Kaskus

News

nadaramadhan20Avatar border
TS
nadaramadhan20
Grab Ingatkan Dampak Negatif Jika Mitra Diangkat Jadi Karyawan
Grab Ingatkan Dampak Negatif Jika Mitra Diangkat Jadi Karyawan
Pengemudi ojek daring menurunkan penumpang di Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (20/3/2024). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menilai bahwa mengubah status mitra pengemudi menjadi karyawan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi para mitra pengemudi ojek daring. Karena apabila seluruh mitra pengemudi harus diangkat menjadi karyawan, hanya sebagian kecil yang kemungkinan besar bisa diserap oleh perusahaan.

Ia mencontohkan kasus di Spanyol di mana pada 2021 pemerintah negara tersebut mengeluarkan kebijakan Riders' Law yang mewajibkan mitra kurir daring diangkat menjadi karyawan. Saat penerapannya, salah satu aplikasi yang beroperasi di negara tersebut hanya mampu mengangkat 17 persen mitra pengemudi menjadi karyawan tetap.

"Kebayang kalau di Indonesia hanya 17 persen yang bisa diserap, yang lain mau ke mana? Bagaimana mereka mendapatkan income (pendapatan)?" ujar Neneng dikutip Antara, Sabtu (14/6/2025).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa status sebagai karyawan memiliki hak dan kewajiban yang berbeda dibandingkan dengan skema kemitraan. Dengan status sebagai karyawan, pengemudi akan memiliki jam kerja tetap, melalui proses seleksi ketat seperti wawancara dan evaluasi rutin, serta bisa diberhentikan jika kinerja tidak memenuhi standar perusahaan.

"Begitu dia di-PHK, panik cari kerja, kan nggak gampang. Kecuali memang banyak sekali lapangan pekerjaan tersedia," jelasnya.

Di samping dampaknya terhadap pengemudi, Neneng juga menyoroti efek domino terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Neneng, menyusutnya jumlah mitra pengemudi akan berdampak langsung terhadap layanan pengantaran makanan dan barang dari pelaku UMKM, yang selama ini bergantung pada platform daring.

Ia mengambil contoh di Jenewa, Swiss, di mana setelah Uber Eat diwajibkan menjadikan mitra pengemudi sebagai karyawan, permintaan layanan makanan menurun hingga 42 persen.

"Sebanyak 90 persen merchant GrabFood adalah UMKM. Kalau jumlah mitra menyusut, ini bisa menggerus arus ekonomi UMKM yang mayoritas mengandalkan pesanan online," katanya.

Sumber Tirto

Di Eropa sono ternyata udh diangkat jdi karyawan semua ye
Diubah oleh nadaramadhan20 14-06-2025 19:46
indrastridAvatar border
ndyrockandrollAvatar border
ndyrockandroll dan indrastrid memberi reputasi
2
54.3K
28
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
692.4KThread57.5KAnggota
Tampilkan semua post
arfanAvatar border
arfan
#2
Kali ini ane terpaksa pasang posisi di belakang Grab. Bukan karena ngebela korporat ya, tapi karena argumen mereka kali ini masuk akal dan justru lebih berpihak pada kenyataan sosial ekonomi di lapangan. Pertama-tama, anggapan bahwa semua mitra pengemudi ojek daring harus diangkat jadi karyawan itu kedengerannya manis banget di kuping, tapi pahit di kenyataan. Lo pikir ini solusi? Salah besar, ini jebakan batman. Dalam hukum ketenagakerjaan, status karyawan itu datang sepaket sama hak normatif: upah minimum, jaminan sosial, cuti, jam kerja tetap, sampai perlindungan PHK. Tapi jangan lupa, tanggung jawab perusahaan juga naik drastis. Dan di sinilah banyak platform digital akhirnya gak bisa napas, apalagi nyerap tenaga kerja sebanyak mitra yang mereka punya sekarang.

Kita ambil rujukan dari Pasal 50 UU Ketenagakerjaan yang bilang hubungan kerja itu terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja. Syaratnya? Ada pekerjaan, ada perintah dan ada upah. Nah dalam sistem kemitraan kayak Grab atau Gojek, tiga unsur itu nggak terpenuhi secara kaku, karena si mitra bisa narik atau off kapan aja, gak ada perintah langsung, dan sistem pembagian hasilnya berdasarkan algoritma bukan gaji bulanan. Jadi secara hukum mereka bukan pekerja tetap, tapi mitra usaha yang berdiri di tengah antara self-employed dan pekerja bebas.

Dan bener kata Neneng, begitu mitra dipaksa masuk skema karyawan cuma sedikit yang bisa diserap. Sisanya? Ke laut. Lo kira perusahaan punya kantong Doraemon? Contoh nyata di Spanyol udah membuktikan, Riders’ Law malah bikin ribuan mitra kehilangan mata pencaharian. Lah kalau udah nggak bisa narik, mau nyambung hidup pakai apa? Idealisme doang gak bisa bikin nasi anget di piring gan.

Lalu gimana dengan nasib UMKM? Nih ya, lo jangan pikir dampaknya berhenti di pengemudi. Ekosistem digital ini ibarat jaring laba-laba, lo sentuh satu, yang lain goyang. Kalau mitra berkurang karena status kerja diubah, otomatis kapasitas layanan turun. Efeknya? UMKM yang ngandelin pengiriman makanan dan barang bakal megap-megap. Padahal UMKM itu tulang punggung ekonomi rakyat, bukan startup sultan. Dan lo pikir negara sanggup gantiin peran logistik digital secepat itu? Mimpi di siang bolong.

Nah ini yang paling penting: regulasi soal ekonomi digital nggak bisa disamain plek ketiplek sama hukum ketenagakerjaan tradisional. Dunia digital butuh fleksibilitas hukum yang adaptif. Nggak bisa lo main paksa pake pola lama buat situasi baru. Lo tau ada RUU Peraturan Perundang-Undangan tentang Perlindungan Pekerja Digital yang sempat dibahas? Nah itu bukti kalau negara pun udah mikir, bahwa pekerja digital itu butuh kategori hukum tersendiri. Gak bisa dipaksain jadi buruh pabrik, juga nggak bisa dilepas tanpa perlindungan.

Jadi, kalau Grab bilang “angkat semua mitra jadi karyawan bisa berakibat negatif”, itu bukan ngeles, itu peringatan berbasis fakta dan hukum. Mau lo nggak suka sama korporasi, itu hak lo. Tapi jangan sampe idealisme lo malah ngebunuh mata pencaharian orang banyak, termasuk abang-abang ojek yang tiap hari kerja bukan buat ngumpulin cuan doang, tapi buat nyambung hidup.

Kalau mau dibenerin, ya perbaiki sistem perlindungan mitra, bukan maksa mereka masuk ke skema yang malah bisa ngecut mereka habis-habisan. Fleksibel iya, tapi tetap manusiawi. Itu baru namanya keadilan adaptif, bukan keadilan asal cocok rasa.
sentralock
InRealLife
iwena
iwena dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.