Kaskus

Story

tuguKenanganAvatar border
TS
tuguKenangan
You're Still The One
You're Still The One


Halo agan dan sista semuanya, sebelum memulai ijinkan aku memperkenalkan diri dulu yak, karena ada pepatah 'tak  kenal maka kenalanlah' hehehe


Kisah nyata tak nyata dibawah ini akan diceritakan oleh seonggok laki - laki bernama Genandra, produk asli made in jawa tengah. Kisah ini nyata tak nyata, dan mungkin akan sangat panjang sekali, ini juga versi remake karena sudah terlampau lama tidak diupdate. Without basa basi, gaskeun...!


Spoiler for INDEX:


Spoiler for PROLOG:


Spoiler for MULUSTRASI:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 3 suara
LANJUT UPDATE GA NIH??
LANJUTKEUN
100%
BODO AMAT
0%
Diubah oleh tuguKenangan 03-08-2026 13:59
irvansadiAvatar border
alcipeaAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 9 lainnya memberi reputasi
10
7.2K
88
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
tuguKenanganAvatar border
TS
tuguKenangan
#43
Part 17. Bahagia yang Diulang

Yogyakarta, 2019

Ada yang lucu dari kebahagiaan yang dipinjam — dia terasa hangat persis seperti aslinya, sampai kamu sadar bahwa kamu cuma sedang menghangatkan diri di depan api milik orang lain.

Semenjak Kinan bilang "iya", aku jadi lebih sering bolak-balik Kudus–Jogja. Bossku pasti mikir aku kesambet, dari yang dulu nolak mati-matian tiap disuruh ke Jogja, sekarang malah nyari-nyari alasan biar dinas ke sana. Ancene, cinta bikin orang waras jadi gemblung.

Sabtu itu Kinan ngajak aku ke Kalisuci, katanya pengen susur gua. Aku iyain, padahal dalam hati aku udah tau — aku pernah ke sana. Dulu. Sama Anin.

"Gen, katanya airnya seger banget, ntar kita cus-an ya," kata Kinan semangat sambil ngatur tas kecilnya.

"Iya Nan, tapi hati-hati, licin itu batunya," jawabku. Dan tanpa sadar aku nambahin, "dulu ada yang hampir kepleset di situ, untung tak tangkep."

"Dulu? Sama siapa Gen?"

Aku diam. Kinan juga diam. Kami berdua tau jawabannya tanpa harus diucapkan.

"...sama Anin ya?" katanya pelan, senyumnya masih ada tapi matanya beda.

"Hehe, iya Nan. Maaf."

"Nggak apa-apa Gen." Dia meraih tanganku. "Aku kan emang tau dari awal aku ngejalanin apa."

Dan di situlah letak masalahnya. Kami berdua tau. Setiap tempat yang kami datangi, aku selalu udah pernah ke sana dulu, sama orang lain, dengan senyum yang sama, dengan tangan yang juga sama mungilnya. Kinan bukan sedang mengukir kenangan baru denganku — dia sedang berjalan di atas jejak kaki Anin, dan aku membiarkannya. Malah, diam-diam, aku menikmatinya.

Sepanjang hari itu kami ketawa, main air, Kinan teriak-teriak norak pas ban karetnya muter, dan aku... aku bahagia. Beneran bahagia. Tapi tiap kali aku lihat wajahnya basah kena air terus dia nyengir ke aku, ada suara kecil di kepalaku yang bisik-bisik: *ini bukan dia, Gen. Ini bukan Anin.*

Malamnya kami makan di angkringan deket Tugu. Nasi kucing, sate usus, es teh. Kinan cerita panjang lebar soal kerjaannya, soal drama kantornya, soal apa aja. Aku cuma nyimak sambil senyum-senyum, sesekali nyaut. Tapi jujur, aku setengah nggak di situ. Setengahku lagi di angkringan yang sama, beberapa tahun lalu, mandangin orang yang beda tapi rasanya sama persis.

"Gen." Kinan tiba-tiba berhenti cerita.

"Hmm?"

"Kamu lagi mandang aku, apa lagi mandang dia?"

Skak. Aku nggak bisa jawab.

To be continued...
Diubah oleh tuguKenangan 03-08-2026 09:38
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.