Kaskus

News

babon.santosoAvatar border
TS
babon.santoso
Indonesia Bidik Status Negara Maju di 2045, Realistis atau Berat?
JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Indonesia menargetkan pada tahun 2045, tepat 100 tahun setelah kemerdekaan, Indonesia naik kelas menjadi negara maju. Target ini secara ekonomi berarti Indonesia harus lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah dan masuk kategori negara berpenghasilan tinggi.

Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia tahun 2024, negara berpendapatan tinggi adalah negara dengan pendapatan per kapita minimal US$13.845 per tahun. Indonesia saat ini baru mencatatkan pendapatan per kapita sekitar US$4.900 pada 2023. Artinya, dalam 20 tahun ke depan, Indonesia harus meningkatkan pendapatan per kapita hampir tiga kali lipat.

Bonus demografi menjadi salah satu modal utama. Populasi usia produktif yang mencapai puncaknya hingga 2035 diyakini mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Jika tenaga kerja terserap dalam sektor formal dengan produktivitas tinggi, kontribusi mereka bisa signifikan dalam mengejar target negara maju.

Selain itu, kekayaan sumber daya alam seperti nikel, batubara, minyak sawit, dan hasil tambang lainnya tetap menjadi motor ekspor. Hilirisasi industri yang sedang digencarkan pemerintah menjadi kunci agar nilai tambah ekonomi tidak hanya berhenti di bahan mentah.

Ekonomi digital juga menjanjikan. Laporan berbagai lembaga memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia dapat mencapai ratusan miliar dolar AS pada 2030. Sektor ini diyakini mampu membuka lapangan kerja baru dan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi modern.

Pembangunan infrastruktur yang masif selama dekade terakhir juga memperkuat pondasi. Jalan tol, pelabuhan, bandara, dan proyek energi diharapkan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing, dan mendorong investasi.

Namun, tantangan tidak ringan. Untuk menjadi negara maju pada 2045, Indonesia perlu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 6% per tahun secara konsisten. Sejak 2015, pertumbuhan rata-rata hanya 5%, dan pandemi Covid-19 sempat menekan angka pertumbuhan hingga negatif pada 2020.

Produktivitas tenaga kerja Indonesia juga masih rendah. Sektor riset, teknologi, dan inovasi belum sekuat negara tetangga seperti Korea Selatan atau Singapura. Tanpa perbaikan signifikan, daya saing industri sulit menembus pasar global dengan produk berteknologi tinggi.

Selain itu, kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pendidikan, kesehatan, dan pelatihan vokasi harus ditingkatkan agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban. Jika tidak, jutaan tenaga kerja berisiko hanya terserap di sektor informal dengan produktivitas rendah.

Stabilitas fiskal juga menjadi kunci. Kebutuhan belanja negara untuk infrastruktur, pendidikan, dan subsidi sangat besar. Namun ruang fiskal terbatas, apalagi jika penerimaan pajak tidak meningkat signifikan. Tanpa perbaikan tata kelola fiskal, pendanaan pembangunan jangka panjang bisa terganggu.

Dengan peluang besar namun tantangan yang kompleks, target Indonesia menjadi negara maju 2045 dinilai realistis, tetapi memerlukan konsistensi kebijakan lintas pemerintahan dan reformasi struktural yang berani. Jalan menuju 2045 bukan sekadar wacana politik, melainkan agenda ekonomi yang harus dijaga keberlanjutannya.

https://m.cobisnis.com/indonesia-mem...tis-atau-berat

Kata si boncel, 2030 udah bubar..
0
390
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
691.7KThread57KAnggota
Tampilkan semua post
markjankulovskiAvatar border
markjankulovski
#15
Mengatur negara sebesar dan se-kompleks Indonesia itu susah, negara besar, penduduknya terbesar ke-4 di dunia, berbentuk kepulauan dengan ribuan pulau dan terletak di cincin api alias wilayah rawan bencana serta masyarakatnya heterogen. Jepang dan Filipina juga kepulauan tapi masyarakatnya Homogen, Cina, India, Amerika penduduknya banyak tapi semuanya tersambung daratan, bukan kepulauan, Lee Kuan Yew pernah berkata, saya mampu memimpin Singapura karena negaranya kecil, gampang diatur, tapi jika disuruh mimpin Indonesia, saya tidak yakin akan berhasil.

Mau jadi negara maju atau tidak, syukurlah pencapaian kita hingga saat ini, tahun 1998, setelah reformasi dan baru diangkat jadi Presiden, Pak Habibie pernah berkata, “impian saya adalah Indonesia memiliki pendapatan per kapita 5000 US Dollar”, tahun 1998 pendapatan per kapita Indonesia saat itu hanya 400 US Dollar, betapa misikinnya kita saat itu, sekarang hal itu tercapai, di tahun 2025, 27 tahun kemudian, pendapatan per kapita Indonesia secara estimasi akan menembus 5000-an US Dollar (tahun lalu di angka 4900 US Dollar), impian itu telah tercapai tahun ini, di tahun 1998 hal itu bagaikan mimpi saja, tapi sayangnya Pak Habibie tidak akan pernah menyaksikan lagi impiannya itu tercapai, karena beliau telah meninggal dunia.

Jadi 2045 masih lama, 20 tahun lagi, mungkin saat itu Pak Prabowo, Pak SBY, Bu Mega , bahkan si Wiwi emoticon-Ngakak mungkin sudah tidak ada lagi, generasi baru yang akan muncul, maka berusahalah sekeras-kerasnya mulai dari sekarang, bukankah semua pencapaian berawal dari mimpi, 150 tahun yang lalu, orang terbang di angkasa adalah dianggap hal yang tak mungkin, tapi sekarang sudah ada pesawat dan terbang di angkasa adalah hal yang biasa, 40 tahun yang lalu, mengetahui berita dalam hitungan menit adalah hal yang mustahil, harus nunggu sampe besok atau lusa ketika koran terbit, tapi sekarang ada internet, berita bisa diketahui dalam hitungan menit, 20 tahun yang lalu, melihat onderdil-nya Luna Maya bagaikan mimpi saja, tapi kini semua orang bisa melihat onderdil-nya Luna Maya emoticon-I Love Indonesia , meskipun sudah lama juga sih, gak apa-apalah daripada tidak sama sekali.
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.