- Beranda
- Juventus FC
-=Juventus FC Sp.A ⭐⭐⭐ =- Casa dei Bianconeri @JuveKaskus @IndoJuveJOFC - Part 2
...
TS
bayilemot
-=Juventus FC Sp.A ⭐⭐⭐ =- Casa dei Bianconeri @JuveKaskus @IndoJuveJOFC - Part 2


Welcome To Indonesian Juventini aka Juventini Kaskus Thread Stagione 2020/2021
One of Official Juventus FC Fans Club in Indonesia
salah satu fans club resmi Juventus FC di Indonesia
Born March 26 2005
★★★General Rules Thread Juvekaskus★★★
Bila Ada Yang Melanggar
satpam yg ngasi laporan
1st Warning, Delete post
2nd Nama diapus dr list + Bata abuse
3rd gw laporin momod krn gw anggep flammer + Bata dr penghuni bench Juve
semua demi Kenyamanan dan ketentraman Trid Juve...
bagi yg ga sependapat silakan bikin trid makian/hinaan ttg juve/ke spectre
bagi yg sudah keterlaluan /tidak bisa di kasi tau baik2
dipersilahkan langsung dibata rame2
dan req BANED +DELETE post
★★★Twiter Juventini Kaskus★★★
@JuveKaskus
Link Blogs Bench JuvKas
http://www.kaskus.co.id/thread/51e15...ventini-kaskus
Link SG Bench JuvKas
http://www.kaskus.co.id/group/21284

masteroffice123 dan 41 lainnya memberi reputasi
40
664.9K
26.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Juventus FC
74Thread•570Anggota
Tampilkan semua post
Filhadaputa
#7838
Judul: Ragu Awal Soal Comolli & Moneyball di Juventus: Jangan Sampai Cuma "Cargo Cult"!
Awal denger Juventus ngangkat Damien Comolli, gw sempet ragu sih. Bukan karena gw kenal atau ngeraguin dia pribadi (nggak kenal juga wkwk), tapi lebih karena kabar yang beredar kan dia tipikal manajer yang super data-driven. Nah, keraguannya malah ke Juventus sendiri.
Gw sempet nanya dalam hati: "Jangan-jangan ini cuma 'cargo cult project' doang ya?" Maksudnya, Juventus mungkin semangat mau main Moneyball ala Oakland Athletics/Brentford, terus langsung rekrut satu orang ahli (Comolli) buat ngurusin sendirian. Udah gitu beres? Kayaknya nggak segampang itu.
Soalnya, selama ini Juventus kan klub yang kolot dan hierarkis. Keputusan penting sering banget ditentukan cuma sama satu-dua tokoh kunci di klub. Padahal, kunci sukses Moneyball itu sistem yang terintegrasi, bukan cuma andelin satu orang jenius!
Kalo Juventus beneran mau sukses pake pendekatan data kayak gini, saran yang gw dapet (dari analisis AI juga sih) kurang lebih begini:
"Comolli bisa jadi katalis, tapi Juventus butuh revolusi total dari hulu ke hilir!"
Fokusnya harus ke:
🖥️ Infrastruktur Data: Bangun sistem pengumpulan & analisis data yang canggih & lengkap.
👁️ Integrasi Scouting: Scout lapangan tradisional + analis data harus kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri.
📊 Model Bisnis Berkelanjutan: Strategi belanja, gaji, jual pemain harus jelas dan ngikutin filosofi data.
🤝 Tata Kelola Kolaboratif: Struktur keputusan harus lebih demokratis, bukan cuma di tangan 1-2 orang.
Intinya: Tanpa 4 fondasi di atas, Juventus berisiko besar cuma jadi "Cargo Cult Management". Niatnya mau ngikutin simbol dan gaya Oakland/Brentford, tapi substansi dan sistemnya malah ilang. Akhirnya, bisa-bisa gagal lagi. Gimana menurut sesepuh?
Awal denger Juventus ngangkat Damien Comolli, gw sempet ragu sih. Bukan karena gw kenal atau ngeraguin dia pribadi (nggak kenal juga wkwk), tapi lebih karena kabar yang beredar kan dia tipikal manajer yang super data-driven. Nah, keraguannya malah ke Juventus sendiri.
Gw sempet nanya dalam hati: "Jangan-jangan ini cuma 'cargo cult project' doang ya?" Maksudnya, Juventus mungkin semangat mau main Moneyball ala Oakland Athletics/Brentford, terus langsung rekrut satu orang ahli (Comolli) buat ngurusin sendirian. Udah gitu beres? Kayaknya nggak segampang itu.
Soalnya, selama ini Juventus kan klub yang kolot dan hierarkis. Keputusan penting sering banget ditentukan cuma sama satu-dua tokoh kunci di klub. Padahal, kunci sukses Moneyball itu sistem yang terintegrasi, bukan cuma andelin satu orang jenius!
Kalo Juventus beneran mau sukses pake pendekatan data kayak gini, saran yang gw dapet (dari analisis AI juga sih) kurang lebih begini:
"Comolli bisa jadi katalis, tapi Juventus butuh revolusi total dari hulu ke hilir!"
Fokusnya harus ke:
🖥️ Infrastruktur Data: Bangun sistem pengumpulan & analisis data yang canggih & lengkap.
👁️ Integrasi Scouting: Scout lapangan tradisional + analis data harus kolaborasi, bukan jalan sendiri-sendiri.
📊 Model Bisnis Berkelanjutan: Strategi belanja, gaji, jual pemain harus jelas dan ngikutin filosofi data.
🤝 Tata Kelola Kolaboratif: Struktur keputusan harus lebih demokratis, bukan cuma di tangan 1-2 orang.
Intinya: Tanpa 4 fondasi di atas, Juventus berisiko besar cuma jadi "Cargo Cult Management". Niatnya mau ngikutin simbol dan gaya Oakland/Brentford, tapi substansi dan sistemnya malah ilang. Akhirnya, bisa-bisa gagal lagi. Gimana menurut sesepuh?
suketcell dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup
