Kaskus

Story

f4gry...Avatar border
TS
f4gry...
Menaklukkan Ibu Kota
STORY 1 : MENAKLUKKAN IBUKOTA
Menaklukkan Ibu Kota


Cerita ini berasal dari kisah hidupku, saat aku bersekolah SMA di Jakarta dan hingga aku mendapatkan dia dengan penuh perjuangan harus melawan takdir tuhan

Walaupun ini cerita nyata tapi ada sedikit tambahan fiksi karena untuk cerita detailnya aku udah lupa, tapi tidak mengubah alurnya. Maklum manusia itu tidak luput dari kelupaan dan kesalahan emoticon-Jempol

Jangan lupa mampir ya gan dan berinteraksi juga di thread ku ini. Terima kasih dan salam hangat dari Kalimantan



Quote:

Menaklukkan Ibu Kota


Quote:
Diubah oleh f4gry... 15-05-2026 10:05
NankendraAvatar border
kelomangdaratAvatar border
YoayoayoAvatar border
Yoayoayo dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.6K
58
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
f4gry...Avatar border
TS
f4gry...
#1
Bagian 1: Sebuah Pengantar di Pukul 00:59

Suasana malam di Kalimantan tidak pernah benar-benar sunyi, tapi di dalam kamar ini, hanya suara detak jam dinding dan ketukan jari di atas layar ponsel yang terdengar. Namaku Arkhana Rakha. Orang-orang biasanya memanggilku Rakha.

Saat ini, aku sedang duduk menyandar di sandaran tempat tidur yang sudah mulai terasa keras, mencoba memeras ingatan tentang masa lalu masa di mana namaku lebih sering diteriakkan guru bimbingan konseling daripada dipanggil saat absen kelas.

Aku sedang menelusuri kembali lembaran memori saat kekerasan adalah satu-satunya bahasa yang aku pahami untuk menyelesaikan masalah. Saat kepalan tangan terasa lebih jujur daripada kata-kata.

Kisah ini bermula di masa SMA. Aku adalah definisi dari "anak bermasalah" yang dibuang dari kenyamanan tanah Kalimantan. Terima kasih kepada kedua orang tuaku ayah dan ibu yang pada saat itu mungkin sudah hampir putus asa menghadapiku.

Mereka mengirimku ke Jakarta bukan untuk liburan, melainkan untuk sebuah rehabilitasi kehidupan. Di Jakarta pulalah, aku akhirnya mengerti bahwa persahabatan bukan sekadar nongkrong bareng, dan cinta bukan sekadar kata-kata manis di pesan singkat.
Jakarta mengajariku dengan cara yang kasar, namun nyata.


Aku juga ingin mendedikasikan tulisan ini untuk Om Satria. Terima kasih, Om, sudah bersedia menampung keponakanmu yang bengal ini di kontrakan sempit di gang buntu Jakarta.

Kontrakan itu mungkin hanya seukuran kandang merpati, tapi sejarah yang tercipta di sana jauh lebih besar daripada gedung pencakar langit di Sudirman.

Selamat juga atas wisudamu yang akhirnya terjadi setelah sekian lama! Om adalah legenda hidup—satu-satunya mahasiswa yang aku kenal begitu "disayangi" dosen sampai-sampai mereka tidak rela melepasmu lulus selama bertahun-tahun.

Terima kasih atas setiap lawakan garing yang mewarnai hari-hariku saat aku merasa asing di kota ini. Tanpa tawa itu, mungkin aku sudah pulang ke Kalimantan dengan tangan hampa.

Mungkin kalian bertanya, untuk apa aku menulis ini di tengah malam buta?

Untuk Anakku Kelak: Agar kau tahu bahwa ayahmu ini bukan lahir sebagai pria hebat. Aku pernah jatuh, pernah berdarah, dan pernah menjadi orang yang paling tidak diandalkan. Aku ingin kau tahu betapa keras perjuanganku untuk bertahan hidup dan... ya, untuk mendapatkan ibumu. (Hahaha, yang terakhir ini jangan bilang-bilang dia, ya).

Sebuah Refleksi: Aku adalah anak kampung dari pedalaman Kalimantan yang hobi membuat onar. Orang tuaku menyerah mendidikku di sana dan menyerahkan "tongkat estafet" itu kepada Om Satria. Tujuannya satu: agar aku tahu betapa kerasnya hidup.

Bukti Keberhasilan: Hasil dari "didikan keras" itu adalah sekarang aku bisa makan nasi dengan lauk yang layak, bukan lagi mie instan sisa akhir bulan yang dulu menjadi makanan pokok Om Satria saat masa kejayaannya sebagai mahasiswa abadi.

Dan yang paling istimewa... terima kasih untuk wanita yang sekarang sedang tertidur pulas di sampingku.

Cahaya layar ponselku sedikit mengenai wajahnya yang tenang. Mungkin tanpa kehadiranmu dalam hidupku, cerita ini tidak akan pernah ada.

Kamu adalah jangkar yang membuat kapalku berhenti terombang-ambing di lautan kenakalan remaja yang tidak ada habisnya.

Tanpa kesabaranmu menghadapi ego laki-laki seperti aku, mungkin aku masih tergeletak di suatu gang gelap di Jakarta, bukannya duduk di atas kasur empuk ini.

Sudahlah, kata pengantarnya tidak perlu terlalu panjang seperti skripsi Om Satria yang tertunda bertahun-tahun itu.

Jam sudah menunjukkan pukul 00:59. Bagi orang normal, ini tengah malam, tapi bagiku yang baru saja pulang kerja, ini adalah waktu subuh yang sunyi.
Pinggangku sudah mulai terasa kaku.

Setengah jam menyandar di kasur dengan posisi ini ternyata cukup menyiksa untuk pria seusiaku sekarang. Kalau sambil dipeluk sih, mungkin rasa sakit ini tidak akan terasa.

Sayangnya, posisi tidur "bos" di sampingku ini malah membelakangiku. Hahaha.
Mari kita mulai ceritanya.

Kita kembali ke masa itu, saat seragam putih abu-abu masih terasa seperti baju zirah, dan Jakarta adalah medan tempur yang harus kutaklukkan.
Diubah oleh f4gry... 31-03-2026 23:00
itkgid
speedtofu
kulipriok
kulipriok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.