- Beranda
- Supranatural
HOTEL ANGKER DI PALEMBANG, SIAPA BERANI NGINAP DI SINI ??!!
...
TS
nefri.ryu
HOTEL ANGKER DI PALEMBANG, SIAPA BERANI NGINAP DI SINI ??!!
Halo agan sista...
Mari kita mulai untuk bercerita horor lagi yaa...
Ini adalah cerita horor nonfiksi di Kota Palembang Sumsel, yang terjadi di ane dan teman-teman ane, yang akhirnya kami berpikir ulang untuk menginap lagi di sana..
Daftar Cerita Horor Hotel Angker di Palembang:

1. Berubah Jadi Harimau
HALLOOOO...
Ane mau cerita tentang kisah horor saat menginap di salah satu hotel di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Namun karena keterbatasan dalam publikasi informasi secara gamblang, ane gak akan menyebut nama dan lokasi tepat hotel tersebut.
Ane dan beberapa teman kantor dapat paket hemat salah satu hotel berbintang di pusat Kota Palembang melalui TokTok. Dari harganya 500ribu, turun harga jadi 250ribuan.
Karena kebutuhan untuk rapat online bareng tim Jakarta, akhirnya ane dan 3 orang teman (Cewek dan Cowok), menyewa 1 kamar di salah satu hotel tertua di Palembang.
Kamarnya cuma dipakai untuk kerjaan saja, gak ada niatan untuk hemmm hemmm yaaa.. hehehehe... Karena rapat yang alot dan diskusi kami yang panjang untuk merancang suatu proyek, akhirnya pertemuan kami berlangsung sampai jam 1 malam.
Karena semua sudah kelelahan dan ane dan teman cewek ane harus pulang, akhirnya kamar itu dipakai oleh 2 orang teman cowok ane.
Kita sebut saja teman ane bernama Riska (cew), Adit (cwok) dan Deri (cow). Saat ane dan Riska lagi membereskan berkas-berkas untuk dibawa pulang, Deri dan Adit sudah tepar di kasur, sembari main hape masing-masing.
Ane ingat betul, saat itu Deri sudah tertidur lelap karena kecapekan dengan posisi tengkurap. Di sebelahnya, ada Adit lagi rebahan sambil melototin hapenya.
Tiba-tiba, Deri bangun dan langsung ke kamar mandi, yang berada di bagian depan kamar, dekat di pintu masuk kamar. Sekitar 10 menit kemudian, dia balik lagi ke kasur dan kembali tidur.
Hanya beberapa menit, Deri langsung terbangun dan mendadak mengeluarkan suara mengeram..

"ERRMMMMMM...,"
Sekali dua kali suara itu terdengar di kami, tapi tak kami gubris, karena Deri seringkali nge-prank kami dengan kelakuan konyolnya.
Namun, suara erangan tersebut tak berhenti dan volumenya semakin menjadi.
"Eh Der.. apaan sih lu.. Gak lucu lagi kalo berkali-kali," ucap Adit sembari menggoyangkan tubuh Deri.
Ane pun tersentak dengan suara Adit yang sedikit meninggi dan terdengar kesal. Tapi Deri tetap tak bergeming. Dia masih mengerang dengan suara keras, kedua tangannya pun langsung menggaruk-garuk kasur dengan cengkeraman yang cukup kuat.
"Eh.. Eh.. Deri.. Udaah deh, gak usah akting kayak gini..," bentak Adit sembari menggenggam tangan Deri yang terus mencakar kasur dengan kekuatan penuh.
"....... Sripurnawati,.... Errggmmmmm....," hanya kata-kata ini yang terdengar di pendengaran ane, saat Deri menyeracau di samping Adit.
Deg !!
Ane merasakan ada sesuatu yang aneh dari Deri. Ini bukan lagi sosok Deri. Walau dia pernah cosplay jadi Harimau, tapi gak kayak gini.
Adit yang awalnya kesal, lama-lama cemas sambil memegang kedua tangan Deri yang cengkeramannya cukup kuat untuk seorang pria kurus bertubuh setinggi 171 sentimeter.
"Ka.. Ryu... sini bantuin gue.. Kayaknya emang gak beres nih Deri," teriak Adit dengan tatapan matanya meminta tolong kami berdua.
Ane dan Riskaa langsung mendekat ke Deri. Benar saja, cengkeraman tangannya begitu kuat. Urat-uratt di setiap punggung jemarinya menonjol keras.
"ERRRGGGGHHHH.... EERRGGGGHHHHH....," erangan Deri kian melengking, tubuhnya yang masih tengkurap langsung berontak ketika kami bertiga memegang tubuhnya..
NEXT...
2. Berubah Jadi Harimau Part 2
3. Berubah Jadi Harimau (Part 3)[/B]
Mari kita mulai untuk bercerita horor lagi yaa...
Ini adalah cerita horor nonfiksi di Kota Palembang Sumsel, yang terjadi di ane dan teman-teman ane, yang akhirnya kami berpikir ulang untuk menginap lagi di sana..
Daftar Cerita Horor Hotel Angker di Palembang:

1. Berubah Jadi Harimau
HALLOOOO...
Ane mau cerita tentang kisah horor saat menginap di salah satu hotel di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel). Namun karena keterbatasan dalam publikasi informasi secara gamblang, ane gak akan menyebut nama dan lokasi tepat hotel tersebut.
Ane dan beberapa teman kantor dapat paket hemat salah satu hotel berbintang di pusat Kota Palembang melalui TokTok. Dari harganya 500ribu, turun harga jadi 250ribuan.
Karena kebutuhan untuk rapat online bareng tim Jakarta, akhirnya ane dan 3 orang teman (Cewek dan Cowok), menyewa 1 kamar di salah satu hotel tertua di Palembang.
Kamarnya cuma dipakai untuk kerjaan saja, gak ada niatan untuk hemmm hemmm yaaa.. hehehehe... Karena rapat yang alot dan diskusi kami yang panjang untuk merancang suatu proyek, akhirnya pertemuan kami berlangsung sampai jam 1 malam.
Karena semua sudah kelelahan dan ane dan teman cewek ane harus pulang, akhirnya kamar itu dipakai oleh 2 orang teman cowok ane.
Kita sebut saja teman ane bernama Riska (cew), Adit (cwok) dan Deri (cow). Saat ane dan Riska lagi membereskan berkas-berkas untuk dibawa pulang, Deri dan Adit sudah tepar di kasur, sembari main hape masing-masing.
Ane ingat betul, saat itu Deri sudah tertidur lelap karena kecapekan dengan posisi tengkurap. Di sebelahnya, ada Adit lagi rebahan sambil melototin hapenya.
Tiba-tiba, Deri bangun dan langsung ke kamar mandi, yang berada di bagian depan kamar, dekat di pintu masuk kamar. Sekitar 10 menit kemudian, dia balik lagi ke kasur dan kembali tidur.
Hanya beberapa menit, Deri langsung terbangun dan mendadak mengeluarkan suara mengeram..

"ERRMMMMMM...,"
Sekali dua kali suara itu terdengar di kami, tapi tak kami gubris, karena Deri seringkali nge-prank kami dengan kelakuan konyolnya.
Namun, suara erangan tersebut tak berhenti dan volumenya semakin menjadi.
"Eh Der.. apaan sih lu.. Gak lucu lagi kalo berkali-kali," ucap Adit sembari menggoyangkan tubuh Deri.
Ane pun tersentak dengan suara Adit yang sedikit meninggi dan terdengar kesal. Tapi Deri tetap tak bergeming. Dia masih mengerang dengan suara keras, kedua tangannya pun langsung menggaruk-garuk kasur dengan cengkeraman yang cukup kuat.
"Eh.. Eh.. Deri.. Udaah deh, gak usah akting kayak gini..," bentak Adit sembari menggenggam tangan Deri yang terus mencakar kasur dengan kekuatan penuh.
"....... Sripurnawati,.... Errggmmmmm....," hanya kata-kata ini yang terdengar di pendengaran ane, saat Deri menyeracau di samping Adit.
Deg !!
Ane merasakan ada sesuatu yang aneh dari Deri. Ini bukan lagi sosok Deri. Walau dia pernah cosplay jadi Harimau, tapi gak kayak gini.
Adit yang awalnya kesal, lama-lama cemas sambil memegang kedua tangan Deri yang cengkeramannya cukup kuat untuk seorang pria kurus bertubuh setinggi 171 sentimeter.
"Ka.. Ryu... sini bantuin gue.. Kayaknya emang gak beres nih Deri," teriak Adit dengan tatapan matanya meminta tolong kami berdua.
Ane dan Riskaa langsung mendekat ke Deri. Benar saja, cengkeraman tangannya begitu kuat. Urat-uratt di setiap punggung jemarinya menonjol keras.
"ERRRGGGGHHHH.... EERRGGGGHHHHH....," erangan Deri kian melengking, tubuhnya yang masih tengkurap langsung berontak ketika kami bertiga memegang tubuhnya..
NEXT...
2. Berubah Jadi Harimau Part 2
3. Berubah Jadi Harimau (Part 3)[/B]
Diubah oleh nefri.ryu 29-03-2026 21:49
0
154
2
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Supranatural
15.9KThread•14.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
nefri.ryu
#2
3. Berubah Jadi Harimau (PART 3)
![kaskus-image]()
Kayaknya Deri gak sadar dengan apa yang sudah dialaminya, sampai dia pun ngira ane dan teman-teman bikin narasi hoaks untuk nakutin dia.
Bahkan dia mengira, cerita hoaks itu kita bikin, biar dia gak nginep di kamar hotel ini, atau secara halus buat ngusir dia.
"Eh lanang nyenyes (bahasa Palembang), elu tuh ya, sudah gak sadar dengan apa yang lu lakuin, malah elu bilang kami bikin cerita pula,"
"Uudah deh.. Adit, elu urusin tuh si Deri, si manusia harimau. Gue males ngeladenin orang batu kayak dia. Sudah salah, bentak-bentak lagi. Yuk Ka, kita cabut," ane sudah geram dengan kelakuan dan mulut Deri.
Dengan kesal, ane dan Riskaa langsung keluar dari kamar hotel sembari membawa dokumen dan tas dengan terburu-buru..
Tapi dalam hati ane, kayaknya emang Deri nih kesurupan. Ane juga heran, kok reaksi ane langsung marah sih ke Deri yang lagi akting kayak Harimau.. Atau jangan-jangan...
Keesokan harinya..
Adit langsung menemui ane di salah satu kafe di Jalan Dwikora Palembang. Kebetulan ane lagi nyelesaiin ketikan project semalam, Adit yang baru aja check out kamar hotel langsung nyusul ane.
"Ryu, elu masih marah dengan Deri ya?," tanya Adit penasaran.
"Udaah enggak kok, gue merasa aneh aja semalam, tapi gue juga tersulit emosi dengan ucapannya. Makanya gue langsung cabut semalam, takut kepancing emosi dan kasihan juga dengan Riskaa yang sudah ketakutan," ucap ane menenangkan Adit.
Akhirnya Adit menceritakan semuanya yang terjadi di kamar hotel, setelah ane dan Riskaa meninggalkan mereka..
Dari pengakuan Deri, dia benar-benar gak sadar dengan apa yang dialaminya. Seinget Deri, dia cuma tidur semaleman dan kebangun saat tangan Adit ada di bawah wajahnya di kasur.
Trus.. nama Sripurnawati itu.. Deri juga gak tau siapa wanita itu dan dia gak pernah kenal dengan nama itu.
"Gue sebenarnya antara percaya gak percaya sih, Dit. Elu tau sendiri kan, betapa konyolnya Deri kalo nge-prank kita. Tapi malam itu, kayaknya aneh aja gitu," seloroh ane.
Walau masih jadi teka-teki, tapi fokus Adit bukan lagi ke Deri yang kesurupan, tapi tindakan ane yang bikin Deri akhirnya tersadar dari erangan Harimau itu.
"Jadi sebenarnya elu bisa ya nyembuhin orang kesurupan?," tanya Adit dengan wajah penuh rasa penasaran.
Ane berusaha mengalihkan topik pembicaraan, tapi lagi dan lagi Adit terus mencecar ane dengan pertanyaan yang sama. Kenapa ane bisa bertindak gitu dan apa yang ane amalin sampe bikin Deri sadar.
"Dit.. gue gak bisa jelasinnya. Itu spontan aja tanpa gue sadari, mungkin karena gue gedekk aja dengan akting Deri. Tapi gue juga merasa saat itu kayak bukan gue. Yang gue inget, gue baca salawatan deh dalam hati," kata gue memecah rasa penasaran Adit.
Karena misteri kesurupan Deri gak menemukan jawabannya. Akhirnya kami berdua memilih tak membahasnya lagi, terutama di depan Deri yang masih keras kepala gak merasa kesurupan.
NEXT....
4. Masuk ke Masa Lalu Hotel

Kayaknya Deri gak sadar dengan apa yang sudah dialaminya, sampai dia pun ngira ane dan teman-teman bikin narasi hoaks untuk nakutin dia.
Bahkan dia mengira, cerita hoaks itu kita bikin, biar dia gak nginep di kamar hotel ini, atau secara halus buat ngusir dia.
"Eh lanang nyenyes (bahasa Palembang), elu tuh ya, sudah gak sadar dengan apa yang lu lakuin, malah elu bilang kami bikin cerita pula,"
"Uudah deh.. Adit, elu urusin tuh si Deri, si manusia harimau. Gue males ngeladenin orang batu kayak dia. Sudah salah, bentak-bentak lagi. Yuk Ka, kita cabut," ane sudah geram dengan kelakuan dan mulut Deri.
Dengan kesal, ane dan Riskaa langsung keluar dari kamar hotel sembari membawa dokumen dan tas dengan terburu-buru..
Tapi dalam hati ane, kayaknya emang Deri nih kesurupan. Ane juga heran, kok reaksi ane langsung marah sih ke Deri yang lagi akting kayak Harimau.. Atau jangan-jangan...
Keesokan harinya..
Adit langsung menemui ane di salah satu kafe di Jalan Dwikora Palembang. Kebetulan ane lagi nyelesaiin ketikan project semalam, Adit yang baru aja check out kamar hotel langsung nyusul ane.
"Ryu, elu masih marah dengan Deri ya?," tanya Adit penasaran.
"Udaah enggak kok, gue merasa aneh aja semalam, tapi gue juga tersulit emosi dengan ucapannya. Makanya gue langsung cabut semalam, takut kepancing emosi dan kasihan juga dengan Riskaa yang sudah ketakutan," ucap ane menenangkan Adit.
Akhirnya Adit menceritakan semuanya yang terjadi di kamar hotel, setelah ane dan Riskaa meninggalkan mereka..
Dari pengakuan Deri, dia benar-benar gak sadar dengan apa yang dialaminya. Seinget Deri, dia cuma tidur semaleman dan kebangun saat tangan Adit ada di bawah wajahnya di kasur.
Trus.. nama Sripurnawati itu.. Deri juga gak tau siapa wanita itu dan dia gak pernah kenal dengan nama itu.
"Gue sebenarnya antara percaya gak percaya sih, Dit. Elu tau sendiri kan, betapa konyolnya Deri kalo nge-prank kita. Tapi malam itu, kayaknya aneh aja gitu," seloroh ane.
Walau masih jadi teka-teki, tapi fokus Adit bukan lagi ke Deri yang kesurupan, tapi tindakan ane yang bikin Deri akhirnya tersadar dari erangan Harimau itu.
"Jadi sebenarnya elu bisa ya nyembuhin orang kesurupan?," tanya Adit dengan wajah penuh rasa penasaran.
Ane berusaha mengalihkan topik pembicaraan, tapi lagi dan lagi Adit terus mencecar ane dengan pertanyaan yang sama. Kenapa ane bisa bertindak gitu dan apa yang ane amalin sampe bikin Deri sadar.
"Dit.. gue gak bisa jelasinnya. Itu spontan aja tanpa gue sadari, mungkin karena gue gedekk aja dengan akting Deri. Tapi gue juga merasa saat itu kayak bukan gue. Yang gue inget, gue baca salawatan deh dalam hati," kata gue memecah rasa penasaran Adit.
Karena misteri kesurupan Deri gak menemukan jawabannya. Akhirnya kami berdua memilih tak membahasnya lagi, terutama di depan Deri yang masih keras kepala gak merasa kesurupan.
NEXT....
4. Masuk ke Masa Lalu Hotel
Diubah oleh nefri.ryu 29-03-2026 21:46
0