- Beranda
- Heart to Heart
Kaskus Makin Sepi
...
TS
stricagnoli
Kaskus Makin Sepi
Buset kaskus sepi banget dah
farudude dan 22 lainnya memberi reputasi
23
3.1K
110
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•39.7KAnggota
Tampilkan semua post
erwinar
#51
MENGAPA KASKUS SEPI?
Kaskus makin sepi karena hampir semua tritnya cuma kopas, tanpa ada pembahasan mendalam. Berkesan asal ada, asal isi, asal nulis.
Kreatifitas kontributor kaskus juga semakin terbatas dengan pelitnya kaskus memberikan pembagian keuntungan. Sementara sosmed lain semakin gencar membagikan rejeki, sehingga jika ada "bahan fresh & new" lebih baik di narasikan di tempat lain yang memiliki kata "berbayar" dengan jelas.
Di tambah lagi (waktu itu) dengan maraknya anggota kadrun, nasbung, nastak yang merusak ekosistem kaskus. Yang akhirnya sekarang terbukti semua pernyataan mereka palsu, makam palsu, pahlawan palsu, ajaran palsu, nasab pun palsu.
Selain itu (dulu ane juga ngalamin) jika kita memiliki ide yang benar-benar "luar biasa" apalagi yang bisa menghasilkan cuan, jika kalangan "kontraktor" cuan tidak mampu mengerjakannya, maka akan rame-rame di keroyok, dicari kelemahannya, di bully. Bahkan bahan ilustrasi yang secara otomatis mengambil dari website pun di permasalahkan. Padahal namanya juga IDE, pasti barangnya belum terwujud. Toh akhirnya dalam beberapa tahun (kira-kira 5 tahun) kemudian, hal yang ane pernah tulis menjadi booming di indonesia.
Kalau ekosistem kaskus seperti ini mana bisa kaskus ramai? Freedom speech sih freedom speech tapi ada batasannya, ada nalarnya, ada aturannya. Bukan benar-benar bebas tanpa batas. Nantinya setelah ada fufufafa akan ada bababibu (ngomong asal tanpa batas).
Ini semua adalah apa yang ane alami sebagai kaskuser. Yang menjadi PR bagi semua administrator kaskus. Kalau para administrator benar-benar care terhadap kaskus. Ingat kontributor terbaik bukan karena banyaknya trit kopas, tapi seberapa murni idenya, seberapa berguna tulisannya, dan seberapa dalam pembahasannnya.
Kaskus makin sepi karena hampir semua tritnya cuma kopas, tanpa ada pembahasan mendalam. Berkesan asal ada, asal isi, asal nulis.
Kreatifitas kontributor kaskus juga semakin terbatas dengan pelitnya kaskus memberikan pembagian keuntungan. Sementara sosmed lain semakin gencar membagikan rejeki, sehingga jika ada "bahan fresh & new" lebih baik di narasikan di tempat lain yang memiliki kata "berbayar" dengan jelas.
Di tambah lagi (waktu itu) dengan maraknya anggota kadrun, nasbung, nastak yang merusak ekosistem kaskus. Yang akhirnya sekarang terbukti semua pernyataan mereka palsu, makam palsu, pahlawan palsu, ajaran palsu, nasab pun palsu.
Selain itu (dulu ane juga ngalamin) jika kita memiliki ide yang benar-benar "luar biasa" apalagi yang bisa menghasilkan cuan, jika kalangan "kontraktor" cuan tidak mampu mengerjakannya, maka akan rame-rame di keroyok, dicari kelemahannya, di bully. Bahkan bahan ilustrasi yang secara otomatis mengambil dari website pun di permasalahkan. Padahal namanya juga IDE, pasti barangnya belum terwujud. Toh akhirnya dalam beberapa tahun (kira-kira 5 tahun) kemudian, hal yang ane pernah tulis menjadi booming di indonesia.
Kalau ekosistem kaskus seperti ini mana bisa kaskus ramai? Freedom speech sih freedom speech tapi ada batasannya, ada nalarnya, ada aturannya. Bukan benar-benar bebas tanpa batas. Nantinya setelah ada fufufafa akan ada bababibu (ngomong asal tanpa batas).
Ini semua adalah apa yang ane alami sebagai kaskuser. Yang menjadi PR bagi semua administrator kaskus. Kalau para administrator benar-benar care terhadap kaskus. Ingat kontributor terbaik bukan karena banyaknya trit kopas, tapi seberapa murni idenya, seberapa berguna tulisannya, dan seberapa dalam pembahasannnya.
chamelemon dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup