- Beranda
- Liga Inggris
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2024/25 - Endings and Beginnings «
...
TS
viniest
» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2024/25 - Endings and Beginnings «
![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2024/25 - Endings and Beginnings «](https://dl.kaskus.id/farm6.staticflickr.com/5473/10183537524_6853e895b8_o.png)
Quote:
Quote:
thebloez dan 30 lainnya memberi reputasi
25
191.4K
6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Liga Inggris
3.5KThread•14.8KAnggota
Tampilkan semua post
Flasharpoon
#1363
■ ULASAN PERTANDINGAN ■
■ BLUNDER DI MATCH PENTING AKHIRNYA LIVERPOOL DI HUKUM DENGAN KEKALAHAN YANG BURUK ■
Sistem permainan yang bagus diawal setelah kick off dan diwarnai dengan harapan yang indah saat Mac Allister mencetak gol dengan cara yang tak kalah indah, akhirnya tersapu mendung yang murung karena empat pemain lini belakang secara serentak melakukan blunder dengan kesalahan elementer yang berdampak massif berbuah 3 gol Fulham dalam waktu 14 menit dan Liverpool pun tersungkur kalah, walau sama sekali tidak mengganggu race menuju Juara.
Mengubah pola permainan yang cepat dan lebih pragmatis memang memperbaiki penampilan Liverpool di babak kedua tetapi hanya menghasilkan satu gol tambahan dan itu tak cukup menambal kekalahan yang mengesalkan. Sebuah perjalanan yang sama sekali tidak mengubah peta peluang bagi Liverpool untuk juara tetapi kekalahan atas Fulham ini bisa mengganggu dan mencederai kekuatan mental Liverpool.
Defensive system Liverpool tiba-tiba menjadi berantakan dengan kesalahan elementer Konate dan Van Dijk serta juga Robertson serta Jones yang sesungguhnya di awal laga bermain bagus. Tetapi 3 gol Fulham murni kesalahan lini belakang secara keseluruhan. Van Dijk mungkin menjadi yang paling di sorot karena dia sesungguh menjadi penanggung jawab berjalannya sistem.
Fulham dengan bermain lebih disiplin dan pergerakan pemain yang lebih rapi antara ruang dan bola. Pola patron antara kekuatan lini tengah dan dua sayap mereka dalam satu mata rantai yang utuh menunjukkan fakta mereka selalu memenangkan duel memaksa lini belakang Liverpool terperangkap dalam kesalahan-kesalahan yang mengerikan karena langsung secara nyata dihukum dengan tiga gol beruntun dalam waktu hahya 14 menit saja.
Arne mungkin akan sangat lama mengingat momen kelam malam ini. Tidak ada satu alasanpun yang bisa dikemukakan oleh Van Dijk atau siapapun atas blunder malam tadi. Tetapi mereka tetap manusia biasa yang bisa merasakan tekanan. Dan itu dalam waktu tertentu bisa menghilangkan kekuatan sejati yang mereka miliki.
Babak kedua Arne berusaha maksimal untuk memperbaiki buruknya babak pertama, cukup berhasil dengan bermain lebih cepat dalam eksekusi bola maupun pergerakan pemain. Dengan pola 4-2-4 dan bisa berubah menjadi 6 pemain menyerang saat transisi setelah memenangkan bola, memang memaksa Fulham bertahan.
Konate ditarik keluar, dan memaksa Gravenberch menjadi CB mendampingi Van Dijk. Diaz memperkecil kekalahan dengan kecepatan pergerakan antara Bradley dan Diaz. Dan pola itu terus menerus diulang bahkan saat Chiesa juga dimasukkan untuk menyerang dari lini kedua. Tetapi hasil akhir tetap kalah 3-2 dari tuan rumah Fulham.
Kekalahan ini memang mengesalkan dan menyakitkan di tengah kampanye untuk meraih juara bagi Liverpool. Perjalanan yang menjadi sedikit melamban memang bukan untuk menutup jalan tetapi evaluasi cerdas perlu dilakukan untuk terhindar dari kesalahan berulang di match-match selanjutnya.
Secara matematis, jalan Liverpool menuju tangga juara masih sangat mutlak. Apalagi secara riil ini bukanlah pekan yang menyenangkan bagi semua tim di 5 besar. Karena semua tim 5 besar pekan ini tak ada yang meraih kemenangan. Bahkan, Opta Analyts, lembaga data paling dipercaya di sepakbola Inggris tetap memperhitungkan bahwa peluang juara Liverpool masih sama di angka 99% setelah kalah dari Fulham.
Tapi rasa kesal pasti menyelimuti perasaan kita, menyaksikan kekalahan karena kesalahan elementer pemain dan dihukum dengan 3 gol yang buruk adalah pemandangan mata yang pasti menyesakkan rasa dan mempengaruhi cuaca hati. Tetapi kita harus yakin sebagaimana pernyataan Mac Allister seusai match bahwa : "Kami akan kembali menjadi kuat di pertandingan-pertandingan selanjutnya".
Percaya, tak ada pintu pada jalur juara bagi Liverpool yang tertutup, karena perbedaan 11 poin masih sangat aman dalam perhitungan taktis sepakbola. Liverpool sama sekali tidak keluar dari jalur juara.
Semoga semua tetap semangat.
#YNWA 🥰❤️
#KoezHL
#Pekalongan7Apr25
#Syawalan
■ BLUNDER DI MATCH PENTING AKHIRNYA LIVERPOOL DI HUKUM DENGAN KEKALAHAN YANG BURUK ■
Sistem permainan yang bagus diawal setelah kick off dan diwarnai dengan harapan yang indah saat Mac Allister mencetak gol dengan cara yang tak kalah indah, akhirnya tersapu mendung yang murung karena empat pemain lini belakang secara serentak melakukan blunder dengan kesalahan elementer yang berdampak massif berbuah 3 gol Fulham dalam waktu 14 menit dan Liverpool pun tersungkur kalah, walau sama sekali tidak mengganggu race menuju Juara.
Mengubah pola permainan yang cepat dan lebih pragmatis memang memperbaiki penampilan Liverpool di babak kedua tetapi hanya menghasilkan satu gol tambahan dan itu tak cukup menambal kekalahan yang mengesalkan. Sebuah perjalanan yang sama sekali tidak mengubah peta peluang bagi Liverpool untuk juara tetapi kekalahan atas Fulham ini bisa mengganggu dan mencederai kekuatan mental Liverpool.
Defensive system Liverpool tiba-tiba menjadi berantakan dengan kesalahan elementer Konate dan Van Dijk serta juga Robertson serta Jones yang sesungguhnya di awal laga bermain bagus. Tetapi 3 gol Fulham murni kesalahan lini belakang secara keseluruhan. Van Dijk mungkin menjadi yang paling di sorot karena dia sesungguh menjadi penanggung jawab berjalannya sistem.
Fulham dengan bermain lebih disiplin dan pergerakan pemain yang lebih rapi antara ruang dan bola. Pola patron antara kekuatan lini tengah dan dua sayap mereka dalam satu mata rantai yang utuh menunjukkan fakta mereka selalu memenangkan duel memaksa lini belakang Liverpool terperangkap dalam kesalahan-kesalahan yang mengerikan karena langsung secara nyata dihukum dengan tiga gol beruntun dalam waktu hahya 14 menit saja.
Arne mungkin akan sangat lama mengingat momen kelam malam ini. Tidak ada satu alasanpun yang bisa dikemukakan oleh Van Dijk atau siapapun atas blunder malam tadi. Tetapi mereka tetap manusia biasa yang bisa merasakan tekanan. Dan itu dalam waktu tertentu bisa menghilangkan kekuatan sejati yang mereka miliki.
Babak kedua Arne berusaha maksimal untuk memperbaiki buruknya babak pertama, cukup berhasil dengan bermain lebih cepat dalam eksekusi bola maupun pergerakan pemain. Dengan pola 4-2-4 dan bisa berubah menjadi 6 pemain menyerang saat transisi setelah memenangkan bola, memang memaksa Fulham bertahan.
Konate ditarik keluar, dan memaksa Gravenberch menjadi CB mendampingi Van Dijk. Diaz memperkecil kekalahan dengan kecepatan pergerakan antara Bradley dan Diaz. Dan pola itu terus menerus diulang bahkan saat Chiesa juga dimasukkan untuk menyerang dari lini kedua. Tetapi hasil akhir tetap kalah 3-2 dari tuan rumah Fulham.
Kekalahan ini memang mengesalkan dan menyakitkan di tengah kampanye untuk meraih juara bagi Liverpool. Perjalanan yang menjadi sedikit melamban memang bukan untuk menutup jalan tetapi evaluasi cerdas perlu dilakukan untuk terhindar dari kesalahan berulang di match-match selanjutnya.
Secara matematis, jalan Liverpool menuju tangga juara masih sangat mutlak. Apalagi secara riil ini bukanlah pekan yang menyenangkan bagi semua tim di 5 besar. Karena semua tim 5 besar pekan ini tak ada yang meraih kemenangan. Bahkan, Opta Analyts, lembaga data paling dipercaya di sepakbola Inggris tetap memperhitungkan bahwa peluang juara Liverpool masih sama di angka 99% setelah kalah dari Fulham.
Tapi rasa kesal pasti menyelimuti perasaan kita, menyaksikan kekalahan karena kesalahan elementer pemain dan dihukum dengan 3 gol yang buruk adalah pemandangan mata yang pasti menyesakkan rasa dan mempengaruhi cuaca hati. Tetapi kita harus yakin sebagaimana pernyataan Mac Allister seusai match bahwa : "Kami akan kembali menjadi kuat di pertandingan-pertandingan selanjutnya".
Percaya, tak ada pintu pada jalur juara bagi Liverpool yang tertutup, karena perbedaan 11 poin masih sangat aman dalam perhitungan taktis sepakbola. Liverpool sama sekali tidak keluar dari jalur juara.
Semoga semua tetap semangat.
#YNWA 🥰❤️
#KoezHL
#Pekalongan7Apr25
#Syawalan
sentinel07 memberi reputasi
1
Tutup
![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2024/25 - Endings and Beginnings «](https://dl.kaskus.id/farm9.staticflickr.com/8413/10183625004_80e70c9c0f_o.gif)

![» [L4US] Liverpool Forum Kaskus - Season 2024/25 - Endings and Beginnings «](https://dl.kaskus.id/farm4.staticflickr.com/3781/10183788246_bdaf3ba10f_o.gif)
:

