Kaskus

Story

cimotcuplisAvatar border
TS
cimotcuplis
Masih yang terindah
Hai semua, kenalin namaku Cimot. Aku laki-laki paruh baya yang sekitar sebulanan ini sering teringat satu nama dari masa lalu. Diusiaku saat ini akan sangat sulit menceritakan hal-hal seperti ini pada orang lain yang ku kenal. Apalagi sama istriku, wah bisa ......... Jadi kepikiran nulis disini tanpa harus khawatir tentang identitas asliku. Sekedar meringankan bebanku yang mungkin merindukan seseorang dari masa laluku. Dan karena aku sudah lama sekali tidak berinteraksi disini (kalau ga salah ingat terakhir tahun 2009 dengan akun lama) mungkin bila nanti ada rule yang terlanggar secara tidak sengaja aku minta maaf.


Yogyakarta, beberapa bulan setelah gempa 2006.


Tok.....tok.....tok.....
"Neng"
"Neng"
"Neneng"

Aku mengetuk pintu kost Neneng pagi itu, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan tentang masalah perkuliahan tentunya. Namun tak ada sahutan dari dalam kamar. Oh iya pada tahun itu aku masuk tahun ke 3 kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogya. Karena dari dalam kamar hening tidak ada balasan dari panggilanku aku pun berinisiatif untuk menanyakan keberadaan Neneng ke penghuni kost lainnya.

"Permisi"

Sapaku dengan sangat hati-hati takut mengganggu seseorang yang tak kukenal di dalam kamar samping kamar Neneng.

"Ya"

Jawabnya lembut, seraya mulai membuka pintu kamar yang memang tidak tertutup sempurna. Setelah itu keluar cewe manis dengan sedikit kaget dan malu-malu.

"Maaf, apa Neneng ada? Ini agak lama aku panggil panggil ga nyaut"

"Mas-nya mas Cimot ya? Neneng tadi berangkat agak pagi, oh iya tadi dia nitip ini dan pesan kalau mas Cimot nyari tolong kasih ini" katanya sambil mengulurkan beberapa lembar kertas berisi bahan kuliah kami.

"Iya, kenalin aku Cimot. Baru ya disini? Aku belum pernah ketemu kamu soalnya."

"Kenalin saya N mas. Iya mas, saya baru masuk tahun ini."

"Makasih ya"

"Sama-sama mas"

Itulah pertemuan pertamaku dengannya. Ga ada yang istimewa bagiku karena memang tujuanku ketemu si Neneng. Maklum zaman itu aku hanya tau kuliah dan kuliah saja tidak ada yang lain dalam pikiranku.

-=-=-=-=-=-=-=-

Sorenya Neneng datang kekostanku.

"Mot, piye? Isa bantuin aku ga belajar part sik tak titip tadi pagi?"

"Isa, tapi konsisten ya. Aku ga mau bantuin kalau kamunya orak konsisten. Buang waktu buang tenaga. Masih nyandak lah waktu kita buat ngulik karya ini. Sak jane ya ora angel. Yang penting konsisten. Sama traktir makan yo, 3 hari wae 😂"

"Ok pak AsDos. Eh Mot. Tadi ketemu N piye? Piye????? 🤭😏"

"Piye apane?"

"Tadi pas aku balik N langsung dateng ke tempatku. Kayanya kok semangat banget pingin tau tentang kamu"

"Ah. Apa iyok"

"Dia nitip salam loh ke kamu. Cieeeee" 🤭

"Oh, iyo ta? Eh salah alamat kali salam e 😂"


Saat itu sekali lagi aku tidak pernah berfikir lain selain masalah perkuliahan. Jadi hal-hal semacam ini aku anggap angin lalu. Dan kebetulan saat itu aku telah memiliki komitmen dengan seseorang. Sebut saja R, teman SMA ku.

-=-=-=-=-=-=-

"Bang Cimot, sini bang ada makanan dateng 😂. Buruan gih, seger nih."

Salah satu teman satu kostku sebut saja RA siang itu teriak teriak memanggilku dari teras depan kost. Namanya anak kost zaman itu, kalau ada yang dateng bawain makanan wah jadi rame banget. Kostku bukanlah kost mewah, kost bertipe rumah lama dengan 11 kamar. Kamarku berada di pojok belakang dekat pintu keluar ke arah kamar mandi. Mendengar temanku teriak-teriak ada makanan akupun semangat keluar ke teras. 🤣

"Eh, N. Sama siapa kesini? Udah lama?" Sampai teras aku kaget ternyata sudah ada N duduk bareng teman-teman kost lain.

"Barusan mas, tadi jalan-jalan ke depan lihat ada buah seger-seger banget. Jadi pingin makan cuma kalau sendiri kayanya ga asik makannya aku bawa kesini biar bisa makan rame-rame"

"Wih makasih ya"

Aku kemudian duduk disebelah N karena tempat duduk lain sudah dipakai. Yang akhirnya aku tau teman-teman kostku memang sengaja ngasih aku duduk ditempat itu. Kami makan sambil ngobrol bareng anak-anak kost lain.

"Aku pamit dulu ya udah sore nih" ucap N berpamitan.

"Makasih ya N, bang tolong anterin N balik gih. Kasian kalau jalan sendiri" ucap A salah satu temen kost ku sambil senyum melirikku.

Akupun mengantar N balik ke kost nya. Kost kami tidak terlalu berjauhan. Untuk menghilangkan rasa canggung aku ajak ngobrol N.

"N ambil jurusan apa disini?"

"Jurusan F mas, sebenarnya aku dulu ga ada niat masuk sini tapi ayah saranin aku kesini. Sebenarnya aku ga tertarik kuliah disini."

"Ga nyoba berfikir ulang? Mumpung masih belum mulai masuk kuliah."

"Itu dulu mas. Kayanya sekarang aku jadi tertarik untuk lanjut disini. Suasananya bikin aku nyaman."

"Oh ya Neneng di kost ga? Mau sekalian ketemu nanti."

"Tadi siang waktu aku berangkat kayanya ada mas. Mas aku boleh tanya ga? Tapi jangan marah ya."

"Iya, gimana?"

"Mas pacaran sama Neneng ya?"

"Enggak kami ga punya hubungan seperti itu. Banyak yang ngira hubungan kami seperti itu termasuk pemilik kost kalian. Ya memang kami sering pergi bareng, praktik dikampus sampai larut malam, cuma ya sekedar urusan kuliah. Aku anggap dia adikku cewe. Kenapa?"

"Oh. Ga papa"

Saat kami sampai di depan kost ternyata Neneng ada di teras kost mereka.

"Lho Mot, wis mbok gondol wae anak e uwong" 😂

"Ora yo, iki mau tas teka dolan di kost ku. Aku mik ngeterke mulih ndene"

"Awas nek mbok gondol ga dibalikke pulang, tak sunati kowe"

"Ora-ora 🤣"

Kami bertiga pun tertawa. Agak lama aku main di kost dia sore itu. Dari situ aku tau kalau N berasal dari kota S. Mulai dari sini aku sedikit merasa tertarik dengan N, dia ternyata asik dan baik.


-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Aku terbangun mendengar HP ku berdering, Ya tengah malam menjelang dini hari biasa R meneleponku dari negeri seberang. Kami LDR sejak dia ada tugas ke negara tetangga. Saat itu kita sering manfaatin promo telepon lepas tengah malam untuk menghemat pengeluaran komunikasi. Ya maklum lah aku posisi kuliah dia kerja dan ini komunikasi antar negara yang saat itu biayanya hufttttt.

"Mot, udah tidur ta?"

"Iya ini tadi baru bangun. Gimana sehatkan? Lagi dimana ini? Ngapain aja hari ini?"

"Aku baru balik nih, dapet sift sore hari ini. Capek Mot, kangen"

"Ya kalau kangen pulang lah" 🤣

"Pingin, cuma kontrakku masih 1 tahun lagi. Sabar ya. Besok aku libur, boleh ga aku main bareng temen-temen? Ada konser X di K. Boleh ya."

"Boleh, jaga diri baek-baek ya. Aku nungguin kamu disini. Konser malem apa siang? Hati-hati ya. Aku tau disana aman, meski gitu kalau konsernya malem jangan malem-malem pulangnya."

"Siang kok. Iya sayang. Makasih ya."

"Ya udah kamu istirahat dulu, jaga diri baik-baik ya, jaga kesehatan. I love you"

"Masih kangen"

"Mulih o nek kangen" 🤣

"Sabar ya 1 tahun lagi."

"Iya. Aku sabar nunggu kamu pulang kok. Istirahat ya"

"Kamu juga ya. I love you"

"Love you to"

Tak banyak yang kami obrolkan waktu itu. R saat itu dapat tugas di negara tetangga kalau ga salah sekitar 2 tahun.

Tilulit....tilulit....tilulit
Ada pesan sms masuk dari nomor tidak dikenal.

"Assalamualaikum mas. Maaf mengganggu aku tadi minta nomor mas sama Neneng. Tolong simpan ya nomorku. N."

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Hampir tiap hari N main kekostan, bawa makanan. Kita makan bareng-bareng satu kos. Wah beneran kaya kedatangan dewi penolong. Yap. Makanan gratis adalah kemewahan bagi kami para mahasiswa saat itu.

"N kita jadi ga enak kalau tiap kamu sini bawa makanan banyak gini"

"Gapapa lagi mas Cimot, di kost ku sepi. Asik makan disini bareng-bareng. Rame."

"Iya tapi kan kita jadi ga enak"

"Iya N kita enak tapi jadi ga enak" celetuk RA sambil ngunyah

"Gapapa bang, aku seneng bisa sering kesini" ucapnya dengan wajah sedikit memerah.

Si I teman seangkatan N yang juga tinggal di kost ku nimpali "Iya seneng ketemu anu, terus aja sini tiap hari" 🤣

Tambah merahlah muka N.

-=-=-=-=-=-=-=-=


"Ass. Ms aq td k kos ms ga da. Q ttp cmln d bg RA, nnt d mkn y. Hti2 jgn lp mkn y."

Kira-kira begitu isi sms N waktu itu. Beberapa kali saat N datang ke kost aku memang pas ga ada. Selain kuliah saat itu aku juga ikut mengajar ekstrakulikuler di beberapa sekolah di Yogya kadang juga lanjut kasih privat malamnya. Dari tahun ke 2 aku memang sudah mulai nyambi kerja part time. Selain itu untuk salah satu mata kuliah praktek aku juga kadang menggantikan Dosen pengampu saat berhalangan datang.

"Y mksh. Km dah mkn?"

"Udh ms td brng bg RA"

"Tar mlm ada wkt g?"

"G ms gmn?"

"Tar mlm jln mkn y, gnti q yg traktr"

"Mau ms. Jm brp?"

"Nnt q tlp sls ngajr"
"Oc"

Hari itu aku berencana gantian ngajak N makan bareng. Kalau orang Jawa bilang ya pekewuh kalau dikasih tapi ga gantian. Sejak itu kami jadi sering kontak lewat HP meski ya kalau pas aku ga ada kegiatan pasti selalu ketemu karena dia sering banget datang ke kost apa lagi kalau tau aku libur.

"halo"

"Ya"

"Nanti jam 8 an sibuk ga?"

"Enggak mas aku ga ada kegiatan malam ini"

"Makan yuk tapi deket kosan aja gimana?"

"Ok mas"

"Nanti aku jemput ke kost mu ya"

"Iya mas"

"Ya udah ya, aku lanjut lagi"

"Iya mas, hati-hati ya"

"Iya. Makasih ya."

Malam itu selesai ngajar aku langsung ke kost N, kita jalan kaki nyari tempat makan di dekat kost. Ya karena memang sebenere ga punya uang lebih sih buat bawa ke tempat makan yang lumayan. 😅

"N mau makan apa?"

"Mas mau makan apa?"

"Nasgor aja, kamu?"

"Sama aja mas"

"Pedes ga? Minum apa?"

"Ga pedes sama es teh aja"

"Pak Nasgor 2 ga pedes sama es teh 2 ya."
"N gimana kuliah? Asik ga?"

"Ga nyangka ya kuliah disini ternyata asik. Cuma ya tugasnya banyak, banyak praktek. Capek 😄."

"Ya memang disini gitu, nanti semester atas lebih asik lagi" 🤣

Ya begitulah obrolan kami datar-datar saja. Sampai tetiba HP ku berdering. R telfon saat itu.

"Ya, Halo"

"Yang kangen, udah makan belum? Lagi dimana?"

"Iya aku juga, ni lagi makan bareng temen. Kamu udah makan belum? Udah pulang?" Aku melirik N dan kasih kode mau terima telepon di luar warung makan.

R telepon agak lama, seperti biasa ngungkapin betapa dia kangen pingin pulang juga minta ijin mau jalan sama temennya. Saat balik ke dalam warung pesanan kami sudah siap tapi N belum mulai makan. Raut wajahnya sedikit berubah.

"N kok ga makan duluan?"

"Aku nunggu mas Cimot, yuk makan. Tadi cewe mas ya yang telfon?"

"Yuk, iya. Maaf ya"

"Lho maaf kenapa?"

"Maaf jadi bikin kamu nungguin aku selesai telfon sampai makanan dingin"

Selesai makan saat perjalan pulang kami lebih banyak diam. N yang biasanya terlihat ceria dan rame sedikit agak berubah juga raut mukanya. Sampai di kost aku mampir sebentar tempat Neneng ngobrol sebentar sekalian kasih nasgor buat dia. Biasanya N ikut ngobrol saat aku main tempat Neneng cuma kali ini ga. Tadi begitu sampai kost dia hanya bilang makasih trus pamit mau istirahat.

"N mbok apakke Mot? Biasane melu jagongan kene"

"Gur tak jak mangan tok, yakin ga tak apa-apake. Ra cocok karo panganane bek e nek ra yo kesel. Lah biarin leren."

"Awas nek sampe mbok macem-macem, tak ajar koe"

"Ora-ora 😂"

"Bocahe nunggu koe kate magrib mau, mulih dolan mbek koe dadi meneng wae. Wo cah pekok."

Setelah kejadian malam itu N ga lagi main ke kost, hanya sesekali sms menanyakan kabar.






https://m.kaskus.co.id/show_post/680...816740009bf5d/

https://m.kaskus.co.id/show_post/680...7c0c12003cc92/

https://m.kaskus.co.id/show_post/680...f7764760b5de3/

https://m.kaskus.co.id/show_post/680...e14c5cc02cd44/

https://m.kaskus.co.id/show_post/680...714bc5a050ed2/


https://m.kaskus.co.id/show_post/680...41c33a20dc338/

https://m.kaskus.co.id/show_post/680...05686ed0982ab/

https://m.kaskus.co.id/show_post/681...ad95ddd0291d1/

https://m.kaskus.co.id/show_post/681...ee965c90efa0f/

https://m.kaskus.co.id/show_post/681...0bb37c50cef4e/

https://m.kaskus.co.id/show_post/682...231b7280fc3e8/

https://m.kaskus.co.id/show_post/682...ff9122308f822/

https://m.kaskus.co.id/show_post/682...df1434f022296/

https://m.kaskus.co.id/show_post/682...f0e5fa10219e7/

https://m.kaskus.co.id/show_post/683...01d984e06dc9c/

https://m.kaskus.co.id/show_post/683...6e67ecc043620/

https://m.kaskus.co.id/show_post/684...89474240a8acf/

https://m.kaskus.co.id/show_post/684...c00f24b0c2089/

https://m.kaskus.co.id/show_post/685...d092e8708de77/

https://m.kaskus.co.id/show_post/685...5625ac40388c3/

https://m.kaskus.co.id/show_post/686...a9256b60d9f54/

https://m.kaskus.co.id/show_post/687...cfc1c95059261/

https://m.kaskus.co.id/show_post/687...2de7ef004cbce/

https://m.kaskus.co.id/show_post/687...dd24e010c94d4/

https://m.kaskus.co.id/show_post/687...7455f33035b20/

https://m.kaskus.co.id/show_post/688...02e47ff0421e6/

https://m.kaskus.co.id/show_post/688...95ed1680d7af3/

https://m.kaskus.co.id/show_post/68a...b8301af008b28/

https://m.kaskus.co.id/show_post/690...342abfe01675c/

https://m.kaskus.co.id/show_post/699...e5fd1e307f994/
Diubah oleh cimotcuplis Hari ini 13:18
0
22.5K
63
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
Heart to Heart
KASKUS Official
23KThread39.5KAnggota
Tampilkan semua post
cimotcuplisAvatar border
TS
cimotcuplis
#37
Kadang kita butuh waktu untuk akhirnya menyerah dan melepaskan

============###$$$$$$$$###==========

Sudah beberapa hari aku kesulitan bertemu dengan N. Cari di kampus ga ketemu, di kontrakan ga ada. Akhirnya kepikiran buat nyari N di rumah saudaranya di Yogya. Dan ternyata benar dia memang disana.

"Permisi" ucapku sambil mengetuk salah satu rumah di daerah JaGo.

"Iya, sebentar". Terdengar suara dari dalam rumah disertai suara langkah ke arah pintu depan.

"Eh Cimot, piye kabare? Suwe banget ora rene. Kene-kene mlebu lungguh sik. Sik tak njupuk sekak 🤣". Ucap laki-laki sepantaran N yang biasa nemenin aku tiap aku anter N main ke sini.

"N nginep nang kene ya?" Tanyaku sambil mulai duduk.

Namanya T, dia ini anak bontot dari Bude N yang tinggal di JaGo. Bisa dibilang keluarga Bude N ini jadi salah satu keluarga terpandang didaerahnya. Meski selalu terima aku dengan baik tiap ke situ tetap aja bikin segan. Nah T ini yang bikin suasana jadi cair tiap aku disini. Kami ga dekat-dekat amat sih cuma dia seneng banget ngajak main catur tiap aku datang.

"Iya, kae nang mburi lagi turu". Jawab T.

"Bude belum balik?" Tanyaku lagi.

"Hurung, paling jam 1-2 mengko lagi balik. Ngapa?"

"Gapapa"

"Sik tak njupuk sekak sik, eh N digugah ora?"

"Ga usah ben turu sik"

=======================

"Mot, bar glundung apa tawur koe?"

"Glundung" jawabku singkat.

"Nang ndi? N ga crita."

"Ah ga penting iku. Urusen rajamu wae wis kepepet iku" 😁

"Hanc*k"

Tak lama terdengar deru mobil masuk halaman depan disusul langkah kaki seseorang masuk ruang tamu.

"Eh ana Cimot, piye kabare nang?" Ucap Bude N saat melihatku.

"Alhamdulilah sae bude, pripun bude sehat-sehat?" Jawabku sambil mencium tangan kanan beliau.

"Sehat. Wis ketemu N? pirang-pirang ndina nginep kene. Jare wedi nang kontrakan dewe, adine R mudik trus jare koe yo nang ndesa".

"Dereng Bude, tasih tilem tirose T wau. Kersane.........Nggih kapan nika kula wangsul ndesa, istirahat".

"Lha kuwi bathukmu ngapa nang?"

"Dawah bude" 😅

"Ya wis bude tak leren sik. Gek maem kana nek urung maem. T ajaken masmu maem sik kana. N digugah pisan gek maem bareng-bareng".

========================

"Bude ga melu dahar?" Tanyaku pada T

"Ora, biasane wis makan siang nang kantor. Mau pamit arep sare kesel jarene. Ayo gek madang, iki sik masak N mau".

"Ga melu mangan yoan?"

"Jih raup, mau wis tak gugah. Cuma ga tak kandani nek kowe nang kene".

Kami kemudian makan berdua, tak lama N masuk ke ruang makan. Kelihatan kaget saat tau aku makan bareng T disitu. Ga nyapa, cuma diem aja. Ambil minum terus pergi.

"Lagi rame ya?" Ucap T sambil cekikikan.

"Hish"

=====================

Seharian aku di tempat bude N dari pagi sampai menjelang magrib tetap N ga mau nemuin aku. Akhirnya cuma main catur sama ngegame sama T. 😅

"Udah lah tak balik dulu udah mau magrib ini, pamitin bude sama N ya"

"Sik to, magriban kene wae. Ibuk dela engkas mesti ngajak magriban".

Dan ga lama berselang Bude ngajak kami sholat magrib berjamaah.

"Nang tulung Imami ya. Aja kesusu balik. Nunggu bar isya sisan".

Ga berani nolak saya kalau bude udah gini. Bude ini kakak tertua dari ayah N. Jadi tambah segan bila sampai nolak ajakannya.

"N......N.....metu kene sisan jamaah bareng."

Dan mau ga mau N ikut juga. Sekilas kulirik wajahnya sembab keluar dari kamar dan sepertinya bude paham situasinya. Selesai sembahyang bude menepuk pundakku sambil ngomong ke N.

"Nduk bude kok pingin maem pelem ya. Tulung tukokno nang ngarep kana. Oh iya wis wengi ben dianter masmu."

"Iya bude" jawab singkat N sambil melirik kearahku sedikit kesal.

======================

"Kita ke mana?"

"Pasar aja" jawabnya singkat.

Dalam perjalanan N diam saja. Dan duduk agak menjauh ke belakang meski kami berboncengan.

"Ngobrol bentar ya"

"Ga usah"

"Bentar aja, aku kangen pingin ngomong bentaran"

"Dimana? Jangan lama-lama"

"Deket sini ada tempat makan yang bisa buat duduk santai enggak?"

"Ga tau" jawabnya singkat.

Kami beli mangga di depan pasar kemudian aku mengajak N duduk di salah satu angkringan yang buka depan pasar.

"Pak wonten tiker?" Tanyaku pada pemilik angkringan

"Ono mas, kae wis tak gelar cerak uwit kae."

Setelah pesan minum dan ambil beberapa makanan ku gandeng lembut N ke arah tiker yang di tunjuk pedagang angkringan.

"Duduk dulu sebentar ya"

N diam saja.

"Kamu ga ada kuliah minggu ini?" Tanyaku basa basi.

"Lagi males"

"Cobain gorengannya yang, masih anget enak ini"

"Kenyang"

"Masih marah"

"Iya, banget"

"Kenapa?"

N diam menatap tajam padaku menahan amarahnya.

"Maaf ya"

N masih diam. Aku berusaha menggapai tangannya kemudian menggenggamnya lembut. Kali ini dia ga menolaknya.

"Maaf ya"

N masih diam tapi aku tau matanya mulai basah. Aku duduk mendekat. N mulai terisak. Untungnya kami duduk agak jauh dari kerumunan jadi ga ada yang tau bila N sedang menangis. Aku ikut diam menunggu N tenang.

"Aku tau" ucapnya setelah hampir 1 jam kami saling diam.

"Aku boleh jelaskan?"

"Ga usah"

"Boleh aku cerita? Aku cuma pingin kamu dengar semuanya dari aku langsung bukan dari penggalan-penggalan cerita yang mungkin kamu sudah dengar entah dari siapa."

N diam. Dan aku mulai meceritakan semua dari awal tanpa ada yang aku tutupi. Kulihat sesekali N terisak tanpa berkata apapun.

"Maaf ya" ucapku pelan

"Ayo pulang, bude nanti kelamaan nunggu" jawabnya lembut

N kembali diam saat aku mengantarnya pulang ke rumah bude-nya. Tak lama aku pamitan karena memang sudah larut. Tak lupa aku minta maaf ke bude karena terlambat bawa balik N.

============================

Tok-tok.
Aku terbangun saat ada yang ketok pintu kamar kostku. Meski kepalaku masih berat aku paksakan untuk bangun. Semalam setelah anter N balik aku ga langsung balik kost, mampir ke tempat I minum disana. Mungkin karena kebanyakan minum ga sadar I bawa balik aku ke kost. Pas bangun udah di kost.

Kubuka pintu dan kulihat ada N.
















0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.