- Beranda
- Home Appliance
Lounge of AIR CONDITIONING (AC), FAN, HEATING & VENTILATING SYSTEM - Part 3
...
TS
aircondition
Lounge of AIR CONDITIONING (AC), FAN, HEATING & VENTILATING SYSTEM - Part 3


Thread ini merupakan kelanjutan dari thread sebelumnya yang berjudul HOME of AIR CONDITION (AC)yang telah melewati 11 parts.
Thread ini dibuat untuk menggabungkan pembahasan seputar penyejuk dan penghangat udara (AC), kipas angin, dan berbagai hal seputar tata udara. Atau lebih dikenal dengan istilah HVAC (heating, ventilating, and air conditioning).
Quote:
Quote:
General Rules:
Quote:
Disclaimer:
Quote:
Kaskuser dapat bertanya dan berkonsultasi khususnya mengenai AC rumahan (residental air conditioner). Untuk memudahkan mencari jawaban, mohon mencantumkan hal berikut saat bertanya:
Spoiler for Format Pertanyaan:
Dan sebelum bertanya, Kaskuser juga dapat membaca terlebih dahulu pengalaman langsung agan-agan yang telah membagikan pengalamannya terhadap AC yang digunakan di:
Kumpulan REVIEW AC (AIR CONDITIONER): Yang Mau Cari AC, Wajib Baca!
Quote:
cosmas2910 dan 26 lainnya memberi reputasi
27
145.1K
26.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Home Appliance
2.9KThread•9.5KAnggota
Tampilkan semua post
jayo256
#1771
Review AC Xiaomi Inverter Part 2
Ane mau review AC Xiaomi inverter 1 PK ASC-09W/N1C5-ID yang udah ane pake sekitar sebulanan. AC ini dipasang di kamar kos lantai 2 dengan ukuran kamar sekitar 3x2.75m yang kalau siang panasnya bisa nyentuh 33-36C. Pertimbangan beli AC ini adalah dia dengan bangganya menamai acnya dengan "Pro Eco 5-Star" yang sepertinya mereka sangat membanggakan acnya sangat hemat energi

kalau dilihat dari label hemat energinya dia emang punya nilai CSPF paling tinggi untuk 1 PK inverter di kelas harganya. Spek Watt bawahnya juga cukup bersahabat untuk kamar ane yang relatif kecil.

AC ini ane dapatkan dengan harga 4.499.000 alias 4.5 juta. Menariknya AC ini sudah datang dengan kabel indoor to power dan kabel indoor to outdoor sehingga ane tidak perlu beli kabel sama sekali, kabel indoor to outdoornya isi 4 dan ujungnya sudah di skun sehingga memudahkan pemasangan. AC juga sudah datang selang pembuangan sepanjang sekitar 2 meter sehingga ane kemarin hanya perlu beli pipa ac, duct tape, kepala stop kontak, dan karet dudukan outdoor.

Untuk build qualitynya lumayan ok, build quality plastik indoornya untuk harga segitu bukan yang paling bagus tapi masih lumayan. Builq quality besi outdoornya mirip sama kompetitornya, berat outdoornya standar. Evaporatornya sudah full coating, dicoating bluefin + Ubennya dicoating putih. Kondensornya juga sudah bluefin. Bodi Indoornya dibuat unibody, sayangnya ane kemarin belum berhasil nyopot bodi indoornya karena takut patah. Filternya diatas.



Outdoornya full DC, kipas outdoornya pakai motor BLDC Welling up to 37W yang lebih powerfull dibanding kompetitornya. Kompresornya pakai Highly. Sayangnya AC ini masih pakai kapiler biasa (berharapnya udah pakai EEV hahaha).



AC dipasang dengan pipa 0.6mm termurah di toko oren saat itu sepanjang 4 meter. Pipa pembuangan AC ini hanya bisa dari kanan sama persis seperti AC changhong. Ac divakum selama 30 menit.


Impresi ane untuk karakter dinginnya sedikit lebih lembut dibanding kompetitornya yang pakai vendor kompresor yang sama, dinginnya enggak yang nusuk banget tapi bukan yang anyep juga, lumayan nusuk aja dinginnya. untuk fiturnya sebenarnya termasuk banyak jika diaksesnya pake aplikasinya yang s
udah pernah ane bahas di Part 1. AC ini bisa terkoneksi dengan smartphone dan bisa 4 way swing. Untuk remotenya sendiri sayangnya enggak ada backlight layarnya namun tombolnya terbuat dari bahan fosfor sehingga kalau gelap masih bisa lumaya terlihat. Fitur yang bisa diakses lewat remote

Mode : untuk ganti mode
Fan speed : ada 7 level kecepatan + Turbo
Suhu + - : untuk mengatur suhu per 0.5C
Swing : bisa atas bawah dan kanan kiri dengan opsi nyala bergerak atau mati
Sleep : untuk pola dingin khusus saat tidur
Turbo : untuk kecepatan fan paling maksimum
Light : untuk matiin LED indikatornya
Low Watt : untuk limit daya dengan batasin arusnya (2A, 3A, dst)
Air Flow : shorcut arahin swingnya paling atas/bawah
Timer : untuk atur waktu matiin AC
Spesifikasi:
9.000 btu (2.130-11.000)
600 W (190-1.100W)
Pengetesan pakai Smartplug Tuya dan Xiaomi Smart Thermo Hygro.

Dinyalakan semalaman dari jam 8 malam sampai jam 6 pagi cukup hemat energi

Yang aneh adalah AC ini sering offset mendinginkan ruangannya apalagi kalau diatur suhunya lewat remote (bukan dari app) kayak si AC berusaha untuk enggak mematikan kompresor. Offset ini ane ceknya lewat appnya perbandingan antara suhu target dengan suhu yang dibaca thermis indoor. Posisi thermisnya pun tipikal AC China sehingga ada offset lagi dengan aktual suhu ruangan. Alhasil kalau siang ane cuma set suhu 27.5-29C aja karena kalau lebih kecil dari itu ane kedinginan (dibawah 25C aktual suhu ruangannya) dan boros juga jadinya. Karakter programmingnya mirip dengan inverter merk S jepang. Start awal kalau suhu ruangan dan luar panas dia bakal ngegas terus walau cuma set suhu 27-29C, alhasil pasti jepret buat kos ane yang listriknya cuma 4A. Makanya selalu ane set Low Watt di 3A.
AC ini lowest watt aktualnya yang terukur bisa sampai 129W sebelum kompresor mati dengan rata-rata di kisaran 130an Watt


Fannya juga bisa pelan banget + mode lembut (swing horizintalnya nutup) sehingga cocokbuat ane yang kamarnya emang kecil. Ketika kompresornya nyala lagi setelah kompresor mati hanya naik sangat sebentar ke 200an Watt abis itu stabil di 130-160an Watt lagi.
Beberapa kelebihan dan kekurangannya
Kelebihan
- Dinginnya cepat
- Bisa diatur via smartphone
- Bisa diatur per 0.5C
- Bisa swing kanan kiri + mode lembut
- Fitur banyak
- Hemat listrik untuk pemakaian malam hari
- Bisa running di 130an Watt
- Tampilan estetik
Kekurangan
- Suhu suka offset apalagi jika diatur lewat remote
- Suka bunyi tektek saat swing kanan kiri menutup untuk mode lembut
- Tidak ada Autorestart
- Buka bodi indoornya susah
Untuk harga yang ane bayarkan cukup worthed, kalau harga normal perlu mikir-mikir lagi. Kalau harga flashsale 5.5 besok mah worthed banget. Sekian semoga reviewnya membantu

kalau dilihat dari label hemat energinya dia emang punya nilai CSPF paling tinggi untuk 1 PK inverter di kelas harganya. Spek Watt bawahnya juga cukup bersahabat untuk kamar ane yang relatif kecil.

AC ini ane dapatkan dengan harga 4.499.000 alias 4.5 juta. Menariknya AC ini sudah datang dengan kabel indoor to power dan kabel indoor to outdoor sehingga ane tidak perlu beli kabel sama sekali, kabel indoor to outdoornya isi 4 dan ujungnya sudah di skun sehingga memudahkan pemasangan. AC juga sudah datang selang pembuangan sepanjang sekitar 2 meter sehingga ane kemarin hanya perlu beli pipa ac, duct tape, kepala stop kontak, dan karet dudukan outdoor.

Untuk build qualitynya lumayan ok, build quality plastik indoornya untuk harga segitu bukan yang paling bagus tapi masih lumayan. Builq quality besi outdoornya mirip sama kompetitornya, berat outdoornya standar. Evaporatornya sudah full coating, dicoating bluefin + Ubennya dicoating putih. Kondensornya juga sudah bluefin. Bodi Indoornya dibuat unibody, sayangnya ane kemarin belum berhasil nyopot bodi indoornya karena takut patah. Filternya diatas.



Outdoornya full DC, kipas outdoornya pakai motor BLDC Welling up to 37W yang lebih powerfull dibanding kompetitornya. Kompresornya pakai Highly. Sayangnya AC ini masih pakai kapiler biasa (berharapnya udah pakai EEV hahaha).



AC dipasang dengan pipa 0.6mm termurah di toko oren saat itu sepanjang 4 meter. Pipa pembuangan AC ini hanya bisa dari kanan sama persis seperti AC changhong. Ac divakum selama 30 menit.


Impresi ane untuk karakter dinginnya sedikit lebih lembut dibanding kompetitornya yang pakai vendor kompresor yang sama, dinginnya enggak yang nusuk banget tapi bukan yang anyep juga, lumayan nusuk aja dinginnya. untuk fiturnya sebenarnya termasuk banyak jika diaksesnya pake aplikasinya yang s
udah pernah ane bahas di Part 1. AC ini bisa terkoneksi dengan smartphone dan bisa 4 way swing. Untuk remotenya sendiri sayangnya enggak ada backlight layarnya namun tombolnya terbuat dari bahan fosfor sehingga kalau gelap masih bisa lumaya terlihat. Fitur yang bisa diakses lewat remote
Mode : untuk ganti mode
Fan speed : ada 7 level kecepatan + Turbo
Suhu + - : untuk mengatur suhu per 0.5C
Swing : bisa atas bawah dan kanan kiri dengan opsi nyala bergerak atau mati
Sleep : untuk pola dingin khusus saat tidur
Turbo : untuk kecepatan fan paling maksimum
Light : untuk matiin LED indikatornya
Low Watt : untuk limit daya dengan batasin arusnya (2A, 3A, dst)
Air Flow : shorcut arahin swingnya paling atas/bawah
Timer : untuk atur waktu matiin AC
Spesifikasi:
9.000 btu (2.130-11.000)
600 W (190-1.100W)
Pengetesan pakai Smartplug Tuya dan Xiaomi Smart Thermo Hygro.

Dinyalakan semalaman dari jam 8 malam sampai jam 6 pagi cukup hemat energi

Yang aneh adalah AC ini sering offset mendinginkan ruangannya apalagi kalau diatur suhunya lewat remote (bukan dari app) kayak si AC berusaha untuk enggak mematikan kompresor. Offset ini ane ceknya lewat appnya perbandingan antara suhu target dengan suhu yang dibaca thermis indoor. Posisi thermisnya pun tipikal AC China sehingga ada offset lagi dengan aktual suhu ruangan. Alhasil kalau siang ane cuma set suhu 27.5-29C aja karena kalau lebih kecil dari itu ane kedinginan (dibawah 25C aktual suhu ruangannya) dan boros juga jadinya. Karakter programmingnya mirip dengan inverter merk S jepang. Start awal kalau suhu ruangan dan luar panas dia bakal ngegas terus walau cuma set suhu 27-29C, alhasil pasti jepret buat kos ane yang listriknya cuma 4A. Makanya selalu ane set Low Watt di 3A.
AC ini lowest watt aktualnya yang terukur bisa sampai 129W sebelum kompresor mati dengan rata-rata di kisaran 130an Watt


Fannya juga bisa pelan banget + mode lembut (swing horizintalnya nutup) sehingga cocokbuat ane yang kamarnya emang kecil. Ketika kompresornya nyala lagi setelah kompresor mati hanya naik sangat sebentar ke 200an Watt abis itu stabil di 130-160an Watt lagi.
Beberapa kelebihan dan kekurangannya
Kelebihan
- Dinginnya cepat
- Bisa diatur via smartphone
- Bisa diatur per 0.5C
- Bisa swing kanan kiri + mode lembut
- Fitur banyak
- Hemat listrik untuk pemakaian malam hari
- Bisa running di 130an Watt
- Tampilan estetik
Kekurangan
- Suhu suka offset apalagi jika diatur lewat remote
- Suka bunyi tektek saat swing kanan kiri menutup untuk mode lembut
- Tidak ada Autorestart
- Buka bodi indoornya susah
Untuk harga yang ane bayarkan cukup worthed, kalau harga normal perlu mikir-mikir lagi. Kalau harga flashsale 5.5 besok mah worthed banget. Sekian semoga reviewnya membantu
Diubah oleh jayo256 04-05-2025 19:56
yohaneskrl dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Tutup