- Beranda
- Berita dan Politik
Prabowo Siapkan Perpres Pembentukan Kementerian Haji
...
TS
medievalist
Prabowo Siapkan Perpres Pembentukan Kementerian Haji
Prabowo Siapkan Perpres Pembentukan Kementerian Haji
Minggu, 24 Agustus 2025 | 14:20 WIB

Presiden Prabowo Subianto. (Antara/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) baru mengenai peningkatan status Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi kementerian, apabila RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah disahkan menjadi undang-undang oleh DPR.
"Pasti," kata Prasetyo yang juga juru cicara Presiden Prabowo saat ditanya mengenai penerbitan perpres baru mengenai BP Haji di sela mengikuti Merdeka Run 8.0 K di Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga berharap apabila nantinya RUU Haji disahkan, maka pelaksanaan haji harus semakin baik ke depannya.
"Harapannya jelas hanya satu, pelaksanaan haji semakin lebih baik lagi," ujar Prasetyo dikutip dari Antara.
Komisi VIII DPR sedang mengebut pembahasan RUU Haji sehingga diharapkan dapat disetujui dan disahkan dalam sidang paripurna di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2028).
Komisi VIII DPR menggelar rapat bersama DPD, Sabtu (23/8/2025), untuk mendengarkan pertimbangan terkait RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Rapat terbuka untuk umum selama 20 menit.
Selepas itu, Komisi VIII DPR RI kembali menggelar rapat tertutup bersama panitia kerja (panja) dari pemerintah untuk membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Haji dan Umrah. Pembahasan DIM antara DPR dan pemerintah berlangsung sampai hari ini.
Dalam rapat-rapat yang telah digelar oleh DPR bersama DPD dan pemerintah, beberapa poin penting RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, di antaranya mencakup perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara Haji menjadi kementerian, dan perubahan penyebutan kepala BP Haji menjadi menteri.
Poin lainnya, rapat-rapat itu juga membahas aturan yang memperbolehkan petugas haji tidak harus beragama Islam. Ketentuan itu ditujukan kepada petugas embarkasi di daerah-daerah di Indonesia yang mayoritas warganya bukan muslim. Ketentuan itu tidak berlaku untuk panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi.
Kemudian, poin penting lainnya, kuota haji setingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh menteri. Aturan sebelumnya menyebut kuota di tingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh gubernur.
https://www.beritasatu.com/nasional/...menterian-haji
Minggu, 24 Agustus 2025 | 14:20 WIB

Presiden Prabowo Subianto. (Antara/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan peraturan presiden (perpres) baru mengenai peningkatan status Badan Penyelenggara (BP) Haji menjadi kementerian, apabila RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah disahkan menjadi undang-undang oleh DPR.
"Pasti," kata Prasetyo yang juga juru cicara Presiden Prabowo saat ditanya mengenai penerbitan perpres baru mengenai BP Haji di sela mengikuti Merdeka Run 8.0 K di Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga berharap apabila nantinya RUU Haji disahkan, maka pelaksanaan haji harus semakin baik ke depannya.
"Harapannya jelas hanya satu, pelaksanaan haji semakin lebih baik lagi," ujar Prasetyo dikutip dari Antara.
Komisi VIII DPR sedang mengebut pembahasan RUU Haji sehingga diharapkan dapat disetujui dan disahkan dalam sidang paripurna di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2028).
Komisi VIII DPR menggelar rapat bersama DPD, Sabtu (23/8/2025), untuk mendengarkan pertimbangan terkait RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Rapat terbuka untuk umum selama 20 menit.
Selepas itu, Komisi VIII DPR RI kembali menggelar rapat tertutup bersama panitia kerja (panja) dari pemerintah untuk membahas daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU Haji dan Umrah. Pembahasan DIM antara DPR dan pemerintah berlangsung sampai hari ini.
Dalam rapat-rapat yang telah digelar oleh DPR bersama DPD dan pemerintah, beberapa poin penting RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, di antaranya mencakup perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara Haji menjadi kementerian, dan perubahan penyebutan kepala BP Haji menjadi menteri.
Poin lainnya, rapat-rapat itu juga membahas aturan yang memperbolehkan petugas haji tidak harus beragama Islam. Ketentuan itu ditujukan kepada petugas embarkasi di daerah-daerah di Indonesia yang mayoritas warganya bukan muslim. Ketentuan itu tidak berlaku untuk panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi.
Kemudian, poin penting lainnya, kuota haji setingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh menteri. Aturan sebelumnya menyebut kuota di tingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh gubernur.
https://www.beritasatu.com/nasional/...menterian-haji
aldonistic memberi reputasi
1
481
35
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
ushirota
#11
bapak ini hidup di dunia lain ya? bikini bottom itu negara kismin, memang ada biaya lagi? ini aja udah bikin ngakak, gaji DPR sebulan 100jt
nanti pajak di tambah lagi, mending gak usah
menteri agamanya ganti sama yg agama terdikit, penghayat kepercayaan
nanti pajak di tambah lagi, mending gak usah
menteri agamanya ganti sama yg agama terdikit, penghayat kepercayaan
Diubah oleh ushirota 24-08-2025 20:11
qavir dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup