- Beranda
- The Lounge
Mengapa Orang Kaya Tidak Pernah Puas?
...
TS
radityase09
Mengapa Orang Kaya Tidak Pernah Puas?
Pernah terbesit pertanyaan tersebut? Pastinya pernah ya. Apalagi kalau melihat kasus korupsi negara ini yang tidak ada habisnya.
Saya selalu bertanya-tanya, mengapa yang kaya tidak pernah merasa cukup? Mengapa ingin lebih dan lebih? Padahal kalau dipikir-pikir kebutuhan manusia yang utama hanya sandang, pangan, dan sosial.
Dan akhirnya pertanyaan saya dijawab oleh infografik menarik dari akun instagram Zeniuseducation. Yang tertarik dengan informasinya, bisa klik link ini.
Dan saya sangat setuju dengan penjelasan tersebut. Bahwasanya ada korelasi positif antara kekayaan dan kebahagiaan, dimana semakin kaya diri kita maka semakin bahagia pula yang kita rasakan. Hanya saja, sama dengan banyak hal lainnya, apapun yang terlalu tidak selalu baik. Ada kalanya grafik tersebut akan menemukan titik jenuh, dimana peningkatan rasa bahagia yang kita rasakan setelah melewati titik tersebut tidak sebanyak sebelumnya.
Sehingga ketika kita hanya memiliki uang 50 ribu di dompet dan tiba-tiba ada orang lain membayar hutang ke kita 100 ribu, kita merasakan euphoria yang luar biasa. Seolah-olah Tuhan dan seluruh alam semesta berpihak pada kita.
Tapi ketika kita punya saldo 100 juta di bank dan mendapat uang 100 ribu, apa yang kita rasakan? Mungkin kita hanya berpikir, oohhh 100 ribu, okelah. Atau bahkan jika kita sudah kena penyakit sombong dapat uang segitu seperti tidak ada artinya.
Lalu bayangkan orang-orang yang punya uang lebih dari itu, lalu lebih dan lebih lagi, apa yang mereka rasakan ketika mendapat uang dengan nominal yang sama dengan kita, akan sangat berbeda dengan apa yang kita rasakan. Karena kenaikan kebahagiaan yang mereka rasakan sangat sedikit. Sehingga untuk merasakan rasa kebahagiaan yang sama, mereka butuh uang yang jauh lebih besar.
Bagaimana cara paling cepat mendapatkan uang tersebut? Korupsi.
Sehingga mereka korupsi bukan karena kebutuhan, tapi hanya untuk memenuhi rasa haus akan kebahagiaan yang sesaat.
Jadi pelajaran yang perlu diambil? Titik kebahagiaan yang paling tinggi adalah rasa syukur.
Ketika uangmu sudah tidak lagi memberimu kebahagiaan, maka rasa syukurmu yang akan menjadi jalan penyelamat.
Diubah oleh radityase09 06-03-2025 16:35
asmanemila dan 4 lainnya memberi reputasi
5
613
32
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.2KAnggota
Tampilkan semua post
andreanggah79
#15
hehehehehehe....maksudnya mungkin kenapa para pejabat ga pernah puas padahal sudah cukup dan kaya tapi tetap korup gituh kali ya???
Mari kita bahas dengan pengalaman saya.
Saya angkatan reformasi saat kuliah di kampus terbaik di Indonesia. Pada saat reformasi saya ikut demo dan salah satu kawan baik saya menjadi ketua koordinator reformasi. Orangnya dari SMA terbaik di Indonesia, terpintar, teridealis di angkatan saya. Lulus kuliah cum laude langsung masuk ke salah satu Instansi terbasah.
Saat awal masih kerja kawan saya ini masih idealis ingin merubah instansi ini menjadi instansi yang bersih. Sungguh niat yang sangat suci.
Suatu waktu kami ngobrol2 pada saat dia sudah menikah (1.5 tahun kerja). Dia cerita dengan nada yang lirih. "setiap bulan di mejaku ada amplop berisi uang yang cukup besar". "Awalnya Aku kaget dan malu, ini uang apa?kata atasannya dari proyek yang kamu kerjakan." Waaaahh uang haram". Tidak bisa diterima. Tapi aku ga enak untuk mengembalikan ke atasanku". Akhirnya aku simpan di lemari aku. "Sebulan dua bulan datang terus sampai bertumpuk"
"Sampai suatu waktu istriku hamil butuh uang lebih untuk operasi". Aku bingung mau minjam aku malu. Akhirnya aku melihat tumpukan uang diamplop di lemariku. "Akhirnya kugunakan". Satu bulan dua bulan tiga bulan berikutnya aku gunakan terus amplop yang datang.
"Satu waktu tidak ada amplop yang datang". aku bingung dan menanyakan ke atasanku. Katanya proyek lagi kosong sementara ada pengintaian.
Dan makan uang korupsi itu menjadi hal yang biasa
SUNGGUH HEBAT SYSTEM KORUPSI DI NEGERI KITA INI. Merubah anak terbaik bangsa menjadi bagian dari system tersebut.
dan sekarang kawan baik saya ini sudah menjadi PEJABAT TINGGI di Instansi tersebut.
Mari kita bahas dengan pengalaman saya.
Saya angkatan reformasi saat kuliah di kampus terbaik di Indonesia. Pada saat reformasi saya ikut demo dan salah satu kawan baik saya menjadi ketua koordinator reformasi. Orangnya dari SMA terbaik di Indonesia, terpintar, teridealis di angkatan saya. Lulus kuliah cum laude langsung masuk ke salah satu Instansi terbasah.
Saat awal masih kerja kawan saya ini masih idealis ingin merubah instansi ini menjadi instansi yang bersih. Sungguh niat yang sangat suci.
Suatu waktu kami ngobrol2 pada saat dia sudah menikah (1.5 tahun kerja). Dia cerita dengan nada yang lirih. "setiap bulan di mejaku ada amplop berisi uang yang cukup besar". "Awalnya Aku kaget dan malu, ini uang apa?kata atasannya dari proyek yang kamu kerjakan." Waaaahh uang haram". Tidak bisa diterima. Tapi aku ga enak untuk mengembalikan ke atasanku". Akhirnya aku simpan di lemari aku. "Sebulan dua bulan datang terus sampai bertumpuk"
"Sampai suatu waktu istriku hamil butuh uang lebih untuk operasi". Aku bingung mau minjam aku malu. Akhirnya aku melihat tumpukan uang diamplop di lemariku. "Akhirnya kugunakan". Satu bulan dua bulan tiga bulan berikutnya aku gunakan terus amplop yang datang.
"Satu waktu tidak ada amplop yang datang". aku bingung dan menanyakan ke atasanku. Katanya proyek lagi kosong sementara ada pengintaian.
Dan makan uang korupsi itu menjadi hal yang biasa
SUNGGUH HEBAT SYSTEM KORUPSI DI NEGERI KITA INI. Merubah anak terbaik bangsa menjadi bagian dari system tersebut.
dan sekarang kawan baik saya ini sudah menjadi PEJABAT TINGGI di Instansi tersebut.
qavir memberi reputasi
1
Tutup