.
Namun ternyata selama ini ayah ibuku mengamatiku juga, jadi tanpa berceritapun, beliau berdua sudah tahu dengan sendirinya, hingga akhirnya harus kuceritakan juga semua yang terjadi padaku. Dan syukurlah, beliau berdua mau menerimaku semua itu, dengan satu penjelasan, yaitu karena aku adalah anak beliau berdua. Aku sungguh bersyukur dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sangat baik.
Semua keanehan yang terjadi padaku ini sangat berpengaruh pada kehidupan sosialku, mulai dari sebagian besar teman-teman yang perlahan menjauh, tetangga-tetangga yang menganggapku gila, bahkan tak sedikit yang merasa takut padaku. Praktis aku jadi jarang bergaul dan hampir tidak memiliki teman, aku sering bermain sendirian, atau bersama adikku. Cuma keluarga saja yang memperlakukanku dengan biasa saja dan tidak berubah sama sekali padaku.
Apakah semua yang terjadi padaku ini adalah hal normal? Tapi sebenarnya bagaimanakah patokan ukuran normal dan tidak normalnya seseorang seperti aku? Seperti apakah tolok ukur kata normal bagi manusia itu? Entahlah…
Seiring bertambahnya usiaku, maka aku mulai sadar kalau semua ini tidaklah normal dan bukanlah kodrat dari manusia biasa. Yang terjadi padaku ini terlalu aneh, dan semua itu termasuk sudah terlalu banyak bagi seorang manusia. Maka akupun berusaha untuk menghilangkannya. Tapi entah kenapa, usaha untuk menghilangkan keanehan itu belum juga berhasil.
Hingga sampai pada suatu titik di mana aku menyerah pasrah, dan akhirnya kuserahkan saja semua ini pada Yang Maha Kuasa. Biarlah semua berjalan apa adanya, kujalani hidupku seperti air mengalir, dan berusaha bersikap seperti layaknya orang normal pada umumnya.
Diubah oleh Mbahjoyo911 04-10-2022 17:19
itkgid dan 131 lainnya memberi reputasi
124
85.5K
1.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Mbahjoyo911
#506
Sekolah Baru
Quote:
Seperti bangun dari tidur, aku menggeragap kaget karena teguran guru tadi. Saat ini aku berdiri tepat di gerbang sekolah SMP X, aku telah mendaftar di SMP favorit ini. Hari ini adalah hari pertama masuk ke sekolah baru. Bahkan seragamnya saja masih pakai seragam putih merah.
Tadi saat baru datang di gerbang, mendadak saja pandanganku jadi buram, lalu muncul semacam bayangan di mataku, bayangan sebuah tanah lapang yang dipenuhi oleh makam. Makin lama bayangan makam-makam itu makin jelas, bersamaan dengan itu, bangunan sekolah itu seakan jadi pudar dan menghilang.
Dalam penglihatanku, kini aku seakan sedang berdiri di atas tanah pemakaman umum. Penglihatan macam apa pula ini? Dari mana asalnya? Apa aku sedang berkhayal atau malah bermimpi? Aku nggak tau apa yang terjadi, berbagai pertanyaan muncul dalam benakku, benar-benar aneh.
Mendadak ada yang menepuk pundakku dari belakang. Aku jadi terlonjak kaget, kulihat ada seorang pria paruh baya berseragam guru tepat di belakangku. Dialah yang tadi telah menyadarkanku dari penglihatan itu, dan bayangan tempat pemakaman itu pun langsung buyar.
Quote:
Tanpa menggubris ucapan Salma, kulangkahkan kaki memasuki gerbang. Saat memasuki aula depan, sudah disambut oleh sosok makhluk berbentuk kelelawar luar biasa besar berwarna hitam, bermata merah, bergigi taring sangat panjang. Makhluk itu menggantung di langit-langit aula, sambil membentangkan sayapnya dari ujung ke ujung kira-kira 6 meter panjangnya.
Makhluk itu cuma diam saja di sana. Sepertinya dia makhluk kalem dan tidak usil mengganggu. Sambil berjalan aku terus mendongak untuk mengawasinya, makhluk berenergi hitam semacam ini tidak bisa dipercaya, bisa saja dia tau-tau menyerangku begitu saja. Dan tiba-tiba....
Dukkk ...!
Quote:
Masih sempat kudengar teriakan cewek tadi yang mengomeliku, tentu saja nggak kugubris lagi, dan aku terus saja lari menjauhinya, dari pada kena tampolan. Saat itulah bel sekolah berbunyi, dan kami disuruh berkumpul di lapangan karena akan diadakan upacara penyambutan murid baru.
Acara di hari pertama masuk sekolah baru adalah MOS, dan upacara ini juga bertujuan untuk pembukaan acara MOS. Tidak ada yang kukenal di sini, semua murid baru. Teman satu kampung nggak ada yang sekolah di sini. Jadi aku harus menyesuaikan dengan tempat dan teman baru.
Seusai upacara yang berisi sambutan dan ucapan selamat datang, pembagian kelas langsung dilakukan bagi murid baru. Dan aku masuk di kelas 1D. Di kelas itu kulihat cewek cakep yang tadi pagi bertabrakan denganku di aula, alamat bisa panjang urusannya. Baru dateng aja udah dapet tatapan judes, sepertinya dia masih dendam padaku. Untung saja jarak tempat duduk kami berjauhan, dan untung aja kakak kelas pembina MOS udah masuk.
Ada satu hal aneh di kelasku, sewaktu pertama kali masuk kelas, aku tidak merasakan atau pun melihat makhluk-makhluk halus. Aku heran aja kenapa kelasku bisa "bersih" begini. Tapi hal ini malah menguntungkanku, aku malah bisa fokus dalam mengikuti pelajaran.
Istirahat siang aku langsung ke kantin, karena tadi aku nggak sarapan, meskipun sudah disediakan ransum dari sekolah, tapi aku lebih memilih makan di kantin. Aku langsung memesan makanan dan kemudian duduk di kursi yg kosong, sengaja aku duduk sendiri untuk menghindari obrolan dengan murid lain.
Saat aku lagi asyik menyantap, tiba-tiba kurasakan suatu aura lemah, lalu terdengar suara geraman di depanku, dan saat kuangkat kepalaku, telah ada sosok makhluk yang luar biasa seram, bentuknya mungkin mirip leak, berkulit merah dan matanya melotot mau keluar. Empat taring besar mencuat keluar dan lidah menjulur panjang sampai menyentuh meja.
Heran, di keramaian siang bolong gini, masih aja ada yang muncul buat menakuti. Yang membuat aku jengkel, air liurnya menetes-netes di meja. Emosiku seketika naik, ada orang enak-enak makan kok disuguhi barang menjijikkan kayak gini. Aku langsung memperingatkan dia dengan pelan, takut kedengaran orang lain.
Quote:
Cewek itu ngeloyor menemui ibu kantin. Apes bener dah, ketemu cewek kok ya gitu amat. Cakep sih, tapi kalo judesnya kayak gitu, bisa tekor aku. Selesai makan, terpaksa aku harus bayarin juga itu cewek, dari pada dilaporin sama guru oleh ibu kantin, aku nggak mau ribut lagi dan urusan jadi tambah panjang. Tapi kalo dipikir-pikir, sebenernya apa hubungannya sama ibu kantin yak... [/JUSTIFY]
---<<{O}>>---
Keseluruhan acara MOS hari pertama cuma diisi dengan perkenalan, dimulai dari 2 kakak pembimbing MOS. Kemudian satu-persatu teman sekelas maju memperkenalkan diri. Setelah semuanya selesai berkenalan, aku udah lupa nama-nama teman sekelasku. Maklum, bocah ndableg nggak nggagasan.
Jam setengah 2, bel pulang berbunyi, aku masih duduk di kelas, menunggu teman-teman pulang duluan biar jalan nggak desak-desakan. Sempat kulihat cewek cakep itu senyum-senyum, iya, lah, abis dapet traktiran. Tadi saat perkenalan dia sempat nyebut nama, tapi baru lima menitan, aku udah lupa namanya.
Setengah jam kemudian, setelah kurasa agak sepi, aku pun keluar kelas, dan menuju ke pintu gerbang. Sekolah sudah sepi, tinggal guru-guru yang berada di ruang guru. Saat aku melewati lorong kelas, aku berpapasan dengan seseorang berseragam guru, maka kusapa aja dia.
Quote:
Tapi guru itu hanya diam saja dan terus berjalan melewatiku. Sempat tercium bau aneh yang keluar dari tubuh guru itu. Minyak wangi apa ini? Baunya asing dan aneh, nggak enak banget. Kuhentikan langkah untuk melihat guru tadi lagi. Dan mendadak aja....
Quote:
Bergegas kuteruskan langkah ke arah pintu gerbang. Penjaga sekolah itu masih menatap kepergianku dengan tatapan seperti sedang melihat orang gila. Saat itulah aku baru ingat kalau guru tadi memiliki tatapan mata kosong, tidak seperti mata manusia. Ditambah lagi seragam guru tadi tampak kumal dan kotor. Dan satu hal yang membuatku merinding, aku baru ingat kalau bau minyak wangi guru tadi sama dengan bau minyak yang dipakaikan ke jenazah yang mau di kuburkan! Baru hari pertama saja sudah begini anehnya. [/JUSTIFY]
---<<{O}>>---
Hari berikutnya..
Hari kedua MOS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah. Kami sekelas diajak berkeliling sekolah dengan kakak pembina MOS, sesekali mereka menjelaskan tentang ruangan-ruangan kelas dan kegunaan ruangan lain. Setiap ruangan kelas selalu ada makhluk halus yang menghuni, cuma kelasku saja yang bersih. Mungkin Salma tau soal ini, jadi kutanyakan saja.
Omongan Salma itupun terbukti, karena dari acara MOS perngenalan lingkungan sekolah itulah aku jadi tahu, setidaknya ada 3 makhluk yang dominan dan memiliki energi yang besar. Salah satunya di ruang perpustakaan yang bersebelahan dengan kelasku. Ada makhluk berwujud cewek berseragam SMP yang sudah kumal dan kotor, dia selalu menunduk dan diam saja. Aku yakin dia pasti sering menampakkan diri ke siswa yang membaca di perpustakaan.
Ada lagi makhluk penghuni pohon mangga besar di sudut lapangan basket. Makhluk ini berwujud perempuan berbaju merah, rambut awut-awutan, wajah hancur seperti habis digilas truk, mata yang memberonjol keluar mau jatuh. Secara keseluruhan wujudnya mirip dengan korban kecelakaan lalu lintas
Masih ada makhluk yang menurutku paling kuat disini. Dia ada di pohon beringin besar belakang kelas 1E. Karena kelasku berdempetan dengan kelas 1E, maka dari kelasku aku bisa memandangi pohon beringin itu melalui jendela-jendela kaca yang besar di dinding kelas. Semua kelas di sekolah ini memang memiliki 6 jendela kaca yang besar. Berjejer berseberangan dengan pintu kelas.
Makhluk penghuni pohon beringin ini bertubuh besar tapi bungkuk, kulitnya berwarna hijau, bersisik dan ditumbuhi bulu-bulu kasar di seluruh tubuhnya. Wajahnya menyeramkan, bermata besar, berhidung besar, mulut yang tidak bisa menutup karena gigi taringnya besar-besar menjorok keluar. Mungkin inilah makhluk yang sering disebut orang-orang sebagai buto ijo.
Selain dari 3 makhluk itu, selebihnya hanya makhluk-makhluk berbentuk kera, atau makhluk cebol berwajah tua, botak dan bertaring. Ada juga beberapa pocong dan genderuwo. Dan yang sosoknya paling besar adalah kelelawar di atap aula. Banyak dari mereka yang coba mengajakku bicara, tapi tentu saja aku tidak menggubrisnya, bisa-bisa dianggap gila nantinya. [JUSTIFY]
[JUSTIFY] MOS di hari ketiga diisi dengan pendadaran materi, seluruh siswa baru dikumpulkan dalam ruang auditorium, seperti layaknya sebuah seminar. Dan mos hari terakhir ini berlangsung sampai jam 5 sore. Untung saja ada jatah ransum dari sekolah, hingga murid nggak perlu bawa bekal.
Tepat jam 5 sore, acara itu pun selesai. Dengan demikian seluruh acara MOS pun berakhir. Aku masih duduk-duduk di ruang aula menunggu sepinya pintu gerbang. Sosok kelelawar raksasa itu masih saja ada di langit-langit aula, menatapku dengan matanya yang merah menyala. Dan saat sekolah benar-benar telah sepi, aku baru menuju ke parkiran dan mengambil sepeda, laku bergegas keluar gerbang. Tapi tiba-tiba saja aku melihat suatu pemandangan ganjil, aneh, dan lucu.
Di jalan depan sekolah, kulihat ratusan, tidak…, ribuan bebek berjalan berbaris memenuhi ruas jalan depan sekolah. Padahal saat itu lalu lintas sedang ramai, dan ribuan bebek itu berjalan menembus lalu lalang kendaraan! Dengan keheranan aku mengawasi ribuan bebek yang seakan tiada habisnya itu.
Tapi lama-lama aku seperti terhipnotis, sampai diam terbengong di atas sepedaku, memperhatikan iringan ribuan bebek itu. Yang ada dalam pikiranku cuma bebek itu, kendaraan yang lalu lalang seakan menghilang, semua suara-suara ikut menghilang dan cuma diisi oleh suara bebek saja.
Mendengar cerita bapak penjaga itu, aku jadi ingat soal penglihatanku waktu pertama kali masih ke sekolah ini, aku juga teringat omongan Salma, ternyata semua itu benar adanya. Akhirnya aku malah ngobrol kesana-kemari dengan bapak penjaga sekolah di tempat parkir sepeda.
Kami ngobrol tentang keangkeran sekolah dan para makhluk penghuninya. Hingga akhirnya adzan maghrib pun terdengar, langit sudah hampir gelap sekarang, maka aku pun pamit pada Pak penjaga sekolah, dan bergegas pulang. Yang bikin aku heran, waktu kulihat ribuan bebek berbaris tadi, entah kenapa Salma tidak muncul.
Hari kedua MOS diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah. Kami sekelas diajak berkeliling sekolah dengan kakak pembina MOS, sesekali mereka menjelaskan tentang ruangan-ruangan kelas dan kegunaan ruangan lain. Setiap ruangan kelas selalu ada makhluk halus yang menghuni, cuma kelasku saja yang bersih. Mungkin Salma tau soal ini, jadi kutanyakan saja.
Quote:
Omongan Salma itupun terbukti, karena dari acara MOS perngenalan lingkungan sekolah itulah aku jadi tahu, setidaknya ada 3 makhluk yang dominan dan memiliki energi yang besar. Salah satunya di ruang perpustakaan yang bersebelahan dengan kelasku. Ada makhluk berwujud cewek berseragam SMP yang sudah kumal dan kotor, dia selalu menunduk dan diam saja. Aku yakin dia pasti sering menampakkan diri ke siswa yang membaca di perpustakaan.
Ada lagi makhluk penghuni pohon mangga besar di sudut lapangan basket. Makhluk ini berwujud perempuan berbaju merah, rambut awut-awutan, wajah hancur seperti habis digilas truk, mata yang memberonjol keluar mau jatuh. Secara keseluruhan wujudnya mirip dengan korban kecelakaan lalu lintas
Masih ada makhluk yang menurutku paling kuat disini. Dia ada di pohon beringin besar belakang kelas 1E. Karena kelasku berdempetan dengan kelas 1E, maka dari kelasku aku bisa memandangi pohon beringin itu melalui jendela-jendela kaca yang besar di dinding kelas. Semua kelas di sekolah ini memang memiliki 6 jendela kaca yang besar. Berjejer berseberangan dengan pintu kelas.
Makhluk penghuni pohon beringin ini bertubuh besar tapi bungkuk, kulitnya berwarna hijau, bersisik dan ditumbuhi bulu-bulu kasar di seluruh tubuhnya. Wajahnya menyeramkan, bermata besar, berhidung besar, mulut yang tidak bisa menutup karena gigi taringnya besar-besar menjorok keluar. Mungkin inilah makhluk yang sering disebut orang-orang sebagai buto ijo.
Selain dari 3 makhluk itu, selebihnya hanya makhluk-makhluk berbentuk kera, atau makhluk cebol berwajah tua, botak dan bertaring. Ada juga beberapa pocong dan genderuwo. Dan yang sosoknya paling besar adalah kelelawar di atap aula. Banyak dari mereka yang coba mengajakku bicara, tapi tentu saja aku tidak menggubrisnya, bisa-bisa dianggap gila nantinya. [JUSTIFY]
---<<{O}>>---
[JUSTIFY] MOS di hari ketiga diisi dengan pendadaran materi, seluruh siswa baru dikumpulkan dalam ruang auditorium, seperti layaknya sebuah seminar. Dan mos hari terakhir ini berlangsung sampai jam 5 sore. Untung saja ada jatah ransum dari sekolah, hingga murid nggak perlu bawa bekal.
Tepat jam 5 sore, acara itu pun selesai. Dengan demikian seluruh acara MOS pun berakhir. Aku masih duduk-duduk di ruang aula menunggu sepinya pintu gerbang. Sosok kelelawar raksasa itu masih saja ada di langit-langit aula, menatapku dengan matanya yang merah menyala. Dan saat sekolah benar-benar telah sepi, aku baru menuju ke parkiran dan mengambil sepeda, laku bergegas keluar gerbang. Tapi tiba-tiba saja aku melihat suatu pemandangan ganjil, aneh, dan lucu.
Di jalan depan sekolah, kulihat ratusan, tidak…, ribuan bebek berjalan berbaris memenuhi ruas jalan depan sekolah. Padahal saat itu lalu lintas sedang ramai, dan ribuan bebek itu berjalan menembus lalu lalang kendaraan! Dengan keheranan aku mengawasi ribuan bebek yang seakan tiada habisnya itu.
Tapi lama-lama aku seperti terhipnotis, sampai diam terbengong di atas sepedaku, memperhatikan iringan ribuan bebek itu. Yang ada dalam pikiranku cuma bebek itu, kendaraan yang lalu lalang seakan menghilang, semua suara-suara ikut menghilang dan cuma diisi oleh suara bebek saja.
Quote:
Mendengar cerita bapak penjaga itu, aku jadi ingat soal penglihatanku waktu pertama kali masih ke sekolah ini, aku juga teringat omongan Salma, ternyata semua itu benar adanya. Akhirnya aku malah ngobrol kesana-kemari dengan bapak penjaga sekolah di tempat parkir sepeda.
Kami ngobrol tentang keangkeran sekolah dan para makhluk penghuninya. Hingga akhirnya adzan maghrib pun terdengar, langit sudah hampir gelap sekarang, maka aku pun pamit pada Pak penjaga sekolah, dan bergegas pulang. Yang bikin aku heran, waktu kulihat ribuan bebek berbaris tadi, entah kenapa Salma tidak muncul.
Bersambung…
11
kulipriok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
![HITAM [Reborn]](https://s.kaskus.id/images/2022/09/23/10843635_202209231022260700.jpg)
![HITAM [Reborn]](https://s.kaskus.id/images/2022/09/23/10843635_202209230148360441.png)