Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Orderan Su-35 Tak Kunjung Datang, Iran Pertimbangkan Beli J-10 dari China

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Orderan Su-35 Tak Kunjung Datang, Iran Pertimbangkan Beli J-10 dari China
Quote:



Ada kabar menarik dari Iran nih Gan, setelah usainya perang 12 hari melawan Israel, Negeri Persia dikabarkan tertarik untuk membeli jet tempur J-10 buatan China. Pasalnya Su-35 yang dijanjikan Rusia tak kunjung datang, setelah Teheran memberikan lisensi produksi drone kamikaze Shahed-136 kepada Moskow. Beberapa media menyebut, lisensi produksi drone Shahed akan ditukar dengan Su-35. Tapi, sampai sekarang pengiriman jet tempur itu serba tidak jelas.

Menurut artikel bulgarianmilitary.com, laporan ketertarikan Iran dengan J-10 dilaporkan oleh surat kabar Khorasan Iran, media tersebut mengatakan kesepakatan Su-35 terancam batal. Namun, tidak disebutkan secara rinci alasan batalnya kesepakatan tersebut.

Sejauh ini Iran belum mengkonfirmasi secara resmi, jika laporan yang beredar benar, maka ini menandakan upaya putus asa Teheran untuk memodernisasi armada jet tempurnya yang sudah usang di tengah meningkatnya ketegangan regional. Perkembangan ini tidak hanya membentuk kembali strategi militer Iran, tetapi juga menggarisbawahi meningkatnya peran China sebagai pemasok pertahanan di Teluk Persia.

Selama perang dengan Israel, Iran benar-benar kewalahan karena tidak bisa mencegah jet tempur Tel Aviv untuk masuk ruang udara mereka. Lolosnya jet tempur Israel membuat fasilitas penting berhasil diserang. Iran sebenarnya masih punya jet tempur seperti F-4 Phantom dan MiG-29 Fulcrum, tetapi armada jet tempur mereka sudah terlalu tua dan tidak dilengkapi senjata yang mumpuni.

Quote:


Angkatan udara Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF), telah lama berjuang untuk mempertahankan kesiapan operasional pesawat tempur mereka. Menurut Military Balance 2025, yang diterbitkan oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis, tulang punggung armada jet tempur Iran terdiri dari pesawat buatan Amerika yang diperoleh sebelum Revolusi Islam 1979, terdiri dari 64 jet F-4 Phantom II, 35 jet tempur F-5E/F Tiger II, dan 41 F-14A Tomcat. Beberapa F-14 dan F-5 telah dihancurkan saat perang lawan Israel, jumlahnya telah berubah saat ini.

Selain itu, Iran mengoperasikan 18 MiG-29A/UB yang diperoleh dari Uni Soviet pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Sebagian besar pesawat ini terganggu oleh masalah perawatan, dengan banyak yang dianggap tidak beroperasi karena kurangnya suku cadang dan keahlian teknis.

Perang 12 hari baru-baru ini, yang dimulai pada 13 Juni 2025, menyingkap kekurangan-kekurangan ini. Operasi Rising Lion Israel yang melibatkan jet tempur siluman F-35 dan F-15, telah melumpuhkan pertahanan udara Iran. Setelah itu, pesawat tempur tersebut menargetkan fasilitas nuklir utama di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Sumber-sumber Iran memperkirakan kerugian hingga 30% dari armada operasional IRIAF akibat serangan Israel, meskipun angka-angka pastinya masih belum diverifikasi. Kebanyakan pesawat tempur Iran diserang saat masih terparkir di lapangan udara.

Quote:


Dibandingkan dengan Su-35 Rusia, yang sebelumnya diincar Iran, J-10 menawarkan keunggulan tersendiri. Dengan harga antara US$60 juta dan US$90 juta per unit, J-10C jauh lebih murah daripada Su-35, yang harganya bisa melebihi US$100 juta dengan paket persenjataan lengkap. Pesawat telah memakai radar aktif AESA KLJ-7A yang dikombinasikan rudal PL-15, bisa menghajar target dari jarak 200 km.

Desain mesin tunggal J-10C mengurangi biaya perawatan, meskipun mengorbankan sebagian tenaga dan kapasitas muatan. Kompatibilitasnya dengan sistem peperangan modern yang berpusat pada jaringan juga menjadikannya platform yang lebih fleksibel untuk kebutuhan Iran, khususnya dalam skenario yang membutuhkan penyebaran cepat terhadap ancaman regional.

Namun, mengintegrasikan J-10 ke dalam angkatan udara Iran menghadirkan tantangan logistik yang berat. Iran tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam mengoperasikan pesawat tempur China, yang sangat berbeda dari platform Amerika dan Rusia.

Membangun rantai pasokan baru untuk suku cadang, melatih pilot, dan mengembangkan infrastruktur perawatan akan membutuhkan investasi besar. China juga masih membatasi akses ke kode perangkat lunak dan antarmuka sistem, seperti yang terlihat dalam kesepakatan senjata dengan negara lain. Tanpa akses penuh ke perangkat lunak J-10, Iran bakal kesulitan melakukan modifikasi lokal atau mengintegrasikan jet dengan sistem yang ada.

Biaya pembangunan infrastruktur ini kemungkinan besar tinggi, yang berpotensi mengalihkan sumber daya dari prioritas pertahanan penting lainnya. Kemampuan Iran untuk mempertahankan J-10 dalam kondisi siap tempur akan bergantung pada kesediaan Beijing untuk memberikan dukungan jangka panjang, sebuah faktor yang masih belum pasti mengingat pendekatan hati-hati Tiongkok terhadap transfer teknologi.

Quote:


Sebagai tambahan informasi bagi Agan, pada bulan Maret 2025, muncul laporan bahwa Su-35 yang ditujukan untuk Iran telah dialihkan ke Aljazair, sehingga Teheran tidak mendapatkan apa-apa. Produksi Su-35 juga terganggu oleh perang di Ukraina. Sementara prioritas Moskow saat ini fokus terhadap kebutuhan militernya sendiri, hal yang membuat Iran mencari alternatif, dengan China muncul sebagai pilihan yang paling memungkinkan.

Perkembangan penting terjadi pada 24 Juni 2025, ketika Amerika Serikat mencabut sanksi atas pembelian minyak Iran oleh China, sebuah langkah yang memfasilitasi negosiasi untuk J-10. Teheran sebelumnya telah menawarkan untuk menukar minyak dan gas untuk jet tersebut, sebuah proposal yang ditolak Beijing karena bersikeras pada pembayaran tunai.

Dengan pelonggaran sanksi telah menghilangkan hambatan ini, sehingga Iran dapat memanfaatkan minyaknya untuk mendanai kesepakatan tersebut. Laporan awal, Iran ingin membeli 150 unit, tapi angka itu telah dipangkas menjadi 36 unit saja.

Hanya 36 unit J-10, ditambah dengan tantangan logistik dan persaingan regional, menunjukkan bahwa angkatan udara Iran akan tetap tidak diuntungkan melawan musuh seperti Israel. Tapi, setidaknya kehadiran J-10 bisa meningkatkan kemampuan Iran untuk menghadapi ancaman regional.

Selain itu, jet tempur seperti F-14, F-4, F-5 sampai MiG-29 semakin susah dirawat. Mempertahankan operasional jet tempur itu semakin sulit. Untuk sekarang, J-10 adalah pilihan paling realistis bagi Iran.





Referensi Tulisan: bulgarianmilitary.com
Sumber Foto: sudah tertera
Diubah oleh si.matamalaikat 05-07-2025 22:04
gonugraha76Avatar border
MemoryExpressAvatar border
dodolajeAvatar border
dodolaje dan 9 lainnya memberi reputasi
10
1.8K
48
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread10.8KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76Avatar border
gonugraha76
#14
AU Iran memang tak sekuat AD dan AL nya karena terhambat proses regenerasi dan akses teknologinya karena embargo international sejak tahun 1979. Dampak dari embargo ini salah satunya adalah penurunan tajam kesiapan dan kelayakan armada pespur AU Iran yang semakin menua, tertinggal secara teknologi dan minim dukungan suku cadang dan persenjataan utama sehingga bisa dibilang kini Iran sudah tidak mempunyai air superiority di wilayah udaranya sendiri sehingga bisa diintervensi pespur asing salah satunya adalah penghancuran fasilitas nuklir Iran oleh AU Israel. Banyak pihak meyakini bahwa kapabilitas pespur AU Iran hanya sebatas untuk patroli udara, intercept terbatas dan operasi CAS saja.
Iran sendiri melalui pabrikan HESA sudah beberapa kali memperkenalkan beberapa prototype pespur yang diklaim buatan anak bangsa Iran seperti HESA Azarakash ( 1997 ), HESA Saeqeh ( 2007 ), HESA Kowsar ( 2018 ) yang semuanya hasil dari reverse engineering dan refurbish stok Northrop F 5E/F milik Iran. Walaupun kapabilitas tempurnya diragukan jika dibandingkan dengan pespur gen 4.5 lainnya tetapi setidaknya dapat membantu AU Iran menjaga kekuatan minimal angkatan udaranya.
Setelah pembelian 18 unit Mikoyan MiG 29 Fulcrum tahun 1989, kembali pada tahun 2023 Iran dan Russia menjalin kerjasama pengadaan alutsista dimana Iran menyetujui pembelian loitering munition dan pemberian lisensinya kepada Russia sebagai bagian dari pengadaan setidaknya 6 unit LCA Yakovlev YAK 130 Mitten, 24 unit pespur Sukhoi SU 35E Flanker dan sejumlah heli serang Mil Mi 28 Havoc untuk memperkuat AU Iran. Dalam kontrak pengadaan ini juga termasuk dukungan teknis dan suku cadang untuk menghidupkan kembali armada MiG 29 Fulcrum milik AU Iran.
Pada tahun 2025, setelah pengiriman 4 unit SU 35E Flanker kepada Iran dan berlanjut pada ketidak pastian delivery time 20 unit lainnya karena Russia masih fokus untuk kebutuhan dalam negeri akibat perang Russia vs Ukraine yang berkepanjangan, membuat Iran kembali melirik China sebagai potential supplier pespur bagi AU Iran. Rencana akuisisi setidaknya 36 unit Chengdu J 10CE Vigarous Dragon lengkap dengan persenjataan utama dan dukungan teknisnya ini sebenarnya bukan hal baru karena pada tahun 2015 dan 2021 Iran sudah menunjukkan ketertarikan untuk akuisisi J 10C/CE VD lengkap. Kedua perundingan akuisisi ini gagal karena China menginginkan pembayaran dalam bentuk USD / Euro sedangkan Iran menawarkan pembayaran dalam bentuk USD, minyak dan gas.
Kenapa Indonesia dan Iran serta beberapa negara lain dapat menjadi potensial buyer bagi pespur hasil kerjasama Israel dan China berbasis prototype IAI Lavi yang tak lain merupakan F 16 versi lokal Israel ? Jawabannya adalah : harga murah, mudah dan terjangkau dioperasikan, update teknologi dan battle proven yang didukung delivery time nya termasuk cepat. Secara kapabilitas tempur J 10 CE VD ini bisa dikatakan setara dengan LCA modern tetapi sudah bisa diintegrasikan kedalam network centric. Pakistan sudah membuktikan dengan kombinasi pespur J 10CE VD, AAM PL15E dan AEWC yang sukses menjatuhkan 5 pespur AU India.
Indonesia sendiri dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan akuisisi J 10CE VD dan tengah dalam proses negoisasi serta sudah ada tim khusus ke Pakistan untuk mengetahui secara real bagaimana kapabilitas J 10CE VD.
69banditos
si.matamalaikat
dodolaje
dodolaje dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.