- Beranda
- Milanisti Kaskus
iROSSONERI 2425 | E La Storia Continua
...
TS
hydenista
iROSSONERI 2425 | E La Storia Continua


SOCCER ROOM GENERAL RULES
Read This Before Posting
Spoiler for Rules:
*Peraturan dapat direvisi/dirubah sewaktu waktu
Diubah oleh hydenista 08-08-2024 02:01
ahmadzaki65 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
373.1K
11.3K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Milanisti Kaskus
314Thread•2KAnggota
Tampilkan semua post
semudhmania
#4354
Sebenarnya seberapa besar sih kemungkinan Milan scudetto bersama Allegri? IMO, ya cukup besar..
Cuma....kalaupun berhasil, ngga akan lama. Ketika Allegri suatu hari out, sistem dia akan harus dirombak, dan Milan akan harus reset lagi dari nol.
Ini yang bahaya, karena setiap tim yang kena reset, bisa jadi butuh belasan tahun buat balik lagi.
Sejarah sepakbola menegaskan kalau identitas permainan itu bisa dilanjutkan ketika pemainannya dominan dan atraktif.
Ngga ada tim sepakbola yang jadi dinasti kuat bermodal sepakbola pasif dan pragmatis ala Allegri.
Contoh?
Di Milan sendiri, dinasti kejayaan itu dirintis di era Sachi, dilanjutkan oleh Capello, dan berlanjut sampai era Ancelotti...hampir 20 tahun lho dinasti Milan ini berjaya. Semuanya prinsipnya sama: 2 striker dan 1 fantasista. Makanya Milan punya seabrek playmaker legendaris di era ini.
Di Barcelona? Pendekatan Tiki-taka itu dirintis oleh Cruyff, sempat diulik dikit sama Van Gaal, semakin matang di era Rijkaard, dan kemudian jadi super paten di bawah Pep...
Liverpool juga sama. Klopp datang memperkenalkan Gegenpressing, ketika Klopp mundur, si Arne Slott melanjutkan filosofi yang sama meski tentu dengan pendekatan baru sesuai visi dia.
Artinya: ya pelatih ganti-ganti, ada perubahan dan improvement baru, tapi ada keberlanjutan identitas permainan.
Ngga harus setiap ganti pelatih, semua mulai lagi dari 0.
Nah Allegri ini mau apa? Pondasi yang dia bikin kan ugly football. Siapa yang mau ngelanjutin ugly football yg pragmatis? Kan ngga ada...
Liat aja Juve....Allegri itu ngelatih dari 2014 sampai 2024 lho, meski sempat break 2-3 tahun. Tapi apa yang tersisa dari filosofi dia di sana? Ngga ada.
Sekarang Juve balik lagi jadi tim yang terombang-ambing dan lagi berusaha bangkit....
Padahal selama Allegri di sana, dia scudetto bukan cuma 1-2 kali.
Ya itulah gambaran masa depan Milan.
Menang 1-2 trofi? bisa jadi. Tapi ya setelah itu akan terombang-ambing lagi..
Cuma....kalaupun berhasil, ngga akan lama. Ketika Allegri suatu hari out, sistem dia akan harus dirombak, dan Milan akan harus reset lagi dari nol.
Ini yang bahaya, karena setiap tim yang kena reset, bisa jadi butuh belasan tahun buat balik lagi.
Sejarah sepakbola menegaskan kalau identitas permainan itu bisa dilanjutkan ketika pemainannya dominan dan atraktif.
Ngga ada tim sepakbola yang jadi dinasti kuat bermodal sepakbola pasif dan pragmatis ala Allegri.
Contoh?
Di Milan sendiri, dinasti kejayaan itu dirintis di era Sachi, dilanjutkan oleh Capello, dan berlanjut sampai era Ancelotti...hampir 20 tahun lho dinasti Milan ini berjaya. Semuanya prinsipnya sama: 2 striker dan 1 fantasista. Makanya Milan punya seabrek playmaker legendaris di era ini.
Di Barcelona? Pendekatan Tiki-taka itu dirintis oleh Cruyff, sempat diulik dikit sama Van Gaal, semakin matang di era Rijkaard, dan kemudian jadi super paten di bawah Pep...
Liverpool juga sama. Klopp datang memperkenalkan Gegenpressing, ketika Klopp mundur, si Arne Slott melanjutkan filosofi yang sama meski tentu dengan pendekatan baru sesuai visi dia.
Artinya: ya pelatih ganti-ganti, ada perubahan dan improvement baru, tapi ada keberlanjutan identitas permainan.
Ngga harus setiap ganti pelatih, semua mulai lagi dari 0.
Nah Allegri ini mau apa? Pondasi yang dia bikin kan ugly football. Siapa yang mau ngelanjutin ugly football yg pragmatis? Kan ngga ada...
Liat aja Juve....Allegri itu ngelatih dari 2014 sampai 2024 lho, meski sempat break 2-3 tahun. Tapi apa yang tersisa dari filosofi dia di sana? Ngga ada.
Sekarang Juve balik lagi jadi tim yang terombang-ambing dan lagi berusaha bangkit....
Padahal selama Allegri di sana, dia scudetto bukan cuma 1-2 kali.
Ya itulah gambaran masa depan Milan.
Menang 1-2 trofi? bisa jadi. Tapi ya setelah itu akan terombang-ambing lagi..
gantarIDWS dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
