Kaskus

Story

aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
Satu Kelas Dengan Dia
Horror, Romance

Satu Kelas Dengan Dia

Quote:


PROLOG


Bagas tak sengaja menjadi indigo karena insiden tenggelam di kolam empang yang berair kotor saat masih berumur 3 tahun yang membuat jiwanya terbawa ke alam gaib dan mendapat kemapuan bisa melihat makhuk tak kasat mata meski tidak sekaligus dan berangsur angsur lama hingga dia bertemu dengan sosok di sekolah nya yang membuat dirinya menyadari memiliki kemampuan dan mendapatkan sebuah tanggung jawab besar dalam hidupnya




Quote:


Spoiler for Jangan di Buka:


Quote:
Diubah oleh aguzblackrx 21-09-2024 09:52
viper990Avatar border
qiem.tamvanAvatar border
dwi.haryana.982Avatar border
dwi.haryana.982 dan 28 lainnya memberi reputasi
27
30.8K
1.6K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
aguzblackrxAvatar border
TS
aguzblackrx
#426
DENDAM
PART 65

DENDAM

Sang dukun kini mati mengenaskan, matanya mendelik ke arah dimana senjata itu datang. Sebuah panah menancap di pelipis dan temus di kepala . darah segar mengucur begitu deras. ki wongso sang dukun akhirnya tewas seketika.

Saat ku tengok ke arah barat , aku terkejut dengan apa yang ku lihat, ternyata mereka adalah dua orang yang sudah ku kenal , sudah lama dan kini bertemu kembali. Mereka berjarak 20 meter dari arah barat

“Hesty ....?” gumam ku

Sebuah senjata berupa busur yang sudah melepaskan anak panahnya masih mengarah ke sini. yang dia arahkan seorang diri , mengapa hesty bisa melakukannya?

Hesty nampak bersikap dingin, tanpa ekpresi apapun. Mata kami saling bertemu satu sama lain namun aku merasakan ada sebuah kemarahan yang ada di balik matanya.

Sedangkan seperti biasa jaka wardhana sang jin penjaganya ada disampingnya dan tersenyum tipis, meski malam hari seolah semua terang karena cahaya bulan dan lampu obor diluar rumah dukun cukup menerangi.

Hesty menurunkan busurnya setelah di lepaskan itu, dia yang masih berwajah dingin hanya berdiri ke arah ku. Sementara itu suara lolongan sang naga dari kejauhan seolah tahu majikannya telah mati.

Anna dan rani kemudian terbang dengan perubahan ke arah bentuk seperti biasanya, pakaian khas kerajaan bercorak hijau dan biru beserta selendangnya.

“hesty... kenapa? “ kata ku pada nya seraya mendekat

Lalu jaka warhana menghalau ku dengan berada di depan hesty dan mengarahkan lima jarinya ke arah ku.

“ Tuan putri sudah tidak sudi berbiacara padamu lagi” ucap jaka warhana dengan senym kecutnya

Aku tersulut mundur, karena aku tahu jaka wardhana bisa saja melakukan serangan.

“tidak, pasti kau yang menghasutnya , jaka wardhana?” tanya ku dengan suara parau

“silahkan, tanya sendiri pada tuan putri” balas jaka dengan mengangkat kedua bahunya

Mata ku mencoba mengambil perhatian terhadap wajah hesty yang sangat dingin, datar tanpa ekspresi.

“Benarkah itu hesty? Jawab aku “ tanya ku

Hesty tidak menjawab sepatah kata pun malah  membuang muka dan melipat kedua tangannya sedangkan senjatanya tiba tiba lompat dari tangannya lalu menghilang.

Bagaimana bisa hesty menguasai kanuragan yang begitu hebat itu ucap ku dalam hati.

Tiba tiba keluar suara dari mulut hesty.

“Jaka , kita pulang, sudah aman” ucap hesty

Aku heran dengan ucapan terakhir yang hesty bicarakan. Pasti ada sesuatu yang mungkin disembunyikan oleh mereka.

Jaka wardhana membalikan badan dan memberikan hormat pada hesty seperti seorang putri keraton.

“baik, tuan putri”

Lalu mereka tidak menghiraukan ku lagi. Mereka berlalu berjalan meninggalkan ku.

Tak ingin melepaskan kesempatan ini aku segera berlari mengikutinya sambil berteriak.

“hesty ....tunggu, beritahu aku sesuatu. Kita bisa bicara kan?” ucap ku berteriak

Namun hesty tidak bergeming, langkahnya terus berjalan, namun perlahan mereka seolah berlari namun terlihat berjalan

“ku mohon  berhentilah“ ucap ku lagi

Akan tetapi usaha ku sia-sia, hesty dan jaka warhana hilang dibalik gelap malam. Akupun pasrah dan berhenti mengejar mereka.

Sementara itu sang naga yang tadi sedang bertarung dengan anna dan rani kini seperti sadar, dia terbang mendekati majikannya yang sudah mati mengenaskan.

Sang naga berputar putar mengitari jenazah majikannya seolah tidak percaya bahwa majikannya telah mati.

Lalu sang naga menatap kepada ku, dan juga rani dan anna dengan tatapan bengis penuh kemarahan. Matanya merah menyala dengan gigi gigi tajam yang saling bergemeretak dengan suara geramaan.

ROOOOARRRRRRRRRRR

Sang naga mengeluarkan suara amarahnya sambil menghadap ke langit. Mulutnya terbuka lebar dengan diselingi kilatan cahaya guntur.

Darr darrr darrrr

Suasana berubah menjadi mencekam, lalu sang naga kembali menatap ke arah kami dengan penuh amarah.

Anna dan rani  sudah siap dengan perlindungan dengan menghalangiku oleh tubuhnya serta senjata pedang cahaya yang mereka pegang satu sama lain. Begitu pula pedang yang telah aku pegang dipersiapkan manakala jika ada serangan.

Perlahan langkah kami mundur mana kala sang naga yang berukuran batang pohon kelapa dan panjang sekitar 20 meter terbang di atas tanah.

“Kalian, membunuh orang yang salah” ucap sang naga dengan suara yang parau dan menakutkan

“aku tidak membunuhnya, tapi ...”

“lalu siapa?” bentak sang naga

Secepat kilat sang naga mencoba menyerangku ,namun dengan sigap anna dan rani menghalau dengan periasi cahaya.

Sang naga terbang setelah dihalau. Anna dan ranni melompat ke belakang. Sedangkan aku berjalan mundur. Keduanya bersiap melakukan penyerangan.

“entahlah,  bukan aku” ucap ku membela

“bohong, “ bentak sang naga

“lihat senjata itu, aku tidak memiliki panah itu” ucap ku menjelaskan.

Sang naga nampak memperhatikan baik baik senjata itu. Lalu mendekati jasad si dukun, kemudian dia mengendus batas anak panah itu.  menicum bau dari  anak panah itu , dan mencocokanya dengan bau tubuhku.

“Kau benar anak muda, namun cepat katakan siapa yang melakukannya?” desak sang naga

Aku terdiam dengan bimbang karena pada kenyataanya pelakunya adalah hesty namun ku balas hanya menggeleng gelengkan kepala sebagai jawaban.

Lalu rani mendekati sang naga itu

“wahai naga, kau kini tak bertuan lagi, apa kau masih ingin bertarung dengan kami, sedangkan kami bisa saja membinasakan mu, akan tetapi kau adalah masih pengikut kerajaan laut utara?” ucap ranni

“tidak , aku harus membunuh siapa yang menjadi pembunuh majikan ku, itulah takdir yang harus aku jalani. Baru aku akan terbebas dari sumpah setia ini” jawab sang naga

Mendengar ucapan sang naga, aku khawatir karena yang membunuh majikannya adalah hesty. Bagaimana bisa hesty harus mati terrlebih dahulu baru dia akan terbebas.

Kondisi seperti ini akan membahayakan nyawa hesty. Belum tentu jaka wardhana adalah lawan sepadan dengan naga ini. Anna dan ranni saja berdua terlihat kewalahan melawannya.

“apa kau akan mencarinya?” tanya ku

“ya, aku akan memburunya?”  jawab sang naga

Sepertinya sang naga sangat serius ingin membunuh pada pembunuh majikannya itu.

“Aku tidak tahu, yang ku tahu ada serangan dari luar ketika kami bertarung” ucap ku menjelaskan

“cepat atau lambat aku pasti akan menemukannya. Namun aku akan bersemedi dulu di kawah gunung salak, untuk memulihkan luka ku ini” ucap sang naga

“silahkan, namun jangan tunjukan muka mu lagi “ ucap ranni

Aku melirik ke arah anna, dengan wajah khawatir apa yang akan terjadi ke depannya.

“Anna, bagaimana ini” tanya ku

“tenanglah , kakang” balas anna

Lalu tiba tiba tanah bergetar hebat dan terbelah , sang naga mendekati majikannya yang sudah tak bernyawa itu kemudian mengigitnya dengan mulutnya, kemudian sang naga pergi masuk ke dalam perut bumi, dan membawa jenazah tuannya pergi.

“Syukurlah .....” ucap ku

“kakang, apa yang kau khwatirkan?” tanya anna

Namun aku pun menggeleng gelengkan kepala.

“tidak ada, anna. Kita pulang saja”

“Baik, Raden” ucap rani

“baik, kakang” ucap anna

Setelah itu kami pun pulang menuju rumah melalui lubang portal jalan menuju antar dimensi yang dibuka oleh Rani.

Waktu sudah menunjukan pukul 2  kami tiba di rumah tepatnya di kamar ku. Di atas kasur sudah ada adik ku yang tidur pulas dengan HP yang masih menyala di tangannya.

Aku nya bisa menggeleng gelengkan kepala saja, tiap hari kelakuan adik ku bermain game hingga larut malam.

aku tidak ingin bicara  apapun dengan anna dan ranni. Tubuh ku sudah merasa letih dan ingin tidur secepat mungkin.

“Aku tidur dulu yah” ucap ku singkat

Anna dan ranni menggerakan kepalanya tanda paham. Akupun tertidur lelap tanpa terasa.

Ke esokan harinya

Aku sepeti biasa siap bersiap berangkat sekolah , Anna dan Ranni seperti biasa sudah duduk di meja belajar ku.

Adik ku yang tak melihat mereka hanya memakai baju dan langsung berangkat duluan. Dia pergi mangambil kunci motor dan pamitan pada ibu. Aku yang masih di kamar masih memakai pakaian karena beres mandi, namun aku masih memikirkan ucapan hesty dan juga dendam dari sang naga.

“Kakang, apa yang sedang kau fikirkan?” tanya anna

“aku banyak memikirkan hal hal yang aneh dengan semalam”

“apa itu kakang?”

“hesty, dia datang secara tiba tiba dan membunuh sang dukun?” jawab ku menjelaskan masalah yang aku fikirkan

“apa ? hesty? Gadis itu yang membunuh dukun itu? Bagus kan? Jadi kakang tidak berdosa atas kematian dukun itu?”

“cukup .....!” ucap ku membentak.

Anna dan rani terkejut dan memandang satu sama lain.

“bukan itu masalahnya, tapi bagaimana tidak sang naga akan menutut balas terhadap hesty”

Anna berdiri dari posisi duduknya lalu mendekatiku dan merapatkan kedua tangannya, sedangkan kakaknya ikut merapatkan tangannya.

“ampun kakang, bukan maksud ku ....” ucap anna terpotong

“Sudahlah, tidak usah dipikirkan tapi bantu aku agar hesty tetap selamat” ucap ku meminta pada anna dan juga rani sambil memegang pundah anna dan rani yang putih bersih.

Anna dan rani merapatkan kedua tangannya dan diangkat sejajar keningnya.

“Baiklah kakang, kami akan membantunya. Prioritas kami adalah keselamatan kakang”

Dengan sikap anna dan rani seperti itu aku merasa senang dan bangga.

“terima kasih, anna dan juga rani. Kalian adalah keluarga ku . terima kasih sudah mau membantu ku” ucap ku lalu mendekap mereka berdua.

DI SEKOLAH

Seperti biasa motor bebek ku yang lambat memasuki gerbang sekolah lalu memasuki aera parkir motor yang berada dibawah rimbunnya pohon beringin.

“Oi.... Gas...” ucap seseorang dari belakang

“eri ....?”

Eri berlari dari arah kelas

“bro, udah dapat berita bagus gak hari ini?” tanya eri

“berita apaan ? , ada kebakaran?” tanya ku balik

“kebakaran, berita buruk itu ....” ucap eri menyolot

aku tertawa cengengesan 

“ye, to the point aja , Er , gw lagi mumet nih” ucap ku sambil garuk garuk kepala

“kebiasaan, belum sarapan kadal gunung sih , makanya kurang nyambung lu , Gas “ ledek eri

“alah... bertele tele, apa sih” tanya ku penasaran

Eri menatap ku dengan senyum mengerikan yang khas dari bibirnya, hidung dengan lubang menganga ciri bahwa dia memiliki sesuatu yang besar.

“ikut gw, ....”

“kemana, ?”

“ayo, ikut “ ucap eri sambil menarik kerah baju ku

Kami berjalan menuju lorong sekolah yang mengarah pada kantin, aku kira eri akan memberi kejutan dengan mentraktirku, memang aku belum sarapan.

Sampai tiba di kantin, warung bakso bi isah aku terkejut .

"taraa ............." kata eri

“ ehh......” ekspresi ku

(bersambung)


Diubah oleh aguzblackrx 29-04-2025 16:07
f4r1ds
hendrap77
kulipriok
kulipriok dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.