- Beranda
- Berita dan Politik
Purbaya Kaji Wacana Kurangi Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Tarif
...
TS
rizkync108
Purbaya Kaji Wacana Kurangi Subsidi Listrik Tanpa Naikkan Tarif
CNN Indonesia
Minggu, 21 Sep 2025 14:20 WIB
Jakarta, CNN Indonesia-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang mengkaji cara menekan beban subsidi listrik tanpa harus menaikkan tarif bagi masyarakat.
Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Waktu di Hambalang kemarin, ada diskusi tentang program pengurangan subsidi listrik utamanya, dengan waktu itu dibicarakan tentang penggunaan PLTS Surya ya,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).
"Tapi kita lihat harganya masih agak terlalu tinggi, nanti sedang dicarikan teknologi yang baru maupun usaha-usaha agar harga produksinya mendekati harga yang murah sekarang, atau subsidi-nya mengecil atau betul-betul hilang gara-gara itu," imbuhnya
Ia menjelaskan pemerintah tengah mencari teknologi PLTS yang lebih efisien, sekaligus membuka peluang untuk menggunakan sumber energi baru terbarukan lain yang biayanya lebih rendah.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukanlah menaikkan tarif listrik, melainkan mencari cara agar biaya produksi listrik semakin murah.
"Tujuannya kan itu. Kalau subsidi dikurangi bukan dinaikin harganya, dicari sumber-sumber penghasil listrik yang biayanya murah," ujarnya.
Kendati mengatakan, Purbaya tekanan perhitungan detail pengurangan subsidi berada di bawah kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ia menambahkan pada tahap awal tetap dibutuhkan investasi untuk membangun teknologi pembangkit yang lebih murah.
"Awalnya pasti ada investasi. Kita akan menghitungnya. Kalau investasi besar tapi benar-benar menghasilkan, nanti begitu jadi, listrik yang lebih murah, yang bisa mengurangi subsidi dalam beberapa puluh tahun ke depan, itu saya tidak akan ragu untuk membiayainya," jelasnya.
Purbaya mengakui upaya menghapus subsidi listrik tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Saat ini, pengembangan teknologi energi terbarukan masih terus disempurnakan agar benar-benar dapat menghasilkan listrik dengan biaya rendah.
"Kalau mengurangi subsidi enggak ya? Maunya yang subsidi itu hilang semua. Tapi kan enggak segampang itu. Sedang dikembangkan, dan kayaknya dikembangkan teknologinya, dicari supaya lebih murah lagi," katanya
Ia menuturkan dirinya sudah melihat rencana desain PLTS yang melibatkan produksi panel surya dan baterai di dalam negeri. Namun, perhitungan teknis dan keekonomian proyek tersebut masih harus diperdalam sebelum benar-benar dapat dijalankan.
“Saya sudah lihat presentasinya, sudah ada desain PLTS yang cukup baik, termasuk pembuatan baterai di sini dan pembuatan panel surya di sini sendiri,” tutur Purbaya.
"Yang saya lihat sih cuma menjanjikan, tapi saya melihat sih, hitungannya belum terlalu mantap, belum selesai lah. Masih harus dikerjakan lagi. Tapi itu pasti kelihatannya ke depan akan bisa tercapai," lanjutnya.
(del/akhir)
sumber
Minggu, 21 Sep 2025 14:20 WIB
Quote:
Jakarta, CNN Indonesia-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang mengkaji cara menekan beban subsidi listrik tanpa harus menaikkan tarif bagi masyarakat.
Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Waktu di Hambalang kemarin, ada diskusi tentang program pengurangan subsidi listrik utamanya, dengan waktu itu dibicarakan tentang penggunaan PLTS Surya ya,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).
"Tapi kita lihat harganya masih agak terlalu tinggi, nanti sedang dicarikan teknologi yang baru maupun usaha-usaha agar harga produksinya mendekati harga yang murah sekarang, atau subsidi-nya mengecil atau betul-betul hilang gara-gara itu," imbuhnya
Ia menjelaskan pemerintah tengah mencari teknologi PLTS yang lebih efisien, sekaligus membuka peluang untuk menggunakan sumber energi baru terbarukan lain yang biayanya lebih rendah.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukanlah menaikkan tarif listrik, melainkan mencari cara agar biaya produksi listrik semakin murah.
"Tujuannya kan itu. Kalau subsidi dikurangi bukan dinaikin harganya, dicari sumber-sumber penghasil listrik yang biayanya murah," ujarnya.
Kendati mengatakan, Purbaya tekanan perhitungan detail pengurangan subsidi berada di bawah kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ia menambahkan pada tahap awal tetap dibutuhkan investasi untuk membangun teknologi pembangkit yang lebih murah.
"Awalnya pasti ada investasi. Kita akan menghitungnya. Kalau investasi besar tapi benar-benar menghasilkan, nanti begitu jadi, listrik yang lebih murah, yang bisa mengurangi subsidi dalam beberapa puluh tahun ke depan, itu saya tidak akan ragu untuk membiayainya," jelasnya.
Purbaya mengakui upaya menghapus subsidi listrik tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Saat ini, pengembangan teknologi energi terbarukan masih terus disempurnakan agar benar-benar dapat menghasilkan listrik dengan biaya rendah.
"Kalau mengurangi subsidi enggak ya? Maunya yang subsidi itu hilang semua. Tapi kan enggak segampang itu. Sedang dikembangkan, dan kayaknya dikembangkan teknologinya, dicari supaya lebih murah lagi," katanya
Ia menuturkan dirinya sudah melihat rencana desain PLTS yang melibatkan produksi panel surya dan baterai di dalam negeri. Namun, perhitungan teknis dan keekonomian proyek tersebut masih harus diperdalam sebelum benar-benar dapat dijalankan.
“Saya sudah lihat presentasinya, sudah ada desain PLTS yang cukup baik, termasuk pembuatan baterai di sini dan pembuatan panel surya di sini sendiri,” tutur Purbaya.
"Yang saya lihat sih cuma menjanjikan, tapi saya melihat sih, hitungannya belum terlalu mantap, belum selesai lah. Masih harus dikerjakan lagi. Tapi itu pasti kelihatannya ke depan akan bisa tercapai," lanjutnya.
(del/akhir)
sumber
bang.toyip dan 16 lainnya memberi reputasi
17
1.3K
45
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.5KThread•58KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rizkync108
#1
Quote:
Seperti nya ga akan bisa, sebab PLN selalu merugi.
Kalo subsidi ditarik tapi tarif ttp sama ya akan lebih rugi, mau ngambil dari golongan 900 VA ke atas ya bukan ga mungkin indonesia masuk jurang kemiskinan extreme karena usaha mereka baru tumbuh dan mulai berkembang.
Mau ngambil dari 6600 VA ke atas juga ada kemungkin investor kabur, kalo udah gitu otomatis PHK massal.
Jadi gabisa secara serampangan ngomong begitu, mau kurangin subsidi tapi harga ttp sama? Ya ga akan bisa...
Pake PLTS atau PLTN juga kan fasilitasnya belum siap sepenuhnya, jadi ente ngomong kek gitu cuma bikin takut masy TDL bakal naik saat ini.

Quote:
Dan kenapa harus PLTS? Kenapa ga nuklir aja sekalian? Toh kita deket sama cainak dan rusky, bisa lah mereka bantu2 bagi teknologi atau jual teknologi nya.
Toh kita juga punya uranium, cuma karena kita ga punya teknologi nya ya terpaksa kita kirim ke negara lain.
Jadi maaf2 kata, Bodoh namanya kalo kita ga manfaatin uranium yang kita punya.
Ngomong bakal biayain berapapun demi ngurangin subsidi puluhan tahun tapi ga mau pake PLTN, malah milih PLTS yang mana butuh lahan banyak dan harga nya ga beda jauh lebih mahal.
Mau ngomong masalah radiasi? Please deh, indonesia itu negara kepulauan, dari sabang sampe marauke banyak pulau2 kecil.
Iya kali ga ada 1 pun pulau yang ga bisa dijadiin PLTN, bisa lah kalo niat mah nyediain pulau yang jauh dari pemukiman.
Dan kenapa gw ngomong pulau kecil bukan daerah yang masih ada di pulau besar? Ya karena kalo ada kebocoran cuma kena sama mereka yang ada disana, jadi gaboleh sembarangan dan harus ketat kalo ga mau ke surga berjamaah .

CMIIW
bang.toyip dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah sedang mengkaji cara menekan beban subsidi listrik tanpa harus menaikkan tarif bagi masyarakat. (REUTERS/Willy Kurniawan)