Kaskus

News

https://s.kaskus.id/images/2025/06/26/11806849_504_20250626052540.jpg
1/1
alexisnewsAvatar border
TS
alexisnews
Setelah Bantu Israel Lawan Iran, Trump Minta Persidangan Korupsi Netanyahu Dibatalkan
WASHINGTON DC, ALEXISMEDIA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta agar persidangan korupsi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dihentikan. Hal tersebut disampaikan Trump setelah dia membantu Israel menyerang situs nuklir Iran pada Minggu (24/6/2025). "Bibi (nama panggilan Netanyahu) dan saya baru saja melewati neraka bersama-sama, melawan musuh lama Israel, Iran, yang sangat tangguh dan brilian," kata Trump di media sosial, Rabu (25/6/2025).Dia menambahkan, hal tersebut menunjukkan betapa Netanyahu mencintai Israel, sebagaimana dilansir The Guardian. "AS-lah yang menyelamatkan Israel, dan sekarang AS-lah yang akan menyelamatkan Bibi Netanyahu," kata Trump.

Pengadilan terhadap Netanyahu dimulai setelah penyelidikan atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan yang dilakukan olehnya dan sekutu politik dekatnya dalam lingkaran dalamnya. Hal tersebut terjadi selama masa jabatan keempat dan kelimanya sebagai Perdana Menteri Israel.

Polisi Israel mulai menyelidiki Netanyahu pada Desember 2016 dan kemudian merekomendasikan dakwaan terhadapnya. Pada Desember 2024, Netanyahu menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang bersaksi sebagai terdakwa dalam persidangan pidana atas kasus korupsi. Pria berusia 75 tahun itu dituduh menerima cerutu dan sampanye dari seorang produser miliarder Hollywood sebagai imbalan atas bantuannya untuk kepentingan pribadi dan bisnis.
bukatelapakAvatar border
bukatelapak memberi reputasi
1
1.2K
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
Berita Luar Negeri
KASKUS Official
82KThread20.2KAnggota
Tampilkan semua post
nampengAvatar border
nampeng
#1
Israel vs Palestina. Israel vs Iran


#Sudut pandang politik:

Motif politik pribadi Netanyahu

Netanyahu tersandung banyak kasus korupsi di negaranya, mau ga mau dia harus bertindak sebagai pahlawan biar dia dianggap berjasa bagi negaranya, trus melancarkan segala serangan mulai dari perang bertahun-tahun dengan Gaza (dia sengaja perpanjang perang dan ga mau genjatan senjata, omongan Trump pun dianggap angin lalu, sandera juga ga peduli mau masih hidup atau ngga, tujuannya satu... Kasus dirinya harus ditunda).

Di dalam negeri, Netanyahu ditekan rakyatnya supaya mundur dan hentikan perang di Gaza, dia ga mau itu terjadi... Perang dengan Iran sebagai salah satu cara buat dirinya bisa dianggap jadi pahlawan. Trump ga setuju perang dengan Iran, tapi ga ada daya buat nolak sekutunya ikut join perang. Bak orang tua ngasih anaknya permen, Trump iming-imingi Netanyahu peledakan 3 inti situs pengembangan nuklir Iran (yang ternyata cuman merusak pintu masuknya saja).

Trump realistis, dia ga pengin keluarin uang lebih banyak buat perang, dirinya lagi fokus membangun Amerika.

Negara-negara Arab, bukannya ga mau menolong Palestina, bukannya ga mau menolong Iran. Mereka hanya saja ga bisa menolong mereka. Sebagian besar rakyat di negara-negara arab pengin negaranya menolong kedua negara tersebut, apa daya pemerintah mereka realistis karna dibelakang Israel ada Amerika (mitos Arab ga mau bantu Palestina itu sepenuhnya salah, mereka bukannya ga mau bantu tapi emang ga bisa, kecuali dibelakang Israel bukan lagi adidaya atau gelar adidaya resmi diambil China)

Permusuhan antara Iran dan Arab selama ini hasil pengkomporan dari Israel dan Amerika agar mereka punya teman di kawasan buat memusuhi Iran dengan memanfaatkan konflik internal antara sunni dan syiah, karna Iran salah satu bangsa paling berpotensi di kawasan tersebut yang melebihi kekuatan Israel. (Perendaman permusuhan antara Arab dan Iran sebenarnya sudah mulai reda sejak didamaikan China)

Apa yang akan terjadi di masa depan?

Jika pergeseran Adidaya dari Amerika Serikat ke China mulus terjadi, timur tengah akan sedikit memiliki ketergantungan dengan Amerika, isu Israel vs Palestina ga akan serumit sekarang, negara-negara arab akan lebih berani menolong saudaranya di Palestina.

Apakah Trump berhasil membuat Amerika terus berjaya dan mempertahankan gelar adidaya buat negaranya?

Jika China berhasil keluar menjadi adidaya, pukulan telak buat Israel.


#Sudut pandang politis agama:

Setiap politikus Israel sadar, mereka ga bisa sendirian menghadapi musuh-musuh politiknya di kawasan, mereka harus punya sekutu adidaya dibelakangnya. Amerika Serikat kebetulan mayoritas Kristen (sebagian dari aliran mereka percaya Israel adalah bangsa pilihan tuhan mereka) dan inilah yang Israel manfaatkan, menciptakan keterikatan batin antara Israel dan Amerika Serikat. Kebetulan gereja Trump ada di aliran ini.


#Sudut pandang realitas agama:

Bagi yahudi religius mereka meyakini Islam sebagai saudara sepupu dalam agama. Percaya satu Tuhan, menyembah satu Tuhan, namun berseteru dalam politik.

Jika ditingkat politik, sekutu Barat ataupun India memang dipandang sebagai kawan namun dalam kehidupan nyata, umat yahudi sama sekali tidak menganggap kristen maupun hindu sebagai saudara, dengan tegas yahudi menyebut keduanya pagan.

Trump nampaknya tidak tertarik dengan politik persatuan seagama untuk tingkat global, meski dia memprioritaskan Israel namun baginya hanya Amerika Serikat dan Israel saja yang harus diutamakan.

Ketidakpedulian Trump terhadap konsep persatuan seagama secara global muncul setelah dia ga segan-segan memberikan tarif ke negara tetangganya Kanada maupun sekutunya di Eropa, bahkan Mexico yang jelas-jelas lebih mengenal Jesus ketimbang Israel justru dianggap hama.

Larangan masuk ke Amerika Serikat tidak lagi ditujukan hanya untuk negara-negara muslim, banyak diantara negara-negara kristen terutama dari kawasan berkembang atau miskin, bahkan Bhutan dan Kamboja yang mayoritas Buddha juga dimasukan dalam daftar.


#Kemungkinan Masa Depan:

Semenjak perang 7 Oktober antara Israel vs Gaza, media sosial sudah tidak lagi tempat ramah bagi Israel, gen Z dan Gen Alpha akan merubah segalanya di masa mendatang, cara berfikir masyarakat barat terutama Amerika Serikat dan Eropa sudah mulai terjadi pergeseran dari Pro-Israel menuju Pro-Palestine. Disaat Amerika tidak lagi sekuat sekarang dan generasi Z maupun generasi Alpha menjalankan roda pemerintahan global, maka suatu hari Israel sudah tidak akan sekuat sekarang.
Diubah oleh nampeng 26-06-2025 20:28
soelojo4503
six.gorillion
fuadi234
fuadi234 dan 5 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.