- Beranda
- Heart to Heart
Pria Tak Bercerita, Tapi Curhat di SFTH
...
TS
Mr. Popo
Pria Tak Bercerita, Tapi Curhat di SFTH
Sudah lama ngaskus dari jaman 2009, eh sudah 16 tahun aja ya...
pertama bikin akun Kaskus karena dulu tahun 2009 masih suka ke FJB buat jual beli komputer dan laptop. Sampai pensiun di FJB tahun 2015, pas udh punya anak kedua.
Sekarang pengen cerita kehidupan ane dari sekitar tahun 2007/2008 sampai saat ini.
Mohon izin buat momod dan mimin, saya vakum ngaskus 6 tahunan, banyak rules yang mungkin saya khilaf atau lupa, mohon diingatkan kalau ada yang melenceng, plis diingatkan dulu, jangan langsung delete ya. Makasih.
Jogjakarta, medio 2007
Perkenalkan sebut saja saya Mr. Popo. Saya saat itu lagi kuliah semester akhir di PTN "Kota Gudeg". Saya punya pacar, sebut saja "F", dia ini teman kuliah saya, satu kelompok ospek. Ketika ospek dia sebenarnya udah punya pacar, tapi beda agama, pacaran dari lulus SMP sampai sekitar tahun 2005. Putus pacaran gara-gara cowoknya ketahuan pacaran sama cewe lain dan "ngamar" di hotel. Si "F" sendiri yang cerita ke ane ketika kami sudah berpacaran di tahun 2005.
Pada tahun 2007 "F" lulus duluan, sedangkan saya masih harus KKN karen ane ada cuti semester gara2 ribut dgn ortu ga direstui pacaran dengan "F". Ane harus cuti semester karena saya menolak pulang untuk ambil uang bayar semesteran. Akhirnya ane semester selanjutnya bisa lanjut kuliah sampai KKN di akhir semester genap 2008. Ketika di titik ini ane galau, "F" dapat beasiswa S2 ke Universitas di Jabodetabek yang terkenal mahal itu. Duh kuliah belum kelar, ditinggal pacar. Sedih rasanya, F juga sedih. Ane nekat kelar KKN ga lanjut skripsi karena F juga sempet sakit dan dirawat di RS karena "homesick". Dia sempet ngamuk ga mau lanjut kuliah lagi, ane yang saat itu masih KKN di telponin terus gara-gara F merasa kesepian butuh temen. Akhirnya kelar KKN ane kabur dari kuliah dan ortu merantau ke Jakarta. berbekal ilmu IT otodidak dan gelar Diploma 3 ane nekat berangkat ke Jakarta, dengan misi utama temani F sampai lulus kuliah S2.
"Update" part ini
Sebenarnya ane ragu mau berangkat ke Jakarta, mengingat sebelum F berangkat beasiswa dia dideketin seorang duda, yang menjanjikan kalau F mau jadi pacarnya mau dibeliin mobil honda Jazz. (mobil impian F). Ane ragu kalau si F bakalan setia sama ane, makanya ane ragu beneran ga ya ane bisa jagain F kuliah, atau malah ane jadi tumbal dia, kelak dia kelar beasiswa S2 ane ditendang, dan si F hidup dama duda tsb.
Karena beberapa kali ane pergokin F ini merespon SMS dan tlp duda ini (jaman itu belum ada WA dan BBM). Bahkan sempet F dibeliin pulsa. Tapi kalau ane ga berangkat ke Jakarta nemenin F kuliah S2, ane takut kehilangan dia, ane dah sayang bgt, sampai mau korbanin kulian ane.
istirahat dulu ya, ane ada rapat anggaran. Semoga tritnya bisa rame
Index:
Kesatu
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Keenam
Ketujuh
Kedelapan
Kesembilan
Kesepuluh
Kesebelas
Keduabelas
Ketigabelas
Keempatbelas
Kelimabelas
Keenambelas
Ketujuhbelas
Kedelapanbelas
Kesembilanbelas
Keduapuluh
Keduapuluhsatu
Keduapuluhdua
keduapuluhtiga
Keduapuluhempat
Keduapuluhlima
Keduapuluhenam
Keduapuluhtujuh
Keduapuluhdelapan
KeduapuluhSembilan
pertama bikin akun Kaskus karena dulu tahun 2009 masih suka ke FJB buat jual beli komputer dan laptop. Sampai pensiun di FJB tahun 2015, pas udh punya anak kedua.
Sekarang pengen cerita kehidupan ane dari sekitar tahun 2007/2008 sampai saat ini.
Mohon izin buat momod dan mimin, saya vakum ngaskus 6 tahunan, banyak rules yang mungkin saya khilaf atau lupa, mohon diingatkan kalau ada yang melenceng, plis diingatkan dulu, jangan langsung delete ya. Makasih.
Jogjakarta, medio 2007
Perkenalkan sebut saja saya Mr. Popo. Saya saat itu lagi kuliah semester akhir di PTN "Kota Gudeg". Saya punya pacar, sebut saja "F", dia ini teman kuliah saya, satu kelompok ospek. Ketika ospek dia sebenarnya udah punya pacar, tapi beda agama, pacaran dari lulus SMP sampai sekitar tahun 2005. Putus pacaran gara-gara cowoknya ketahuan pacaran sama cewe lain dan "ngamar" di hotel. Si "F" sendiri yang cerita ke ane ketika kami sudah berpacaran di tahun 2005.
Pada tahun 2007 "F" lulus duluan, sedangkan saya masih harus KKN karen ane ada cuti semester gara2 ribut dgn ortu ga direstui pacaran dengan "F". Ane harus cuti semester karena saya menolak pulang untuk ambil uang bayar semesteran. Akhirnya ane semester selanjutnya bisa lanjut kuliah sampai KKN di akhir semester genap 2008. Ketika di titik ini ane galau, "F" dapat beasiswa S2 ke Universitas di Jabodetabek yang terkenal mahal itu. Duh kuliah belum kelar, ditinggal pacar. Sedih rasanya, F juga sedih. Ane nekat kelar KKN ga lanjut skripsi karena F juga sempet sakit dan dirawat di RS karena "homesick". Dia sempet ngamuk ga mau lanjut kuliah lagi, ane yang saat itu masih KKN di telponin terus gara-gara F merasa kesepian butuh temen. Akhirnya kelar KKN ane kabur dari kuliah dan ortu merantau ke Jakarta. berbekal ilmu IT otodidak dan gelar Diploma 3 ane nekat berangkat ke Jakarta, dengan misi utama temani F sampai lulus kuliah S2.
"Update" part ini
Sebenarnya ane ragu mau berangkat ke Jakarta, mengingat sebelum F berangkat beasiswa dia dideketin seorang duda, yang menjanjikan kalau F mau jadi pacarnya mau dibeliin mobil honda Jazz. (mobil impian F). Ane ragu kalau si F bakalan setia sama ane, makanya ane ragu beneran ga ya ane bisa jagain F kuliah, atau malah ane jadi tumbal dia, kelak dia kelar beasiswa S2 ane ditendang, dan si F hidup dama duda tsb.
Karena beberapa kali ane pergokin F ini merespon SMS dan tlp duda ini (jaman itu belum ada WA dan BBM). Bahkan sempet F dibeliin pulsa. Tapi kalau ane ga berangkat ke Jakarta nemenin F kuliah S2, ane takut kehilangan dia, ane dah sayang bgt, sampai mau korbanin kulian ane.
istirahat dulu ya, ane ada rapat anggaran. Semoga tritnya bisa rame
Index:
Kesatu
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Keenam
Ketujuh
Kedelapan
Kesembilan
Kesepuluh
Kesebelas
Keduabelas
Ketigabelas
Keempatbelas
Kelimabelas
Keenambelas
Ketujuhbelas
Kedelapanbelas
Kesembilanbelas
Keduapuluh
Keduapuluhsatu
Keduapuluhdua
keduapuluhtiga
Keduapuluhempat
Keduapuluhlima
Keduapuluhenam
Keduapuluhtujuh
Keduapuluhdelapan
KeduapuluhSembilan
Diubah oleh Mr. Popo 18-06-2025 10:43
romanpicisan777 dan 15 lainnya memberi reputasi
16
12K
377
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23.1KThread•40.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Mr. Popo
#37
Update 05032025
POV ane hari pertama masuk kerja di Sekolahan.
Hari ini ane masuk kerja pertama kali di sebuah sekolah elit di Kawasan Bekasi. Pertama datang ane bertemu security .
Ane: Pagi pak, saya Mr.Popo karyawan baru di jenjang SMA, saya baru masuk hari ini, bolehkah saya bertemu dengan Bapak H?
Security (S): Oh iya pak, ada surat dari pusat tentang penempatan disini?
Ane: Oh iya ini pak suratnya.
S: Silahkan ikut dengan saya naik ke lantai 2 pak
Ane: Baik pak
Ane berjalan mengikuti security untuk bertemu kepsek ini, sekolahnya begitu megah, dalam satu komplek ini ada 4 jenjang, TK, SD, SMP dan SMA. Sekolah ini untuk naik keatas tidak menggunakan tangga berundak, tetapi menggunakan jalan naik/landai, dimana trolley/ gerobak, bahkan motor bisa lewat.
S: Silahkan pak, disini ruang kepala sekolah, biasanya pagi ini kepsek nya ada briefing di ruang guru.
Ane: Oh kalau begitu di ruang guru aja pak
S: Baik deh, saya antar kesana
Sesampai di ruang guru, ternyata briefing belum dimulai, jadi security minta izin untuk bertemu kepala sekolah
S: Izin pak, ini ada karyawan baru dari pusat mau bertemu bapak, katanya mau penempatan disini.
KEPSEK(KS): Oh ya mana?
S: Ini pak, silahkan pak
Ane: Baik terima kasih ya pak
S: sama-sama, izin pak KS saya Kembali ke pos
KS: Silahkan
KS: Jadi kamu nanti ya yang bertugas di perpustakaan dan di lab.kom
Ane: Iya pak
KS: Siapa namamu?
Ane: Saya Mr. Popo pak
KS: oh ok, ini mumpung pagi ini belum briefing, saya kenalin ke teman-teman guru ya.
Ane: Baik pak
Lalu ane n KS masuk ke ruang guru untuk mengenalkan an eke rekan-rekan guru
KS: Selamat pagi bapak ibu guru, pagi ini sebelum briefing saya mau mengenalkan anggota baru sekolah kita, nanti bertugas di Perpustakaan dan di Labkom, ini Mr. Popo nanti yang bertugas disana.
Ane: Selamat pagi bapak ibu, perkenalkan saya Mr. Popo, salam kenal, nanti saya akan banyak membantu bapak dan ibu.
Selanjutnya ane mengikuti briefing pagi itu, setelah briefing bel sekolah berbunyi, para guru bersiap masuk ruang kelas untuk mengajar, sedanag saya disuruh mengikuti KS ke ruang TU untuk dikenalkan dengan para TU disana, karena TU tadi memang tidak mengikuti briefing.
KS: Mr. Popo ini disini TU ada 3, ini ada Pak I, ada Ibu Y dan Ibu T, Pak I, minta tolong nanti antar Mr. Popo untuk keliling sekolahan, agar mengenal lingkungan sekolah dulu, ini nanti bertugas di Labkom dan perpustakaan, sekalian nanti eksplore perpustakaan dan labkom ya Pak I.
Pak I(PI): baik pak, ayo Mr. Popo silahkan ikut saya, sekalian saya bawa kunci perpustakaan dan labkom.
Ane: baik pak
Pak I ini selama mengeksplore sekolahan banyak ngobrol sama ane, tentang asal, tahun lahir, lulusan mana, tinggal dimana. Pak I ini ternyata seumuran sama ane, doi anak orang kaya, tinggal di perumahan elit ini, n dia udah lama kerja di sekolah ini sejak sekolah ini masih berupa ruko sampai sekolah ini berdiri megah. Kami berkeliling sekolahan sampai tujuan terakhir kami perpustakaan. Sebelum sampai perpus ada siswi yang lari-lari menuju ke Pak I
Siswi(S): Pak kok perpusnya belum dibuka, biasanya udah dibuka?
PI: Iya nih, saya baru mau kesana
S: iya nih kami sekelas mau pembelajaran Bahasa Indonesia, mana kuncinya pak
PI: Nih kamu aja yang buka sana, jangan lupa nyalain AC ya biar ga pengap!
S: Baik Pak I
PI: Ini Mr. kalo di sekolah ya gini, kita lebih banyak interaksi dengan siswa dibanding dengan karyawan lain atau guru.
Ane: Iya pak, saya paham sih, karena kita bekerja untuk mereka.
PI: nah itu pak, btw itu siswi tadi itu jarang interaksi sama saya lho, tumben nih dia mau samperin saya ambil kunci.
Ane: mungkin karena buru-buru mau masuk perpus kali pak?
PI: nah itu dia, dia mah biasanya cuek sama Pelajaran
Tidak lama kemudian kami sampai di Perpustakaan, kemudian PI menemani ane eksplor perpustakaan, dia menjelaskan bagaimana perpustakaan disini berjalan dengan segala SOP nya. Kemudian ane dikenalkan dengan aplikasi perpustakaan untuk peminjaman buku dan pencatatan buku. Ane juga dikenalkan database siswa yang diambil dari database sekolah. Database ini digunakan untuk dasar peminjaman buku. Selama hampir dua jam PI menemani dan mengajari ane menjalankan perpustakaan. Ane belajar keras hari itu. Kemudian tibalah bel istirahat, berarti sebentar lagi ruangan ini akan ramai dengan siswa pikir ane. Tetapi dugaan ane meleset, ternyata disekolah ini ada 2 kali istirahat, dimana istirahat pertama siswa nya kebanyakan makan di kantin, baru nanti istirahat kedua ke perpustakaan. PI mohon izin untuk makan.
PI: Mr. Saya ijin mau makan dulu ya, Mr saya tinggal ga papa kan? Lagian sepi ini.
Ane: Baik Pak, nanti kalau ada yang kurang paham bagaimana menghubungi PI?
PI: ini di dekat loker ada telepon, nanti telepon aja ke ekstensi 3, nanti nyambung di meja saya Mr.
Ane: ok siap Pak
Tak lama PI pergi ada satu siswi masuk ke perpus. Dari wajahnya doi oriental banget, tapi mata nya masih bisa dibilang belo, jadi kelihatan cantik. Kelihatan dari seragamnya dia masih kelas 10, ada badge kelasnya.
Ane: Selamat siang.
Siswi (S): Halo Mr, guru baru ya? Saya belum pernah lihat..
Ane: Iya, saya guru baru
S: Guru perpus ya Mr?
Ane: Iya
S: Oh kenalan dong, siapa namanya Mr? Saya GV
Ane: Oh saya Mr. Popo
S: Biasanya yang disini Pak I, tapi tadi kayanya Pak I lagi makan
Ane: Iya
GV: Mr, saya mau pinjam buku tentang psikologi ada ga?
Ane: Coba ya saya lihat di OPAC dulu ya
Kalau di perpus itu biasanya kan petugas perpus terhalang meja antara pembaca dan petugasnya, nah ini si GV tiba2 masuk di belakang bangku ane, untuk lihat OPAC di Komputer. OPAC ini semacam katalog online suatu perpustakaan untuk mencari koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut.
GV: Loh Mr bisa lihat yah koleksi buku di perpus ini?
Ane: iya lah, kalo ga bisa lihat koleksinya, mau nyari di rak susah neng..
GV: Jangan panggil neng ah, panggil nama aja, atau panggil G. Lucu kalo dipanggil neng..
Ane: Oke oke
GV: Coba saya ikutan liat koleksinya dong Mr
Lalu GV pun mengambil alih tempat duduk dan komputer ane, lalu dia nanya ke ane
GV: Ini bukunya dimana ya Mr?
Ane: Itu kan ada kode klasifikasinya, itu biasanya kalau tentang Psikologi di 100-199
GV: Mana kodenya Mr? Sini ajarin dong
Ane: Ini lho, ini kodenya 150.1, nah ini ada di rak pertama, nanti cari yang 150 an, ayo ikut saya ke rak
GV: Oh semudah ini ya Mr
Lalu ane jalan ke rak pertama, GV pun mengikuti ane.
Ane: Nih raknya, 100-199, tadi kodenya 150.1 kan?
GV: Iya Mr, oh bener, cepet banget ya, makasih Mr, saya mau baca bentar
Ane: Ok
Ane lupa judul bukunya, tapi itu bukunya tentang parenting gitu, ane kembali ke meja, sambil ane buka bekal dan makan. Ga lama bel masuk berbunyi, GV bangkit dari duduknya menuju meja ane.
GV: Mr, saya mau pinjam buku ini ya, proses dulu ya Mr.
Ane: Ok, mana kartu anggotamu?
GV memberikan kartu anggotanya untuk ane scan. Ane pun memproses bukunya, tetapi ada kendala, ternyata GV sudah memiliki pinjaman dengan batas maksimum peminjaman yaitu 3 buku.
Ane: Wah ini ga bisa pinjam lagi, kamu udah pinjam 3 buku kan ya?
GV: Waduh, iya lupa Mr, bukunya ada di kelas sebenernya, tadi lupa ak mau kembaliin, gimana dong?
Ane: Ya udah ini saya keep dulu, ntar istirahat ke-dua kamu kesini lagi balikin bukunya biar ini bisa saya proses ya, saya ga bisa ngakalin sistem ini..
GV: Wah padahal ini nanti mau saya pakai buat bahan pendukung Pelajaran Bahasa Indonesia habis istirahat ini Mr..
Ane: Ya udah bawa aja dulu bukunya, tapi janji ya istirahat kedua buku yang di kelas kamu bawa kemari ya.
GV: Ok janji Mr, terima kasih Mr, Mr baik banget ga kaya Pak I, kalo Pak I pasti ga boleh
Sambil dia narik tanganku jabat n cium tangan tanda terima kasih
Ane: Ok sama-sama.
Habis itu ane merapikan buku-buku yang berserakan di meja dan di rak, karena tadi selama ada GV ada juga beberapa siswa lain disini. Disini siswa kalau ambil buku dari rak memang tidak boleh mengembalikan sendiri, karena dikhawatirkan akan kacau peletakannya di rak, tidak sesuai dengan klasifikasinya, makanya sehabis mereka membaca buku tersebut, bukunya ditaruh gitu aja di meja, ane yang membereskan buku, setelah membereskan buku ane lanjut makan.
POV ane hari pertama masuk kerja di Sekolahan.
Hari ini ane masuk kerja pertama kali di sebuah sekolah elit di Kawasan Bekasi. Pertama datang ane bertemu security .
Ane: Pagi pak, saya Mr.Popo karyawan baru di jenjang SMA, saya baru masuk hari ini, bolehkah saya bertemu dengan Bapak H?
Security (S): Oh iya pak, ada surat dari pusat tentang penempatan disini?
Ane: Oh iya ini pak suratnya.
S: Silahkan ikut dengan saya naik ke lantai 2 pak
Ane: Baik pak
Ane berjalan mengikuti security untuk bertemu kepsek ini, sekolahnya begitu megah, dalam satu komplek ini ada 4 jenjang, TK, SD, SMP dan SMA. Sekolah ini untuk naik keatas tidak menggunakan tangga berundak, tetapi menggunakan jalan naik/landai, dimana trolley/ gerobak, bahkan motor bisa lewat.
S: Silahkan pak, disini ruang kepala sekolah, biasanya pagi ini kepsek nya ada briefing di ruang guru.
Ane: Oh kalau begitu di ruang guru aja pak
S: Baik deh, saya antar kesana
Sesampai di ruang guru, ternyata briefing belum dimulai, jadi security minta izin untuk bertemu kepala sekolah
S: Izin pak, ini ada karyawan baru dari pusat mau bertemu bapak, katanya mau penempatan disini.
KEPSEK(KS): Oh ya mana?
S: Ini pak, silahkan pak
Ane: Baik terima kasih ya pak
S: sama-sama, izin pak KS saya Kembali ke pos
KS: Silahkan
KS: Jadi kamu nanti ya yang bertugas di perpustakaan dan di lab.kom
Ane: Iya pak
KS: Siapa namamu?
Ane: Saya Mr. Popo pak
KS: oh ok, ini mumpung pagi ini belum briefing, saya kenalin ke teman-teman guru ya.
Ane: Baik pak
Lalu ane n KS masuk ke ruang guru untuk mengenalkan an eke rekan-rekan guru
KS: Selamat pagi bapak ibu guru, pagi ini sebelum briefing saya mau mengenalkan anggota baru sekolah kita, nanti bertugas di Perpustakaan dan di Labkom, ini Mr. Popo nanti yang bertugas disana.
Ane: Selamat pagi bapak ibu, perkenalkan saya Mr. Popo, salam kenal, nanti saya akan banyak membantu bapak dan ibu.
Selanjutnya ane mengikuti briefing pagi itu, setelah briefing bel sekolah berbunyi, para guru bersiap masuk ruang kelas untuk mengajar, sedanag saya disuruh mengikuti KS ke ruang TU untuk dikenalkan dengan para TU disana, karena TU tadi memang tidak mengikuti briefing.
KS: Mr. Popo ini disini TU ada 3, ini ada Pak I, ada Ibu Y dan Ibu T, Pak I, minta tolong nanti antar Mr. Popo untuk keliling sekolahan, agar mengenal lingkungan sekolah dulu, ini nanti bertugas di Labkom dan perpustakaan, sekalian nanti eksplore perpustakaan dan labkom ya Pak I.
Pak I(PI): baik pak, ayo Mr. Popo silahkan ikut saya, sekalian saya bawa kunci perpustakaan dan labkom.
Ane: baik pak
Pak I ini selama mengeksplore sekolahan banyak ngobrol sama ane, tentang asal, tahun lahir, lulusan mana, tinggal dimana. Pak I ini ternyata seumuran sama ane, doi anak orang kaya, tinggal di perumahan elit ini, n dia udah lama kerja di sekolah ini sejak sekolah ini masih berupa ruko sampai sekolah ini berdiri megah. Kami berkeliling sekolahan sampai tujuan terakhir kami perpustakaan. Sebelum sampai perpus ada siswi yang lari-lari menuju ke Pak I
Siswi(S): Pak kok perpusnya belum dibuka, biasanya udah dibuka?
PI: Iya nih, saya baru mau kesana
S: iya nih kami sekelas mau pembelajaran Bahasa Indonesia, mana kuncinya pak
PI: Nih kamu aja yang buka sana, jangan lupa nyalain AC ya biar ga pengap!
S: Baik Pak I
PI: Ini Mr. kalo di sekolah ya gini, kita lebih banyak interaksi dengan siswa dibanding dengan karyawan lain atau guru.
Ane: Iya pak, saya paham sih, karena kita bekerja untuk mereka.
PI: nah itu pak, btw itu siswi tadi itu jarang interaksi sama saya lho, tumben nih dia mau samperin saya ambil kunci.
Ane: mungkin karena buru-buru mau masuk perpus kali pak?
PI: nah itu dia, dia mah biasanya cuek sama Pelajaran
Tidak lama kemudian kami sampai di Perpustakaan, kemudian PI menemani ane eksplor perpustakaan, dia menjelaskan bagaimana perpustakaan disini berjalan dengan segala SOP nya. Kemudian ane dikenalkan dengan aplikasi perpustakaan untuk peminjaman buku dan pencatatan buku. Ane juga dikenalkan database siswa yang diambil dari database sekolah. Database ini digunakan untuk dasar peminjaman buku. Selama hampir dua jam PI menemani dan mengajari ane menjalankan perpustakaan. Ane belajar keras hari itu. Kemudian tibalah bel istirahat, berarti sebentar lagi ruangan ini akan ramai dengan siswa pikir ane. Tetapi dugaan ane meleset, ternyata disekolah ini ada 2 kali istirahat, dimana istirahat pertama siswa nya kebanyakan makan di kantin, baru nanti istirahat kedua ke perpustakaan. PI mohon izin untuk makan.
PI: Mr. Saya ijin mau makan dulu ya, Mr saya tinggal ga papa kan? Lagian sepi ini.
Ane: Baik Pak, nanti kalau ada yang kurang paham bagaimana menghubungi PI?
PI: ini di dekat loker ada telepon, nanti telepon aja ke ekstensi 3, nanti nyambung di meja saya Mr.
Ane: ok siap Pak
Tak lama PI pergi ada satu siswi masuk ke perpus. Dari wajahnya doi oriental banget, tapi mata nya masih bisa dibilang belo, jadi kelihatan cantik. Kelihatan dari seragamnya dia masih kelas 10, ada badge kelasnya.
Ane: Selamat siang.
Siswi (S): Halo Mr, guru baru ya? Saya belum pernah lihat..
Ane: Iya, saya guru baru
S: Guru perpus ya Mr?
Ane: Iya
S: Oh kenalan dong, siapa namanya Mr? Saya GV
Ane: Oh saya Mr. Popo
S: Biasanya yang disini Pak I, tapi tadi kayanya Pak I lagi makan
Ane: Iya
GV: Mr, saya mau pinjam buku tentang psikologi ada ga?
Ane: Coba ya saya lihat di OPAC dulu ya
Kalau di perpus itu biasanya kan petugas perpus terhalang meja antara pembaca dan petugasnya, nah ini si GV tiba2 masuk di belakang bangku ane, untuk lihat OPAC di Komputer. OPAC ini semacam katalog online suatu perpustakaan untuk mencari koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut.
GV: Loh Mr bisa lihat yah koleksi buku di perpus ini?
Ane: iya lah, kalo ga bisa lihat koleksinya, mau nyari di rak susah neng..
GV: Jangan panggil neng ah, panggil nama aja, atau panggil G. Lucu kalo dipanggil neng..
Ane: Oke oke
GV: Coba saya ikutan liat koleksinya dong Mr
Lalu GV pun mengambil alih tempat duduk dan komputer ane, lalu dia nanya ke ane
GV: Ini bukunya dimana ya Mr?
Ane: Itu kan ada kode klasifikasinya, itu biasanya kalau tentang Psikologi di 100-199
GV: Mana kodenya Mr? Sini ajarin dong
Ane: Ini lho, ini kodenya 150.1, nah ini ada di rak pertama, nanti cari yang 150 an, ayo ikut saya ke rak
GV: Oh semudah ini ya Mr
Lalu ane jalan ke rak pertama, GV pun mengikuti ane.
Ane: Nih raknya, 100-199, tadi kodenya 150.1 kan?
GV: Iya Mr, oh bener, cepet banget ya, makasih Mr, saya mau baca bentar
Ane: Ok
Ane lupa judul bukunya, tapi itu bukunya tentang parenting gitu, ane kembali ke meja, sambil ane buka bekal dan makan. Ga lama bel masuk berbunyi, GV bangkit dari duduknya menuju meja ane.
GV: Mr, saya mau pinjam buku ini ya, proses dulu ya Mr.
Ane: Ok, mana kartu anggotamu?
GV memberikan kartu anggotanya untuk ane scan. Ane pun memproses bukunya, tetapi ada kendala, ternyata GV sudah memiliki pinjaman dengan batas maksimum peminjaman yaitu 3 buku.
Ane: Wah ini ga bisa pinjam lagi, kamu udah pinjam 3 buku kan ya?
GV: Waduh, iya lupa Mr, bukunya ada di kelas sebenernya, tadi lupa ak mau kembaliin, gimana dong?
Ane: Ya udah ini saya keep dulu, ntar istirahat ke-dua kamu kesini lagi balikin bukunya biar ini bisa saya proses ya, saya ga bisa ngakalin sistem ini..
GV: Wah padahal ini nanti mau saya pakai buat bahan pendukung Pelajaran Bahasa Indonesia habis istirahat ini Mr..
Ane: Ya udah bawa aja dulu bukunya, tapi janji ya istirahat kedua buku yang di kelas kamu bawa kemari ya.
GV: Ok janji Mr, terima kasih Mr, Mr baik banget ga kaya Pak I, kalo Pak I pasti ga boleh
Sambil dia narik tanganku jabat n cium tangan tanda terima kasih
Ane: Ok sama-sama.
Habis itu ane merapikan buku-buku yang berserakan di meja dan di rak, karena tadi selama ada GV ada juga beberapa siswa lain disini. Disini siswa kalau ambil buku dari rak memang tidak boleh mengembalikan sendiri, karena dikhawatirkan akan kacau peletakannya di rak, tidak sesuai dengan klasifikasinya, makanya sehabis mereka membaca buku tersebut, bukunya ditaruh gitu aja di meja, ane yang membereskan buku, setelah membereskan buku ane lanjut makan.
0