- Beranda
- Berita dan Politik
Pakar: Etanol dalam BBM Dasaran Cara ‘Murahan’ Naikkan RON Bensin
...
TS
jaguarxj220
Pakar: Etanol dalam BBM Dasaran Cara ‘Murahan’ Naikkan RON Bensin
Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai penambahan kandungan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) dasaran atau base fuel kerap digunakan sebagai cara murah untuk menaikkan angka oktan (RON).
Hal ini merespons penjelasan PT Vivo Energi Indonesia—operator SPBU Vivo — yang batal membeli base fuel sebanyak 40.000 barel yang telah telanjur diimpor oleh PT Pertamina (Persero), sebab terdapat kandungan etanol sebesar 3,5% dalam BBM tanpa campuran aditif dan pewarna tersebut.
"Menambahkan etanol pada base fuel adalah cara murahan untuk menaikkan oktan [bensin]. Tentu saja yang [SPBU] swasta tidak mau beli ke Pertamina karena masing-masing punya aditif sendiri yang, jika tercampur etanol, akan berdampak negatif sehingga merusak reputasi mereka," jelas Bebin saat dihubungi, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Lebih lanjut, dia juga mempertanyakan transparansi penggunaan etanol dalam produk bahan bakar Pertamina. Bebin mengingatkan dampaknya terhadap mesin, baik jangka pendek maupun panjang, yang baru akan terbukti dari pengalaman pengguna.
Apalagi, saat ini konsumen mulai sadar bahwa BBM yang dibeli dari Pertamina mengandung etanol.
Dia lantas menekankan perlunya kajian kimia untuk memastikan apakah masalah yang akhir-akhir ini dialami kendaraan pengguna Pertamax disebabkan kandungan etanol atau campuran zat lain.
"Base fuel tentu saja tanpa etanol. Seharusnya pada era keterbukaan ini jika BBM Pertamina sudah ditambahlan etanol, berapapun jumlahnya harus dijelaskan pada publik," tegasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku baru mengetahui adanya kandungan etanol dalam BBM base fuel yang diimpor PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk memasok operator SPBU swasta.
Sementara itu, dalam produk Pertamina lainnya seperti Pertalite (RON 90) hingga Pertamax (RON 92), Kementerian ESDM mengaku belum pernah mengecek apakah produk yang dijual perusahaan pelat merah tersebut mengandung etanol atau tidak.
“Sejauh ini kita baru menemukan yang kemarin. Jadi kalau yang sebelum-sebelumnya kita tidak konfirmasi seperti itu,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman kepada awak media, di kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).
Sekadar catatan, Pertamina pekan lalu mengimpor 100.000 barel base fuel tahap pertama untuk dipasok ke operator SPBU swasta yang sedang mengalami gangguan pasokan. Salah satu badan usaha (BU) swasta, PT Vivo Energy Indonesia, sebelumnya sudah sepakat membeli 40.000 barel BBM dasaran tersebut.
Akan tetapi, kesepakatan tersebut dibatalkan sebab dalam BBM yang akan dibeli Vivo terdapat kandungan etanol sebesar 3,5%. Namun, Patra Niaga mengklaim kandungan etanol sebesar itu masih aman dan jauh diambang batas maksimal sebesar 20%.
Praktik Wajar
Pertamina Patra Niaga sendiri dalam kesempatan terpisah mengungkapkan campuran etanol dalam BBM dasaran atau base fuel di tengah masyarakat.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan campuran etanol itu hal yang biasa dalam bisnis BBM. Roberth menerangkan kandungan etanol dalam base fuel itu juga diterapkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Brasil, hingga Thailand.
“Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10% telah menjadi best practice di banyak negara seperti di Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand,” kata Roberth melalui siaran pers, Kamis (2/10/2025).
Di sisi lain, Roberth menekankan pentingnya ruang negosiasi yang saling menghormati terkait dengan pengadaan base fuel tersebut dengan operator jaringan SPBU swasta.
“Kami memastikan seluruh produk BBM yang disalurkan sesuai dengan spesifikasi resmi pemerintah serta mekanisme pengadaan yang berlaku,” tuturnya.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...an-ron-bensin/
Bensin murahan di bawah standar, dicampur2 etanol biar keliatan bagus..
Kebiasaan ngoplos sih ni perusahaan mafia..
Hal ini merespons penjelasan PT Vivo Energi Indonesia—operator SPBU Vivo — yang batal membeli base fuel sebanyak 40.000 barel yang telah telanjur diimpor oleh PT Pertamina (Persero), sebab terdapat kandungan etanol sebesar 3,5% dalam BBM tanpa campuran aditif dan pewarna tersebut.
"Menambahkan etanol pada base fuel adalah cara murahan untuk menaikkan oktan [bensin]. Tentu saja yang [SPBU] swasta tidak mau beli ke Pertamina karena masing-masing punya aditif sendiri yang, jika tercampur etanol, akan berdampak negatif sehingga merusak reputasi mereka," jelas Bebin saat dihubungi, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Lebih lanjut, dia juga mempertanyakan transparansi penggunaan etanol dalam produk bahan bakar Pertamina. Bebin mengingatkan dampaknya terhadap mesin, baik jangka pendek maupun panjang, yang baru akan terbukti dari pengalaman pengguna.
Apalagi, saat ini konsumen mulai sadar bahwa BBM yang dibeli dari Pertamina mengandung etanol.
Dia lantas menekankan perlunya kajian kimia untuk memastikan apakah masalah yang akhir-akhir ini dialami kendaraan pengguna Pertamax disebabkan kandungan etanol atau campuran zat lain.
"Base fuel tentu saja tanpa etanol. Seharusnya pada era keterbukaan ini jika BBM Pertamina sudah ditambahlan etanol, berapapun jumlahnya harus dijelaskan pada publik," tegasnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku baru mengetahui adanya kandungan etanol dalam BBM base fuel yang diimpor PT Pertamina Patra Niaga (PPN) untuk memasok operator SPBU swasta.
Sementara itu, dalam produk Pertamina lainnya seperti Pertalite (RON 90) hingga Pertamax (RON 92), Kementerian ESDM mengaku belum pernah mengecek apakah produk yang dijual perusahaan pelat merah tersebut mengandung etanol atau tidak.
“Sejauh ini kita baru menemukan yang kemarin. Jadi kalau yang sebelum-sebelumnya kita tidak konfirmasi seperti itu,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman kepada awak media, di kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).
Sekadar catatan, Pertamina pekan lalu mengimpor 100.000 barel base fuel tahap pertama untuk dipasok ke operator SPBU swasta yang sedang mengalami gangguan pasokan. Salah satu badan usaha (BU) swasta, PT Vivo Energy Indonesia, sebelumnya sudah sepakat membeli 40.000 barel BBM dasaran tersebut.
Akan tetapi, kesepakatan tersebut dibatalkan sebab dalam BBM yang akan dibeli Vivo terdapat kandungan etanol sebesar 3,5%. Namun, Patra Niaga mengklaim kandungan etanol sebesar itu masih aman dan jauh diambang batas maksimal sebesar 20%.
Praktik Wajar
Pertamina Patra Niaga sendiri dalam kesempatan terpisah mengungkapkan campuran etanol dalam BBM dasaran atau base fuel di tengah masyarakat.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan campuran etanol itu hal yang biasa dalam bisnis BBM. Roberth menerangkan kandungan etanol dalam base fuel itu juga diterapkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Brasil, hingga Thailand.
“Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10% telah menjadi best practice di banyak negara seperti di Amerika, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand,” kata Roberth melalui siaran pers, Kamis (2/10/2025).
Di sisi lain, Roberth menekankan pentingnya ruang negosiasi yang saling menghormati terkait dengan pengadaan base fuel tersebut dengan operator jaringan SPBU swasta.
“Kami memastikan seluruh produk BBM yang disalurkan sesuai dengan spesifikasi resmi pemerintah serta mekanisme pengadaan yang berlaku,” tuturnya.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...an-ron-bensin/
Bensin murahan di bawah standar, dicampur2 etanol biar keliatan bagus..
Kebiasaan ngoplos sih ni perusahaan mafia..
4l3x4ndr4 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
961
64
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.1KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
aganaganaga
#7
menurut gw sih.. ini isu yg kelewat digoreng.
pertamina tuh korup.. emang iya..
bbm shell lebih bagus. mungkin benar.
tapi toh untuk mobil2 dan motor kebanyakan yg ada di indo.. apa iya harus pake spek BbM macam2..
gw punya mobil inova solar 2011...km udah 250 rb.
cuma minum solar subsidi dari dulu.. ya aman2 aja.. murah pula.
yg perlu sekarang itu.. benerin korupsi di pertamina.. supaya mereka bisa lebih efisien.
dan ujung2 nya bisa bikin produk lebih bagus..
kalau yg mobilnya mercy, bmw, lexus sih mah gpp mau cari bbm swasta yg paling mahal..
kalau mau campur ethanol... atau apapun.. gw sih percaya2 aja..toh di luar juga banyak yg pakai
pertamina tuh korup.. emang iya..
bbm shell lebih bagus. mungkin benar.
tapi toh untuk mobil2 dan motor kebanyakan yg ada di indo.. apa iya harus pake spek BbM macam2..
gw punya mobil inova solar 2011...km udah 250 rb.
cuma minum solar subsidi dari dulu.. ya aman2 aja.. murah pula.
yg perlu sekarang itu.. benerin korupsi di pertamina.. supaya mereka bisa lebih efisien.
dan ujung2 nya bisa bikin produk lebih bagus..
kalau yg mobilnya mercy, bmw, lexus sih mah gpp mau cari bbm swasta yg paling mahal..
kalau mau campur ethanol... atau apapun.. gw sih percaya2 aja..toh di luar juga banyak yg pakai
0
Tutup