- Beranda
- Berita dan Politik
Anies Baswedan Kritik Keras Rencana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
...
TS
medievalist
Anies Baswedan Kritik Keras Rencana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
Anies Baswedan Kritik Keras Rencana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
- Jumat, 20 Juni 2025 | 09:38 WIB

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan calon Presiden RI, Anies Baswedan melontarkan kritik keras terhadap rencana Menteri Kebudayaan yang berencana menulis ulang sejarah Indonesia.
Anies menegaskan bahwa saat ini sangat penting menjaga keutuhan dan kejujuran dalam narasi sejarah bangsa.
Menurutnya, sejarah nasional tidak boleh hanya memuat deretan kisah keberhasilan, tetapi harus mencerminkan kenyataan yang utuh, termasuk sisi-sisi kelam yang pernah terjadi dalam perjalanan bangsa.
“Kita adalah bangsa yang besar, dan bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, termasuk sisi-sisi kelam yang pernah terjadi?” ujar Anies dikutip dari media sosialnya X pada Jumat (20/6/2025).
Ia menilai, jika penulisan sejarah hanya menonjolkan prestasi dan kemenangan, maka makna sejarah itu sendiri akan cacat dan kehilangan fungsinya sebagai cermin bangsa.
“Sejarah akan menjadi cacat dan kehilangan makna bila hanya berisi deretan kisah kemenangan, tanpa menunjukkan luka dan pelajaran yang harus diingat bersama,” ujarnya.
Anies menegaskan bahwa pengakuan terhadap seluruh kebenaran sejarah, baik yang manis maupun pahit, adalah syarat penting untuk menciptakan keadilan dan memperkuat persatuan nasional.
“Baik capaian pembangunan di era Orde Baru maupun tragedi pemerkosaan massal Mei 1998, semuanya harus diakui. Itulah fondasi penting untuk membangun keadilan dan persatuan sejati,” ucap Anies.
Sebaliknya, menurutnya, menghapus atau menyangkal sebagian perjalanan bangsa hanya akan menjauhkan masyarakat dari nilai keadilan sosial dan melemahkan persatuan yang selama ini diperjuangkan.
Anies menyampaikan harapan kepada Menteri Kebudayaan agar tetap menjaga integritas sejarah bangsa, dengan menyampaikan seluruh kebenaran secara utuh dan jujur kepada publik.
“Setiap capaian harus menjadi kebanggaan, dan setiap luka harus menjadi pelajaran. Kami harap Pak Menteri Kebudayaan menjaga integritas sejarah bangsa dengan menyampaikan seluruh dan selengkapnya kebenaran. Terima kasih,” pungkas Anies.(*)
https://kaltimpost.jawapos.com/nasio...arah-indonesia
- Jumat, 20 Juni 2025 | 09:38 WIB

Anies Baswedan mengkritik rencana penulisan ulang sejarah Indonesia. (Jawa Pos Photo)
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mantan calon Presiden RI, Anies Baswedan melontarkan kritik keras terhadap rencana Menteri Kebudayaan yang berencana menulis ulang sejarah Indonesia.
Anies menegaskan bahwa saat ini sangat penting menjaga keutuhan dan kejujuran dalam narasi sejarah bangsa.
Menurutnya, sejarah nasional tidak boleh hanya memuat deretan kisah keberhasilan, tetapi harus mencerminkan kenyataan yang utuh, termasuk sisi-sisi kelam yang pernah terjadi dalam perjalanan bangsa.
“Kita adalah bangsa yang besar, dan bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, termasuk sisi-sisi kelam yang pernah terjadi?” ujar Anies dikutip dari media sosialnya X pada Jumat (20/6/2025).
Ia menilai, jika penulisan sejarah hanya menonjolkan prestasi dan kemenangan, maka makna sejarah itu sendiri akan cacat dan kehilangan fungsinya sebagai cermin bangsa.
“Sejarah akan menjadi cacat dan kehilangan makna bila hanya berisi deretan kisah kemenangan, tanpa menunjukkan luka dan pelajaran yang harus diingat bersama,” ujarnya.
Anies menegaskan bahwa pengakuan terhadap seluruh kebenaran sejarah, baik yang manis maupun pahit, adalah syarat penting untuk menciptakan keadilan dan memperkuat persatuan nasional.
“Baik capaian pembangunan di era Orde Baru maupun tragedi pemerkosaan massal Mei 1998, semuanya harus diakui. Itulah fondasi penting untuk membangun keadilan dan persatuan sejati,” ucap Anies.
Sebaliknya, menurutnya, menghapus atau menyangkal sebagian perjalanan bangsa hanya akan menjauhkan masyarakat dari nilai keadilan sosial dan melemahkan persatuan yang selama ini diperjuangkan.
Anies menyampaikan harapan kepada Menteri Kebudayaan agar tetap menjaga integritas sejarah bangsa, dengan menyampaikan seluruh kebenaran secara utuh dan jujur kepada publik.
“Setiap capaian harus menjadi kebanggaan, dan setiap luka harus menjadi pelajaran. Kami harap Pak Menteri Kebudayaan menjaga integritas sejarah bangsa dengan menyampaikan seluruh dan selengkapnya kebenaran. Terima kasih,” pungkas Anies.(*)
https://kaltimpost.jawapos.com/nasio...arah-indonesia
Diubah oleh medievalist 20-06-2025 12:57
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
3
5.2K
48
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694.2KThread•58.3KAnggota
Tampilkan semua post
jonrender
#19
“Baik capaian pembangunan di era Orde Baru maupun tragedi pemerkosaan massal Mei 1998, semuanya harus diakui. Itulah fondasi penting untuk membangun keadilan dan persatuan sejati,”
Yang viral belum lama ini terkait penyangkalan peristiwa rudapaksa massal tahun 98 silam dengan disebut berdasar bahwa tidak ada atau kurangnya bukti yang valid. Pernah lihat sepintas video massa yang waktu itu menggoyang teralis pintu depan sebuah rumah warga sembari melakukan gerakan tidak senonoh hal mana menunjukkan istilahnya mungkin "basic instinct" yang terwujud pada perilaku di ruang publik. Sederhananya dalam contoh keseharian entah bagaimana pula dengan kasus kekerasan seksual di ranah agamis yang marak terjadi belakangan ini. Sekalipun terbukti dan disadari namun seolah pak menteri sendiri menutup mata akan realita. Tidakkah merupakan bukti secara tak langsung bahwa orientasi seksual bangsa sendiri memang sedemikian tinggi bahkan di lingkup kaum terdidik. Apalagi di lingkup massa yang terasa begitu liar sewaktu peristiwa 98 terdahulu.
hantumasam memberi reputasi
1
Tutup